Aku guru modern atau primitif ???
22 04 2008Setiap saya bertanya kepada mahasiswa2 calon guru atau peserta penataran yang kesuluruhannya adalah guru2 dari berbagai daerah di Indonesia “Apakah Anda guru modern atau primitif ?? …” hampir semuanya menjawab bahwa mereka adalah guru yang modern dan sebahagian kecil menjawab mereka adalah guru yang akan menjadi guru modern.
Tetapi, apakah Anda benar-benar seorang guru yang modern ??…
STOP …. !!!!
jangan dijawab dulu… !
Sebaiknya, dengar cerita saya terlebih dahulu…
Manusia primitif yang tinggal di pedalaman Kalimantan, Sumatera, Jawa Barat dan Irian Jaya menganggap pakaian yang dikenakan seperti baju (baju dari kulit kayu) adalah sebuah alat bantu untuk melindungi tubuhnya dari serangan binatang atau hewan buas dan berbahaya yang sewaktu2 pakaian tsb tidak perlu mereka gunakan apabila mereka merasa aman (tidak dalam bahaya). Pertanyaan yang muncul dalam benak mereka ketika hendak keluar rumah adalah “Apakah saya perlu memakai baju atau tidak ?…”
Sedangkan bagi orang modern baju bukan lagi sekedar alat pelindung tubuh tetapi sudah menyatu (integrated) dengan dirinya. Sehingga tentu saja pertanyaan yang muncul dalam benak mereka berbeda dengan pertanyaan yang muncul dalam benak orang primitif . Bukan lagi “Apakah saya perlu memakai baju atau tidak ?… Tetapi, “Baju apa yang akan saya kenakan hari ini ?…” Yang tentu saja akan disesuaikan dengan acara yang akan dikunjungi, sebagai contoh, saat hendak berolah-raga tentu memakai pakaian yang berbeda dengan pakaian yang dikenakan saat ke pesta. Bahkan saat memikirkan pakaian yang akan dikenakan pun mereka sedang memakai baju/ pakaian .. Bukan begitu ? …
Demikian juga seorang guru, sewaktu akan mengajar apakah pertanyaan yang muncul dalam benaknya adalah “Apakah saya akan menggunakan media atau tidak ?? ..” apabila demikian, tentu inilah jawaban guru2 primitif. Sedangkan bagi guru2 modern pertanyaan yang muncul sewaktu akan mengajar adalah : saya akan menggunakan media apa dalam pengajaran materi hari ini ??…
So, Sekarang silahkan Anda jawab apakah Anda termasuk guru modern atau primitif ??? … ![]()
menurut pendapat saya untuk menjadi guru yang propesional pendidik harus dapat memberikan sesuatu yang baru setiap harinya.oleh sebab itu setiap lembaga harus mempunyai guru modern yang siap menggunakan alat teknologi dalam penyajian pembelajaran karna pada dasarnya anak-anak suka sesuatu yang baru. padadasarnya kegiatan saya sehari-hari sudah menggunakan alat-alat teknologi seperti audio visual radio,vcd dan tv dan juga exscool mingguan kami yaitu komputer.saya merasa memang alat-alat teknologi ini sangat membantu dalam proses belajar mengajar tidak membuat anak jenuh dan asik di sekolah terutama di sekolah tk tempat mengajar saya.saya merasa dalam metode pengajaran saya menggunakan alat teknologi tetapi baru tingkat dasar terutama komputer tapi memang saya akui saya masih merasa kekurangan karna belum terbiasa atau tidak menjadikan alat teknologi ini sebagai kebutuhan seperti makan .sehingga saya merasa masih menjadi guru primitif yang harus banyak belajar atau pembiasaan dalam hal teknologi terutama komputer yangbaru sekedar dasar.oleh sebab itu mungkin bapak bisa memberikan kiat untuk menjadi guru yang modern yang dapat di banggakan oleh anak didiknya
Sebenarnya saya berkeinginan untuk menjadi guru modern tetapi pada kenyataannya banyak kendala yang saya hadapi. memang tidak bisa dipungkiri zaman sekarang ini teknologi menjadi salah satu alat kebutuhan setiap manusia. diantara kendala tersebut antara lain dari keterbatasan sekolah dalam penyediaan teknologi, dan faktor lingkungan tidak mendukung.
dalam penyediaan media pendidikan tidak merata sampai ke daerah. sekalipun ada media tersebut tidak dipakai dengan alasan kurangnya optimal tenaga pendidik.
jadi untuk itu diharapkan adanya pemerataan media teknologi sampai ke daerah dan ditambahnya tenaga pendidik yang menguasai teknologi tersebut. saya harapkan bangsa Indonesia bisa menyaingi bangsa-bangsa lain khusunya dalam bidang pendidikan.
Sesaat setelah melihat judul artikel ini, terbersit dalam pikiran saya ” tentu saya akan menjadi guru yang modern, kenapa pula pertanyaan seperti itu harus dilontarkan?”. Kemudian saya mulai membaca artikel itu sampai selesai. Berangkat dari isi artikel itu, saya yang sampai saat ini belum pernah menjadi guru pada institusi pendidikan formal, berkesimpulan bahwa sesungguhnya seorang guru akan menjadi guru yang modern jika sekolah tempat guru itu mengajar pun adalah sekolah yang juga modern. Namun saya menjadi sedih, karena sekolah yang modern itu biasanya adalah sekolah yang berlokasi di wilayah perkotaan yang tentu saja untuk dapat menyediakan media-media itu memerlukan biaya yang mahal. Lantas bagaimana dengan sekolah yang ada di pedesaan, yang notabene dalam penyelenggaraan proses belajarnya para guru harus mengalahkan rasa khawatir akan runtuhnya atap sekolah??
Saya yakin sesungguhnya jauh di dalam hati setiap guru, mereka ingin memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. Seperti yang telah dilakukan oleh Ibu Mus dan Pa Harfan dalam novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Guru primitif pun bisa mengantarkan muridnya menjadi seorang yang berhasil. Jika guru primitif bisa, apalagi guru modern??Then, next question is, when will we (education in Indonesia) become modern ????
Setelah membaca artikel ini saya ingin sekali untuk menjadi seorang guru yang profesional khususnya dalam bidang yang saya kuasi,tetapi menjadi seorang guru yang profesional harus dapat memberikan suasana yang baru khususnya dalam pemakain media teknologi.Karena proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting,namun perlu dingat peranan media tidak akan terlihat bila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dari tujuan pengajaran yang telah ditentukan.Jika media itu diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran,tetapi sebagai penghambat dalam pencapai tujuan pendidikan.
Saya memang sudah mengajar,tapi penggunaan media belum memakainya.Dengan alasan sekolah tersebut pengeluaran menjadi banyak.Jadi metode yang saya pakai masih menggunakan ceramah is the best.Saya berusaha yang terbaik untuk anak didik saya walaupun keterbatasan media pengajaran bukan halangan untuk melanjutkan pendidikan
Saya rasa hidup di zaman digital seperti sekarang ini semua guru pasti akan memilih menjadi seorang guru yang modern, termasuk saya, mengingat begitu semakin pentingnya peranan teknologi dalam setiap kehidupan termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Apalagi bila kita berfikir untuk 20-25 tahun kedepan,disaat itu segala sesuatu pasti akan menggunakan teknologi, sehingga perlu dari sekarang untuk mempersiapkannya dan menjadi tugas guru untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para peserta didik/manusia yang siap menggunakan teknologi tersebut. Tentunya untuk mempersiapkan itu semua, tidak mungkin tanpa adanya sarana dan prasarana yang menunjang sehingga diperlukan koordinasi dari semua pihak-pihak yang terkait.
Secara pribadi saya juga menyukai teknologi dan ingin memanfaatkan teknologi secara maksimal apalagi saya yakin teknologi ini akan sangat mampu menunjang pekerjaan saya meskipun dalam kenyataannya, begitu sulitnya teknologi itu sampai ke sekolah-sekolah.
Memang untukIndonesia, semua program ini tidak terlepas dari bermacam kendala dan hambatan. Selain masalah keuangan, faktor ketidakmerataan pendidikan di Indonesia (geografis) juga menjadi masalah. Begitu besarnya kesenjangan antara sekolah di kota-kota besar dan di pelosok tetap menjadi permasalahan hingga saat ini.
Sebelum saya mengikuti akta IV, saya mentransformasikan ilmu kepada anak didik saya hanya menggunakan metode ceramah, diskusi dan evaluasi. yang mana tidak berbeda dengan rekan-rekan guru lainnya.tetapi setelah saya mengikuti akta IV, saya baru mengetahui bahwa dibidang pendidikan itu ada teknologinya. dimana teknologi pendidikan itu sangat memudahkan dan sangat efektif sekali dalam kegiatan KBM(Kegiatan Belajar Mengajar).Padahal di tempat saya mengajar sudah ada fasilitas dan sarana yang mendukung seperti komputer, televisi, radio, cd, vcd dan modul. Akan tetapi karena tidak ada pemahaman dan ditambah pihak sekolah (Kepala Sekolah dan Rekan-rekan Guru) masih menganut paradigma lama, ya jadilah saya mentransformasikan ilmu kepada peserta didik secara standar dan mengikuti paradigma lama, dengan demikian saya mengajar mendekati primitif!!
tentu SAYA SEORANG GURU YANG MODERN duonk…!! (hehe, narsis dulu aah
) Walaupun cuma guru jadi-jadian… betapa tidak.. tanpa adanya pendidikan formal dalam cara belajar mengajar, dan hanya dalam rangka mengisi waktu senggang saja (selama setelah melahirkan dan belum aktif bekerja kembali) iseng-iseng meluangkan waktu untuk mengajar bahasa inggris untuk anak SD dan SMP disekitar rumah. Ternyata dari 3 murid kini menjadi 15 murid (itupun saya Stop 15 murid biar tetep efektif ngajarnya) n selesai 2 jam ngajar, mereka selalu ga mau pulang karna senang menggunakan tools2 sebagai media pengajaran saya. (”itu udah ngebuktiin saya guru modern kan?”
**hehe… narsis lagi..**)
Nah, karna hanya seorang guru jadi-jadian itulah saya berfikir, bagaimana caranya mengajar bahasa inggris dengan tidak membosankan dan materi dapat tersampaikan dengan baik. (dengan indikator murid2 senang dan semangat untuk belajar b. inggris dan bisa menangkap materi dengan baik). Karena tantangannya adalah murid2 saya menganggap bahasa inggris itu sulit dan mereka merasa minder dan tidak butuh untuk menguasai bahasa tersebut untuk menggapai cita2 mereka dikemudian hari (rata2 mereka dari keluarga yg bisa dibilang pas2an). Bagi mereka belajar bahasa inggris hanya sekedar untuk mendapatkan nilai bagus disekolah.
Menyedihkan sekali memang, kalu mereka berfikir demikian dan merasa minder. Jadilah.. saya coba2 berbagai tools pada tiap materinya agar mereka semangat mengeksplore rasa antusias mereka pada bahasa inggris (dari mulai alat2 yang paling sederhana, seperti kartu2, gambar2 yg saya buat, sampai sebulan terakhir ini setelah dirumah langganan internet, saya mencoba games2 bahasa inggris dari sebuah situs). Alhamdulillah mereka antusias pada setiap pertemuannya.
Memang dijaman yang serba susah sekarang ini, penggunaan media2 yang paling update sulit untuk dipraktekan dalam acara mengajar. So.. Guru2 di Indonesia harus bisa lebih kreatif untuk menggunakan media2 yang paling sederhana sekalipun. Saran saya, dimanapun kita berada.. di tempat mengajar terpencil sekalipun yang tidak mempunyai fasilitas apapun. “BE CREATIVE oh my dear TEACHER”… Karna engkau akan menorehkan sesuatu yang berharga pada murid-muridmu. Tak akan ada yang rela apabila sesuatu yang berharga itu akan tertutup debu. Dan aku muridmu tak bisa melihatnya…
Saya adalah guru primitif, karena metode mengajar yang saya terapkan masih bersifat tradisional, yang hanya menggunakan lima intelegensi, misalnya menekankan pada irama (musikal), melukis gambar (pemahaman ruang), membuat bahasa tubuh, memberikan peluang kepada siswa untuk melakukan intrapersonal dan dan meminta siswa bertanya (interpersonal).
Tetapi saya merasa perlu mengasah daya kreativitas untuk dapat mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya ditempat atau daerah saya mengajar.
Seiring dengan perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi saya menyadari pentingnya seorang guru mengoptimalkan dirinya untuk dapat lebih berkopetensi dengan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi yang ada.
Karena di Indonesia hanya sekolah-sekolah percontohan saja yang menggunakan perangkat teknologi informasi.
Dalam hal ini saya menyadari kurangnya mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal di internet dan kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Keterbatasan pengadaan listrik , telepon dan komputer disekolah juga habatan bagi guru, sehingga masih banyak kendala di lapangan pekerjaan yang membuat guru masuk dalam guru yang masih primitif.
Tetapi setelah saya mengikuti pelajaran Teknologi Pendidikan, menjadi termotivasi untuk dapat memanfaatkan warung-warung internet yang dapat dipakai sebagai indikasi bahwa internet memang diperlukan untuk membantu kelancaran pekerjaan.
Sehingga saya perlahan-lahan dapat mengubah image dari guru primitif menjadi guru yang modern.
Saya adalah guru modern karena kita sekarang ini hidup dalam suatu era informasi, yang ditandai dengan tersedianya informasi yang makin banyak dan bervariasi, tersebarnya informasi yang makin luas dan seketika, serta tersajinya informasi dalam berbagai bentuk dalam waktu yang cepat. Karena semua usaha pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media, maka era sekarang ini dapat disebut lingkungan bermedia.
Media telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita, meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Di negara yang sudah maju, media telah mempengaruhi kehidupan hampir sepanjang waktu jaga, atau berarti lebih banyak waktu ekspos media dari waktu yang dipergunakan untuk tidur, dan juga berarti lebih banyak dari waktu yang digunakan untuk sekolah.
Perkembangan media telah menimbulkan dua kali dari empat kali revolusi dunia pendidikan. Revolusi pertama telah terjadi beberapa puluh abad yang lalu, yaitu pada saat orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada orang lain yang berprofesi sebagai guru. Revolusi kedua terjadi dengan digunakannya bahasa tulisan sebagai sarana utama pendidikan. Revolusi ketiga timbul dengan tersedianya media cetak yang merupakan hasil ditemukannya mesin dan teknik percetakan. Revolusi keempat berlangsung dengan meluasnya penggunaan media komunikasi elektronik.
Revolusi keempat itu telah merubah sistem pendidikan secara menyeluruh. perkembangan media baik berupa buku, siaran radio, dan televisi berpotensi untuk tumbuh dan berkembangnya masyarakat belajar. Oleh karena itu dalam setiap kegiatan belajar-mengajar potensi media tidak mungkin diabaikan.
Sudah pasti saya sebagai guru modern akan selalu menggunakan media dan penentuan medianya tergantung situasi dan bidang pengajarannya.
menurut saya: saya adalah guru primitif yang akan berusaha untuk menjadi modern,karena minimnya pengetahuan saya tentang teknologi,saya akui bahwa teknologi khususnya media sangat membantu dalam proses belajar anak didik,apalagi dengan kemajuan zaman, teknologi sangat dibutuhkan dalam berbagai hal, misalnya dalam proses belajar.karena saya belum berpengalaman menjadi guru dan ditempat saya mengajar pertama saat ini masih memakai cara-cara/bahan yang primitif.dan untuk belajar menjadi seorang guru yang modern saya harus banyak banyak mencari pengetahuaan tentang menjadi seorang guru yang berkualitas,seiring dengan kemajuaan zaman dibidang teknologi pendidikan. banyak keuntungan yang didapat jika para guru menggunakan berbagai macam media, diantaranya:anak didik menjadi semangat di dalam belajar, memudahkan anak didik memahami pelajaran yang diajarkan, meningkatkan daya pikir anak didik, dan dengan suatu media dapat membuat anak didik tersebut menyalurkan kreativitasnya.
Apabla menjadi seorang guru, saya merasa kalau saya adalah guru primitif. Tapi setelah membaca artikel ini, saya jadi berkeinginan kuat untuk menjadi Guru yang modern. Karena apabila gurunya saja masih primitif bagaimana mungkin anak didiknya menjadi modern? Untuk itu saya akan berusaha menjadi seorang yang modern, yaitu dengan banyak waktu untuk membaca buku, browsing internet supaya tidak ketingggalan informasi, supaya saya bisa memberikan hal-hal baru yang inovatif kepada anak didik saya. Seiring dengan kemajuan zaman yang serba Hi-Tech, kita memang dituntut untuk bisa menguasai teknologi yang modern, seperti penggunaan media komputer pada pengajaran. Sehingga anak didik akan lebih bersemangat dan enjoy dalam belajar. Karena apabila guru tidak kreatif dalam mengajar maka anak didik akan jenuh di dalam kelas, sehingga penyerapan materi pelajaran (transfer ilmu) tidak bisa berjalan secara optimal.
Suatu saat apabila saya sudah menjadi guru, dan ternyata di lingkungan saya mengajar guru-guru yang lain masih primitif, saya akan menjadi trendsetter untuk menjadi guru yang modern, dan saya akan mengajak guru-guru yang lain supaya berubah menjadi guru yang modern juga. Sehingga guru-guru di Indonesia semua akan berubah menjadi guru yang modern, seperti misalnya di Malaysia sekarang pendidikannya sudah maju sekali. Negara kita jangan sampai kalah dong…!
I hope it will be reality in Indonesia……welcome modern teacher….
saya termasuk tipe guru modern ,kenapa saya termasuk kategori itu ???
salah satu penyebabnya adalah bukan hanya pengetahuan di technology saja tetapi saya akan selalu menerapkan sistem pengajaran yang up to date,contohnya sistem pengajaran e-learning yaitu siswa dituntut untuk berkonsentrasi dengan apa yang saya sampaikan melalui suatu media audio visual,seperti OHP yang mungkin dulu di sebut proyektor,dan penyedian fasilitas yang menunjang seperti labotarium komputer dan bahasa di sekolah - sekolah yang ada di indonesia kecuali di daerah pedalam mungkin saya harus lebih survive kedepannya karena itu salah satu challenge buat saya..
dan semua itu karena dari pihak sekolah,wali murid dan pemerintah yang harus terus mensupport para guru untuk lebih maju,tetapi maju dalam bentuk apa???
misalnya pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah yang sekarang mulai di terapkan yaitu jaringan internet yang sudah masuk kesekolah - sekolah di indonesia walau belum merata,dan sumbangan dan dari pemerintah dan wali murid untuk membangun fasilitas di sekolah tersebut dan kelak jika saya menjadi guru nanti ,saya akan terus memperbaiki sistem pengajaran yang saya terapkan kepada siswa saya,karena masa depan bangsa ini ada di tangan mereka dan mereka akan
menggantikan perjuangan kita selanjutnya,,,
Menurut saya pribadi,saya ini guru “PRIMITIF”. Kenapa? Karena saya belum berpengalaman dalam bidang ngajar mengajar. Sebelum saya kuliah di Akta IV ini, sy adalah seorang karyawan Bank swasta. Tiba2 terbesit dihati, untuk ingin menjadi guru. Ternyata untuk menjadi seorang guru itu,tidak semudah apa yang saya bayangkan! Untuk menjadi seoarang guru yang Modern, wawasan harus luas,banyak membaca serta mengetahui teknologi. Setelah saya mengikuti pelajaran Akta IV ini, saya jadi terdorong untuk menjadi guru Modern. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi guru yang baik N modern. Ya… minimal saya dapat mendidik anak2 saya menjadi anak yang modern dan solehah. iya…khan.
Memang dijaman sekarang ini, kita tidak dapat mengelak dengan adanya alat2 teknologi yang semakin canggih n modern. Dan saya berharap disetiap sekolah, para guru dapat menggunakan alat teknologi sebagai sarana ngajar mengajar untuk kemajuan Bangsa ini.
Pendapat saya : guru primitif adalah guru yang mempunyai tujuan selain mengajar anak didik bisa membuat/membantu anak yang didik menemukan hal baru (dari yang tidak bisa) walau pun dalam mengajar mereka (guru) masih berfokus 100% pada buku, dan belum tahu tentang teknologi pendidikan. Sedangkan guru modern : mengajar dengan bantuan alat belum tentu 100% dia bisa mentransferkan ilmunya dengan baik kepada anak didiknya. jadi dalam cara mengajarnya lebih baik menjadi guru yang primitif dan cara berpikirnya seperti guru modern. seiring dengan perkembangan zaman dibidang teknologi pendidikan, mau selalu berusaha mencari pengetahuan agar bisa menjadi seorang guru yang berkualitas. Maksudnya cara berpikir seperti guru modern, karena seorang guru harus selalu belajar/meng-up to date tentang hal-hal yang baru. caranya dengan sering mendengarkan radio, menonton tv, dan menguasai/tahu dan mau belajar tentang beberapa sarana belajar seperti buku paket, buku pelengkap, buku referensi, buku bacaan, majalah, modul, lembar kerja, kaset video, VCD, CD-ROM, media pembelajaran (seperti casette recorder, OHP, Wireless, Slide Projector, LD/LCD/VCD/DVD Player, Komputer), serta adanya sarana Information Technology (IT) : seperti jaringan internet, dan lain-lain.
dengan kata lain seorang guru yang ingin menjadi seorang guru yang modern harus tahu banyak. Dan Banyak keuntungan yang didapat, jika para guru yang sekarang menggunakan berbagai macam media (memanfaatkan teknologi yang ada). Dengan begitu anak didik menjadi semangat di dalam belajar, memudahkan mereka memahami pelajaran yang diajarkan, meningkatkan daya pikir, dan dengan suatu media dapat membuat anak didik tersebut menyalurkan kreativitasnya.
Ya…Saya termasuk guru modern,
Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, sebelumnya saya ingin memberikan pendapat tentang guru primitif dan guru modern. Guru primitf adalah guru/tenaga pengajar yang mengajar atau menerangkan hanya menggunakan teknik atau metode ceramah.
Sedangkan guru modern adalah guru atau tenaga pengajar yang mengajar atau menerangkan menggunakan teknik atau metode- metode tertentu misalnya:
1. Presentasi. Teknik ini meliputi antara lain: ceramah, debat, dialog, wawancara, panel, demonstrasi, film, slide, pameran, darmawisata, dan membaca.
2. Teknik Partisipasi peserta. Teknik ini meliputi antara lain: tanyajawab, permainan peran, kelompok pendengar panel reaksi, dn panel yang diperluas.
3. Teknik Diskusi. Teknik ini terdidi atas diskusi terpimpin, diskusi yang bersumberkan dari buku, diskusi pemecahan masalah, dan diskusi kasus.
4. Teknik Simulasi. Teknik ini terdiri atas: permainan peran, proses insiden kritis, metode kasus, dan permainan
Melihat dari metode atau teknik yang digunakan menurut saya, saya termasuk guru modern, kenapa saya mengatakan seperti itu, karena dalam penyampaian materi saya mempergunakan keempat teknik diatas. Yaitu teknik atau metode ceramah, tanya jawab, dikusi dan simulasi. Dan saya juga mempergunakan alat atau media sebagai faktor penunjang yang bisa didapatkan dari lingkungan didalam sekolah.
Dan media yang saya pergunakan dalam mengajar yaitu saya mempergunakan media komunikasi (komputer, koran, radio, televisi, kertas dan speaker).
Sebagai seorang guru yang baik harus bisa melihat dan mempergunakan media atau alat yang ada lingkungan sekitar yang ada didalam sekolah.
Media apa saja sih yang bisa kita pergunakan dengan melihat dengan kondisi dan perkembangan zaman
1. Media Komunikasi Suara yaitu
a. Komunikasi siaran radio (Radio Broadcasting)
b. Komunikasi radio amatir
c. Komunikasi radio dua arah
d. Komunikai radio antar penduduk (Citizen Band)
e. Komunikasi telepon
2. Media Komunikasi Berita dan Gambar yaitu
a. Komunikasi telegraf
b. Komunikasi telex(TELEPRINTER EXCHANGE
c. Komunikasi Faximile
d. Komunikasi siaran televisi
3. Media Komunikasi Data: Merupakan komunikasi berupa data yang dikirimkan melalui saluran komunikasi.Adapun yang dikirimkan dapat berupa : berita / informasi (data), suara (audio) dan gambar (video).
Kenapa saya menyebutkan 3 media tersebut, karena dengan kondisi perkembangan zaman saat ini, tidak mungkin kalau kita mengajar hanya dalam bentuk ceramah, otomatis siswa atau murid akan lebih jenuh atau bosan karena siswa atau murid tersebut hanya membayangkan apa yang kita jelaskan. Contoh kita mau mempelajari jenis-jenis tumbuhan, tapi kalau kita menjelaskan dengan bentuk cerita, pasti siswa akan membayangkan apa yang kita ceritakan dengan mendetil, tapi pertanyaannya apakah yang dibayangkan siswa dengan yang kita ceritakan itu sama jenis tumbuhannya?. Dengan mempergunakan fasilitas atau media kita bisa lebih jelas memberikan contoh, misalnya kita bisa mempergunakan media telivisi atau komputer untuk memberi tahu jenis-jenis tumbuhan tersebut. Siswa jadi bisa melihat langsung jenis-jenis tumbuhan yang kita jelaskan, dari segi warna, bentuk, dll.
contoh lain: kita ingin mengenalkan pengunungan didaerah sumatra, kalau kita menjelaskan dalam bentuk ceramah. Murid atau siswa akan membayangkan seperti gunung yang ada didaerah jawa tapi dengan menggunakan media atau alat misalnya kita membuat miniatur gunung semeru yang berada di jawa dan kita membat miniatur pegunungan bukit barisan di sumatra
dan masih banyak lagi yang bisa kita contohkan apabila kita mengajar dengan menggunakan media atau alat
Beberapa saat membaca artikel tersebut diatas saya pribadi merenung apakah saya seorang guru modern atau primitif ? dengan memasuki dunia internet ini berarti saya menuju kedunia maju yang modern, akan tetapi banyak kendala yang akan dihadapi apakah nanti sianak didik mampu atau tidak atas dasar cara penyampaian saya ? apakah nanti sianak didik senang, bahagia atau sedih dengan apa yang guru sampaikan? apakah sianak senang dengan baju (ilmu pengetahuan ) yang saya kemukakan ? karena sipat dan karater sianak didik sangat beragam, ada yang senang, cuek, ada yang pintar dan ada yang lamban untuk mengerti. Maka secara teoritis saya akan menggunakan media atau tidak atas dasar hal tersebut diatas, tergantung apakah diperlukan saat itu seandainya diperlukan saya sebagai seorang pendidik akan selalu menggunakan media (Fasilitas) pendidikan yang disediakan dan kemingkinan lembaga lembaga (institusi pendidikan) mempunyai Fasilitas itu, saya pun akan menggunakannya sebagai tehnik penyampaian dalam proses belajar mengajar keanak didik.
Dan selanjutnya, dalam perencanaan pengajaran materi yang akan saya gunakan yaitu pada setiap kegiatan atau tindakan pendidikan yang akan dilakukan harus sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan itu sendiri. Dengan demikian dasar tujuan pendidikan itu tidak lain adalah target sasaran yang akan dicapai dalam setiap kegiatan pendidikan atau rumusan bentuk (kepribadian ) manusia yang akan dicapai oleh kegiatan atau usaha pendidikan yang dilakukan seorang pendidik sehingga sianak didik dapat perkembangan jaman teknologi modern saat ini
Saya rasa hidup di zaman digital seperti sekarang ini semua guru pasti akan memilih menjadi seorang guru yang modern, termasuk saya, mengingat begitu semakin pentingnya peranan teknologi dalam setiap kehidupan termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Apalagi bila kita berfikir untuk 20-25 tahun kedepan,disaat itu segala sesuatu pasti akan menggunakan teknologi, sehingga perlu dari sekarang untuk mempersiapkannya dan menjadi tugas guru untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para peserta didik/manusia yang siap menggunakan teknologi tersebut. Tentunya untuk mempersiapkan itu semua, tidak mungkin tanpa adanya sarana dan prasarana yang menunjang sehingga diperlukan koordinasi dari semua pihak-pihak yang terkait.
Secara pribadi saya juga menyukai teknologi dan ingin memanfaatkan teknologi secara maksimal apalagi saya yakin teknologi ini akan sangat mampu menunjang pekerjaan saya meskipun dalam kenyataannya, begitu sulitnya teknologi itu sampai ke sekolah-sekolah.
Memang untukIndonesia, semua program ini tidak terlepas dari bermacam kendala dan hambatan. Selain masalah keuangan, faktor ketidakmerataan pendidikan di Indonesia (geografis) juga menjadi masalah. Begitu besarnya kesenjangan antara sekolah di kota-kota besar dan di pelosok tetap menjadi permasalahan hingga saat ini.
setelah membaca artikel diatas, saya sangat ingin menjadi seorang guru yang modern, mungkin selama ini saya adalah seorang guru yang primitif… karena slama saya mengajar saya hanya berpanutan kepada buku dan menerangkan dan anak didik saya mengerti apa yang saya ajarkan, ya…..walaupun ditempat saya mengajar telah tersedia komputer, VCD dll tapi saya tidak leluasa untuk memakainya.
tapi sekarang saya termotifasi untuk lebih baik walaupun berbagai kendala karena saya tidak mau anak didik saya menjadi primitif, saya akan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan mencari berbagai media untuk diajarkan kepada anak dengan begitu anak akan semangat untuk belajar….karena anak didik kita adalah penerus bangsa!!!!!
Untuk bisa menjawab pertanyaan itu maka kita perlu memahami makna modern yang dimaksud. Jika modern yang disebut dalam pertanyaan itu adalah modern dalam kaitannya pemikiran atau pola pikir atau paradigma, maka walaupun secara subyektif , saya akan mengatakan bahwa saya adalah guru modern, atau sedang berusaha menjadi modern atau paling tidak guru yang sedang dalam era modern. Artinya kata-kata itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sekarang yang serba modern.
Namun jika yang dipertanyakan modern adalah terkait dengan alat-alat, maka kita harus terima dan jujur untuk mengatakan bahwa kita belum bisa modern. Saya akan mengatakan bahwa ” saya belum modern” . Alasanya bahwa ketika saya akan menyampaikan suatu materi, saya hanya menemui papan tulis atau sejenisnya atau paling-paling OHP, yang saya menganggapnya sudah ketinggalan zaman. Padahal ada teknologi yang lebih canggih yaitu in focus yang mampu memproyeksikan layar komputer menjadi layar yang besar yang bisa dinikmati orang satu ruangan. Jika ini sudah saya dapati, maka pekerjaan saya tinggal mengolah materi-materi pengajaran ke dalam progeram komputer kemudian menyajikannya melalui alat ini. Maka semuanya akan menjadi mudah. Apalagi penyajian dengan menggunakan alat ini, kini sudah dilengkapi dengan teknologi nirkabel atau wireless yang memungkinkan orang untuk mengendalikan suatu komputer dengan duduk berdiri atau berjalan. Ini baru canggih dan kata-kata “Modern” layak untuk dilekatkan kepada siapapun termasuk saya jika sudah menguasai dan memanfaatkan teknologi canggih ini.
Apabila “modern” yang dimaksud adalah modern dalam perspektif yang lebih luas lagi, maka kita tidak bisa mengadili atau menjustice (prejudice) seseorang tidak modern hanya gara-gara suatu alat teknologi canggih.
Tapi saya sungguh mempunyai angan-angan seperti itu (mempunyai in focus +laptop. red), jika saya kelak benar-benar menjadi guru. Saya tinggal mengolah dan mengembangkan suatu materi pelajaran melalui media komputer apalagi bisa online via internet. Hidup Indonesia, Majulah bangsaku.
menurut saya guru primitif adalah seorang guru yang tidak dapat memanfaatkan sarana dan prasarana ( fasilitas ) yang ada guru itu hanya terpaku pada sumber yang telah di buatnya tidak dapat mencari sumber dari luar. Guru primitif itu terlalu mengharapkan / menekankan keberhasilan akademik anak. maka akan menyebabakan orang tua dan guru memaksa anak untuk belajar keras karena harus mencapai target sehingga waktu bermain tidak ada. Guru primitif itu menyajikan pelajaran kepada siswa / murid seakan akan hanya untuk menyiapkan mereka agar bisa menjawab tes,ujian dan latihan .
Guru modern adalah seorang guru yang dapat memanfaatkan segala sesuatu / sumber , fasilitas yang ada di sekolah untuk memotivasi siswa untuk belajar aktihf misalnya : guru akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa , selain untuk mendorong untuk terlibat dalam diskusi sehingga ada motivasi dalam diri siswa untuk belajar lebih dalam / banyak .Guru modern juga dapat memotivasi siswa untuk mengekspresikan pikirannya ketika sedang mempelajari sesuatu , siswa akan belajar efektif ketika mereka terlibat dalam tugas konkrit mereka mempunyai kesempatan untuk mendiskusikan apa yang sedang di pelajarinya .
Seandainya saya ditanya saya guru modern atau guru primitif?maka saya termasuk guru primitif kenapa saya mengatakan saya termasuk guru primitif!!!!!karena yang di maksud dengan PRIMITIF adalah semua atau segala sesuatu yang tertinggal dan tidak bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.
Dengan memperhatikan apa yang di maksud dengan primitif maka saya termasuk kedalam kategori primitif dalam dunia pendidikan di mana saya dalam mengikuti perkembangan dalam dunia pendidikan saya sangatlah tertinggal,contoh kecil dalam proses belajar mengajar saya selalu menggunakan metode-motode lama,dalam penggunaan media selalu saja media-media jadul(zaman dahulu)menjadi primadona dalam setiap proses belajar mengajar pada hal banyak sekali media-media yang baru yang lebih efisien dalam penggunaanya dan lebih canggih dan mudah di mengerti oleh peserta didik.
Apabila pertanyaanya diubah menjadi”apakah anda guru yang hidup dizaman modern?”maka saya menjawab saya seorang guru yang hidup di zaman modern dengan arti lain sekarang ini zamannya yang modern sedangkan manusia atau gurunya hanyalah sebahagian kecil yang dapat mengikuti zaman yang modern itu.l
tetapi walaupun saya seorang guru yang primitif saya adalah seorang guru primitif yang berusaha menjadi guru yang modern!kenapa?karena saya siap dan akan berubah baik pola pikir,cara saya mengajar dan dalam penggunaan media saya akan mencoba media-media yang baru.dan saya juga seorang guru yang tidak takut akan perubahan zaman,dan perkembangan dalam pendidikan khususnya yang bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan di indonesia.hidup guru dan maju terus dunia pendidikan INDONESIA.
Setelah membaca artikel di atas, jelaslah bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dengan orang lain, begitu juga persepsi mereka terhadap kemodernan. bisa saja TV dianggap hal yang sangat modern bagi orang-orang yang tinggal dipedalaman dan lain halnya dengan orang yang tinggal di kota-kota besar hal itu sudah hal biasa bagi mereka.
Begitu juga dalam dunia pendidikan, bisa saja seorang guru yang tinggal dan mengajar di pedalaman dengan memakai media yang sederhana dan seadanya, ia sudah dianggap modern, tetapi bagi para guru di kota-kota besar tidaklah demikian.
Jadi tidak ada standar baku yang mengatakan bahwa sesuatu itu termasuk modern atau primitif. hanya saja orang itu dikatakan primitif/terbelakang karena ia hidup di zaman dahulu atau karena ia tidak menggunakan pakaian, dibandingkan dengan orang yang hidup di zaman sekarang atau menggunakan pakaian lengkap.
Bagi saya bila standar yang disebut sebagai guru modern itu karena ia tinggal di zaman sekarang dan mengajar dengan menggunakan media, tentu saja saya akan mengatakan bahwa saya adalah guru yang modern. Karena apa, karena saya hidup di zaman teknologi sekarang ini dan selalu berupaya untuk memakai media yang berbeda-beda dalam setiap kesempatan mengajar saya yang bertujuan agar pelajaran dapat lebih mudah diterima oleh siswa dan menghindari kejenuhan siswa.
tapi sampai sekarang yang saya tahu tidak ada standar baku yang dapat membedakan seseorang atau guru itu dapat disebut modern atau tidak.
Setelah membaca artikel di atas, jelaslah bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dengan orang lain, begitu juga persepsi mereka terhadap kemodernan. bisa saja TV dianggap hal yang sangat modern bagi orang-orang yang tinggal dipedalaman dan lain halnya dengan orang yang tinggal di kota-kota besar hal itu sudah hal biasa bagi mereka.
Begitu juga dalam dunia pendidikan, bisa saja seorang guru yang tinggal dan mengajar di pedalaman dengan memakai media yang sederhana dan seadanya, ia sudah dianggap modern, tetapi bagi para guru di kota-kota besar tidaklah demikian.
Jadi tidak ada standar baku yang mengatakan bahwa sesuatu itu termasuk modern atau primitif. hanya saja orang itu dikatakan primitif/terbelakang karena ia hidup di zaman dahulu atau karena ia tidak menggunakan pakaian, dibandingkan dengan orang yang hidup di zaman sekarang atau menggunakan pakaian lengkap.
Bagi saya bila standar yang disebut sebagai guru modern itu karena ia tinggal di zaman sekarang dan mengajar dengan menggunakan media, tentu saja saya akan mengatakan bahwa saya adalah guru yang modern. Karena apa, karena saya hidup di zaman teknologi sekarang ini dan selalu berupaya untuk memakai media yang berbeda-beda dalam setiap kesempatan mengajar saya yang bertujuan agar pelajaran dapat lebih mudah diterima oleh siswa dan menghindari kejenuhan siswa.
tapi sampai sekarang yang saya tahu tidak ada standar baku yang dapat membedakan seseorang atau guru itu dapat disebut modern atau tidak.
Saya guru modern atau primitif?? karena saya lahir di kota jakarta dan saya memasuki universitas yang moderen,selain kuliah saya juga mengajar di salah satu sekolah SD Islam swasta yang menuntut kreativitas guru dalam mengajar dalam menentukan/memilih media apa yang digunakan dalam pengajaran materi hari ini?walupun media tersebut belum tersedia di sekolah,maka dengan kreativitas guru akan tersedia media pengajaran dalam belajar,dengan tujuan agar siswa lebih mudah mencerna dan memahami pelajaran yang diberikan pada kegiatan belajar mengajar.
Dan saya menjawab,saya guru yang modern selain memikirkan media apa yang digunakan dalam pengajaran materi hari ini saya juga mempersiapkan pesan/inti dari pelajaran tersebut. Oleh karena itu guru juga harus memiliki keterampilan komunikasi,sikap,pengetahuan,dan memperhatikan konteks sosial budaya. Peran guru disekolah memiliki peran ganda guru juga dapat disebut seorang manajerial yang akan mengelola proses pembelajaran merancang pembelajaran,mendisain pembelajaran,melaksanakan aktivitas pembelajaran bersama siswa,dan melakukan pengontrolan atas kecakapan prestasi siswa.
Untuk menjadi guru yang modern memang sulitkita dituntut harus peka terhadap perubahan-perubahan kurikulum dan kerja keras yang ekstra dalam mempersiapkan RPP dalam mengajar agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana sesuai dengan apa yang ingin di capai untuk pertanyaan”Apa saya akan menggunakan media atau tidak??guru tersebut bukan hanya primitif tetapi ia tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai,atau dia mempunyai ilmu tetapi tidak menerapkannya/mengaplikasikannya. Guru yang modern adalah guru yang selalu mempunyai banyak akal/ide untuk membuat suatu media dalam pengajaran walaupun media yang di gunakan sangat sederhana asalkan sesuai dengan materi yang di ajarkan.
Sebelum saya menjawab apakah saya guru modern atau guru primitif, saya ingin mencoba menguraikan persepsi saya tentang guru primitif dan guru modern. Menurut saya guru primitif adalah guru yang masih menggunakan paradigma lama tentang profesi keguruan, misalnya masih beranggapan bahwa guru adalah satu-satunya sumber ilmu dan siswa hanya dianggap sebagai objek yang harus selalu menerima apa kata guru, sehingga dalam mengajar ia hanya menggunakan satu metode klasik, yaitu metode ceramah saja misalnya tanpa memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menikmati metode lain yang dapat mengembangkan daya pikir dan kreativitas mereka. Atau dalam mengajar hanya sekedar mengikuti apa yang ada di buku panduan, tanpa merelevansikan suatu materi pelajaran dengan informasi terkini. Guru primitif bisa juga disebut guru yang konservatif atau anti terhadap perubahan, misalnya bila ia seorang guru senior, ia beranggapan bahwa pengalaman adalah segalanya tanpa perlu meningkatkan kualitas keilmuan dan tidak mau mengikuti informasi-informasi aktual dunia pendidikan.
Sedangkan guru modern dalam persepsi saya adalah seorang guru yang menjalankan tugasnya dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Ia sadar betul bahwa profesinya adalah profesi strategis, ujung tombak perubahan setiap generasi bangsanya. Karena itu ia membekali dirinya dengan wawasan keilmuan yang selalu diperbaharui kualitasnya. Menguasai segala Kompetensi Dasar yang harus dimiliki seorang guru. Seorang guru modern harus bisa menjadi edukator, inovator, motivator, dan fasilitator untuk siswanya.
Kalo begitu saya guru primitif atau guru modern ya? Ya…karena saya hidup di zaman modern, maka saya harus menjadi guru modern. Paling tidak mulai berusaha untuk menjadi seorang guru modern. walau kadang banyak hambatan di lapangan untuk mewujudkannya. Misalnya keterbatasan sarana dan prasarana, lingkungan kerja yang kurang kondusif seperti rendahnya kedisiplinan dan loyalitas guru-guru lainnya.
Pada awalnya media memang hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids) untuk memberikan pengalaman konkrit, motivasi serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa, bukan sebagai bagian integral dalam program pembelajaran.
Kalau media masih dianggap hanya sebagai alat bantu mengajar guru, maka keberadaannya bukan lah merupakan suatu keharusan dalam proses pembelajaran. Padahal seharusnya yang menjadi perhatian bukanlah bagaimana seorang guru dapat mengajar, tetapi perhatian itu harus dipusatkan pada proses pembelajaran siswa, sehingga media apa yang harus digunakan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
Guru modern adalah guru yang tidak lagi mepertanyakan bagaimana dia dapat mengajar, tetapi yang selau bertanya dan memusatkan perhatiannya pada kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajarannya, sehinga siswa itu dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.
Kita memang sudah berada di zaman modern, namun bukan berarti cara berfikir guru-guru kita juga sudah modern. Kenyataannya masih banyak para guru yang masih berfikir bagaimana dia dapat mengajarkan suatu materi pelajaran kepada siswa. Kalau sudah demikian, jangankan berfikir media apa yang akan digunakan?, berfikir untuk menggunakan media saja terkadang tidak. Seharusnya para guru berfikir bagaimana para siswa dapat mempelajari dan memahami materi pelajaran tersebut dengan baik dan mudah.
Kebanyakan para guru juga masih beranggapan bahwa media pendidikan identik dengan peralatan canggih yang mahal, padahal tidak harus demikian. Karena peralatan canggih yang mahal kalau tidak direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa, maka akan sia-sia. Mungkin inilah salah satu penyebab kenapa seorang guru masih mengangap keberadaan media pembelajaran bukan merupakan suatu keharusan, sehingga dia masih bertanya “apakah saya akan menggunakan media atau tidak?”.
Seorang guru memang dituntut harus kreatif, sehingga dapat memanfaatkan berbagai macam media pembelajaran, tidak harus yang mahal, kita dapat membuat media pembelajaran yang sederhana dan tidak terlalu mahal.(DS)
Dalam sebuah kehidupan bukan saja seorang guru akan tetapi setiap manusia dituntut agar dapat beradaptasi di lingkungan dengan tujuan supaya dapat menyesuaikan dirinya baik dalam tingkah laku atau perbuatan sehingga dia benar-benar merasa nyaman hidup di tengah tengah masyarakat yang majemuk yang berasal dari berbagai komunitas. Karena, manusia yang tidak mau menyesuaikan dirinya dalam arti untuk mengikuti setiap langkah kehidupan bermasyarakat dan berinteraksi maka sesungguhnya dia bisa saja disebut tidak tau aturan, kurang pergaulan atau bahkan ketinggalan zaman.
Idealnya seorang guru juga demikian. Pada era globalisasi saat ini dimana, untuk melakukan dan mendapatkan sesuatu relative semakin hari semakin mudah dan terjangkau, seperti halnya untuk mendapatkan informasi, dapat dilakukan baik melalui media cetak maupun media elektronik dan bahkan dengan system informasi sekalipun yang sekarang ini marak didengungkan oleh pemerintah dipermukaan tanah air kita, hanya saja tinggal apakan ada kemauan apa tidak.
Artinya seorang guru harus mau banyak belajar untuk meningkatkan kualitasnya dalam penguasaan materi yang diajarkan serta menggunakan system informasi sebagai alat untuk mencari segala informasi yang ada kaitannya dengan cara dan metode pengajaran agar dapat mencapai tujuan dalam proses pembelajaran.
Kreatifitas dan inovasi seorang guru saat ini sangat dituntut apabila tidak ingin ketinggalan tidak saja oleh masyarakat diluar lingkungan pendidikan akan tetapi juga dengan muridnya. Oleh sebab itu, sekali lagi, pemerintah sangat diharapkan perannya untuk pengentasan buta teknologi informasi bagi guru-guru.
jika seorang guru dikatakan sebagai “Guru modern atau primitif” hanya sebatas ia menggunakan media atau tidak ketika mengajar, maka mungkin saja saya termasuk guru modern. karena kebetulan saya mengajar anak-anak Tk yang setiap harinya dalam proses belajar mengajar tidak lepas dari media, sebagai alat bantu agar anak-anak lebih mudah memahami pelajaran. tapi menurut saya, bukan hanya sebatas itu, seorang guru bisa dikatakan guru yang modern ataupun guru primitif. guru primitif adalah guru yang hanya mengandalkan pengalaman mengajarnya saja tanpa mau belajar lagi dan tidak mau memanfaatkan fasilitas yang ada. sedangkan guru modern adalah guru yang bertanggung jawab akan profesinya, inovatif dalam setiap mengajarnya, kreatif, memotivasi dan selalu meningkatkan kualitas pengetahuannya setiap hari. selain memberikan materi, seorang guru diharapkan bisa mendidik, membekali dan mempersiapkan siswanya agar menjadi seseorang yang berguna di masa depan. nah untuk itu, guru tidak bisa berjalan sendiri, pemerintahpun ikut bertanggung jawab untuk menciptakan generasi yang unggul. kita memang hidup dizaman modern, informasi apapun yang kita inginkan dengan mudah bisa kita akses dengan internet. tapi untuk mengakses internet, kita butuh keahlian, dan keahlian itu tidak semua guru memilikinya. seperti pak adam bilang, peran pemerintah dalam pengentasan buta tehnologi informasi bagi guru-guru sangatlah penting. karna dengan begitu, sedikit banyak membantu guru-guru untuk selalu up to date. lalu bagaimana dengan saya? mungkin saja saya masih termasuk guru primitif, tapi saya akan berusaha menjadi guru yang modern.
Modern, karena saya hidup atau menjadi seorang guru di zaman yang modern yang bisa di sebut zaman globalisasi. Yang mana media atau alat peraga sudah mudah di dapatkan dengan bentuk yang kecil dan tidak harus repot untuk membawanyam, dalam cara bersikap juga harus modern. Bagai mana bisa diterima untuk mengajar di zaman yang modern ini apa bila cara mengajarnya masih primitif, bahkan siswa-siswa juga sekarang sudah modern dengan mengenal plesdis dan lain-lain. Tujuan menggunakan media pengajaran adalah agar suatu konsep yang sifatnya abstak akan menjadi libih kongkrit.
Menyampaikan informasi dengan secara teliti jelas akan lebih menarik minat murid dalam menyerap materi pembelajaran. Jika seorang guru hidup di zaman sekarang mengajar dengan cara primitif maka murid pun tidak akan memperhatikannya, bagi mereka tidak ada hal yang menarik semua itu bisa di lakukan dengan cara memotivasi mereka dengan cara-cara mengajar yang modern. Jadi Media siapa takut!!!!
Saya adalah guru yang modern karena sekarang ini di eraglobalisasi kita ditantang untuk lebih maju terutama didalam penyajian pembelajaran kepada anak-anak. Alhamdulillah disekolah saya terdapat fasilitas yang cukup lengkap untuk mempelajari IT dengan tersedianya sarana Pusat Sumber Belajar (PSB) yang menyiapkan alat Bantu belajar seperti Audio Visual, Visual Presenter, LCD, OHP, Head Phone dan lain-lain. Dengan adanya alat-alat tersebut saya semakin termotivasi untuk mempelajari dan belajar bagaimana cara mengoperasikannya serta mengaflikasikan kepada anak-anak. Sehingga kita tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi dan menjadi guru yang modern.
saya menilai sudah menjadi “guru modern” alasannya adalah saya selalu terbuka atas informasi mengenai ilmu ilmu kependidikan. Kecanggihan alatalat pembelajaran tidak menjadi satu-satunya ukuran guru dikatakan modern,alasanya adalah alat-alat yang modern belum tentu dapat mencapai tujuan pembelajaran.Artinya tujuan dalam pembelajaran dapat dicapai walau dengan media sederhana dikombinasikan metodologi komunikasi yang tepat dan nenarik.Jadi menurut saya “Guru modern” adalah Guru yang dapat mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan (saat ini-Tujuan Pendidikan Nasional)dengan mengeahkan semua potensi keprofesionalanya.PESAN….WAHAI PARA GURU,KENALILAH PROFESIMU! KARENA DENGAN ITU KAMU AKAN MENGETAHUI BAGAIMANA SEHARUSNYA?!.
Terimakasih anda menyadari bahwa dalam menghadapi era global ini seorang guru harus berpikir dan bertindak sesuai dengan tuntutan zaman, tentu saja tanpa melupakan nilai2 agama dan budaya bangsa.