242 comments on “Manusia Tanpa Jiwa? Renungan 10 tahun reformasi

  1. Kita ketahui bahwa 2 mei selalu diingat sebagai hari pendidikan nasional yang selalu diperingati. setiap kita memperingati, setiap tahun pula kita diingatkan apakah pendidikan di Indonesia telah menunjukan kemajuan yang signifikan? ternyata sangat disayangkan, diusia tanah air yang selangkah lagi berusia 63 tahun, kualitas pendidikan dirasa masih sangat jauh dari harapan.
    Berbagai problematika yang marak terjadi telah mencoreng manisnya dunia pendidikan nasional. Persoalan utama yang masih mengganjal dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah biaya pendidikan yang tidak terjangkau, tak hanya pendidikan di perguruan tinggi, pendidikan di sekolah dasar dan menengah ke atas juda masih jauh dijangkau kantong masyarakat. Biaya pendidikan yang sangat tinggi membuat masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan tidak lagi memperdulikan pendidikan anak-anak mereka, hasilnya angka putus sekolahpun emakin meningkat.
    Tingginya biaya sekolah tak lepas dari mahalnya harga buku. Saat ini proporsi harga buku dan pendapatan masyarakat sudah tidak lagi seimbang. Apalagi masyrakat sudah terbebani dengan kenaikan bbm dan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
    Kondisi ini diperparah dengan kurikulum pendidikan yang selalu berganti tiap tahun, hal ini memaksa orang tua untuk menyediakan lagi buku baru untuk anaknya.
    Masalah lain yang muncul adalah maraknya kebocoran soal ujian nasional dan pengatrolan nilai, ini merupakan modus penyelewengan yang kerap terjadi setiap pelaksanaan ujian nasional.
    Selain itu sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai turut menjadi duri dalam pendidikan nasional.
    Ditambah kondisi ini diperburuk dengan kualitas guru yang tersedia, banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang bidang ilmu yang dimiliki.
    Rumitnya jalur penerimaan masuk di sekolah-sekolah lanjutan dan standar UN yang terlalu tinggi menjadi permasalahan lain dalam dunia pendidikan kita saat ini.
    Oleh karena itu kita harus mengkaji ulang sistem pendidikan di Indonesia dan mengkaji ulang orang-orang yang berperan di dalamnya sehingga tidak terjadi adanya manusia-manusia tanpa jiwa yang dapat menghancurkan Indonesia tercinta ini.
    MERDEKA!!!!!! MERDEKA!!!!!! MERDEKA!!!!!!!!!!

  2. Jika kita renungkan, 10 tahun sudah reformasi digulirkan walaupun menyisakan duka yang mendalam, pahit teramat sangat bagi keluarga korban, tetapi itulah perjuangan demi menghancurkan sebuah Rezim kekuasaan(memang NKRI sebuah negara Republik tetapi kalau tidak dihancurkan mungkin akan menjadi sebuah negara yang berbentuk kerajaan, semua bersentral kepada seorang raja. Titah Raja harus selalu di dengar, dipatuhi. yang menentang di pancung. Ibarat bisul sudah hampir pecah dan setelah pecah mengalir kemana saja, tanpa ada yang mampu mencegahnya, sudah begitu lama masyarakat indonesia dikekang, dendam dihati bagi yang lemah sudah berurat berakar. Kapan Rezim ini berakhir? pertanyaan ini yang selalu timbul di masyarakat, KKN dimana-mana, orang yang berkompeten dalam suatu bidang. karena tidak ada koneksi tidak ada peluang untuk maju.sungguh tragis!
    Akhirnya datang juga moment yang dinanti-nanti, memang Reformasi sudah berjalan tetapi reformasi ini salah kaprah yang direformasikan hanya dibidang Politik saja,tidak dibidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan. Negara ini yang tadinya negara yang masyarakatnya terkenal di negara luar, dengan keramahan dan masyarakat yang beradab, berubah menjadi Premanisme, timbul sebuah pertanyaan di hati saya. Mungkinkah masyarakat indonesia belum saatnya melakukan Reformasi?.
    Memang pada umumnya pernah duduk di bangku sekolah tetapi mengapa perilaku anak bangsa seperti itu, menurut saya bukan lembaga pendidikan kita yang salah tetapi perilaku pemimpin-pemimpin pada rezim saat itu yang mencontohkan dan mengajarkan serta menanamkan rasa sakit hati( dibaca: dendam) yang mendalam seperti pepatah ibarat semut di injak, ia akan menggigit. Inilah gambaran masyarakat indonesia pada awal Reformasi.
    Reformasi sudah bergulir tetapi hanya politiknya saja tidak hatinya. Marilah kita bertafakur, masih adakah iman di hati masyarakat indonesia yang notabene(mayoritas muslim), apakah pantas seorang muslim berperilaku jahiliyah yang pada zaman Rasulullah sifat jahiliyah itu dihancurkan dan sebagai pengikut Rasulullah alangkah tragis sekali bila kita tidak mengikuti suri tauladan Beliau.(Naif sekaliu di KTP Islam, hatinya jahiliyah, Nauzu billah min zaalik).
    Please boleh ada perubahan tetapi janganlah keluar dari koridor kita, tetaplah iman ada di jiwa anak bangsa ini, memang dalam kehidupan ini dituntut untuk melakukan perubahan pembaharuan dalam segala hal, Dimana Nabi Muhammad SAW menganjurkan seperti itu, apalagi kita yang mengaku sebagai seorang yang Muslim, wajib mengikutinya.
    Kita renungkan lagi dihati kita masih adakah secuil imam, kalau tidak marilah kita pupuk kembali iman didalam jiwa, kembali ke fitrah manusia yang mempunyai jiwa bukan manusia-manusia tanpa jiwa.

  3. Pada awal reformasi yang terjadi adalah munculnya ephoria di segala bidang. Setelah sekian lama terkungkung, kini Indonesia bagai kuda lepas dari jeratan, semuanya selalu mengatasnamakan apa yang disebut kebebasan yang ujung-ujungnya ternyata hanya untuk kesenangan pribadi.
    Sudah menjadi hukumnya, bahwa setiap terjadi revolusi pasti akan terjadi pergolakan, sebuah reaksi dari perubahan yang ada. Karena kini sudah tak lagi sekaku dahulu, karena telah runtuhnya rezim lama maka semua orang seenaknya menggunakan kebebasan itu. Tetapi yang terjadi malah kebablasan, semuanya terlalu senang menikmati kebebasannya hingga akhirnya kebingungan sendiri menentukan kembali arahnya.
    Itulah yang terjadi dengan bangsa kita sekarang, masih terus mencari arah tujuannya ditengah terus munculnya masalah-masalah primer lainnya termasuk juga didalamnya masalah pendidikan yang juga memerlukan pemikiran khusus dan pembenahan disana-sini.
    Menurut saya hal pertama yang perlu dibenahi adalah mental, perlu kesadaran tinggi dalam menghadapi kondisi seperti ini, berusaha tetap tenang dan fokus dalam mencari solusi sehingga terkonsep dengan baik dengan mengenyampingkan kepentingan pribadi terlebih dahulu.
    Kita sudah terlambat dan terlalu sulit untuk menunjuk hidung orang yang bersalah, menurut saya apa yang terjadi sekarang adalah kesalahan kolektif, sehingga untuk memperbaikinya juga perlu dukungan kolektif.

  4. Pada awal reformasi ini kita menyaksiakn fenomena maraknya berbagai kerusuhan,kebringasan sosial,pelanggaran hukum dan moral,pelanggaran hak asasi manusia dan benteran antara pemeluk agama.Bahkan kita dikejutksn bahwa ambruknya Orde Baru ternyata diantara faktor pentebabnya adalah dosa stuktural(pelanggaran HAM dan budaya KKN).Maka timbul kesan seakan -akan pendidikan yang kita laksanakan telah gagal mengemban fungsinya.Ini perlu disadari bahwa pendidikan akan menciptakan manusia-manusia yang sadar nilai kemanusian,bila manusia yang terdidik ini belum menjadi manusia sesungguhnya berarti dalam pendidikan yang diberikan kepadanya gagal,karena pendidikan yang kita artikan sebagai pengarahan termasuk didalamnya adalah merupakan pilar dari demokrasi.Sehingga tugas pendidik semakin berat bukan hanya mentrasfer akan nilai-nilai humanis.akan tetapi juga penyadaran akan nilai-nilai kemanusiaan.
    Sering dengan arus dan trens keterbukaan informasi.Demokratisasi pendidikan tidak busa dihindarkan,karna pendidikan adalah suatu elemen kultur dan pendidikanpun terkena imbas globalisasi.Harus diakui bahwa salah satu dampak positif globalisasi adalah pendidikan turut mendorong dan mempercepat arus reformasi.Wajah pendidikan kita ujung ORBA digambarkan Dosen takut dekan.dekan takut pada rektor,rektor takut pada menteri,menteri takut pada presiden dan presiden takut sama mahasiswa.KOndisi inilah harus direformasi dengan penataan paradigma-paradigma baru dan penegak tradisi.
    Pendidikan di Indonesia sering mengabaikan 3 aspek yaitu: rasa tanggung jawab.akal sehat dan pemecahan masalah ,maka tidak heran akan melahirkan individu yang selalu merasa tidak percaya diri.Sedangkan di dunia barat khususnya Amerika ke tiga aspek itu sudah menjadi garapan utama dirumah maupun disekolah.
    Oleh karena itu dapat digarisi bawahi pendidikan di Indonesia harus mempunyai terobosan-terobosan baru misalnya adanya pendekatan-pendekatan.Pendekatan TEOLOGIS dimana nilai-nilai kemanusia berpijak pada kebebasan persamaan dan menghormati dianggap sebagai nilai agama dan ajaran Tuhan yang harus dijunjung tinggi,pendidk pun harus bisa merangsang untuk mencerahkan pekiran yang akhirnya mencapi budi pekerti
    Pendekatan INTERST dimana subyek didik dalam melakukan aktivitas kemanusiaan selalu ditanamkan akan rasa tenang pokoknya senang melakukan pekerjaan tanpa mengharapkan materi.
    Dalam kondisi demikian IQpenting untuk memberikan kemampuan memecahkan masalah,tetap EQ penting untuk menumbuhkan seamina dan sabilitas mental dalam menghadapi berbagai krisis dalam kehidupan.
    Insya Allah dengan adanya pendekatan tadi ,nilai IQ dan EQ seimbang,maka reformasi pendidikan baru bisa menciptakan SDM yang ideal.Majulah Indonesiaku an Jayalah terus pendidikan

  5. 10 tahun sudah reformasi berjalan dan banyak pula hal-hal yang diperbaharui di dalam pemerintahan, tetapi makna reformasi belum seutuhnya berjalan dan mungkin banyak pihak -pihak yang masih belum bisa merasakan makna reformasi, itu disebabkan karena belum terlaksananya pemerintahan yang transparan, baik di pemerintahan maupun di DPR, padahal mereka adalah wakil rakyat yang menjadi panutan bagi rakyatnya.kurangnya kesadaran diri adalah faktor yang menyebabkan mereka hanya mementingkan diri sendiri, dan faktor konomi, di hari kebangkitan nasional ini mari kita semua bangkit agar bisa melepaskan indonesia dari keterpurukan terutama dengan meningkatkan pengawasan,kedisiplinan yang tinggi di lingkungan pendidikan,agar bisa menghasilkan generasi muda yang berpotensial,karna saat ini masih banyak sekali orang-orang yang  menginginkan sebuah ijazah atau gelar dan sangat mudah mendapatkannya tanpa harus berjuang(menimba ilmu), kita tidak bisa menyalahkan guru atau orang tua murid yang membantu mengerjakan soal-soal ujian murid atau pemerintah yang terlalu sulit membuat soal tersebut, tetapi marilah kita bersama-sama membenahi diri, dan introspeksi diri membina anak didik agar menjadi pemuda bangsa yang berguna. Terima kasih

  6. reformasi yang yang telah bergulir di indonesia mendatangkan positif baik dan buruknya karna setelah reformasi orang boleh berbicara bebas tanpa adanya di tutupi ataupun perasaan apakah ada orang yang teraniaya atau terzolimi.semua orang dituntut untuk berbicara apabila ada yang tidak berkenan atau untuk menilai hasil kerja orang lain yang dianggap tidak sesuai dengan sebagian yang lain .sampai akhirnya para pendidik yang tadinya hanya mendidik juga ikut-ikuttan angkat bicara atau membuat demo dengan alasan materi yang sebelumnya tidak pernah di perhitungkan atau dengan kata lain ihlas dengan motto guru tanpa tanda jasa mulai hilang dari hati para pendidik karna arus reformasi yang digunakan oleh orang-orang atau elemen tertentu yang mempinyai keuntungan .oleh sebab itu marilah kita mulai menggunakan arus reformasi dengan meluruskan tugas masing -masing sebagai pendidik kembali ketugasnya mendidik para putra-putra bangsa untuk dapat mengerti arti reformasi di segala bidang dengan menggunakan apa yang dimiliki oleh bangsa kita untuk lebih maju kearah yang positif dengan tidak mencontihkan anak didik kita pada sesuatu hal yang tidak baik,karna pendidik adalah contoh yang baik bagi anak didik dan masyarakat bila kita bersama-sama saling membantu satu sama lain untuk memaknai artin reformasi yang sesungguhnya dengan kembali pada imtag yang mendasar kembali pada hati nurani yang bersih dan berfikir yang positif bertawakal dengan kembali berserah diri kepada alloh karana sudah lama bangsa indonesia melupakan penciptannya dengan cara bertaubat dan saling memeafkan bersilaturrahmi insyaalloh negara kita akan lebih aman bila kita berlapang dada,amin ya robbal alamin.

  7. Reformasi Indonesia yang terjadi pada bulan Mei tahun 1998 menorehkan sejarah yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Setelah kerusuhan, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia pada abad ke 20, yang tinggal hanyalah duka, penderitaan, dan penyesalan. Bangsa ini telah menjadi bodoh dengan seketika karena kerugian material sudah tak terhitung lagi. Sangat mahal biaya yang ditanggung oleh bangsa ini. Dampak dari peristiwa itu masih terbawa hingga saat ini, alih alih demokratis, yang terjadi adalah anarkisme. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Empat orang presiden pasca reformasi belum bisa memperbaiki moral bangsa, walaupun usaha yang maksimal telah dan sedang dilakukan. menurut saya, 10 tahun reformasi ini justru bangsa Indonesia telah semakin jauh dari cita-cita awal pencetus reformasi.Satu hal yang perlu ditegaskan adalah bahwa kegagalan mereka menjalankan reformasi disebabkan oleh kultur budaya yang tidak mendukung budaya fair-play.Maka benar ketika dikatakan bahwa krisis bangsa ini benar-benar sudah hampir sempurna, dan posisi bangsa ini sudah berada di tebing jurang kehancuran. Penyebabnya adalah karena kita berebut kekuasaan. Sebaliknya kekuasaan yang sudah didapat bukan digunakan untuk mengangkat harkat masyarakat kecil yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.Ironi, itulah yang terjadi pada bangsa ini. Jika di satu sisi muncul ketakutan luar biasa atas apa yang disebut sebagai degradasi moral, maka di sisi lain justru moralitas tetap diangkat dalam berbagai substansi kebijakan dengan pemuatan ajaran agama secara formal. Dalam berbagai kebijakan, tampaknya bukan substansi agamanya yang ditonjolkan melainkan formalitas ajarannya. Realitas inilah yang seharusnya mulai diakui bila kita mau mengembalikan kembali bangunan bangsa ini pada peradaban humanis yang sehat. Cita-cita para pendiri bangsa adalah menciptakan masyarakat cerdas, berakhlak mulia, dan berbudi pekerti luhur. Masyarakat cerdas hanya bisa dibangun bila “bangunan negaranya” menggunakan cara beradab.

  8. Manusia Tanpa Jiwa ? Renungan 10 Tahun Reformasi
    Kalau kita renungkan kembali,10 th yang lalu,ke masa awal reformasi yang masyarakat memandang kebebasan suatu yang mutlak,bahkan mereka cenderung beringas dan sangat arogan .terhadap suatu kebijaksanaan yang dinilai tidak benar,langsung main fisik dan main hakim sendiri yang lebih kearah egosentris (mau benar dan menang sendiri)
    Kekuasaan direzim orde baru terlalu lama dan sudah mendarah daging sehingga masyarakat sudah terbiasa dibungkam tidak boleh berpikir terlalu kritis dan veodal.Kalau ada yang berani mengkritik tentang kebijaksanaan pemerintah (politik,Pendidikan,sosial,Ekonomi,dan Budaya) langsung ditangkap dan diasingkan bahkan kalau punya kedudukan bisa langsung dicopot dengan cara yang tidak hormat.
    Kita sepakat bahwa manusia-manusia tanpa jiwa itu sebelumnya masih punya jiwa karena pernah duduk dibangku sekolah,tetapi kenapa prilaku anak bangsa ini berubah kalau sudah menjabat,mereka melupakan semua janjinya untuk mensejahterakan rakyat,tetapi mereka mengutamakan isi perutnya sendiri??? Apakah ada pada lembaga pendidikan kita???
    Disini kita tidak mencari siapa yang salah pada sistem pendidikan kita,tetapi kita harus dapat membenahi dari diri kita sendiri,berawal dari keluarga inti dulu,yaitu bisa menjadikan keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah untuk bisa mendidik putra-putrinya yang dapat berguna bagi agama,nusa dan bangsanya, Kalau keluarga inti sudah bisa terbentuk dengan sempurna,anak-anak merasa nyaman.Insya Allah mereka bisa terjun dan bermanfaat dimasyarakat maupun bangsa.
    Saya pribadi juga mengidolakan sosok seperti The Lion Of Arabian (Ahmadinejad), Kita bisa mengambil contoh bahwa dulunya negara Iran juga dikuasai oleh suatu rezim yang terkenal dengan korupsi kolusi,nepotisme, Tapi dengan keberanian seorang Ahmadinejad meroformasi pemerintahanya dengan reformasi IMAN.
    Dulu pendidikan dan kesehatan adalah faktor yang sangat eksklusif dinegara kita,Bahkan banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena merasa tidak nyaman,terintimindasi,tidak ada biaya,tetapi dengan gerakan reformasi Ahmadinejad mereka semua bisa merasakan gratis pendidikan,kesehatan.Itu dananya diambil bukan dari pajak tetapi diambil dari gaji Ahmadinejad sewaktu menjabat sebagai walikota dan presiden,Jadi untuk kehidupan sehari-hari dan keluarganya,beliau mengajar sebagai dosen..Coba kalau semua pejabat kita bisa seperti presiden Iran,Alangkah bahagianya kita semua,Pendidikan kita akan maju sekali dan dihormati oleh negara negara lain,
    Amin…..Mudah-mudahan ada sosok pemimpin seperti beliau yang bisa membawa reformasi yang sesungguhnya terutama dalam dunia pendidikan.

  9. Reformasi memang telah mengubah negara kita tapi tidak dengan moral-moral para pemimpin yang ada di negara kita,kita bukan makhluk tuhan yang sempurna jika ada niatan untuk memperbaiki pastilah ada jalan yang bisa menunjukkan dunia pendidikan hampir sama dengan pemerintah negara kita disana ada para koruptor yang ingin membesarkan perut mereka sendiri serta golongannya dengan cara menghalalkan segala cara demi dapat tercapai tujuan mereka,disinilah menunjukkan bahwa para pemimpin kita telah adanya 10 tahun reformasi belum berubah moral-moralnya.
    pada waktu standarisasi ( Pushingread ) nilai UAN di berlakukan. sebenarnya timbul polemik di dunia pendidikan kita,seperti guru-guru yang ada di kalangan kota kecil atau pedesaan,di satu sisi memang hal itu perlu di perlakukan demi peningkatan mutu SDM yang dihasilkan setelah lulus sekolah tapi untuk sekarang ini hal itu cuma berlaku bagi sekolah-sekolah modern yanng ada di kota-kota besar tidak halnya untuk sekolah yang berada di kota kecil atau pedesaan.
    di suatu sekolah di kota kecil atau pedesaan apakah mungkin hal tersebut di berlakukan dengan pushingread 5,25 untuk tingkat SMP dan SMA dalam kelulusan..??? akhirnya disitulah timbul pikiran negatif dari sebagaian guru untuk dapat meluluskan siswanya dalam UAN demi ” Nama baik sekolahnya ” yaitu dengan cra membocorkan soal-soal yang akan di ujikan dan hal itu lagi-lagi di sebabkan karena hilangnya moral-moral sebagaian pendidik dalam segi apapun. misalmenjadi koruptor dana anggaran peningkatan sarana dan prasarana sekolah sehingga menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar dan berakibat pada minimnya mutu SDM yang akan dihasilkan dari sekolah.
    jadi disini perlu di garis bawahin bahwa semua itu bermula dari akhlak dan moral masing-masing individu, jika semua ini didasari atas ketulusan pastilah program-program pemerintah khususnya di bidang pendidikan akan dapat berjalan dengan semestinya karena di sekolah merupakan tingkat dasar pembentuk para calon pemimpin yang akan meneruskan dan membangun Negara ini, jadi di 10 tahun reformasi pendidikan ini dunia pendidikan di indonesia belum sepenuhnya terjamah maka marilah kita perbaiki akhlak dan moral kita mulai dari diri kita sendiri dulu demi tercapainya pendidikan yang bermutu tinggi dan berdasarkan nilai-nilai agama.

  10. negara kita telah menorehkan sejarah yang sangat berarti bagi kita bangsa indonesia. 10 tahun yang lalu reformasi besar-besaran telah terjadi baik dalam bidang sosial budaya, politik, ekonomi, dan pendidikan. pergolakan terjadi dimana-mana, kerusuhan merajalela, orang saling berperang mengatasnamakan reformasi. apakah sekarang kita sudah merasakan apa yang dinamakan reformasi? apakah sudah banyak perubahan di segala aspek kehidupan kita? menurut saya kita belum berubah dari bidang sosial banyak masyarakat kita yang semakin miskin, banyak terjadi kelaparan, semakin banyak pengangguran. dalam bidang ekonomi harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik , tingkat inflasi yang tinggi. dalam bidang politik banyak terjadi perubahan tetapi masih juga banyak ditemukan kkn dalam pemerintahan kita. birokrasi yang masih berbelit-belit. dalam bidang pendidikan kita termasuk masih banyak ketinggalan walaupun adanya standart kelulusan tetapi ini tidak menjamin tingkat pendidikan kita menjadi lebih baik menurut saya ini semakin membuat siswa dan guru mencari solusi untuk menghalalkan berbagai cara agar siswa lulus dengan nilai sesuai standart yang telah ditetapkan . dengan tingkat ekonomi yang semakin tinggi dan biaya pendidikan yang tinggi, ini juga merupakan faktor yang menyebabkan banyak siswa yang putus sekolah. jadi siapa yang harus disalahkan? menurut saya kita tidak usah mencari siapa kambing hitamnya tetapi marilah kita bersama-sama pemerintah berawal dari diri kita sendiri memperbaiki mental agar kita siap bersaing dan bisa menghadapi segala tantangan yang ada di depan kita. marilah kita dengan jiwa yang bersih bersama-sama memajukan pendidikan mulai dari diri kita, anak-anak kita, anak didik kita di sekolah. majulah pendidikan, majulah indonesiaku

  11. 1). Sudah 63 thn RI merdeka & 10 th genderang Reformasi di tabuh, ttpi gmanya tdk sperti yg di hrpkan.kmdian pd Mei ini kmbli bangsa indonesia menandai 2 peta sjrah HARDIKNAS serta seabad HARDIKNAS.Untuk itu pnlis mengamati, bahwa jgn di biarkan keadaan tsb,kta sbgai anak bngsa harus bertanya pd dti sndri,jka situasi serta kondisi tsb trus terjadi,pastilah ada yg tdk bres di dlm dri masing-msing,shingga perlu kita antisipasi serta cari solusinya.Kondisi bangda indonesia smkin memprihatinkan &dlm byk hal mlah memilukan.Indonesia tlah menjadi negara yg rapyh scra ekonomi,lembek dlm pngakan hukum, lemah secara pertahanan keamanan,rawan sosial,ringkih dlm persatuan bangsa konflik dlm khidpan plitik &dlm khidpan berbangsa
    Situasi Nasional yg ckup rawan itu adalah hilangnya “Roh kemanditian”bangsa.kedaulatan multidimensial khususnya kedaulatan ekonomi,tlah trjdi murakh di tngan kekuatan asing.Sulit bg anak-anakbangsa untuk m’bedakan mna yg baik &mna yg bruk,yg hlal yg hram yg legal &yg ilegal, yg legitimate & yg illegitimate.Bangsa indonesia pd umunya m’ngalalami proses degenerasi scra sistematik ,kacamata moral& nurani bangsa dewaa ini agaknya semakin bram.Pasca refermasi,masyarakat m’letakkan harapan yg sngat tinggi pd pemimpin pilihan langsung rakyat,tpi penguasa yg peragu,tdk taktis & belenggu kpntingan asing,hanya menimdulkan konflik,krn tdk mmpu m’bri respon yg membagi hrpan mastarakat.Menurut yg pnulis amati bahwa adanya kotupsi yg pling bendanya/korupsi tingkat tinggi yg patut di waspadai dta adalah korupsi negara / korupsi yg di lakukan negara(pihak asing yg m’megang tengkuk kalangan eksekutif,yudikatif,& legislatif unutk m’milih keinginan pihak ading itu),shga negara di rugikan ribua trilliyun.Bukti kotupsi negara terlihat dri keluarnya PERPRES No.7/2007,yg m’berikan 99%kepem’likan aing d’bbrpa sektor di indonesia ,seperti: lahan pertanian diatas 25 hektar dpt di mlki asing hingga 99 persen,nuklir hingga 95%, dan yg sngat m’mlukan bg penulis yaitu Sunia pendidikan pun hingga 49% mulai dri SD-Perguruan tinggi di miliki pihak asing.dgn dmkian Indonedia perlu pemimpin yg kuat & pemimpin yg transformatif,yaitu pemimpin yg berani,yg paham pancasila untuk m’rangkul smua elemen bandsa,melindungi kekayaan alam untuk anak cucu & bkn untuk orang asing serta memprioritasken perekonomian pg ekonomi kerakyatn.Dunia pendidikan pasca repormasi pun trasa menggeliat.dlam kurun waktu 2 thn indonesia disadarkan 2 pedoman kurikulum pendidikan untuk pemerintah yaitu KBK 2004 &KTSP 2006.sejauh yg pnulis amati dunia pendidikan sudah tdk idealis lgi dlm lembaga pendidikan hrudlah yg sesuai dgn standar (standarisasi & mtu pendidikan) terutama yg tlah di telitikan adalah Epidtema ekonomi.Menurut Prof.Dr.H.A.R.Tilaar,bahwa Era Reformasi tlah m’lahirkan ssuatu dorongan yg luar biasa untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dgn bangsa yg lain dlm ERA GLOBELISASE.lahirnya suatu keranjingan untuk m’ningkatkan kualitas pendidikan nasional .namun keranjingan akan kualitas ,sayang skli ditafsirkan sbg suatu manifestasi dri khidupan mnusia yg smkin bersifat materialistik.dunia pendidikan nasional.
    2). Perilaku anak-anak bangsa spt itu d’sbabkan olen rusaknya nilai-nilai spritualitas nilai”bdya bangsa shingga identitas bangsa sbg kunci kebangkitan nesional tertindih pragmatisme nilai pengagungan kebendaan & perwujudan nilai-nilai pembangun karakter anak”bangsa yg terpegang teguh cair tanpa bentuk di dlm diri anak-anak bangsa tlh mengabaikan nilai hakiki yg tak terukur,seperti nilai kyakinan, ketulusan, keteguhan, keberanian, hingga penghargaan pd sesama. sedangkan korupsi, pengagungan nilai-nilai kebendaan yg serba terukur. anak-anak bangsa ini akan tetap jadi bangsa yg kuat & kokoh, ttpi jka nilai-nilai pembangun karakter itu lemah seperti sekarang, hanya nestapa yg akan menyambut bangsa ini di hari-hari mendatang. Deklerasi, petisi akan menjadi sangat kuat bila ia menjadi ruh dari sebuah tekad yg di tanggungjawabi dlm prilaku secara bersama-sama. Tanpa ada pertanyaan cnilai yg disepakati & diusung bersama,Ruh perilaku tdk akan hidup cukup panjang untuk membuat sebuah perubahan.
    3).Menurut hemat penulis,salah atua tidaknya semua itu dpt di pertanggung jawabkan bersama-sama, baik pihak pemerintah berbagai pendidikan(sekolah/madrasah)serta masyarakat setiap lembaga pendidikan(secara umum) perlu memperhatikan unsur-unsur yg terkait dgn pembiayan(pendanaan)dlm pendidikan di dlm kegiatan operasionalnya, yaitu Efektifitas,Efesiensi,persamaan(Equity), Biaya administrasi, akuntabilitas, dan transparansi,dan serta kegiatan operasional, pihak manajemen lembaga pindidikan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas & trasparansi.Dan seluruh program( termasuk anggaran)di harapkan akuntabel.Dan juga lembaga pendidikan diharapkan bersifat transparan & mengoptimalkan adanya partisipasi atau pelibatan unsur publik(bottom-up approagh) melalui komite sekolah atau madrasah,sehingga perlu adanya suatu sistem evaluasi internal & eksternal agar aspek akuntabilitas & transparansi ini benar-benar dpt di capai & di rasakan oleh berbagai pihak yg berkepentingan terhadap proses pendidikan, khususnya orang tua atau wali siswa.Apapun bentuk pormat /model pembiayaan pendidikan yg dikembangkan oleh DEPDIKNAS,seperti:model Dekontralisasi, model desentralisasi, model JPS & kompensasi BBM, serta model Biaya Operasional Manajeman Mutu (BOMM). semua itu akan sia-sia dikembangkan, apabila masih tidak tepat sasaran & tujuan untuk itu di perlukan pula tanggungjawab bersama.
    4). Perlu kita kaji ulang sistem pendidikan di inonesia seperti pendidikan diindonesia , seperti Standarisasi Nasional Pendidikan (SNP) yg merupakan salah satu Repormasi dibidang pendidikan masih memiliki kelemahan, dilihat dari perspektif psikologi, karena SNP mengabaikan eksistansi manusia yg unik & beragam/ mengingkari kodrat manusia sbg makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial,yg paling smpurnah dbg ciptaan allah Swt. Maka menurut penulis, standarisasi pendidikan harus & perlu di kaji ulang,sebab ada bahaya laten yg harus diwaspadai standarisasi pendidikan yaitu:(1)pengaruh keputusan politik dan bisnis,(2)standarisasi ditentukan oleh orang luar pendidikan/ birokrasi bukan oleh sekolah itu sendiri,(3)tidak semua evaluasi belajar yg mengikuti stendar & ditentukan deri atas sesuai dgn situasi belajar-mengajar,(4)standarisasi mengandung kontrol lokal & pusat yg berlebihan,(5)standarisasi hanya untuk kepentingan politik sehingga menyingkirkan peserta didik yg tidak beruntung.Perlu penulis rekomondasikan beberapa hal dlm pengkajian ulang,yaitu:(a)standerisasi nasional pendidikan harus dikaji ulang, karna kurang memanusiakan manusia(humanisasi), (b) perlu dilakukan pemetaan mutu pendidikan secara regional & rasional,sehingga suatu waliyah/sekolah/madrasah gpt diketahui kategori A,B,C.D,E dst,sehingga pemda & pusat dpt m’beri bantuan secara propesional,(c) proses penetaan standarisasi hrus dilakukan secara bottom-up,(d)kebijakan standarisasi harus disertai dgn strategi implementasi secara integral.

  12. Bencana yang menimpa bangsa ini seolah tak berkesudahan sejak orang no. 1 dinegeri ini lengser, dengan susah payah mahasiswa dan rakyat Indonesia menurunkan Soeharto, dengan harapan ada seorang pemimpin yang lebih baik dari beliau.
    Ksisis moral berkempanjangan karena banyak janji pemerintah yang tidak ditepati antara lain ingin mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya ternyata setelah menjadi dan menduduki jabatan atau anggota dewan yang terhormat, para polotisi yang telah berhasil meraih jabatannya lupa akan janjinya, seharusnya setelah menjadi wakil rakyat berperan sebagai ujung tombak dalam memperjuangkan kepentingan rakyatnya dan juga memenuhi janji-janjinya yang telah di lontarkan pada rakyat saat kampanye terdahulu, rakyat sepertinya frustasi,terjadilah krisis moral di tahun 1998.
    Sejak SBY-JK (Susilo Bambang Yudoyono –Jusuf Kala) memimpin negeri ini dari bencana tsunami, banjir, tanah longsor, antrax dan lain sebagainya, belum lagi ditingkat para oknum pejabat yang masih doyan bermain dengan uang haram alias korupsi yang menambah deretan panjang dalam pengingkaran.jutaan rakyat hidup dalam kemiskinana sementara para koruptor meraup uang yang jumlahnya sangat sangat fantastis hingga trilyun rupiah, bilamana untuk menghidupi rakyat miskin berapa juta rakyat miskin yang terselamatkan dari kemiskinannya.
    Disaat krisis ekonomi menimpa bangsa ini yang berkepanjangan sampai sekarang impian masyarakat tentang sekolah gratis menjadi harapan yang sangat besar, apalagi di kalangan yang kurang mampu sangat mendambakannya.
    Kunci dari mencapai kesuksessan adalah pendidikan, bilamana sarana dan prasaran yang memadai maka akan tercipta generasi penerus yang dapat diandalka dalam memimpin bangsa ini sehingga dapat membentuk karakter pendidik yang berjiwa kuat, tangguh, dan bermoral paling tidak mentalnya, tidak seperti koruptor yang mencengkram, melumat dan menghisap darah rakyat hingga ke sumsum tulang belakang.

  13. mereka ini adalah orang-orang yang tidak mempunyai hati nurani dan kepekaan pada penderitaan rakyat. hati nurani adalah inti dari jiwa. sementara mereka tahu bahwa KKN itu salah seperti yang telah orde baru lakukan dan ketika itu tahun 1998 mereka tuntut untuk mundur. tetapi disaat kekuasaan berada dalam genggaman para elit politik yang mengaku kaum reformis kenyataannya KKN tetap mereka lakukan bahkan lebih parah hingga kelevel pimpinan yang paling bawah tanpa peduli kepada derita dan kesengsaraan rakyat dengan semangat EGP (emang gue pikirin). para penguasa tidak lebih dari para munafik dan orang-orang pandir yang hanya bisa mengulangi kesalahan yang sama bahkan lebih parah dikesempatan dan waktu yang berbeda. mereka adalah pengamal sila ke-13 yaitu AJI MUMPUNG dan ORA EDAN ORA KEDUMAN.
    sudah saatnya bangsa ini untuk jauh memandang kedepan dan memberi kesempatan yang luas untuk generasi muda yang relatif bersih dari hubungan dengan masa lalu politik. untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara baik di bidang eksekutif, legislatif dan yudikatif.

  14. 1). Sudah 63 thn RI merdeka & 10 th genderang Reformasi di tabuh, tetapi gemanya tidak seperti yang di harapkan. Pada Mei ini kembali bangsa indonesia menandai 2 peta sejarah HARDIKNAS serta se-abad HARDIKNAS.Untuk itu penulis mengamati, bahwa jangan di biarkan keadaan tsb, kita sebagai anak bangsa harus bertanya pada diri sendiri,jika situasi serta kondisi tsb terus terjadi,pastilah ada yang tidak beres di dalam diri masing-masing, shingga perlu kita antisipasi serta cari solusinya. Kondisi bangsa indonesia semakin memprihatinkan & dalam banyak hal malah memilukan.Indonesia telah menjadi negara yg rapuh secara ekonomi, lembek dalam penegakan hukum, lemah secara pertahanan keamanan, rawan sosial, ringkih dalam persatuan bangsa konflik dalam kehidupan politik & dalam kehidupan berbangsa.
    Situasi Nasional yang cukup rawan itu adalah hilangnya “Roh kemandirian”bangsa. Kedaulatan multidimensional khususnya kedaulatan ekonomi, tergadai murah di tangan kekuatan asing. Sulit baig anak-anak bangsa untuk membedakan mana yang baik & mana yang buruk, yang halal & yang haram, yang legal & yang ilegal, yang legitimate & yang illegitimate,yang hak & yang batil, yang terpuji & yang tekutuk, yang membangun & yang menghancurkan. Bangsa Indonesia pada umunya mengalami proses degenerasi secara sistematik, “Kacamata moral & nurani bangsa dewasa ini agaknya semakin buram”.Pasca reformasi, masyarakat meletakkan harapan yang sangat tinggi pada pemimpin pilihan langsung rakyat, tetapi penguasa yang peragu, tidak taktis & terbelenggu kepentingan asing, hanya menimbulkan konflik, karena tidak mampu memberi respon yang mengimbangi harapan masyarakat. Menurut yang penulis amati bahwa adanya korupsi yang paling berbahaya / korupsi tingkat tinggi yang patut di waspadai adalah korupsi negara / korupsi yang di lakukan negara (pihak asing yang memegang tengkuk kalangan eksekutif, yudikatif & legislatif untuk memenuhi keinginan pihak asing itu), sehingga negara di rugikan ribuan trilliyun.Bukti korupsi negara terlihat dari keluarnya PERPRES No.7/2007, yang memberikan 99% kepemelikan asing dibeberapa sektor di indonesia , seperti: lahan pertanian diatas 25 hektar dapat di miliki asing hingga 99 %, nuklir hingga 95%, dan yang sangat memilukan bagi penulis yaitu dunia pendidikan pun hingga 49% mulai dari SD-Perguruan tinggi di miliki pihak asing. Dengan demkian Indonesia perlu pemimpin yang kuat & pemimpin yang transformatif, yaitu pemimpin yang berani ,yang paham pancasila untuk merangkul semua elemen bangsa, melindungi kekayaan alam untuk anak cucu & bukan untuk orang asing serta memprioritaskan perekonomian pada ekonomi kerakyatan.Dunia pendidikan pasca repormasi pun terasa menggelia, dalam kurun waktu 2 th Indonesia disodorkan 2 pedoman kurikulum pendidikan untuk pemerintah yaitu KBK 2004 & KTSP 2006.Sejauh yang penulis amati dunia pendidikan sudah tidak idealis lagi & telah berubah disebabkan kompetensi-kompotensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah yang sesuai dengan standar (standarisasi & mutu pendidikan) terutama yang telah di tentukan oleh Epistema ekonomi. Menurut Prof.Dr.H.A.R.Tilaar, “bahwa Era Reformasi telah melahirkan sesuatu dorongan yang luar biasa untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain dalam Era Globalisasi. Lahirnya suatu keranjingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional,namun keranjingan akan kualitas,sayang sekali ditafsirkan sbg suatu manifestasi dari kehidupan manusia yg semakin bersifat materialistik didunia pendidikan nasional”.
    2). Perilaku anak-anak bangsa seperti itu disebabkan oleh rusaknya nilai-nilai spiritualitas dan nilai-nilai budaya bangsa shingga identitas bangsa sebagai kunci kebangkitan nasional tertindih pragmatisme nilai pengaggungan kebendaan & perwujudan nilai-nilai pembangun karakter anak-anak bangsa yang terpegang teguh cair tanpa bentuk di dalam diri. Anak-anak bangsa telah mengabaikan nilai hakiki yang tak terukur, seperti nilai keyakinan, ketulusan, keteguhan, keberanian, hingga penghargaan pada sesama. Sedangkan korupsi penjarahan alam, penyalahgunaan kekuasaan adalah prodak pengagungan nilai-nilai kebendaan yang serba terukur. Anak-anak bangsa ini akan tetap jadi bangsa yang kuat & kokoh, tetapi jika nilai-nilai pembangun karakter itu lemah seperti sekarang, hanya nestapa yang akan menyambut bangsa ini di hari-hari mendatang. Deklerasi, petisi akan menjadi sangat kuat bila ia menjadi Ruh dari sebuah tekad yang di tanggung jawabi dalam prilaku secara bersama-sama. Tanpa ada pernyataan nilai yang disepakati & diusung bersama, ruh perilaku tidak akan hidup cukup panjang untuk membuat sebuah perubahan.
    3).Menurut hemat penulis, salah / tidaknya semua itu dapat di pertanggung jawabkan bersama-sama, baik pihak pemerintah, lembaga pendidikan (sekolah/madrasah) serta masyarakat, setiap lembaga pendidikan (secara umum) perlu memperhatikan unsur-unsur yang terkait dengan pembiayaan (pendanaan) dalam pendidikan di dalam kegiatan operasionalnya, yaitu Efektifitas, Efiesiensi, persamaan (Equity), Biaya administrasi, akuntabilitas dan transparansi dan serta sensitifitas pada kondisi lokal. Sesuai dengan konsep “good governance”, dalam kegiatan operasiaonal, pihak manajemen lembaga pendidikan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas & transparansi. Dan seluruh program( termasuk anggaran)di harapkan akuntabel. Dan juga lembaga pendidikan diharapkan bersifat transparan & mengoptimalkan adanya partisipasi atau pelibatan unsur publik (bottom-up approach) melalui komite sekolah atau madrasah, sehingga perlu adanya suatu sistem evaluasi internal & eksternal agar aspek akuntabilitas & transparansi ini benar-benar dapat di capai & di rasakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap proses pendidikan, khususnya orang tua atau wali siswa. Apapun bentuk format /model pembiayaan pendidikan yang dikembangkan oleh DEPDIKNAS, seperti:model Dekonsentralisasi, model desentralisasi, model JPS & kompensasi BBM, serta model Biaya Operasional Manajeman Mutu (BOMM). semua itu akan sia-sia dikembangkan, apabila masih tidak tepat sasaran & tujuan untuk itu di perlukan pula tanggung jawab bersama.
    4). Perlu kita kaji ulang sistem pendidikan di indonesia, seperti Standarisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang merupakan salah satu Reformasi dibidang pendidikan masih memiliki kelemahan, dilihat dari perspektif psikologi, karena SNP mengabaikan eksistensi manusia yang unik & beragam/ mengingkari kodrat manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk social yang paling sempurna sebagai ciptaan Allah Swt. Maka menurut penulis, standarisasi pendidikan harus & perlu di kaji ulang, sebab ada bahaya laten yang harus diwaspadai dalam standarisasi pendidikan yaitu:(1)pengaruh keputusan politik dan bisnis,(2)standarisasi ditentukan oleh orang luar pendidikan/ birokrasi bukan oleh sekolah itu sendiri,(3)tidak semua evaluasi belajar yang mengikuti standar & ditentukan dari atas sesuai dengan situasi belajar-mengajar,(4)standarisasi mengandung kontrol lokal & pusat yang berlebihan,(5)standarisasi hanya untuk kepentingan politik sehingga menyingkirkan peserta didik yang tidak beruntung. Perlu penulis rekomondasikan beberapa hal dalam pengkajian ulang, yaitu:(a)standarisasi nasional pendidikan harus dikaji ulang, karna kurang memanusiakan manusia(humanisasi), (b) perlu dilakukan pemetaan mutu pendidikan secara regional & nasional, sehingga suatu wilayah/sekolah/madrasah dapat diketahui kategori A,B,C.D,E dst, sehingga PEMDA & pusat dapat memberi bantuan secara proporsional,(c) proses penetapan standarisasi harus dilakukan secara bottom-up,(d)kebijakan standarisasi harus disertai dengan strategi implementasi secara integral.

  15. Tak terasa sudah 10 tahun masa reformasi. Tapi yang kita alami dalam kehidupan sehari2 ada sedikit kemajuan, tetapi ada juga kemunduran. Fenomena2 yang terjadi dalam kehidupan bangsa kita yang selalu diekspose oleh media cetak dan elektronik yang notabene sudah terbebas dari belenggu orde baru, seakan membuka borok dan aib yang selama ini ada di bangsa kita. Bisa kita lihat betapa bobrok nya mental anak-anak bangsa yang sudah terhanyut oleh arus globalisasi dan westernisasi. Dimana budaya barat yang notabene menganut paham liberalis dan kapitalis dengan begitu mudah nya diadopsi oleh masyarakat kita, mulai dari anak kecil,remaja,dewasa,bahkan yang sudah tua renta pun ikut terjerumus. Media infotainment yang sudah menjadi langganan tontonan sebagian besar masyarakat kita secara gamblang menjadi alat yang mempertontonkan aib rumah tangga dan privacy orang lain. Yang menjadi pertanyaan mengapa hal ini terjadi?Bagaimana bisa bangsa besar yang sarat dengan nilai-nilai luhur adat ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun dan keramahtamahan yang selalu diagung2kan dan dikagumi oleh bangsa lain, bisa begitu bobrok mental dan moralnya. Dimanakan serpihan jiwa yang hilang? apakah raga ini sudah ditinggalkan oleh ‘jiwa’ sebagaimana yang penulis sampaikan? Mari kita berkaca pada diri kita sendiri. Ada satu hal yang kita lupakan. Ya, betul. AGAMA!!! Selama ini kita sudah tidak mengindahkan nilai2 agama, Seolah2 agama adalah hal yang tabu.Apakah kita sudah melakukan apa yang diajarkan oleh agama kita masing2? Atau apakah kita sudah mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan kita sehari2? Jangan kita menyalahkan orang lain atas keadaan ini kalau kita sendiri ternyata belum melakukan yang terbaik dalam hidup. Jangan hanya sekedar ngomongin kejelekan orang kalau ternyata kita belum menjadi yang terbaik sebagai manusia. Jadi Permasalahan yang kita alami saat ini punya satu solusi dalam diri kita. Jika kita ingin bangsa ini berubah maka mulailah dari merubah diri kita sendiri. Karena jawaban atas permasalahan kita sudah ada dalam diri kita masing2. Kalau kita ingin MENANG dalam suatu Peperangan, Berperanglah dengan MUSUH TERBESAR dalah Hidupmu, Yaitu DIRIMU.

  16. SAYA HANYA BERBICARA HANYA SEPUTAR TTG PENDIDIKAN, MESKIPUN BANYAK HAL2 YG TURUT DIPERSALAHKAN KARENA TELAH MENCIPTAKAN KOMUNITAS-BUDAYA PERADABAN MANUSIA YG TAK BERJIWA DI BUMI PERTIWI INI.

    AKHLAK, MORAL, selama ini telah dikesampingkan oleh kurikulum pendidikan. Hanya 2 jam/minggu kurikulum memberikan waktu utk Pelajaran Agama, dan dlm durasi tersebut hanya sedikit sekali Pelajaran Agama mengajarkan ttg akhlak. PPKN(PMP) atau “Akhlak Pancasila” juga tidak dapat diandalkan.Selain PPKN menjemukan(menjemukan bagi sang pelajar dan menjemukan bagi sang pengajar), PPKN terasa “basi”, dan hanya masuk sampai dihapalan dalam kepala saja. PPKN tidak sempat hinggap di hati karena PPKN adlh sejenis pelajaran moral dgn metode matematis. Meskipun pada dasarnya hal2 baik yg diajarkan dlm pelajaran tsb(terutama pelajaran ttg toleransi), namun 2 jam/minggu adlh waktu terminim bagi kurikulum pendidikan.
    Pelajaran seni telah dianggap “pelajaran iseng2″ bagi para praktisi kurikulum. mereka kurang sungguh2 menghargai seni, dianggap hanya pelajaran tambahan utk mengisi waktu kosong, jk memang ada waktu kosong tentunya. Amerika Serikat dan negara2 maju sendiri telah lama mempercayai pelajaran seni sebagai pelajaran akhlak atau moral. Sastra Shakespeares(jk saya tdk salah mengeja) hukumnya wajib. tidak ada pelajar sekolah di negara2 barat yg tidak pernah belajar ttg sastra tsb.(Dgn maksud kita tak harus ikut bljr ttg Shakespeare, tp kita jadikan seni – khususnya sastra – kedalam mata kuliah wajib dgn bahan materi pelajaran sastra/puisi Taufik Ismail yg bnyk berbicara ttg moral, misalnya). Sedangkan utk pelajaran yg tidak berbicara ttg moral sangat diutamakan, malah terlalu diutamakan. kurikulum matematika yg diajarkan di Indonesia utk tingkat SMA ternyata lebih tinggi drpd yg di Amerika Serikat utk tingkat yg serupa. Kita terlalu berlebihan dlm memberikan fokus thd pendidikan2 non moral dlm kurikulum pendidikan, khususnya eksak.
    KURIKULUM PENDIDIKAN punya pengaruh yg sangat besar dlm pembentukan kepribadian manusia2. Kurikulum pendidikan menciptakan software-software karakter, yg akan mempengaruhi watak2 (baca:output karakter) manusia2 yg akan mewarnai generasinya. Reformasi pendidikan benar2 suatu hal yg AMAT URGENT, yg harus di renungkan ulang, dan di UPDATE paling lama 2 thn sekali. Berbicara ttg pendidikan adlah berbicara ttg perencanaan jangka panjang dan hasil jangka panjang. Jika terjadi salah arah, perlu waktu panjang utk menyadarinya, dan tentu perlu waktu ekstra panjang pula utk memperbaikinya. REFORMASI Pendidikan adlh hal yg UTAMA, terutama dlm membentuk Manusia Yg Berjiwa, karena lahirnya MANUSIA TANPA JIWA karena kita telah mengesampingkan AKHLAK/MORAL dan menomorsatukan ILMU&TEKNOLOGI. ILMU dan TEKNOLOGI, betapapun penting, hanyalah TOOLS. MORAL adlh HANDS, yg menentukan Ilmu & Teknologi yg telah kita raih sedemikian pesat ini menjadi BERMANFAAT atau BERMUDHARAT!!
    Saya teringat pesan guru SMA saya, “Alfie, negara hancur bukan karena orang bodoh, tetapi karena org pintar yg tak berakhlak!! Utk mampu menjadi seorang koruptor ulung, org harus pintar. Org bodoh tidak dpt melakukannya. Ilmu, sepenting apapun, hanyalah alat semata. Akhlak adlh yg utama, yg menjadikan ilmu itu bermanfaat atau bermudharat. Jadi, jangan mencontek utk dapat nilai bagus. itu namanya kamu mencoreng akhlak demi sesuatu yg hanya alat!!!” Demikian dr saya!! Terima kasih telah membacanya.

  17. PUISI UNTUK UMAR BIN AL-KHATHTBAB R.A

    Engkau muncul di padang sahara,
    gurun yang tandus itu tanpak bagai padang rumput yang hijau.
    Engakau datang kedunia membawa fajar yang bercahaya.
    Pulau kecil kami ada di bola matamu.
    Butir-butir pasir ini menebarkan harum aroma kasturi dan ambar.
    Engakau pancarkan cahaya orang-orang badui yang tekanjang kaki.
    Meraka menyambutmu dengan suka cita seraya mengumandangakan nama Allah.

    Engkau sandungkan syair kepada anak-anak mereka.
    meraka menyambutnya dengan gembira seraya memuji kebesaran Allah
    Engkau tepati janjimu pada kami, wahai pemimpin kami.
    Seluruh hati kami adalah mimbarmu.
    Engkau tempat kami di pelataran cinta,
    setelah lama kami tak mengenal kata cinta.

    Engkau taburi dunia dengan cinta semanis kurma.
    Engkau sebarkan di bumi kasih nan wangi sewangi kasturi.
    Bersama agama yang benar hidup kami terasa nyaman.
    Bersama wahyu kami bahagia dan bersama ayat kami bersuka cita.
    Kami tulis dengan perjanjian dengan pena kesetiaan.
    Dan namamu ada dalam daftar orang-orang yang tercantum di sana.

    Meski Titto dianggap sebagi pahlawan, tapi ia kafir.
    Walau Nehru cerdas, tapi ia membelakangi wahyu.
    Bagi kami, Napoleon pantas mendapat kutukan dan hinaan.
    Lenin dan Hittler adalah dua lambang kesesatan.
    Sedang engkau seorang muslim yang hanif dan berajalan di jalan yang lurus.
    Salat enkau tegakkan, Alquran engkau tafsirkan.
    Orang-orang kafir itu terhina akibat kezaliman, kekejaman dan kekerasan.

    Sedangkan engkau dimuliakan karena pertolongan Allah.
    Engkau bukan pengikut sekte yang menentangTuhan.
    Bukan pula penganut paham yang mengingkari risalah.
    Tetapi denganmu tauhid menghunuskan pedangnya.
    Denganmu kebenaran memancarkan cahayanya.
    Engkau mendapatkan kekuasaan bukan lewat pemilihan umum.
    Bukan lewat voting suara atau partai pengumbar janji.
    melainkan dengan padang kebenaran yang meyakinkan.
    bersama alquran yang menyingkap kegelapan dan kesamaran.

    Aku memohon kepada-MU ya Allah.
    Aku datang bukan sebagi pemuja harta,
    atau kesenangan-kesenangan duniwai yang tak bermakna.
    Aku datang membawakan kidung syair kejujuran,
    yang mampu menghancurkan batu-batu besar.
    Aku tidak berharap sedikit pun pujian dan balasan.
    ketulusanku lebih tinggi dari sekedar pujian.
    biarlah Allah yang membalas.
    Aku hanya takut tuhan bertanya, “Mengapa kalian sembunyikan keutamaan ‘Umar?”

    Dan takut ditanya Munkar dan Nakir,
    Bila orang bodoh itu memuja berhala meraka,
    Dengan membangga-banggakan Raja Persia atau Paja Roma.
    Kami punya dali terbesar, Rosul sang pembawa petunjuk.
    Karena beliau hidup terasa manis dan seluruh mahluk merasa bangga.

    Bila Muhammad bukan lambang kebangaan bangsa arab,
    gelar-gelar keakraban tidak akan kubanggakan.
    Jika sumber air minumku bukan dari Zamzam wahyu,
    aku akan tetap dahaga meski di bumi banyak sungai yang mengalir.
    Jika aku katakan fajar adalah malam,
    aku pasti di tentang oleh jutaan manusia yang menyaksikanya.
    Aku seperti melihat kasturi menghujani kami,
    Sehingga dunia kami begitu mewangi,
    Syairku berisikan pujian atas kebenaran
    Sedangkan syair orang lain hanya berisi arak dan perjudian.
    Dr.Aidh al-Qarni

  18. Terimakasih atas kiriman puisinya yang sangat menyentuh kalbu bagi yang membacanya. selanjutnya saya berharap mari kita bertukar pikiran melalui forum ini, terus terang saya banyak belajar dari Anda dan teman2, karena setiap manusia dikurniai Tuhan kelebihan yang berbeda2.
    Komentar2 yg lain saya tunggu
    zh

  19. Terimakasih atas kiriman puisinya yang sangat menyentuh kalbu bagi yang membacanya. selanjutnya saya berharap mari kita bertukar pikiran melalui forum ini, terus terang saya banyak belajar dari Anda dan teman2, karena setiap manusia dikurniai Tuhan kelebihan yang berbeda2.
    Komentar2 yg lain saya tunggu
    zh

  20. (Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Jum’at, 26 Oktober 2007)

    Strategi Paradigma Baru Kongres Cerpen Indonesia V
    (Studi Kasus: Polemik Ukuran Nilai Sastra)
    Oleh Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. ILMU diukur dari kekuatannya merumuskan hukum-hukum yang berlaku umum dan hubungannya atas kenyataan, seni dinilai dari pergulatannya dengan hal-hal yang partikular dan penciptaannya atas sesuatu yang belum ada dalam kenyataan (Nirwan Ahmad Arsuka).

    JUM’AT, Sabtu dan Minggu, 26-28 Oktober 2007 ini, berlangsung Kongres Cerpen Indonesia V di Taman Budaya, Banjarmasin, yang rencana dibuka orasi budaya oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, HM Rosehan Noor Bachri, yang dihadiri ratusan sastrawan, budayan dan intelektual seluruh Indonesia. Dan, panitia sudah memastikan akan tampil pembicara hebat seperti Lan Fang, Korie Layun Rampan, Jamal T. Suryanata, Agus Noor, Saut Sitomorang, Nirwan Ahmad Arsuka, Ahmadun Yosi Herfanda, Kantrin Bandel, dan Triano Triwikromo. Dari forum ini diharapkan banyak masukan kemajuan. Sedang, tulisan ini hanyalah oleh-oleh kecil dari saya (Kalsel) akan masalah polemik panjang Taufiq Ismail-Hudan Hidayat yang masih jadi ganjalan.

    Polemik adalah fenomena biasa. Namun, untuk memecahkan dan menjelaskannya polemik sastra (baca: seni) menonjolkan seks sekalipun, harus berdasar sistem ilmu pengetahuan. Jika tidak, hasilnya berbantahan dan sakit hati berkepanjangan. Artinya, bagaimana pun harus dengan kritik akademis, yang diharapkan mampu memberi jalan ke arah penyehatan kembali kehidupan kesusastraan.

    Lalu, apa kesulitan sesungguhnya memecahkan hal seperti ini?

    Kembali berulang-ulang memberitahukan (dan tidak akan bosan-bosan – sudah ratusan pemecahan), akar masalahnya adalah sebelum tahun 2000, (ilmu) pengetahuan sosial belum dapat disebut sebuah ilmu pengetahuan, karena tidak memenuhi Total Qinimain Zain (TQZ) Scientific System of Science yaitu memiliki kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum (kecuali Teori Hirarki Kebutuhan Abraham H Maslow, proposisi silogisme Aristoteles, dan skala Rensis A. Likert tanpa satuan, belum cukup monumental). Adalah tidak mungkin menjelaskan sebuah fenomena apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistemnya. (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).

    YANG baik tidak dapat terletak dalam pertanyaan sendiri, melainkan harus dalam jawaban (Robert Spaemann).

    Mengenai polemik. Inti pertentangan adalah beda pandangan akan nilai kebenaran sesuatu. Menurut Eric Johnson, setiap orang selalu mempunyai reference point atau titik referensi, yaitu apa yang sudah dialami, diketahui atau diyakininya. Artinya, bila titik referensi seseorang atau kelompok masyarakat dengan orang atau kelompok yang lain tentang sesuatu berbeda, apalagi dimuati kepentingan, polemik mungkin terjadi. Namun sesungguhnya, seorang pribadi dan sebuah kelompok masyarakat yang bahagia, bukan disebabkan tidak adanya pertentangan, tetapi karena tidak adanya keadilan kebenaran. Jadi yang penting dalam pertentangan, mengetahui keadilan pandangan kebenaran pribadi seseorang dihadapkan dengan pandangan orang lain yang berseberangan akan sesuatu hal itu. Artinya, untuk menengahi sebuah pertentangan dan menentukan nilai kebenarannya agar obyektif, harus berdasar kerangka referensi pengetahuan pengalaman yang teratur, yang tak lain sebuah sistem ilmu pengetahuan.

    SETIAP kebijaksanaan harus bersedia dipertanyakan dan dikritik oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan lain. Keberlakuan universal harus dapat membuktikan diri dalam konfrontasi dengan mereka yang berpikir lain (Benezet Bujo).

    Dalam paradigma TOTAL QINIMAIN ZAIN: The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000), TQZ Philosophy of Reference Frame, terdapat jumlah lima fungsi, berurutan, berkaitan, dan satu kesatuan, kebenaran sesuatu dinilai berdasar titik referensi (1) How you see yourself (logics), (2) How you see others (dialectics), (3) How others see you (ethics), (4) How others see themselves (esthetics), sampai ke level (5) How to see of all (metaphysics), yang harus ditanyakan sebelum keputusan menjatuhkan nilai kebenaran sesuatu dalam pertentangan.

    Di sini terdapat hubungan dan pergeseran referensi nilai kuantitatif dengan kualitatif. Dari level logics (benar) yang kuantitatif, ke dialectics (tepat), kemudian ethics (baik), lalu esthetics (bagus), sampai ke level metaphysics (abadi) yang semakin kualitatif. Atau, penekanan referensi sesuatu bergeser dari nilai kebenaran kelompok besar menjadi lebih secara satuan individu, dari hal bersifat konkrit (logika) menjadi abstrak (metafisik). Nampak jelas pula, sesuatu yang dianggap benar oleh seseorang atau sekelompok orang, bisa dianggap tidak benar oleh yang lain karena mempunyai titik referensi yang berbeda. Atau malah, sesuatu yang dianggap benar oleh seseorang atau sekelompok orang, tetapi tidak tepat bagi yang lain, tepat tetapi tidak baik, baik tetapi tidak bagus, dan mungkin saja bagus tetapi dianggap tidak abadi sebagai kebenaran suatu keyakinan tertentu. Dan, jika sampai pada keyakinan nilai kebenaran abadi, ini sudah sangat subyektif pribadi. (Sudut pandang level How you see others dan How you see others, How others see themselves dan How others see you, adalah subyektif karena dalam sudut pandang reference object dan reference direction, sedang How to see of all, adalah lebih obyektif, level adil).

    Ada paradoks di sini. Semakin menilai kebenaran sesuatu mengutamakan kepentingan umum (kuantitatif) akan meniadakan kepentingan pribadi (kualitatif). Sebaliknya, semakin mengutamakan kepentingan pribadi (kualitatif) akan meniadakan kepentingan umum (kuantitatif). Ini yang harus disadari dalam menghadapi dan dijelaskan menengahi suatu polemik atau pertentangan apa pun, di mana pun dan kapan pun. Dan, sastrawan (baca: seniman) sadar, harga sesuatu karya terletak kemampuannya menciptakan momentum nilai di antara tarik ulur paradoks ini. Antara konvensi dan revolusi, antara pengaruh nilai lama dan mempengaruhi nilai baru.

    SENI kemajuan adalah mempertahankan ketertiban di tengah-tengah perubahan, dan perubahan di tengah-tengah ketertiban (Alfred North Whitehead).

    Kembali ke polemik ukuran nilai sastra menonjolkan seks. Dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru TQZ, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas, dan D(ay) atau Hari kerja (sistem ZQD), padanan m(eter), k(ilo)g(ram), dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta, sistem mks). Artinya, kebenaran sesuatu bukan hanya dinilai skala kualitasnya (1-5Q dari sangat buruk, buruk, cukup, baik, dan sangat baik), tetapi juga sempurnanya (1-5Z, lima unsur fungsi TQZ, yang untuk TQZ Philosophy of Definition, yaitu logics, dialectics, ethics, esthetics, dan metaphysics secara berurut). Artinya, kekurangan atau keburukan salah satu fungsi membuat suatu karya nilainya tidak sempurna.

    Contoh, definisi paradigma lama, kesusastraan adalah tulisan yang indah. Paradigma baru, nilai keindahan tidak lengkap kalau tidak dikaitkan dengan unsur kebenaran, ketepatan, kebaikan, dan keabadian. Kini, definisi TQZ kesusastraan adalah seni tulisan yang benar, tepat, baik, bagus (indah), dan abadi secara sempurna. Artinya, bila ada pertentangan nilai akan karya sastra (juga yang lain), menunjukkan karya itu memiliki salah satu atau lebih unsur filsafatnya buruk, sebagai sebuah karya yang sempurna. (Memang, sah saja penulis mengejar keunikan atau kebaruan pribadi, mengeksploitasi unsur seks dalam karyanya. Mungkin saja berkualitas segi logika cerita, dialektika nilai, keindahan teknis penulisan dan karya monumental (abadi) suatu genre sehingga juara dalam satu perlombaan. Tetapi dalam paradigma TQZ, tidak sempurna karena abai unsur etika).

    Sekarang jelas, yang dikejar penulis mana pun, bukan sekadar ukuran nilai kualitas beberapa unsur, tetapi karya dengan kualitas nilai kebenaran (lima unsur yang) sempurna. Inilah titik kerangka referensi bersama menilai karya sastra (dan juga apa pun) dalam sistem ilmu pengetahuan paradigma baru.

    SEKOLAH dan kuliah, seminar dan training, buku dan makalah, ulasan dan kritikan, tanpa menyertakan alat metode (sistem ilmu pengetahuan) pelaksanaannya hanyalah dorongan mental yang membosankan, yang tidak efektif, efesien dan produktif (Qinimain Zain).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Qinimain Zain – Scientist & Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

  21. HARI INI MANUSIA KEHILANGAN EXISTENSI…CITA CITA TANPA ORIENTASI …VISI TANPA IDEOLOGI…RAGA BERGERAK TANPA RASA TANPA JIWA…MENAPAKI HARI HARI DENGAN PAYAH YANG KIAN BERTAMBAH…DUNIA MENGUASAI JIWA…MANUSIA JATUH PADA LEMBAH NADIR KENISTAAN…LULUH LANTAH BERSAMA PUING PUING KEHINAAN(IZIZ)

  22. Manusia tanpa jiwa. hal ini sudah ada sejak jaman jahiliyah, parahnya, manusia sekarang mengagung-agungkan islam dan kebenaran akan tetapi justru tabiat dan prilaku lebih-lebih dari jahiliyah, kenapa? karena budaya materialisme seakan-akan Tuhan bagi mereka manusia yang jiwanya sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, karena materialisme sudah menjadi tujuan utama dalam hidupnya. Islam mengajarkan bahwa kehidupan manusia yang hakiki adalah yang bersumber dari jiwa yang bersih, yang semata-mata apa yang ia lakukan dalam kehidupannya adalah diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Ada sebagian dari kita yang benar-benar mengaplikasikan islam secara kaafah tetapi kebanyakan dari kita justru semakin memahami islam justru mereka semakin meremehkannya, karena mental atau jiwanya tidak diisi dengan ruh iman.

  23. manusia tanpa jiwa? sebuah ungkapan yang sebenarnya berlebihan karena sesungguhnya manusia diciptakan oleh sang khalik telah memilki jiwa yang lebih sempurna dibandingkan mahluk allah lainnya hanya saja terkadang manusia khilaf atau lupa akan kewajibanya secara habluminallah dan habluminannas. sangat disayangkan negara indonesia yang terkenal memiliki adat ketimuran yang kental harus ternodai oleh perbuatan masyarakatnya yang tidak bertanggungjawab. individualis yang muncul sebagai refleksi dari kekhilfan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. termasuk dunia pendidikan yang telah tercemar oleh perilaku sebagian orang tua murid dan pengajar (guru atau dosen) yang melakukan tindak KKN untuk dapat meluruskan niat buruknya yaitu bagi orang tua murid agar dapat memasukkan atau membantu anak mereka agar dapat lulus dari sebuah lembaga pendidikan dengan mudah dengan predikat yang baik atau tinggi tanpa memperhatikan kulitas diri dari anak mereka. lalu kemudian pengajar melakukan itu semua hanya untuk dapat memperoleh kepuasan atau kenikmatan duniawi semata dengan berbagai alasan tapi terlepas dari itu semua seharusnya pengajar atau orang tua murid daoat memberikan contoh yang baik kepada anak mereka agar dapat menjadi generasi-genersai yang islami dan meluruskan amanat bangsa. kami sebagai mahasiswa atau pelajar menginginkan sistem pengjaran yang ada di negeri ini dapat diperbaiaki termasuk kualitas dari pengajar dan orang tua murid agar cita-cita dari negeri dapat tercapai yaitu mewujudkan negeri yang bebas dari tindakan KKN dalam bentuk apapun dan dapat menciptakan generasi yang selalu berada dijalan allah. wallahualam bissawab

  24. Manusia tanpa jiwa. Menurut saya, Allah SWT menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya tapi manusia tidak menyadari hal itu. Karena manusia tidak pernah bersyukur apa yang telah diciptakan. mereka hanya melihat dari segi matrealitas saja sehingga masyarakat Indonesia telah kehilangan budi luhur, nilai-nilai moral, agama dan sosial. Masyarakat juga telah membabi buta untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Hal ini akan berdampak langsung dengan negara kita yang dulu masyarakat Indonesia dikenal dengan orang yang ramah sekarang dikenal dengan masyarakat yang anarkis. Semua ini adalah didikan dari guru yang diatur oleh pemerintah yang otoriter dan tidak memberikan kebebasan pendapat atau secara demokratis. Dekade terakhir Indonesia berubah menjadi negara reformasi. Tapi bukannya berubah untuk menjadi lebih baik malah menjadi kebebasan yang tanpa aturan. Maka, kita sebagai guru harus berusaha keras untuk mengubah paradigma yang otoriter menjadi demokrasi yang harus sesuai dengan undang-undang dan norma-norma yang berlaku. Kita juga harus mendidik generasi bangsa yang memiliki moral, etika, dan cerdas agar negara kita dapat keluar dari segala macam krisis seperti krisis akhlaq, agama, dan lain-lain.

  25. Saya teringat ada yang mengatakan bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Mungkin kalimat itu masih dilaksanakan oleh oknum pelanggar peraturan bangsa ini. Tetapi dengan alasan apapun, kalau melanggar peraturan adalah sebuah kesalahan. Reformasi yang sudah berjalan 10 tahun lamanya telah membuat perubahan bangsa ini dalam berbagai bidang, termasuk kemanusiaan. Penduduk Indonesia mengalami krisis kepercayaan yang sudah akut. Banyak dari mereka yang sudah tidak percaya lagi dengan para pejabat negara maupun daerah. Rakyat Indonesia mengalami trauma yang berkepanjangan. Kepercayaan mereka banyak yang dikhianati oleh pembuat dan pengambil kebijakan. Terlepas dari semua itu, saya masih tetap ada rasa optimis bahwa negara ini masih bisa diperbaiki dan ditolong. Saya merasa bahwa semua sistem yang ada di negara ini tidaklah jelek-jelek amat. Sebagai contoh, sistem pendidikan atau undang-undang sisdiknas tidaklah jelek-jelek amat. Yang jelek dan yang salah menurut saya adalah oknum pelaksana dan pelaksanaannya. Begitu juga undang-undang yang ada di Indonesia, itu semua bakan salah undang-undangnya, tetapi pelaksanaannya yang belum maksimal. Seandainya sistem dan undang-undang yang ada di Indonesia dijalankan dengan baik, maka insya Allah hasilnya akan baik juga. Dibutuhkan kerjasama yang baik antar semua pihak. Dibutuhkan manusia yang mempunyai jiwa yang hidup, yang benar-benar mempunyai sifat-sifat baik yang diturunkan dari Allah untuk memperbaiki bangsa ini. Bukan manusia yang mempunyai jiwa, tetapi jiwanya itu mati. Hidup Indonesia…hidup rakyat indonesia.

  26. Kondisi yang ada jangan kita kembali kejaman Jahiliah. Dimana terjadi Penindasan,Perampasan,Pencurian, tanpa perasaan yang telah menginjak-injak harga-diri serta moral umat manusia. Sedangkan kalau dilihat pada kondisi sekarang ini, banyak terjadi Korupsi dimana-mana, dari segala bidang. Yang dilakukan baik dari pejabat yang paling tinggi dalam Pemerintahan sampai yang paling rendah sekalipun. Tanpa memperdulikan penderitaan rakyatnya. Tatanan kehidupan harus dibenahi dengan aturan yang jelas, diperkuat dengan SDM yang tangguh agar tidak terulang Krisis Kepercayaan, Iman dan Taqwa.

  27. MANUSIA TANPA JIWA!Memang seperti itulah faktanya ironis memang, di negara yang mayoritas muslim ini hal tersebut menjadi budaya, lalu lalu dimanakah letak kasalahannya,……? rasanya tidak bijaksana jika terus menerus mencari kesalahan, namun yang pasti kita harus berubah ke arah yang lebih baik. Bukankah setiap harinya kita harus berusaha menjadi yang lebih baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan berperan besar di sana, terlebih pendidikan keislamannya karena pendidikan islam mencakup pendidikan keimanan, amaliyah, ilmiah, akhlak, dan sosial. Jika ilmu trsebut dapat diterapkan dalam kehidupan kita maka insyaallah hidup ini indah, damai, kita akan tentram dan bahagia. Satu yang penting untuk di ingat bahwa kenyataan di hari esok adalah mimpi/harapan hari ini…….terimakasih

  28. 9 desember 2008
    setiap manusia pasti memppunyai jiwa dan rasa, tetapi tergantung bagaimana manusia itu dapat mengguanakan jiwanya untuk berfikir. Yang sebagaimana dalam firman Allah mengatakan “Allah tidak akan merubah suatu kaum manakala kaum itu tidak berusaha merubahnya terlebih dahulu.” seperti yang kita lihat sekarang ini setelah sepuluh tahun reformasi apakah negara kita sudah banyak perubahan?? misalnya saja dari segi pendidikan, masih ada orang tua, bahkan dari murid itu sendiri yang ingin sukses dan maju dengan menghlalkan segala cara, masih banyak pula siswa yang tawuran sesama maupun antar sekolah, dan masih ada yang memperjualbelikan soal dan kunci jawaban. masih banyak juga dari para pengajar (guru) yang merusak anak didiknya sendiri. dalam segi kriminal, misalnya masih banyak orang-orang yang mempunyai jiwa tetapi jiwanya itu tidak di gunakan sebagaimana mestinya, sepeti KPK yang semakin berkembang, perampokan, dan pembunuhan secara mutilasi, dan masih banyak peraturan-peraturan yang dilanggar. seakan manusia tidak punya etika dan moral lagi. Bukankah kita sebagai generasi penerus menginginkan yang terbaik? dengan menciptakan manusia yang berakhlak dan berkualitas yang tentunya menggunakan jiwa dan akal fikiran yang sehat. dengan adanya jiwa dan akal fikiran yang sehat tentunya akan bisa tercipta suatu keadaan dan generasi yang baik, InsyaAllah.

  29. Manusia tanpa jiwa yang coba diangkat temanya sangatlah luas pembahasannya. Oleh karena itu saya akan mencoba mempermasalahkan masalah ini dalam dunia pendidikan agama Islam. Banyak sekali fakta-fakta yang sudah beredar bahwa objek sasaran manusia tanpa jiwa dalam dunia pendidikan adalah guru dan seluruh karyawan yang bekerja didalamnya. Diantara contohnya seperti guru yang mencabuli anak muridnya baik dengan alasan nilai maupun iming-iming harta, kepala sekolah atau yayasan yang mengambil hak bawahannya, guru yang cara mengajarnya semena-mena bahkan dengan menggunakan kekerasan. Tapi kalau saya selidiki lebih lanjut ini semua ada sebab-musababnya, dan ternyata bukan hanya guru yang menjadi objek manusia tanpa jiwa, muridpun ikut terlibat didalamnya. Dari mana guru bisa memakai kekerasan kalau simurid ternyata menghina sang guru dengan kata-kata yang kurang ajar bahkan menantang, dan darimana guru bisa mencabuli anak muridnya kalau sang murid menggodai guru tersebut dan memakai dandanan yang seronok. Saya hanya mencoba mengambil potongan ayat “Fal yandzuril insaana ilaa to’amih” Q.S. Abasa. makanan yang dimaksud disini bukan hanya dalam pengertian sederhana saja, tetapi juga harus dicermati dalam hal apa yang dia lihat, pelajari, pahami dan bahkan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa menjadi bomerang buat kita sebagai guru-guru baru kalau seandainya kita tidak bisa memfilterisasi itu semua. Akhirnya kita hanya bisa berusaha dan menaruh harapan dengan do’a kepada ALLAH Swt.

  30. MANUSIA TANPA JIWA
    Menurut saya mentalitas elemen-elemen bangsa dewasa ini – bahkan bisa dikatakan tidak hanya di Indonesia tetapi seantero dunia – dengan menampilkan fenomena keterpurukan tatanan moral dan nilai-nilai spiritual hingga menampilkan sosok tanpa jiwa diakibatkan oleh terjadinya disekuilibrium antara kecerdasan intelektual IQ, kecerdasan emosional EQ, dan kecerdasan Spiritual SQ. Seseorang dengan didikan awalnya terlebih dahulu mengalami ketidakseimbangan dari tiga dasar kecerdasan di atas maka secara otomatis ke depannya akan menampilkan karakter, tindak-tanduk, juga mentalitas yang seperti terbaca pada zaman atau realitas manusia bangsa dewasa ini. Sedahsat apapun benturan perubahan zaman dengan sengkarut implikasi yang terbawa bersamanya tidaklah serta merta membuat kita mengutukserapahi benturan perubahan tersebut. Sebab bagi saya perubahan adalah sebuah kata yang dipenuhsesaki oleh “kemestian”. Yang ada adalah kita semestinya berkontemplasi sejenak untuk menemukan substansi kedirian kita untuk harus bagaimana menempatkan diri.
    Dan kaitannya dengan pendidikan di mana pendidikan itu sendiri adalah pondasi untuk mengembangkan, memajukan dan menaikkan potensi fitrah (kedirian) kita, yakni usaha-usaha pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan jangan sampai mengalami “lose of control” terhadap tiga pilar kecerdasan seperti tersebut di awal tulisan ini. Serta orientasi yang diberikan dalam pendidikan terhadap peserta didik jangan diarahkan hanya sebatas mengejar nilai-nilai profan semata tetapi lebih diutamakan pada optimalisasi pencapaian spiritual dengan tidak menafikan nilai profan. Hal ini seperti yang pernah saya ucapkan dalam diskusi harian di kantor sekretariat IMM Fakultas Agama Islam tentang “bagaimana seorang Sufi Yang Benar” maka saya katakan bahwa seorang sufi yang benar adalah “dekat dengan dunia tapi tidak untuk mencintainya.”
    Lantas mengenai mentalitas elit bangsa maupun elemen-elemen lain negeri ini yang tampak babak belur – terlepas didikan awalnya mengalami “lose of control” atas tiga dasar kecerdasan tadi atau tidak – saya hanya berpendapat bahwa pada dasarnya mereka telah tenggelam dalam cakrawala perubahan. Yang pada akhir tulisan ini saya sengaja mengutip sebuah sajak kritikan dari Muhammad Iqbal terhadap kekeringan spiritual manusia modern dan keterjebakannya atas setiap perubahan, berbunyi:
    Ciri sang beriman adalah cakrawala tenggelam dalam dirinya, sedangkan ciri sang kufur adalah dirinya tenggelam dalam cakrawala.”

    Billahi Fii Sabiililhaq Fastabiqul Khairat

  31. Refleksi 10 Tahun reformasi, dunia pendidikan kita masih jauh dari harapan masyarakat luas, biaya pendidikan yang mahal membuat “orang miskin dilarang sekolah” sepertinya pendidikan diperuntukan hanya untuk “si kaya” karena apa? kenaikan BBM,Pupuk bagi Petani langka, Buruh di PHK, dana BOS terindikasi dikorup. menjadi salah satu dasar orang tua tidak mampu membiayai pendidikan bagi anak-anaknya. Pemerintah, DPR/MPR harus mempunyai keseriusan yang kuat untuk mewujudkan APBN Pendidikan 20 % pada th 2009 sehingga kualitas pendidikan kita dapat bersaing ditingkat internasional dan didalam negeri pendidikan gratis sampai perguruan tinggi. semoga mencerahkan

  32. masa reformasi adalah masa perubahan dalam segala hal.10tahunsudah masa reformasi telah kita alami akan tetapi perubahan yang terjadi tidakbegitu signifikan.Kalimat manusia tanpa jiwa ,inilah realita yang terjadi pada saat sekarang ini di negara kita.Sebenarnya sistem yang diterapkan di negara kita sudah cukup bagus,sudah mengikuti perkembangan zaman,hanya saja orang-orang yang menjalankan sistem tersebut belum siap akan adanya perubahan.Pemerintah membuat undang-undang seakan-akan hanya untuk dilanggar,perebutan kekuasaan sudah tidak bisa dihindari lagi,senggol kanan kiri,dorong depan belakang sudah menjadi kebiasaan dalam kalangan para petinggi kita.Orang masih banyak myang ingin meraih kekuasaan tanpa susah payah,bahkan dengan menghalalkan segala cara hanya demi sebuah kekuasaan.Mental para petinggi negara sudah demikian hancurnya.Sebenarnya kita masih bisa menyelamatkan negeri tercinta kita dengan cara mengejakan sesuatu dengan mengikuti kata hati nurani,bekerja tidak dengan hanya logika,Akan tetapi dengan akal sehat dan menyiapkan mental-mental pemimpin yang berprinsip dari sekarang.Terimakasih

  33. manusia tanpa jiwa mengibaratkan seperti orang yang kehilangan akan jati dirinya, dikarenakan situasi yang menuntut akan “hausnya kekuasaan” hampir semua orang ingin menjadi petinggi negara, menjadi anggota dewan terhormat adalah sebagai tujuan utama setelah era reformasi. orang – orang berkorban dengan segala cara untuk meraih kekuasaan tersebut, tanpa memperhatikan lagi norma-norma agama, kesopanan, susila dan kemasyarakatan. sepertinya praReformasi mulailah berdatangan para kaum caleg-caleg yang menjadi banyak dambaan bagi rakyatnya padahal caleg yang diusung tersebut belum tentu dapat menolong orang-orang menengah kebawah yang telah memilih dan mencalonkannya. sebaiknya pendidikan akhlaq di Indonesia harus diperbaiki dan sehingga tidak hanya melahirkan kaum intelek saja tetapi kaum yang berakhlaq mulia yang serta cerdas dalam segala hal. terimakasih

  34. Reformasi telah 10 tahun bergulir tapi yang terjadi sekarang kehidupan sosial budaya masyarakat indonesia bukan menjadi lebih baik, lebih -lebih dalam bidang pendidikan , guru yang seharusnya menjadi seseorang yang dapat digugu dan ditiru justru menjadi sosok manusia tanpa jiwa ,sebab mereka sudah menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkannya. Agar semua bisa menjadi lebih baik kita harus ingat untuk apa kita ada di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada ALLAH S.W.T.

  35. Manusia tanpa jiwa?
    kata-kata tersebut harus di tujukan kepada siapa?dan kenapa?
    Mungkin disaat sekarang banyak orang yang ingin terjun kedunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota legistatif, tetapi perlu diketahui bahwa mereka yang mencalonkan diri belum tentu ada yang niatnya ingin membantu untuk memulihkan kondisi bangsa saat ini. mungkin saja ada yang ingin cepat kaya atau ingin lebih terkenal biarpun orang terkenal/artis-artis sekarang malah terjun kedunia politik, orang seperti inilah yang pertama kali dicap sebagai MANUSIA TANPA JIWA. Karna orang-orang seperti itu yang tidak memanfaatkan 10 tahun reformasi dan mulai dari orang-orang yang mewakili kita di senayan inilah yang akan memajukan bangsa kita.
    Renungan 10 tahun Reformasi tidak berpengaruh banyak dengan kondisi sekarang yang masih banyak saudara-saudara kita yang melarat, baik itu dari segi pendidikan maupun yang lainnya. Berbicara masalah pendidikan di dunia pemerintahan hanya isapan jempol belaka yang menjanjikan 20% dari APBN yang menjadi impian bagi dunia pendidikan, tetapi itu belum terlaksana penuh karna sistem pemerintahan yang kedaerah-daerah yang belum terjangkau.
    Tetapi mudah-mudahan niat baik pemerintah itu terlaksana dengan baik.

  36. Manusia Tanpa jiwa, saya yang mendengarkannya saja sudah merinding.tapi apakah saya termasuk didalamnya? Nauzubillahiminzalik..
    Pada saat itu hampir semua manusia tidak mempunyai arahan dan tujuan karena shock berat seperti orang yang kena tipu bertahun-tahun.tapi itulah sebuah keadaan mudahnya para provokator membuat masyarakat menjadi meledak-ledak .Kita sebagai manusia yang sadar dan bernyawa harus berpegang teguh pada sebuah prinsip dalam agama kita.hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama jangan ditiru!. Manusia itu harus mempunyai arah pandang yang positif. karena mereka memiliki arah pandang yang positif akan memiliki willingness to do more ( keinginan yang lebih baik dari yang diminta). Sikap positif itu akan memaknai hidup lebih berhati-hati. jadilah manusia seutuhnya bukan manusia jadi-jadian. yang gampang di pengaruhi situasi dan kondisi. manfaatkan hati nurani yang telah diciptakan Allah dalam setiap bertindak . mudah-mudahan kita termasuk manusia yang memiliki hati nurani yang utuh dan bersih.

  37. manusia tanpa jiwa? mudah2an kita semua bukanlah bagian dari sebutan tersebut. manusia adalah makluk yang diangkat Allah SWT paling tinggi derajatnya dimuka bumi ini karena itu sudah sewajarnya jika, perilaku, tindakan dan perbuatan kita paling baik diantara makluk2 yang ada dimuka bumi ini. sebagai seorang pendidik adalah beban yang sangat besar ada pada guru, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang beraklakul karimah, tetapi situasi dan kondisi saat ini sulit bagi kita menemukan seorang guru yang bisa mendidik tidak hanya mengajar, hal ini tidak terlepas dari kehidupan ekonomi dan sosial guru, dimana gaji yang minim dan sudut pandang yang kurang apresiatif pada kinerja guru ikut berpengaruh pada sumber daya manusia yang dihasilkan, sehingga yang tercipta adalah sumber daya manusia yang hanya memiliki intelektual tinggi tetapi miskin pada moral. kalau hal ini terjadi terus apa yang bisa di harapkan pada generasi kita ini 10-20 tahun lagi kedepan? wallahu a’lam bissawab.

  38. Manusia tanpa Jiwa? Wow, dahsyat!!!
    Dalam dunia Tasawuf Jiwa adalah ruh, dan ruh tersebut adalah bagian dari diri manusia yang memiliki sifat-sifat yang penuh dengan kelembutan, yang selalu menginginkan dan mendambakan kebenaran.
    Mereka yang meraih sesuatu tanpa memperdulikan segala aturan-aturannya (mnghalalkan segala cara), mereka ibarat “Mumy/Mayat Hidup”.
    Mereka hidup bak tanpa nafas, yang hanya berjalan dan melangkah ke depan tanpa memperdulikan orang lain. Tanpa disadari perbuatan mereka telah menghancurkan generasi pewaris bangsa ini dengan memberikan contoh-contoh yang buruk serta menanamkan mental-mental (tempe), yang hanya ingin menikmati sesuatu tetapi tidak mau berusaha. “Ibarat orang yang ingin hidup tetapi enggan bernafas”

  39. Manusia tanpa Jiwa? Wow, dahsyat…!!!
    Dalam dunia Tasawuf Jiwa adalah ruh, dan ruh tersebut adalah bagian dari diri manusia yang memiliki sifat-sifat yang penuh dengan kelembutan, yang selalu menginginkan dan mendambakan kebenaran.
    Mereka yang meraih sesuatu tanpa memperdulikan segala aturan-aturannya (mnghalalkan segala cara), mereka ibarat “Mumy/Mayat Hidup”.
    Mereka hidup bak tanpa nafas, yang hanya berjalan dan melangkah ke depan tanpa memperdulikan orang lain. Tanpa disadari perbuatan mereka telah menghancurkan generasi pewaris bangsa ini dengan memberikan contoh-contoh yang buruk serta menanamkan mental-mental (tempe), yang hanya ingin menikmati sesuatu tetapi tidak mau berusaha. “Ibarat orang yang ingin hidup tetapi enggan bernafas”

  40. sebenarnya masih banyak yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kita. dari manakah masalah itu berasal? sebenarnya kalau kita kembalikan pada masa lalu dimana setiap kelulusan siswa tidak dipatok oleh pemerintah maka nilai siswa-siswa kita masih murni bahkan banyak nilai yang sangat-sangat rendah. ada yang kisarannya dibawah 2.0 tetapi itu tidak menjadi masalah karena siswa-siswa tersebut masih bisa lulus dan melanjutkan sekolah. dan yang lebih mengesankan nilai yang dia peroleh sangat berbeda jauh dengan kehidupannya dimasa datang. karena siswa tersebut bisa mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya. tetapi sekarang berbeda. kelulusan siswa ditentukan dalam 2 hari, sehingga perjalanan selama 3 tahun langsung kandas dalam beberapa hari yang bernama UN. kl kita berfikir bahwa setiap siswa mempunyai keunikan sendiri2 mungkin ada yang bisa dimatematika tetapi lemah di bahasa dan bahkan sebaliknya. dilematis memang kalau kita pikirkan seseorang yang punya prestasi gemilang dipelajaran tertentu tetapi harus hancur dengan pelajaran yang lain. sebagai guru memang sangat dilematis disatu sisi dia harus mengajarkan kejujuran tetapi disatu sisi banyak guru yang melakukan ketidak jujuran. walau pun sebenarnya itu bertentangan dengan hati nuraninya. dengan berbagai alasan dia ungkapkan bahwa itu tuntutan dari sekolah yang menjaga kredibilitas dan ada juga yang beralasan tidak mau menghancurkan masa depan siswa tersebut. memang melakukan kejahatan apapun alasannya tetap kejahatan. padahal kita punya semboyan katakanlah yang benar walaupun itu pahit. dan sejujurnya apa yang dilakukan oleh sebagian guru tersebut tidak sesuai dengan hati nuraninya yang intinya manusia tesebut masih punya jiwa. saya berharap pemerinta juga harus mempunyai kebijakan yang lebih arif untuk masalah ini.

  41. Manusia Tanpa Jiwa ? Renungan 10 tahun Reformasi

    Kalau kita lihat judul diatas sepertinya agak “menyeramkan” tapi belakang dari judul tersebut baru kita tahu apa maksudnya.
    Komentar saya dengan alam reformasi sekarang ini tentunya kran2 yang dulu tabu untuk dibicarakan sekarang sudah mulai terbuka…..
    Tapi sepertinya keterbukaan itu menjadi “kebablasan”. Orang bebas berpendapat tanpa lagi memikirkan etika yang ada. Pada saat belum reformasi tentunya kita seolah-olah terpasung dengan keadaan yang ada. Tadinya era reformasi yang kita harapkan membawa perubahan malah jauh dari kenyataan.Upaya penegakan hukum, terutama pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) belum sesuai dengan harapan. Walaupun sudah ada yang ditindak. KPK suatu badan yang menangani korupsi saya rasa cukup mempunyai “taring” dibandingkan lembaga-lembaga sejenis. Tingkat pengangguran yang begitu tinggi dan lapangan kerja yang belum memadai dibandingkan lulusan pendidikan tentunya juga sangat diharapkan bisa teratasi dengan Renungan 10 tahun Reformasi ini yang masih jalan ditempat…….

  42. Manusia Tanpa jiwa renungan 10 tahun reformasi disini adalah dampak dari kesalahan pemerintah orde baru yang memerintah 32tahun yang cukup lama, contoh banyak masyrakat yang kurang percaya terhadap hukum yang ada di indonesia dengan adanya terjadi apabila ada pencuri ditangkap langsung dibakar itu adalah dampak dari ketidak percayaan masyrakat terhadap hukum yang ada di indonesia ini contoh kecil dari banyak kejadian yang ada, didalam reformasi ini banyak agenda reformasi yang belum dilaksanakan tetapi sebagian sudah dilaksanakan tetapi masyarakat dalam pengertian reformasi disini banyak masyarakat dalam bertindak berlebihan yang tidak melihat perturan perundang – undangan yang ada di indonesia dan banyak masyrakat yang tidak tau hukum, makanya banyak kejadian dimasyrakat kalau bertindak main hakim sendiri, dan banyak masyrakat moral yang kurang baik karena karena didoktrin pada masa orde baru manusia sudah bermental kkn dan terbawa sampai pada masa reformasi, dan yang harus diperbaiki adalah sistem dan moral yang harus diperbaiki .

  43. “Manusia tanpa jiwa”, sebutan tersebut hanya pantas diberikan kepada orang yang tidak menyadari fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi yang seharusnya membawa kebenaran dan kebaikan untuk kesejahtraan semua manusia. Manusia yang ingin sejahtera sendiri dengan segala cara, tanpa menghiraukan keberadaan orang lain sama artinya orang tersebut tidak memiliki jiwa dalam kehidupannya. Karena jiwa pada manusia akan tampak, jika dia bisa menghargai keberadaan orang lain, berbagi dengan orang lain dan bersahabat dengan lingkungan untuk kesejahteraan. Dengan begitu semakin kuat seseorang dengan ujian yang dialaminya, maka semakin besar jiwanya untuk menghargai keberadaan orang lain. Menjadi seperti itu diperlukan tidak hanya bimbingan guru dalam pendidikan formal tetapi juga guru dalam kehidupan. Sehingga ungkapan Manusia tanpa jiwa tidak perlu ada, dan yang ada hanyalah manusia berjiwa besar.

  44. manusia tanpa jiwa, renungan 10 tahun reformasi.

    manusia tanpa jiwa tersebut dahulu memang mengenyam pendidikan, malah tidak sedikit yang sampai pada tingkat perguruan tinggi, tetapi output atau hasilnya tidak semua sama. saya rasa lingkungan berperan penting dalam pembentukan karakter anak bangsa, jika lembaga pendidikan sudah memiliki sistem yang bagus tetapi lingkungan di sekitarnya tidak mendukung maka hasilnya tidak akan maksimal.

    sistem pendidikan di Indonesia memang harus mengikuti kemajuan zaman.jika kita menginginkan generasi bangsa yang memiliki jiwa, maka sistem pendidikan pun harus disesuaikan, tidak hanya mementingkan materi tapi menanamkan akhlak dan budi pekerti. misalnya saja seperti yang sudah dilakukan dalam pelaksanaan KTSP, tidak hanya nilai kuantitatif tetapi ada juga nilai kualitatif. pada laporan siswa saat ini tidak hanya berbentuk angka, tapi juga berbentuk narasi mengenai keadaan siswa.

    pelaksanaan UN juga menjadi mimpi buruk bagi beberapa siswa dan guru. siswa yang tidak mencapai nilai minimal dianggap tidak lulus, padahal banyak faktor yang menentukan kelulusan, belajar 3 tahun disekolah hanya dilihat dari hasil ujian beberapa hari saja. untuk guru, jika ada anak yang tidak lulus UN akan mempengaruhi kredibilitas sekolah mereka, maka terkadang pihak sekolah memakai beberapa cara yang kurang baik untuk meluluskan seluruh siswanya.

    Semoga komentar ini bisa menjadi renungan bagi kita para pendidik untuk tidak hanya mengajar tapi berusaha untuk menjadi pendidik yang baik, yang menghasilkan manusia-manusia terbaik yang memiliki jiwa.

  45. Manusia Tanpa Jiwa, Renungan 10 Tahun Reformasi.

    Memang ketika kita flashback kepada peristiwa dibulan Mei tepatnya pada tahun 1998 dimana orang begitu mudahnya terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang diluar hati nuraninya sendiri, seolah-olah bangsa ini menjadi bodoh dengan seketika dimana manusia seperti kehilangan jiwa, rasa, berpikir dan kemanusiaanya (namun patut kita amati bahwa pada akhirnya berhasil menumbangkan rezim yang berkuasa selama 32 tahun dengan dipelopori para mahasiswa pada waktu itu) dan timbullah era reformasi dan demokrasi disegala bidang yang berlangsung sampai sekarang.

    Apakah dunia pendidikanpun masuk dalam era reformasi itu?
    Banyak sudah langkah2 pemerintah di era sekarang ini u/ memajukan dunia pendidikan dengan mengeluarkan banyak peraturan dan kebijakannya (SNP, UU Guru-Dosen, APBN Pendidikan 20 %, dana BOS dll misalnya) yang bertujuan agar pendidikan menjadi lebih baik dilihat dari semua komponennya, namun yang harus disadari oleh para penentu kebijakan itu adalah bahwa Indonesia terdiri dari daerah/wilayah yang berbeda tingkat kemakmuran dan kemiskinannya, SDMnya, sumber daya alamnya, pengelolaannya dan lain2 sehingga ketika peraturan dan kebijakan itu diimplementasikan pada satu tempat, hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan dan tujuan yang sama dgn tempat lain, maka timbullah kendala2 dan polemik2 sehingga menimbulkan oknum2 baik secara perorangan maupun instansi/satuan pendidikan yang menghalalkan segala cara u/ mencapai tujuan dlm rangka memenuhi peraturan dan kebijakan tersebut, jika membicarakan hal ini memang akan menjadi bahasan yang panjang.

    Namun sebagai manusia yang merupakan bagian dari dunia pendidikan mari jalankan kewajiban kita sebgai guru yang digugu dan ditiru, sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa yang berakhlak mulia dan memiliki moral baik, yang kita tunjukan mulai dari diri kita sendiri, biarlah 10 tahun kebelakang itu menjadi proses panjang dan sbg refleksi agar menjadi lebih baik dimasa mendatang, semoga para penentu kebijakan pendidikan dapat menemukan formula yang tepat , agar tidak perlu menunggu sampai bertahun2 menuju masyarakat cerdas dan berketuhanan yang maha Esa.

  46. Ass…
    Manusia tanpa jiwa…???
    Bila kita renungi apa yang semua terjadi sekarang, tidaklah luput dari pribadi masing-masing…
    Kepribadiaan seseorang terbentuk dari ia kecil hingga dewasa.,
    Kepribadian itu bisa terbentuk baik dan buruk tergantung lingkungan dimana ia tinggal..
    jika ia tinggal dilingkungan yang baik maka kepribadiannya pun baik, tapi jika tidak. Maka, seperti yang kita lihat sekarang…
    Banyak orang-orang yang tidak punya hati, kejam, arogan,bahkan bila kita lihat seperti binatang buas yang sedang memburu mangsanya dengan membabi buta…
    Seperti Satpol PP..yang sedang bertugas..
    ia seperti tidak punya hati bahkan seperti orang yang tidak punya sanak keluarga..
    memukul, menendang bahkan mengeroyok orang yang sudah tak berdaya…
    orang-orang miskin yang hanya mencari uang demi sesuap nasi, tapi masih saja ia terkena imbasnya…
    Dan dimanakak keadilan itu…?????????
    dimanakahh hati nuraninyaaaa para orang-orang penting yang berkuasa…..?

  47. Perubahan Reformasi?? perubahan Reformasi seperti apa yang kita inginkan?? disaat krisis ekonomi global mulai mengecam, dan beberapa tindakan kriminal-kriminal dari tindak tanduk manusia yang akhir-akhir ini terlihat tidak bermoral akibat himpitan ekonomi yang sudah memasuki klimaks.
    perubahan itu tidak akan lepas dari peranan manusia yang mempunyai andil begitu besar di muka bumi ini.
    itu artinya, perubahan itu buat saya pribadi, cepat atau lambat akan datang pada akhirnya..
    disaat kesadaran dari setiap kita yang membutuhkan suatu perubahan baru benar-benar sadar akan fungsi jiwa sebenarnya…
    bagaimana seseorang menghargai arti kehidupan. disitu seseorang akan disadarkan akan pentingnya menghargai sesama.
    dengan begitu tidak ada perbedaan tahta, dimana yang kecil selalu dipandang rendah!!
    dan mereka yang di atas akan selalu berdiri dengan angkuhnya ditempatnya(atas).

    Harta, derajat, dan tahta selalu menjadi dominasi di kehidupan ini…

    Tapi yang jelas setiap manusia mempunyai Hak yang sama!!

    yang menjadi pertanyaan adalah,
    dimana Keadilan ??????

    Perubahan reformasi akan datang dengan sendirinya..
    disaat keadilan sudah ditegakkan!!!!

    Perhatikan hak-hak mereka wahai penguasa???

  48. Assalamualaikum wr.wb

    MANUSIA TANPA JIWA…………????

    Ungkapan diatas mungkin sangat kurang enak didengar karena manusia itu diciptakan dan tidak dapat hidup tanpa adanya jiwa didalamnya…..
    Namun realita yang ada dalam zaman sekarang ini banyak sebagian orang yang tidak menggunakan akal yang diberikan oleh allah Swt. usaha mereka dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dengan jalan menghalalkan segala cara…dan tidak ada usaha sedikitpun dengan jalan yang benar. banyak pula orang2 pada masa sekarang ini yang tidak mempunyai hati…mereka dalam melakukan sesuatu dengan seenaknya melakukan tindakan kejahatan,main hakim sendiri arogan dll. menurut saya tindakan yang dilakukan tersebut karena mausia sekarang pada umumnya hanya mengejar kedunian semata…??????????????

  49. Assalamualaikum.Wr.Wb
    Selamat siang menjelang sore pak dosen
    Dalam artikel bapak yang berjudul manusia tanpa jiwa membuat saya penasaran,sebab pada hakekatnya manusia dan jiwa sangat saling berkaitan dan keduanya tidak dapat dipisahkan bagaikan sayur tanpa garam.
    Sejenak kita merenung 10 tahun lebih sudah berlalu masa reformasi dimana pada masa ini terjadi banyak konflik dimana hampir semuanya itu dihadapi dengan emosianal dengan berbagai cara kekerasan.
    Menurut saya tidak hanya pada zaman refermasi saja, manusia berperilaku seperti itu sejak zaman dahulu memang sudah terjadi……dima mereka melakukan berbagai cara untuk mencapai sesuatu yang diinginkaannya..Mereka selalu mengiinkan sesuatu yang instan yang tidak perlu adanya kerja keras… Mereka selalu menganggap selagi ada yang mudah kenapa mencari jalan yang susah.walaupun jalan yang mudah yang mereka tempuh adalah sesuatu yang tidak terpuji..

    mulai sekarang kita harus merubah itu semuanya. karena perubahannya ada pada diri kita sendiri karena pada hakikatnya manusia diciptakan sangat mulia……………!!!!!!!!!!!!!

  50. Asslammualaikum Wr. Wb
    Mungkin menurut saya pada masa reformasi 10 tahun yang lalu guru dan orang tua sangat kurang memperhatikan anak didiknya sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak didiknya seperti tauran, pertengkaran antar sekolah/daerah dikarnakan peran guru dan orang tua yang cuwek terhadp anak didiknya dikarnakan guru mendidik tidak dengan kasih sayang dan cinta.
    Banyak guru yang dibilang guru bayaran, yang hanya mementingkan bayarannya saja tanpa memperhatikan anak didiknya, bagaimana guru bisa berhasil dalam pekerjaanya, karna tidak memperhatikan tugas guru yang sebenarnya.
    Jadi untuk tidak terjadi seperti itu lagi peran guru dan orang tua sangat penting dalam perkembangan dan pendidikan anak tersebut.
    Mungkin dengan peristiwa di Aceh, untuk tidak terjadi seperti itu kualitas guru harus ditingkatkan agar tidak merugikan anak didik dan tidak membohongi dirinya sebagai peran guru.

  51. Assalamu’alaikum
    Jika kita memperhatikan kondisi pendidikan kita di lapangan memang masih banyak kesenjangan yang diantaranya berupa kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
    Manusia tanpa jiwa mungkin memang pantas diutarakan kepada pihak yang berbuat kecurangan itu karena pada dasarnya atau awalnya mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah melanggar aturan. Mereka menganggap bahwa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah itu(standarisasi kelulusan, kualifikasi guru, pejabat dsb) adalah sebagai suatu masalah, yang seharusnya dijadikan sebagai tantangan yang harus dihadapi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu alangkah lebih baiknya bila kita mengkaji kembali sistem yang telah ada dan mengadakan perubahan menuju sistem yang lebih baik.
    Satu hal lagi yang harus diperhatikan oleh seorang guru yaitu senantiasa menjadi guru yang percaya diri, yakinlah bila kita sudah melaksanakan tugas kita sebagai pendidik dengan baik, maka keberhasilan peserta didik pun akan tercapai, jadi dengan demikian diharapkan tidak akan lagi terjadi kecurangan dalam pemberian nilai raport dan nilai UN. Dengan demikian pihak-pihak tsb bisa kembali menjadi manusia yang berjiwa.

    Wassalam

  52. ass. wr.wb
    Memang banyak fakta yang bisa kita lihat dalam dunia pendidikan.Misal,seorang guru membantu murid-muridnya dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional (UN).Bahkan sampai dengan sekarang (2008) pun masih terjadi kasus serupa di berbagai daerah.Itu merupakan salah satu awal dari kehancuran moral anak bangsa.Oleh karena itu,kita sebagai penerus harus dapat merubah hal negatif tersebut,khususnya didunia pendidikan.Karena dunia pendidikan adalah merupakan awal kita mengenal segala sesuatu.
    Manusia tanpa jiwa…???
    dalam wacana tersebut,saya menyimpulkan bahwa”sebagian orang,jika ingin memuaskan keinginan untuk mencapai tujuannya,maka ia akan menghalalkan segala cara.tanpa memikirkan efek/hasil akhir dari hal yang akan ia lakukan”.Seharusnya kita bisa memahami dan mengamalkan dari istilah “berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian”sebagaimana telah dicantumkan dalam wacana diatas (Manusia Tanpa Jiwa).Artinya jika seseorang berusaha keras,untuk mencapai hasil yang maksimal,maka ia akan mendapatkan hasil yang terbaik dari usahanya tersebut.

  53. assalamualaikum…..

    melihat hasil pemaparan bapak yang berjudul “manusia tanpa jiwa” sungguh hati saya sangat sedih sekali karena betapa besar perjuangan seorang guru untuk menjadikan anak didiknya memiliki moral yang baik, tetapi justru sebaliknya hal ini berpengaruh besar terhadap kepemimpinan bangsa kita sendiri. yang mana perlahan lahan moral bangsa kita ini di rusak oleh seorang guru.hal ini menjadi buruk bagi anak -anak penerus bangsa ini.disamping rusaknya moral guru, ini berdampak pula oleh kepemimpinan bangsa indonesia. seperti kita lihat kenaikan BBM,semakin hari-semakin naik hal ini memudahkan para penerus indonesia memudahkan berbagai cara akhirnya jatuh pula moral bangsa indonesia.semoga kita menjadi guru yang memiliki hati yang baik.amin…..

  54. Ass.wR wB.
    menurut saya, beberapa kasus yang telah digambarkan diatas bahwa sistem, pendidikan sekarang tidak mampu mencapai keadaan yang diharapkan. dan pada akhirnya banyak dampak negatif yang terjadi pada peserta didik dan pendidik serta orang tua yang selalu menginginkan anaknya nauk kelas atau lulus ujian walaupun kemampuannya rendah dengan berbagai cara. hal ini juga dikarenakan sistem pendidikan yang selalu berubah-rubah dari tahun ke tahun.
    kita sebagai penerus bangsa tidak boleh membiarkan situasi dan kondisi seperti ini terus menerus agar moral bangsa ini tidak hancur atau bobrok karena dari gerakan reformasi akibat terjadinya reformasi 10 tahun yang lalu. dan para parlemen pun harus konsisten dengan apa yang telah ditetapkan.

  55. Assalamu’alaikum, Wr, Wb

    Hakikat etika adalah membatasi manusia dengan suatu aturan yang membuat manusia berada pada dua sisi, kebaikan atau keburukan. Dalam kehidupan sebenarnya manusia terkadang berbuat di luar batas kemanusiaannya. Hal tersebut terkadang didasari oleh kebutuhan dasar yang mendesak untuk memalingkannya dari hukum positif yang berlaku.

    Kejahatan dalam bidang akademis dewasa ini sering terkuak dalam berita-berita di segala media di seantero negeri ini. Kebijakan dinas pendidikan (tentang status lembaga pendidikan) setempat dijadikan sebagai suatu alibi para guru yang seharusnya mengajarkan tentang kemuliaan kepada anak didiknya.

    Keterlibatan guru atau kepala sekolah dalam hal ini dikarenakan lembaga pendidikan tidak mau jika sekolahnya menyandang gelar jumlah anak didik mereka memegang “rangking” tertinggi dalam jumlah siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) atau tidak naik kelas.

    Sistem yang dibuat pemerintah tentang standar kelulusan siswa juga dianggap salah satu hal yang menyebabkan kejahatan dalam dunia pendidikan kian marak. Bagaimana tidak? hasil tiga tahun belajar hanya ditentukan dalam waktu kurang dari seminggu (pelaksanaan Ujian Akhir Nasional).

    Para guru atau pihak sekolah seharusnya sadar bahwa ada hal lain yang dapat mereka tempuh dalam mengurangi angka ketidak lulusan anak didiknya, salah satunya dengan memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran pada anak didiknya. Sehingga kecurangan atau kejahatan dalam dunia akademis hanya menjadi cerita lama yang segera dapat dilupakan generasi terpelajar Indonesia.

  56. salomun ‘alaikum
    kenyataannya berbagai penomena ironis yang digambarkan pa Zamris itu memang terjadi, dan ini menjadi urusan yang tidah mudah untuk memcahkannya seperti membalikkan telapak tangan kita, saya katakan demikian karena letak inti permasalahannya atau subjek yang patut disalahkannya itu sendiri tidak bisa secara pasti untuk dijudg sebagai biang keladi, hal itu karena ini adalah sebuah sistem dimana satu sama lain saling berkaitan, tidak bisa hanya di salahkan satu subsistem, misalnya guru kita salahkan, itu tidak bisa, atau para pelajar yang kita salahkan, tu juga tidak bisa, atau orang tua bhakan pemerintah saya kira juga tidak bisa, walaupun pastinya mereka mempunyai kealahan masing-masing.
    tetapi jika ada pertanyaan sistem pendidikan yang ada dirubah? ” saya kira perlu sekali, karena pada kenyataanya sampai sekarang sistem yang ada belum mampu memberikan tanda-tanda kesuksesan dari sistem itu, hal itu bisa dilihat dari kesenjangan pendidikan. tetapi setelah sistem itu di rubah, kontinuitas (istiqomah : dalam istilah agama) karena selam ini sistem yang elah adasebelumnya tidak di lanjutkan secara kntinu leh penyelanggara sistem pendidikan berikutnya.
    terimaksih, wassalam. hudo hopid

  57. “Manusia tanpa Jiwa”!!!

    Untuk siapakah kalimat tersebut ditujukan???
    Mudah-mudahan bukan pada kita sebagai seorang pendidik (calon2 pendidik profesional). Agar kita tidak dikatakan demikian maka marilah dari saat ini, detik ini kita ubah pola pikir kita, bahwa pendidik haruslah tetap sebagai pendidik jangan sampai menjadi manusia tanpa jiwa yang menjadikan profesi guru sebagai kedok pahlawan (bukan bertujuan mendidik anak bangsa tapi hanya mengharapkan imbalan semata). Karena jika demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak didik yang dicetak pun akan sama sebagai “Manusia-Manusia Tanpa Jiwa”. Marilah bersama-sama membangun bangsa dan negara kita tercinta ini (INDONESIA).

    Bangkitlah Guru-Guru Indonesia….

  58. Manusia tanpa jiwa
    Manusia tanpa jiwa yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Menghalalkan segala cara dan melanggar kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat serta tidak peduli pada penderitaan orang lain.
    Manusia tanpa jiwa diibaratkan tanpa hati nurani berbuat sesuka hati pada diri siapapun dan dimanapun. Semoga manusia ini tidak ada di dunia pendidikan kita. Bila ada apalagi dalam diri seorang guru atau pendidik mau diapakan negeri kita ini dimasa depan ? Semoga diharapkan para pendidik mempunyai jiwa dan selalu ingat kepada Allah SWT dalam melakukan pendidikan kepada anak didiknya.

  59. Manusia tanpa jiwa? ih… serem banget dengernya.
    Kayanya hampir sama ya dengan manusia tanpa moral.
    Biasanya hal tersebut terjadi karena kurang kuatnya pondasi atau benteng dari segi agama. jadi gitu deh menghalalkan segala cara demi untuk memenuhi kebutuhan atau ke puasan dirinya. Bukan lembaga pendidikannya yang salah tapi mungkin sistem pendidikannya yang salah. Coba bayangkan saja untuk mata pelajaran Agama di sekolah jam nya lebih sedikit dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain seperti matematika, bahasa inggris dll. padahal agama merupakan tonggak paling penting. Seperti contoh: Ada orang yang pintar di bidang akuntansi atau pun ke uangan, karena tidak adanya sentuhan agama atau pun tidak memiliki iman yang kuat dan tidak adanya ketakwaan yang kuat terhadap Tuhan, maka ia menggunakan kepintaran dan keahliannya itu untuk memanipilasi data akuntansi yang akhirnya dapat merugikan orang banyak bahkan negara. Hanya orang-orang yang beriman dan yang takut pada Tuhannya yang memiliki jiwa pada dirinya.

  60. Manusia Tanpa Jiwa ?
    Renungan 10 tahun Reformasi

    Manusia adalah makhluk yang paling mulia, Manusia bukan sekedar se onggok daging hidup. Tapi manusia mempunyai akal dan hati.. Tidak seperti binatang yang hanya hidup , makan, dan berkembang biak. Manusia itu sempurna…

    Keberadaan manusia terbentuk dari lingkungan (baik keluarga maupun sosial). Nah, sebaik mana bentukan itu mempengaruhi perkembangan manusia. Contohnya bayi yang baru lahir, ia terlahir fitrah. Peranan Keluarga yang mendidik dan membesarkan bayi tersebut menjadi anak yang soleh, sopan santun, jujur dan beranggung jawab akan membentuk karakter anak tersebut sampai ia dewasa. Tentunya pendidikan dan sosial juga berperan dalam perkembangan tersebut. Semuanya saling terkait satu sama lain. Tinggal sebaik mana, kita melakukan “tugas” kita. Menjadi orang tua yang baik, Guru yang baik, Anak yang baik, Warga Negara yang baik, dan tentunya diri kita selaku hamba Allah yang baik.. Insya Allah manusia tidak ada lagi manusia yang lahir tanpa jiwa…Amien

  61. Manusia Tanpa Jiwa, renungan 10 tahun Reformasi.
    Manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan dari makhluk-makhluk lainnya, Allah membedakannya dengan memberikan manusia akal dan fikiran. Banyak manusia yang ingkar akan fitrah yang diberikan Sang Penciptanya, sehingga nikmat yang diberikan berupa akal fikiran dan jiwa yang hidup dalam diri mereka seakan-akan mati dan tidak manfaat untuk orang lain.
    Sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Maa’idah ayat 45 yang artinya :
    “Dan kami telah tetapkan terhadap mereka didalamnya (at Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas)dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung telinga dengan telinga, gig dengan gig dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya.”
    Dari terjemahan diatas sesungguhnya Allah telah menetapkan bahwa tidak ada perbuatan didunia ini yang kita lakukan tidak ada balasannya, semua sudah Allah perhitungkan. Renungan saya di era sekarang ini semoga guru-guru di Indonesia mempunyai jiwa yang mulia, jiwa rasa saling menyayangi dan menghargai. Insya Allah, ganjaran yang kita terima akan semulia apa yang kita kerjakan. (Allah maha Mengetahui) Amin!!

  62. Manusia dilahirkan ke dunia dengan jiwa bersih yang diberikan Tuhan dengan kebebasan yang bersih juga. kebebasan itulah yang dibentuk oleh manusia dalam membangun diri yang berjiwa kemanusiaannya. keadaan manusia tanpa jiwa pun terlshir karena kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia mengambil keputusan tersebut. tetapi bagaimanapun manusia tanpa jiwa tidak dapat hidup di dunia. semoga saya bukan “manusia tanpa jiwa” sebelum jiwa dipanggil Tuhan sang pemberi jiwa.

  63. Terbentuknya sebuah moral manusia menurut saya itu berasal dari pondasi pendidikan yang matang. DApat dikatakan jika dunia pendidikan kita tidak berdasarkan nilai dan norma yang sudah semestinya, maka tidak dipungkiri bahwa “keluaran” manusianya juga tentunya tidak memiliki kualitas dari segi hati nurani.
    Sarana pendidikan awal yaitu sekolah. Sekolah adalah tempat anak-anak didik untuk menjadi manusia yang lebih baik. Jika tempat pendidikan kita sudah tercemar dari tenaga-tenaga pendidiknya maka tidak lain anak didiknya juga pasti ikut terseret ke jurang anarkis yang lebih dalam.
    Jika kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki hati nurani dan kembali “berjiwa” maka perbaikan moral, nilai dan norma-norma dari dunia pendidikan perlu di tata ulang dan perlu dipastikan juga bahwa baik pengajar atau anak didiknya ikut mengikuti demi perbaikan bangsa ini.

  64. Menurut saya tidak ada manusia yang tidak memiliki jiwa, yang ada hanyalah manusia-manusia yang tertutup jiwanya dengan hal-hal yang kurang baik dalam hidupnya sehingga hati nurani mereka tertutup. Hal yang perlu diperbaiki adalah bagaimana caranya agar hati nurani manusia Indonesia tidak mudah tertutup oleh hal-hal negatif yang ada di lingkungan sekitarnya. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang bisa mendukung hal ini, sehingga kita harus melihat kembali apakah pendidikan di Indonesia sungguh bisa membesarkan manusia yang berhati nurani. Namun yang lebih besar dari itu, apakah para pendidik di Indonesia pun sudah memiliki hati nurani? Marilah kita sama-sama berkaca…

  65. Manusia tanpa jiwa?tentunya hidup ini terasa hampa.dalam kaitannya dengan 10 tahun reformasi, dimana manusia sudah tiak lagi memiliki jiwa sosial, perikemanusiaan, individualis yang merupakan gambaran manusia tidak berjiwa positif, karena secara kodrat, manusia adalah makhluk sosial yang saling tolong menolong, tidak dapat hidup sendiri. Sehingga pasca reformasi yang mengatasnamakan kebebasan, manusia sudah tidak lagi menjiwai nilai nilai kemanusiaannya. Orang sekarang ini mudah sekali terprovokasi dan menuruti hawa nafsunya. Ternyata “syaitan syaitan” di Indonesia mulai bercokol dan tertawa terbahak bahak puas menyaksikan kesemrawutan ulah manusia yang sudah tidak memiliki hati.
    Pendidikan pun tak luput dari sorotan, pendidik dan tenaga kependidikan seyogyanya mampu memberikan tauladan yang baik kepada anak didiknya, sehingga bibit bibit penerus bangsa memiliki jiwa yang berakhlak mulia. Bukan dengan memberikan tugas kepada peserta didik lalu masalah selesai.

  66. Irna Desria (A4A)
    manusia tanpa jiwa !!!
    dilihat dari kalimat ini sungguh sangat menakutkan karna setiap manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan fitrah. Pada saat ini banyak manusia yang kebablasan karna ingin agar pendapat dan kemauannya harus dituruti kalau tidak maka ia akan berbuat sesuka hatinya. Dan sebagai pendidik kita harus mengajarkan kepada para anak didik bagaimana menghargai pendapat orang lain, mengajarkan moral dan budi pekerti yang baik dan norma- norma yang berlaku didalam kehidupan kita.Dan sekolah merupakan tempat siswa untuk didik agar menjadi lebih baik, apabila jiwa seorang pendidik tersebut tidak baik maka akan berpengaruh terhadap anak didiknya. Maka dari itu sebagai seorang pendidik kita harus menjadi teladan yang baik agar bisa ditiru oleh anak didiknya. Dan pada akhirnya kita mengharapkan agar para pendidik di indonesia mempunyai jiwa dan hati nurani dan agar selalu ingat kepada Allah SWT dalam proses belajar mengajar terhadap siswa.

  67. Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna, dimana di berikan akal dan fikiran. Allah memberikan kepercayaan sepenuhnya ke manusia dalam menjalankan kehidupannya. Karakter manusia dibentuk oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Dimana faktor internal mencakup kepercayaan terhadap Tuhan dan lingkungan keluarga. Faktor eksternal mencakup lingkungan pergaulan dll.
    Menurut saya adanya manusia tanpa jiwa yang demi untuk mengejar kekayaan dengan cara apapun yang menjadi ukuran kesuksesan tidak di pengaruhi oleh faktor eksternal saja. Hal penting yang mempengaruhi dalam diri manusia itu sendiri karena tidak ada kepercayaan dan ketaatan pada Allah SWT dan dilatar belakangi oleh kondisi keluarga yang tidak baik. Lembaga pendidikan tidak menjamin menciptakan manusia yang bermoral. Sehingga pada intinya untuk menciptakan manusia yang bermoral harus adanya keselarasan antara agama, keluarga dan pendidikan.

  68. Manusia tanpa jiwa?
    Semua manusia sejak umur 4 bulan di dalam kandungan seorang ibu sudah ditiupkan ruh oleh malaikat sebagai fitrahnya untuk hidup di dunia. Semua manusia pasti punya jiwa, tetapi bagaimana manusia itu sendiri untuk mengolah jiwanya masing-masing agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga dan menambah keimanan kepada Alloh SWT agar diri kita mempunyai benteng yang kuat ketika menghadapi segala macam godaan. Sebagai seorang pendidik, saya juga wajib mengajarkan kepada semua anak didik saya bagaimana caranya menjaga dan memelihara jiwa kita masing-masing. Walaupun moral bangsa Indonesia sedang hancur tapi kita sendiri harus yakin bahwa jiwa kita tidak ikut hancur dan masih tetap baik. Segala macam cara yang dianggap halal oleh orang lain tidak harus kita ikuti, misalnya tetap yakin dengan belajar tekun kita pasti lulus tidak mengandalkan bocoran soal, mencari pekerjaan tidak mengandalkan koneksi. Tetapi intinya, untuk menjaga jiwa kita tidak hanya mengandalkan usaha kita sendiri namun harus ada kerjasama antara ruh diri sendiri, norma masyarakat, dan ketaqwaan kepada Alloh SWT sehingga akan terbentuk manusia dengan jiwa yang kuat dan bersih untuk memperbaiki moral masyarakat bangsa Indonesia yang sedang hancur. So, tetap semangat!

  69. Manusia tanpa jiwa?
    Semua manusia sejak umur 4 bulan di dalam kandungan seorang ibu sudah ditiupkan ruh oleh malaikat sebagai fitrahnya untuk hidup di dunia. Semua manusia pasti punya jiwa, tetapi bagaimana manusia itu sendiri untuk mengolah jiwanya masing-masing agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga dan menambah keimanan kepada Alloh SWT agar diri kita mempunyai benteng yang kuat ketika menghadapi segala macam godaan. Sebagai seorang pendidik, saya juga wajib mengajarkan kepada semua anak didik saya bagaimana caranya menjaga dan memelihara jiwa kita masing-masing. Walaupun moral bangsa Indonesia sedang hancur tapi kita sendiri harus yakin bahwa jiwa kita tidak ikut hancur dan masih tetap baik. Segala macam cara yang dianggap halal oleh orang lain tidak harus kita ikuti, misalnya tetap yakin dengan belajar tekun kita pasti lulus tidak mengandalkan bocoran soal, mencari pekerjaan tidak mengandalkan koneksi. Tetapi intinya, untuk menjaga jiwa kita tidak hanya mengandalkan usaha kita sendiri namun harus ada kerjasama antara ruh diri sendiri, norma masyarakat, dan ketaqwaan kepada Alloh SWT sehingga akan terbentuk manusia dengan jiwa yang kuat dan bersih untuk memperbaiki moral masyarakat bangsa Indonesia yang sedang hancur. So, tetap semangat!

  70. Mengapa anak bangsa tidak berjiwa?
    Karena lembaga pendidikan hanya memperhatikan transfer of knoeledge saja; bagaimana lulus UAN, segala cara dilakukan, karena tidak ditanamkan “cara/proses” untuk sampai pada kelulusan tersebut. Siswa tidak “dididik” bagaimana cara belajar yang baik dan benar.
    Ringkasnya, yang ada sekarang hanya “pengajaran” bukan “pendidikan”. Nilai-nilai kejujuran, hormat – menghormati, saling menghargai, tidak menjadi perhatian. Kadang anak didik dipaksa untuk mencapai apa yang diinginkan tanpa memperhatikan minat dan bakat anak didik. Tidak ada pendidikan akhlak dan kedisiplinan diri.
    Persoalannya bukan perlu tidaknya mengkaji ulang sistem pendidikan, tetapi masalahnya adalah bagaimana melaksanakan sistem yang sudah diatur secara bersama tersebut. Sebagai guru, apakah kita hanya menggunakan otak dalam proses belajar mengajar? dimana peran hati dalam proses Belajar Mengajar tersebut?
    Ada pepatah : Metode lebih penting daripada materi, tetapi guru (Atau orang yang melaksanakan metode itu) lebih penting dari lagi daripada metode itu sendiri. Dan :Siapa menanam, siapa mengetam”, “siapa menabur angin, maka ia akan menuai badai” dan “Bila akhlak suatu bangsa telah runtuh, tunggulah kehancurannya” yang diperlukan adalah “REFORMASI AKHLAK” atau “REVOLUSI MORAL”.Wallahu a’lam bissawab.

  71. Suatu hal yang lumrah, tulisan Bapak tentang “Manusia Tanpa Jiwa“ dikaitkan dengan lembaga pendidikan dan sistem pendidikan kita. Mari kita lihat arah pendidikan Indonesia yang tertuang dalam Tujuan Pendidikan Nasional kita. “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan bangsa dan… .”, akibatnya sistem pendidikan di Indonesia benar-benar memiliki prioritas utama mencerdaskan bangsa, dan menomorduakan pembentukan karakter bangsa (Nation Building). Mengapa tidak pembentukan karakter bangsa didahulukan, kemudian baru mencerdaskan bangsa. Karena dengan memiliki karakter yang baik (baca: berbudi pekerti luhur), menjadi modal utama untuk menjadi bangsa yang cerdas, dan bukan hanya itu, tapi bangsa yang bermartabat.
    Solusinya, untuk mengatasi permasalahan bangsa yang sudah teramat parah ini Mungkin kita perlu memberi masukan pada para pengambil kebijakan untuk mengutamakan pembangunan karakter bangsa, dan jangan menjadikan tingkat kelulusan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu sekolah. Semoga kedepanya ada aturan-aturan yang mengedepankan karakter bangsa. Agar bangsa ini menghasilkan generasi muda yang berkarakter dan cerdas.

  72. Manusia Tanpa Jiwa???

    Coba kita renungkan, apakah kita termasuk dalam kategori tersebut? manusia yang tidak memiliki aturan dan etika, yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu tanpa melalui proses sebagaimana mestinya. Seharusnya hal tersebut tidak terjadi, karena sesungguhnya manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang paling sempurna, memiliki akal dan pikiran. Lalu bagaimana ini bisa terjadi???
    Dalam hal ini, pendidikan memiliki peranan yang penting. Melalui proses pendidikan, karakter manusia dapat dibentuk. Untuk itu, dalam proses pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan tetapi di setiap materi pelajaran yang diberikan hendaknya ditanamkan sejak dini nilai-nilai agama, sosial, budaya. Sehingga akan mencetak anak didik yang memiliki nilai-nilai kejujuran, kemanusiaan, serta anak didik yang memiliki etika yang baik tentunya. Untuk mewadahi dari proses pendidikan yang baik maka harus didukung oleh sistem yang baik pula.
    Untuk itu, dalam dunia pendidikan, “Jangan Lihat Hasilnya Tapi Lihatlah Prosesnya”. Apabila prosesnya baik, maka akan mencetak hasil yang baik, Insya Allah.

  73. Manusia tampa jiwa…?
    Sangat ironis terdengarnya….
    Orang pasti mengatakan manusia tampa jiwa adalah mayat, yang sudah mati dan tak bernyawa lagi.
    Namun jika ada manusia yang seperti itu sekarang ini sungguhlah mengerikan.
    Mereka akan seperti mumi yamg akan menerkam mangsanya siapa saja tampa pandang bulu.
    Hilang rasa kemanusiaan dan rasa solodaritas.
    Tentunya saya tak ingin saperti demikian.
    Manusia adalah mahluk sosial dan mahluk yang dilahirkan dengan mempunyai potensinya sendiri sendiri. Mahluk sosial dan mahluk yang berpotensi. Kalimat di atas sudah sangat jelas menerangkan bahwa seharusnya kita menyadari diri kita dilahirkan ke muka bumi bahwa suatu saat nanti Allah akan meminta pertanggung jawaban atas semua yang kita lakukan di muka bumi milik Allah ini.
    Sekarang tinggal kita, sebagai mahluk yang paling mulia dan tinggi derjatnya yang telah diberkahi akal fikiran dan hati nurani untuk memanfaatkan dan menjalankan dengan sebaik mungkin.
    So gues…
    it’s depending with you what your the best choices…!

  74. Manusia tampa jiwa…?
    Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan setiap mereka akan diminta pertanggung jawabnya masing- masing di akherta nanti.
    Nah….
    Jelas bukan… pertanggung jawaban itu sangat berat.
    Potensi yang kita miliki harus digunakan dengan semaximal mungkin.
    Dan yang terpenting semua butuh proses dan pengorbanan.

  75. MANUSIA TANPA JIWA….
    Pada hakikatnya manusia terlahir dengan segala kesempurnaan jiwa yang ada, namun semua tergantung dari manusia itu sendiri yang mempergunakan jiwa tersebut. semua itu ada hubungannya dengan faktor internal (Sifat keturunan) dan faktor eksternal (Lingkungan sekitar).
    Pada masa transisi Orde Baru & Reformasi dunia pendidikan tercoreng, dimana tujuan awal pendidikan adalah menciptakan manusia yang berakhlak mulia namun semua itu tidak tercermin pada saat masa transisi tersebut.
    Mari kita mulai perubahan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri sehingga menjadi “Manusia Yang Berjiwa”

  76. Yah, Memang jika kita flashback ke beberapa dekade sebelum reformasi, hampir semua orang ingin maju tanpa harus bekerja keras!!
    Memang kehidupan itu sulis diterka kadang kita diatas tanpa mau peduli dengan kehidupan orang lain yang dibawah, sedangkan yang dibawah selalu ingin mencapai keatas tanpa mau melalui proses.
    kalau ditanya mengapa hampir semua orang ingin cepat kaya tanpa melalui proses, dikarenakan untuk saat ini semua manusia telah diliputi hawa nafsu yang berlebih tanpa disadari bahwa sanya suatu perubahan pasti membutuhkan proses. Seperti seorang ibu yang sedang mengandung anak tanpa proses yang sudah ditentukan maka sang bayi tidak dapat lahir dengan normal, tidak seperti para pemimpin kita yang hampir semuanya menggukan cara instant untuk mendapatkan kekuasaan yang di inginkan, tanpa memikirkan anak cucu untuk generasi kedepan.
    Sampai sekarang walaupun bentuk pemerintahan kita sudah demokrasi dan generasi muda sudah habis – habisan mereformasi tapi masih banyak unsur kerajaan dinegara kita, malah lebih kejam!! Jadi kalau dikeluarga kita, keluarga yang menengah kebawah tidak ada yang memegang kekuasaan sulit untuk anak – anak kita untuk menggampai cita – citanya.
    Mungkin cara kepemerintahan kita ada yang salah sejak decade lalu yang mendaradaging sampai generasi sekarang hingga butuh waktu yang sangat panjang untuk generasi kita memperbaikinya.

  77. Gambaran dari tindakan-tindakan yang selalu mengutamakan amarah belakangan ini memang tampak menyelimuti reformasi yang sempat digembar gemborkan…padahal orang-orang yang menuntut reformasi tersebut juga belum tentu dapat memaknai arti dari reformasi itu sendiri. Ketidaksiapan dari orang-orang yang menuntut reformasi itu tampak dari berbagai tindakan anarkis yang menghias pemberitaan yang semakin lama semakin tajam. Bila kita dapat flash back ke belakang tentang sebab musabab masalah tersebut terjadi mungkin dapat kita tilik dari tuntutan pendidikan kita yang melulu mementingkan nilai dibandingkan kepribadian yang terbentuk. Nilai menjadi fokus utama dari tolak ukur keberhasilan seorang anak mengenyam pendidikan yang entah dalam proses mendapatkannya mungkin menghalalkan segala cara seperti mencontek. Aspek-aspek pembentukan moral keteladanan seperti kesetiakawanan sosial, saling membantu dan toleransi serta hal-hal lain yang sifatnya membentuk kepribadian seorang anak menjadi terlupakan. Anak-anak terbiasa dengan cara cepat memperoleh hasil tanpa harus berusaha. Hal-hal kecil dapat menjadi besar tanpa harus dilakukan komunikasi tetapi langsung saling membunuh. Penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang mulai menipis membuat seseorang melakukan tindakan-tindakan yang di luar kebiasaan seperti aborsi atau melakukan bunuh diri hanya gara-gara di tagih uang bayaran. Nyawa seperti tidak ada nilainya. Kenyataan ini seharusnya membuka mata para orang tua yang tentu saja ikut andil dalam pembentukan karakter seorang anak serta para pendidik yang turut pula menerapkan nilai-nilai yang seharusnya dapat memperkuat kesiapan seorang anak untuk terjun ke masyarakat. Renungan inilah yang harus segera ditindaklanjuti untuk membentuk karakter anak bangsa berikutnya yang masih dapat kita selamatkan. Tidak usah sibuk mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, tetapi marilah segera bergerak dan bertindak agar generasi berikutnya dapat menutupi segala hal yang tidak kita inginkan dan jadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah ke depan. Mudah-mudahan dengan segala niat baik yang ada, sistem pendidikan yang baru seperti KTSP dapat memperbaiki segala kesalahan pendidikan kita di masa lalu. Segeralah bangkit Indonesiaku!

  78. Manusia tanpa jiwa adalah refleksi dari perubahan drastis yang begitu cepat dari sebuah reformasi dan sebelum reformasi berlangsung. keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah, dengan lebih mementingkan diri sendiri atau golongannya membuat menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. dengan mengesampingkan aspek-aspek penting yang bersifat mendidik.
    kondisi ini jelas tak bisa kita diam kan.Dan apabila kondisi ini berlangsung terus menerus akan menciptakan karakter-karakter yang
    sifat nafsi-nafsi (individualism), mau menang sendiri dan yang terpenting melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah.
    peranan pemerintah jelas sangat dibutuhkan.dengan menciptakan sistem pendidikan yang baru, dimana pemerintah tidak lagi ikut campur dalam pengembangan kurikulum. pemerintah hanya memberikan pokok-pokoknya saja dan selanjutnya diberikan wewenang kepada pihak sekolah. guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik siswanya untuk dapat menjadi anak yang maju dan mempunyai akhlak yang mulia sehingga tidak tercipta manusia yang baik.

  79. Manusia tanpa jiwa ? Renungan reformasi 10 tahun, masa reformasi adalah masa perubahan dalam segala hal.10 tahun sudah masa reformasi telah kita alami akan tetapi perubahan yang terjadi tidak begitu signifikan. Manusia tanpa jiwa mungkin memang pantas diutarakan kepada pihak yang berbuat kecurangan itu karena pada dasarnya atau awalnya mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah melanggar aturan (senggol kanan kiri,dorong depan belakang sudah menjadi kebiasaan, ingin meraih kekuasaan tanpa susah payah, bahkan dengan menghalalkan segala cara hanya demi sebuah kekuasaan. tanpa memperhatikan lagi norma-norma).
    Sebenar ada apa dengan dunia pendidikan kita?, sehingga terjadi yang telah dipaparkan pada wacana tersebut. Apakah, hal tersebut terjadi salah satunya karena lembaga pendidikan hanya memperhatikan “mengajar (transfer Ilmu pengetahuan saja)” atau melihat hasil lulus UAN tanpa ditanamkan “cara/proses” ke peserta didik bagaimana cara belajar yang baik dan benar serta menanamkan sikap-sikap budi pekerti, kejujuran, hormat – menghormati, saling menghargai sehingga memperoleh belajar bermakna, maka untuk itu kita sebagai seorang pendidik di masa depan tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pendidik untuk para peserta didik kita kelak sehingga mereka menjadi potensi-potensi yang memiliki intelektual juga memiliki aklakul karimah, sehingga peserta didik dapat membentengi imannya dan dapat mempertanggung jawabkan intelektualnya, amin

  80. Manusia tanpa jiwa sebenarnya mereka punya jiwa tapi karena suatu alasan dan ego pribadi, mereka tidak menghiraukannya”ada jiwa tapi seperti tidak ada jiwa” demi mencapai apa yang mereka inginkan alhasil segala cara dihalalkan walaupun dalam hati kecil mereka berkata “ini tidak benar” tapi suara hati mereka tidak didengarkan demi kenikmatan duniawi semata.

    Disinilah muncul tanda Tanya besar dikepala kita “ apakah ada yang salah dalam system pendidikan di Indonesia???”. Jika dilihat dari perencanaan , pelaksanaan , dan evaluasi pendidikan berharap untuk kebaikan tapi kenyataannya dalam aplikasinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kemungkinan pada masa lalu masalah guru yang melakukan tindak kekerasan, menjual soal beserta kunci jawabannya demi keuntungan pribadi, pelecehan seksual, penekanan dari oknum tertentu yang berkuasa sehingga guru tidak bebas dan kreatif. Selain masalah guru, kita lihat masalah yang muncul dikalangan siswa yaitu tawuran, senioritas yang menganiaya junior, pergaulan bebas. Masalah tersebut tidak terlalu tersorot tapi sekarang ini menjadi sorotan masyarakat dengan seringnya pemberitaan masalah tersebut di televisi, internet, media cetak, dll.

    Mulailah bangun kesadaran dari diri kita masing-masing dengan hal-hal yang kecil dan mulai saat ini juga untuk memperbaiki system pendidikan “memanusiakan manusia”, Yang mencerdaskan kehidupan bangsa, IPTEK, dan berakhlak mulia. Materi pembelajaran bukan sekedar informasi tetapi budaya yang hidup dan tradisi etika. Proses pembelajaran akan mengikuti paradigma baru. Kita semua harus ingat dan memahami Empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be. Dari empat pilar pendidikan,ketiga yang laian mendukung terlaksananya pembelajaran nilai kehidupan kebersamaan (learning to live together). learning to know merupakan instrument pemahaman akan diri sendiri dan orang lain, serta wawasan untuk dapat belajar hudup kebersamaan. learning to do memungkinkan pembelajar untuk mengaplikasikan pemahamannya dan bertindak secara kreatif terhadap lingkungan sehingga tercapai kehidupan kebersamaan yang damai. learning to be menggarisbawahi dimensi penting dalam pemgembangan hubungan sosial manusia yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kebersamaan. Selain itu kita harus berpikir positif, berusaha dan berdoa.

    “Bagaimana caranya kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas dalam dada serta dapat membuka pintu hati?”. Ilmu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih. Artinya,ilmu itu tidak akan dapat menerangi hati yang keruh.Bila mendapati air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas untuk menjernihkannya. Demikianpun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi tawas sehingga ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap membawa manfaatnya.

    Mudah-mudahan kita semua dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih ber-taqarrub kepada-Nya.

  81. Assalamu’alaikum wr.wb……………

    kalau menurut pribadi saya, memang benar adanya fenomena yang terjadi yang dituliskan oleh bapak, dan kita tidak dapat menyalahkan semua kejadian itu pada orang lain. Cobalah kita bercermin melihat kepribadian kita sendiri!!! Apakah sudah menjadi manusia yang benar ataukah masih menjadi manusia yang memiliki sifat binatang….
    Dan sekaranglah kita berfikir untuk berevolusi menjadi lebih baik, karena Allah SWT tidak akan merubah kita kecuali kita berubah sendiri…
    Terimakasih, dan itulah menurut pendapat dan kritikan saya….

    Wassalam

  82. artikel manusia tanpa jiwa…sering saya baca artikel sejenis ini…namun dikeseharian banyak saya temukan orang – orang yang hanya meng-amini karena itu memang sudah hukum alam…bahkan ada yang bilang “yach emang sudah zamannya kali…”…lalu siapa kah yang akan bisa merubah semua kegalauan dan keresahan ini…karena saya yakin dalam hati semua masih ingin ada kejujuran, ketulusan agar tercipta kedamaian sejati….

    “mungkin saya bukan orang yang tepat bicara karena tidak ada kekuatan yang mendasari ucapan saya…”tapi coba renungkan dari hal yang kita anggap biasa….”ayah pasti memarahi putra atau putrinya usia remaja jika ketahuan merokok tapi tidakkah ayah dan ibu sadar jika anak-anak mereka juga mencontoh dari apa yang mereka dengar dari apa yang mereka lihat…”banyak para guru yang masih merokok dilingkungan sekolah dan dirumah para orang tua sering tidak sadar mencontohkan kepada mereka kebiasaan buruk….”dan parahnya sianak akan berfikir jika itu sudah biasa dilakukan maka yach!!!…itu sich sudah suatu hal yang biasa (benar)…bagaimanakah kita sebagai penerus generasi akan membentuk generasi selanjutnya itu yang akan jadi pertanyaan???…mampukah kita mempersiapkan diri kita untuk mengatasi itu bukan sekedar melempar wacana, argumen, ide tapi juga mampu melaksanakannya untuk diri kita sendiri khususnya dan untuk se indonesia raya umumnya…

  83. Pasca Reformasi tahun 1998, memang ada perubahan fundamental dalam sistem pendidikan nasional. Perubahan sistem pendidikan tersebut mengikuti perubahan sistem pemerintah yang sentralistik menuju desentralistik atau yang lebih dikenal dengan otonomi pendidikan dan kebijakan otonomi nasional itu mempengaruhi sistem pendidikan kita. Sistem pendidikan kita pun menyesuaikan dengan model otonomi. Kebijakan otonomi di bidang pendidikan (otonomi pendidikan) kemudian banyak membawa harapan akan perbaikan sistem pendidikan kita. Kebijakan tersebut masih sangat baru, maka sudah barang tertentu banyak kendala yang masih belum terselesaikan.
    Otonomi yang didasarkan pada UU No. 22 tahun 1999, yaitu memutuskan suatu keputusan dan atau kebijakan secara mandiri. Otonomi sangat erat kaitanya dengan desentralisasi. Dengan dasar ini, maka otonomi yang ideal dapat tumbuh dalam suasana bebas, demokratis, rasional dan sudah barang tentu dalam kalangan insan-insan yang “berkualitas”. Oleh karena itu, rekonstruksi dan reformasi dalam Sistem Pendidikan Nasional dan Regional, telah dirumuskan misi pendidikan nasional kita, yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, berketerampilan serta menguasai iptek dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
    menurut beberapa pakar dan praktisi pendidikan, reformasi pendidikan kurang menggambarkan rumusan-rumusan permasalahan dan prioritas pendidikan yang akan dicapai. Akibatnya, muncul berbagai masalah dalam dunia pendidikan kita yang belum teratasi. Permasalahan tersebut antara lain kinerja yang tidak pas dengan tujuan umum pendidikan nasional, produk pendidikan yang belum siap pakai, atau tidak sesuai dengan ketersediaan lapangan kerja, ranking pendidikan kita di mata dunia yang setara dengan negara-negara miskin atau baru merdeka. Dengan negara jiran Malaysia saja, kita sudah jauh ketinggalan. Dengan kata lain, dalam menyongsong berbagai kecenderungan yang aktual tidak ada alternatif lain selain perlu penataan kembali terhadap dunia pendidikan mulai dari filsafat dan tujuan pendidikan, manajemen pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan substansi pengajaran secara nasional, regional dan lokal.
    Dengan demikian maka mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, bertanggung jawab, berketerampilan serta mampu mengembangkan kualitas manusia Indonesia, bukan menjadi manusia tanpa jiwa.
    TERIMA KASIH

  84. manusia tanpa jiwa di 10 tahun reformasi yang lalu bagi saya adalah bentuk ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah, namun yang patut di sesali adalah tindakan anarkis yang dianggap dapat bisa menyelesaikan masalah.
    Dan bangsa kita terbuai dengan “Bermanja – manja ria ” akibatnya disaat bangsa kita terpuruk,disaat itu pula rakyat menjadi frustasi dan jatuh,sehingga timbul tindakan – tindakan yang bisa disebut manusia tanpa jiwa..
    Hemat saya disaat itu kita terlena akan sebuah kemakmuran,tanpa memikirkan dan mengembangkan apa arti “perjuangan”.
    Bangsa Indonesia lahir dari perjuangan!
    dan kita sudah lupa hal itu.

  85. Manusia tanpa Jiwa ?
    Kata ini memang hanya sebuah kiasan yang menggambarkan manusia-manusia yang tak bermoral.
    Saya ingin curhat sedikit, saya mempunyai kisah yang cukup menyedihkan dimana ketika terjadinya awal reformasi tahun 1998, saya baru 3 bulan melahirkan anak pertama saya. Sementara kantor tempat suami saya bekerja di bakar massa. Disamping ASI saya memberikan susu tambahan yang ketika itu sangat sulit dicari, dan kalaupun ada harganya menjulang tinggi, kami sekeluarga sangat sedih atas pristiwa yang terjadi. Namun harapan saya meskipun masih banyak manusia yang tak berjiwa, banyak kiranya para guru yang masih mepunyai hati nurani.

  86. ass…….
    menurut hemat saya apabila manusia tidak memiliki jiwa maka dapat di bayangkan apa yang akan ter jadi di dunia ini maka kita sebagai pendidik di tuntut agar mampu membentuk generasi yang moderen dan berwawasan luas sehingga terbentuk pribadi manusia yang berjiwa mulia dan dapat menghilang kan krisis jiwa yang melanda generasi muda saat ini

  87. Manusia tanpa jiwa…
    Manusia tanpa jiwa adalah manusia yang tidak memiliki hati, bertindak sesuatu tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Saya sebagai calon guru akan berusaha menjadi seorang guru yang memiliki jiwa dan mampu mencerdaskan siswa.
    Dalam sistem pendidikan di Indonesia, dengan meningkatkan nilai standar kelulusan yang sekarang ini ditetapkan pemerintah cenderung menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, tapi di sisi lain masih banyak siswa yang merasa keberatan, apalagi siswa yang memiliki kemampuan terbatas. Akibatnya, masih ada siswa yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena terganjal satu nilai mata pelajaran yang tidak lulus ujian nasional, bahkan sampai-sampai ada siswa yang bunuh diri…lalu dimana hati nurani pemerintah melihat generasi penerus bangsa seperti itu? Saya berharap, pada PEMILU 2009 nanti dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki jiwa sehingga mampu memimpin negara ini dengan baik dan membawa perbaikan moral bagi bangsa dan negara ini…Amin.

  88. Tela’ah dan pengamatan penulis dalam artikel “Manusia Tanpa Jiwa” sungguh tepat menggambarkan kondisi mentalitas dan budaya “Orang Indonesia” (mungkin tidak semuanya) pra dan pasca reformasi.

    Memang kecenderungan “Orang Indonesia” menginginkan hasil instant dan seketika sangat mengemuka, dimana semua orang ingin segala sesuatunya selesai/berhasil dalam waktu singkat tanpa melalui tahapan-tahapan proses yang seharusnya mesti dilalui. Bahkan kadang langkah-langkah tidak terpuji dilakukan demi tercapainya tujuan secara instant, inilah yang menimbulkan adanya budaya KKN yg tumbuh di sekitar kita.

    Bahkan di era reformasi, yg sudah berumur 10 tahun ini, ternyata belum berhasil juga memupus mentalitas dan budaya KKN “Orang Indonesia” yang sagat tidak positif dan kurang baik. Bahkan, di era reformasi ini malah timbul masalah-masalah baru, dimana akibat terbukanya kran kebebasan demokrasi yang salah diartikan oleh publik menyebabkan “Anarkisme dan Hilangnya Etika”, “Konsep Musyawarah” dalam setiap penyelesaian persoalan yg ada.

    Tiap hari kita dijejali berita-berita dari Koran, Majalah dan Televisi, Demonstrasi yg rusuh, Potret rapat anggota dewan yang bercampur baku hantam, bentrok tawuran antar warga, tawuran pelajar (sunnguh ironi, mahasiswa dan pelajar, yg mustinya lebih mengedepankan intelektualitas dalam menyelesaikan persoalan, ternyata juga lebih memilih cara-cara anarkis dan tidak ber-martabat).

    Gambaran tersebut diatas, sungguh sesuai dengan tela’ah dan pengamatan penulis. Menjadi renungan kita bersama, apakah “Bangsa Indonesia” akan selamanya melanggengkan budaya KKN dan Anarkisme ?

    Menurut pendapat saya, perlu adanya “Reformasi Budaya dan Sosial” yang dimulai dari level pendidikan paling dasar sampai level tertinggi. Dimana otoritas pendidikan negara kita memasukkan dalam kurikulum mata pelajaran :

    1.Etika dan tenggang rasa
    2.Patriotisme dan Disiplin
    3. Konsep Musyawarah Mufakat
    4. Konsep Gotong Royong

    Sebenarnya, dulu toch kita dari SD sampai Universitas juga telah mendapatkan muatan pelajaran tersebut yg terangkum dalam Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

    Ada baiknya konsep ini di revitalisasi kembali, tanpa harus bentrok dengan konsep pendidikan moral agama (menyerahkan pendidikan moral kembali pd otoritas agama, dgn kata lain, negara tdk “terlibat langsung” dalam upaya perbaikan dan pendidikan moral warga negara).

    Menurut hemat saya, tidak semua policy Orba (Orde Baru) itu buruk. Era reformasi yg kebablasan ini timbul akibat “resistensi” yg berlebihan terhadap produk-produk policy pemerintahan Orba.

    Demikian opini saya, barangkali ada yg bermanfaat. Serta saya tak lupa mohon maaf jika ada salah kata.

    Anneke Novi Mayasri (A4A)

  89. assalamualaikum
    ehmmm.. menarik dngn yang bapak sampaikan,manusia tanpa jiwa,entah apakah kata ini yang tepat untuk mewakili kondisi manusia saat ini.
    Tapi marilah, kita berpikir lebih jernih,terlepas dari semua permasalahany yang ada,apa hikmah yang ada?
    tengok sejarah Rosululloh sejak pertama kali di utus,kondisi lingkungan,kemasyarakatan lebih berantakan daripada sekarang,namun dari tatanan seperti inilah,Rosulullohh letakkan pondasi dakwah pertama kali
    apa yang terjadi,23 thun mampu merubah itu semua,ke arah lebih baik
    maka,sudah bukan tugas kita untuk menyalahkan lagi,karena sudah terlalu banyak yang mencibir,tugas kita adalah melakukan perbaikan,agar kondisi ini dapat berubah,karena sikap menyalahkan takkan mampu merubah apa-apa.
    Melihat pada pola perbaikan yang Rosululloh ajarkan,bahwa titik awal perubahan itu ada pada pola pendidikn,hal ini di tegaskan dengan wahyu pertama berbunyi “iqro” yang artinya bacalah
    melihat hal di atas,adalah sebuah keharusan bahwa perubahan itu bermula pada pola pendidikan,bagaimana melahirkan pendidik yang handal(kesejahteraan,keterjaminan hidup,dll sang pendidik adalah sebagian cara untuk membentuk pendidik yang handal),sisitim pendidikan hingga peserta didik itu,hingga tidak ada lagi kata2 MANUSIA TANPA JIWA kepada generasi indonesia
    kita harap n kita nantikan saja.karena… HARAPAN ITU MASIH ADA!!!

  90. MULAILAH DARI SEKARANG DAN DARI DIRI SENDIRI………..UNTUK MEMUSNAHKAN MANUSIA TANPA JIWA

    Sungguh ironis sekali fenomena yang terjadi sekarang ini segala sesuatu diukur dengan NILAI dan MATERI mungkin prilaku-prilaku masyarakat Indonesia sekarang sudah dipengaruhi oleh sikap Hedonisme. Dimana paham yang berpandangan dan menganggap bahwa hidup adalah kesenangan dan kenikmatan materi.
    Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. Di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,”Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati.” Yang hal ini mengarahkan pada paham materialisme, suatu pandangan hidup yang memberi tempat sangat tinggi pada kenikmatan lahiriyah dan segala sesuatu diukur dengan materi.
    Harus diakui bahwa selama ini sistem pendidikan kita, khususnya pendidikan agama, hanya berputar-putar pada aspek kognitif. Akhlak atau moralitas hanya diajarkan sebagai sebuah wacana dan teori tanpa banyak menyentuh aspek afektif dan psikomotor. Bahkan tak jarang pendidikan kita minus keteladanan. Proses pendidikan yang demikian biasanya hanya membuat anak didik cerdas otaknya (IQ), tatapi tidak cerdas hatinya (EQ dan SQ). Artinya moralitas hanya dipahami sebagai pengetahuan tetapi tidak pada kesadaran hidup.
    Maka dari itu kita harus memulai dari diri kita sendiri apalagi sebagai seorang guru bertanggung jawab membimbing para murid kearah yang lebih baik. Dan keberhasilan seorang murid bukan terletak pada NILAI tetapi harus melihat PROSES karena bagi saya PROSES dan Akhlak yang baik yang bisa mewakili keberhasilan seseorang. Karena berorientasi nilailah orang menghalalkan segala cara untuk meraih nilai yang baik dengan cara apapun, salah satunya yang sederhana ”menyontek”. Pemerintah dengan sistem pendidikannya yakni dengan mengelurkan standar Nilai Ujian Nasional untuk tiga mata pelajaran yang ditetapkan sebagai standar kelulusan seseorang murid tanpa melihat proses belajar selama tiga tahun lamanya dan tanpa melihat kualitas SDM, Sarana dan Prasarana di setiap sekolah tentunya berbeda sehingga kebijakan itu perlu ditinjau kembali. Boleh saja pemerintah menstandarkan kelulusan tetapi seharusnya kelulusan seseorang ditentukan juga oleh masing-masing satuan pendidikan karena satuan pendidikanlah yang melihat proses kegiatan belajar peserta didik selama tiga tahun.
    Mengenai persaingan dunia kerja yang sekarang ini siapa Punya UANG dan Orang dalam dialah yang menang. Saya sebagai guru di SMK dipedalaman mencoba untuk mengembangkan jiwa wirausaha kepada anak didik saya dengan tujuan peserta didik saya tidak berorientasi untuk menjadi pegawai pemerintah guna mendapatkan materi. Dengan jalan berwirausaha dapat menjadi ladang untuk mencari nafkah dengan cara yang baik walaupun memang tidak semudah membalikkan tangan mencapai kesuksesan, perlu berakit-rakit dahulu baru bersenang-senagn kemudian. Hal yang saya lakukan mereka di didik membuka usaha pengisian pulsa elektrik (Counter) dengan modal awal 50.000,- kalau yang sudah memiliki uang, tetapi ada juga yang diberi pinjaman terlebih dahulu oleh saya sebesar 50.000 bahkan mereka meminjam HP karena mayoritas peserta didik saya menengah kebawah dan masih banyak dari mereka yang belum memiliki HP , tujuan saya membuka usaha ini bagaimana anak-anak dapat memanfaatkan HP yang mereka miliki untuk hal-hal yang positif. Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik bahkan ada yang sudah mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Cita-cita sederhana saya bagaimana mereka tidak berorientasi kepada hasil tetapi proses dengan pemaknaan proses terhadap sesuatu (berusaha) mereka dapat lebih menghargai orang tua, menghargai waktu dan konsep berjuang untuk terus tetap tangguh, sabar dan berani gagal. Langkah ini saya lakukan untuk aplikasi antara teori dan praktek walaupun belum maksimal tetapi saya merasa terharu bila mendengar keberhasilan mereka ada yang mengatakan ” Bu waktu dulu saya belum pernah merasakan bagaimana orang tua saya bekerja, saya hanya bisa meminta uang tanpa mengerti bagaimana mereka mendapatkan uang, ternyata bu bekerja/berusaha itu penuh pengorbanan, sekarang…. minimal saya sudah punya uang jajan dari usaha saya sendiri dan saya punya keinginan saya harus membahagiakan orangtua saya dengan belajar yang lebih giat lagi”
    Ada juga yang bilang ” bu saidah saya tidak menyangka uang Rp. 50.000 dapat berputar selama 1 bulan sampai Rp. 3.000.000 rupiah.
    Inlah langkah sederhana yang sekarang saya lakukan untuk memusnahkan manusia tanpa jiwa mudah-mudahan mendapat keberkahan dari ALLAH yang maha KAYA dan segala-segalanya. Amin.

  91. saya belum menjadi guru yang modern………
    Perjalanan saya menjadi guru semenjak lulus Aliyah tahun 1999. Ayah memilihkan sekolah untuk saya yakni sekolah berbasis pesantren, sekolah saya namanya KULLIYATUL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYAH” dalam bahasa Indonesianya bisa dikatakan sekolah/tempat untuk mencetak guru-guru yang islami, dari sanalah saya telah diajarkan banyak ilmu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, saya ingat materi dalam buku tarbiyah dan sekaligus pesan pa kyia bahwa ATTHORIQOTU AHAMMU MINAL MAADDAH yang artinya cara/metode mengajar itu lebih penting dari meteri. Begitu penting metode dalam menyampaikan materi kepada murid-murid sehingga menuntut seorang guru berkreasi dengan segala kemampuannya mengkemas bahan ajar dengan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
    Dalam hal penyampaian materi saya merasa belum sepenuhnya mempersiapkan metode apa yang tepat untuk diberikan kepada murid-murid saya. Apalagi saya mengajar disekolah yang sarana prasarananya belum memadai. Selama ini saya masih memakai metode lama dan kalaupun ada metode baru masih bersifat mencoba-coba karena keterbatasan kreativitas. Namun saya terus mengembangkan potensi yang ada dalam diri saya dengan cara sharing dengan teman-teman yang mengajar ditepat lain, mengikuti training motivasi untuk guru, mengikuti pelatihan singkat menjadi guru yang kreatif bahkan mengikuti program AKTA 4 di UIN hal tersebut saya lakukan untuk tetap bersemangat mempersembahkan yang terbaik dalam menyampaikan materi kepada murid-murid saya dengan menggunakan metode-metode/dan media ajar yang baik dan bervariasi sehingga bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi membimbing mereka menumbuhkan sikap kreatif dalam segala hal tentunya yang positif dan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

  92. Memang sejak diberlakukannya kebijakan Ujian Nasional sebagai satu-satunya syarat kelulusan ada beberapa oknum unsur-unsur sekolah (seperti guru dan kepala sekolah) berlaku tidak jujur. Hal ini karena guru dan kepala sekolah tentu mengetahui kemampuan siswanya yang cenderung malas atau memang memiliki IQ yang pas-pasan bahkan kurang. Namun, tentunya sekolah ingin menjaga nama baik sekolah sehingga tetap melulusakan siswanya meskipun dengan cara yang curang. Saya pribadi tidak setuju dengan tindakan melindungi siswa dengan cara seperti di atas karena selain mengajarkan berdusta, kelak siswa akan semakin malas belajar karena tahu akan diluluskan meskipun tanpa belajar. Justru, maksud pemerintah mengadakan Ujian Nasional agar siswa lebih giat belajar untuk mendapatkan hasil yang terbaik dengan otak yang berisi pengetahuan yang mumpuni untuk masa depannya. Namun tidak semua sekolah betindak curang. Di sekolah adik saya di Pesantren Al-Hikmah Benda Jawa Tengah tahun lalu ada teman adik saya yang lulus Ujian Nasional namun tidak lulus Ujian Sekolah maka siswa tersebut dinyatakan : TIDAK LULUS. Pasti sekiolah tersebut memiliki keinginan untuk mempertahankan mutu pendidikan bukan sekedar mutu banyaknya siswa yang lulus atau bahkan lulus 100%. Bahkan pendidikan di Indonesia era tahun 70-an dinilai bagus sehingga banyak pelajar yang datang dari luar negeri untuk menimba ilmu di negeri kita yang terkenal sebagai Jamrud Katulistiwa ini. Pada saat itu lulus sekolah sangat sulit terjadi dan tidak lulus menjadi hal yang biasa. Tentunya sebagai manusia yang memiliki jiwa kita harus berusaha untuk jujur dan mengajarkan itu kepada peserta didik karena amal kita di dunia terlihat jelas di mata Allah SWT. Mari kita jujur dan mari kita bangkitkan semangat siswa untuk rajin belajar supaya pendidikan di Indonesia kembali berkualitas.

  93. Manusia tanpa jiwa???

    Aduh……. serem yah, kalau semua manusia ngak punya jiwa. Menurut saya, sebagian besar lembaga pendidikan yang ada pada saat ini kurang mementingkan pendidikan moral dan agama bagi anak didiknya, mereka lebih mementingkan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan teknologi yang terus berkembang.
    Moral merupakan unsur yang sangat penting dalam ajaran agama. Kejujuran, kebenaran, keadilan dan pengabdian merupakan sifat2 yang penting dalam agama.
    Mencapai akhlak mulia harus menjadi tujuan utama dari proses pendidikan dan menjadikan moral agama sebagai jiwa dari semua yang dicapai melalui pendidikan, tetapi bukan berarti ilmu pengetahuan dan keterampilan2 praktis lainnya menjadi tidak penting, harus ada keseimbanggan diantara keduanya. mudah-mudahan sistem pendidikan kita kedepannya dapat menghasilkan orang2 yang berpengetahuan agama dan berjiwa agama. Dan menjadikan anak bangsa memiliki moral dan akhlak yang baik, tidak selalu mengutamakan kepentingan pribadinya saja. Untuk menumbuhkan pribadi yang bermoral , maka perlu adanya keteladan dari guru, orang tua dan masyarakat.

  94. Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih suci dan tak bernoda. Tergantung orang tuanya mau mengarahkan dia menjadi jahudi, nasrani atau majusi.Pendidikan pertama dalam rumah, orang tuanya salah satu power yang berperanan penting. Orang tua sekarang ini yang membiasakan anak sekedar untuk tau mengaji tanpa paham apa yang terkandung dalam bacaan, memprioritaskan pelajaran eksak daripada budi pekerti dan akhlak. Mereka bangga anaknya pintar dalam bidang umum dari bid agama.Kerjasama antar guru dan orang tua harus solid sehingga keselarasan dalam mendidik dan mengajarkan akhlak yang baik. Sekolah harus punya committe untuk memberi pengajaran pada siswa mereka. Setiap bid studi harus memasukkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebangsaan. Bila nilai2 agama disanjung tinggi dan dilombakan kalau perlu, tentunya tiap anak akan berlomba menjadi the best dilingkungannya. Didik lah anak kita dari mulai dini, terapkan nilai kesetiakawanan dan kebaikan padanya hingga jiwanya terisi dengan jiwa yang penuh rasa tolong, adil pada orang lain.emang gampang kalau hanya diucapkan. Oki ayo teman-teman mulai kita bergerak dari diri sendiri dan sekarang….GO!

  95. Manusia tanpa jiwa?? mungkin …. yang belum mampu memiliki ketenangan jiwa atau kesehatan rohaniah yang mengalami tekanan dan ada juga yang tersesat jalan. kesehatan fisik tanpa kesehatan jiwa dan lingkungan yang mendukung tidak akan dapat menghasilkan yang mumpuni dan berkualitas. krisis ekonomi yang sampai saat ini belum mereda dampak ini berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial dan budaya pada masyarakat. Bila seseorang mengambil penyelesaian masalah dengan penyadaran diri, berfikir kritis, cara berfikir kreatif, cara komunikasi, cara menghadapi stress, mengambil keputusan ini akan menyebabkan seseorang menjadi lebih matang dan lebih pandai menghadapi tantangan dalam kehidupan.

  96. Manusia Tanpa Jiwa???
    setelah sy baca wacana diatas, saya berfikiran mengapa manusia bisa sampai melakukan hal-hal yang diluar batas kemanusiaan seperti itu..
    padahal kita semua tahu waktu kita dilahirkan kita semua dalam kondisi suci, tidak ada noda sedikit pun,, mengapa ada bbrapa manusia yang rela menodainya dengan hal-hal yang tidak manusiawi, menurut saya,, (kenapa orang-orang ingin cepat kaya tanpa susah-susah melaui proses yang semestinya, kenapa orang menginginkan semuanya serba instant, tidak mau “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”).
    menurut saya untuk mengurangi hal2 negatif seperti itu dibutuhkan kesadaran dari masing2 pihak, mereka harus mengerti bahwa hal2 yg mereka perbuat tersebut salah/bener2 memang salah….
    mereka butuh contoh yg baik…
    mereka butuh pemimpin yang JUJUR…
    mereka butuh pencerahan jiwa… khususnya dalam agama mereka..
    apakah yg mereka lakukan benaar/salah.. agar mereka tidak menjadikan semua itu budaya untuk kedepan,, agar penerus yg saat ini masih belia tidak akan mengikuti jejak mereka agar negara ini bisa lebih maju,, dengan kelakuan2 yg baik dan benar!!!

  97. Setelah membaca artikel dari Bapak, saya merasa sangat prihatin dengan kondisi bangsa kita selama beberapa dekade belakangan ini. Tentu saja kita tidak boleh membiarkan situasi dan kondisi seperti ini terjadi secara terus menerus. Sebagai seorang guru saya semakin merasa terbebani sekaligus bertanggung jawab atas kebobrokkan moral yang terjadi pada bangsa ini, memang benar bahwa mereka-mereka adalah manusia-manusia yang disebut tanpa jiwa itu pastilah pernah mengenyam bangku sekolah (pendidikan) yang didalamnya diajarkan tentang budi pekerti, moral, dan tingkah laku yang baik. Jika ditanya mengapa prilaku anak bangsa ini justru sebaliknya (tidak baik), maka menurut saya adalah karena sekarang ini keberhasilan pendidikan diukur melalui nilai verbal dan ijazah tanpa mau tahu proses material munculnya nilai tersebut. Maka, yang terjadi adalah pendidikan hanya menjadi wahana transfer of knowledge. Selama ini sekolah hanya menerjemahkan pendidikan sebagai transfer of knowledge yang dimiliki guru kepada murid. Model pendidikan yang demikian hanya membebani murid dengan hafalan-hafalan teori dan rumus, sekedar hanya untuk menjawab soal-soal ujian, tetapi seringkali tidak sanggup untuk menerjemahkannya kedalam realitas sosial. Tingkat kesulitan soal ujian nasional (UN) yang tinggi membuat guru terpaksa melakukan kecurangan dengan membantu siswanya menyelesaikan soal. Hal itu dilakukan semata-mata karena panggilan hati nurani guru yang ingin muridnya sukses. Padahal Profesi pendidik itu bermartabat agung karena mereka senantiasa menjaga dan mengembangkan intelektualitas transformatifnya. Mereka seharusnya tidak membiarkan kecurangan, kekerasan, dan praktik-praktik tak manusiawi lainnya karena tindakan-tindakan itu melecehkan etika profesi mereka. Jikalau guru memegang teguh komitmennya sebagai guru, apapun hasil UN itu bukan urusan mereka. Urusan mereka adalah memberi yang terbaik kepada siswanya. Memberi yang terbaik adalah memberi keteladanan, terutama kejujuran. Langkah awal yang mungkin bisa dilakukan adalah mengintegrasikan problem-problem eksistensial kemanusiaan sekaligus kemasyarakatan ke dalam pendidikan. Pendidikan, dengan demikian, berisi tingkah laku pemahaman, jadi bukan hanya sekedar pengalihan-pengalihan informasi yang sifatnya hanya materi/teori. Penerapan pendidikan hadapi masalah berimplikasi pada pergeseran konsep mengajar yang tidak hanya dipahami sebagai pemindahan ilmu pengetahuan dengan bentuk hafalan (verbalisme), melainkan mendorong siswa agar belajar untuk belajar (learn to learn). Mengajar adalah tindakan kreatif dan kritis bukan hanya mekanisme belaka, sehingga pendidikan bisa menjadi demokratis dan transformatif. Perubahan itu akan terjadi apabila guru-guru memiliki keyakinan yang teguh atau memilki komitmen yang kuat bahwa negeri ini menjadi adil dan makmur seperti yang diamanatkan UUD 1945 jika guru-guru bersikap jujur dalam kondisi apapun. Jika siswa tidak lulus karena komitmen kejujuran maka hal itu menjadi pembelajaran bagi siswa dan guru. Jika siswa tidak lulus maka siswa mengevaluasi diri untuk memperbaiki cara belajar. Bagi guru, hal itu menjadi masukan untuk memperbaiki cara mengajar dan memperbaiki sikap terhadap siswa. Dan, hal itu menjadi masukan bagi kebijakan pemerintah. Bangsa ini akan menjadi celaka apabila dihuni masyarakat yang tidak jujur. Kejujuran memang pahit, tetapi tanpa kejujuran apapun rumus yang dipakai jika data yang dimasukkan salah, hasilnya pasti salah. Rerata nasional pasti salah, jika hasil yang diratakan ternyata hasil dari kecurangan. Jika negeri ini ingin keluar dari multi krisis, tidak ada alasan lain selain kita harus membangun dengan komitmen kejujuran dalam kondisi apapun.

  98. Tanpa kita sadari kejadian seperti diatas telah banyak masuk ditengah-tengah kehidupan kita, manusia memang memiliki sebuah “jiwa” akan tetapi “jiwa” yang digunakan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari hanyalah jiwa yang tanpa didasari oleh nilai-nilai Ilahi.
    Perlu kita ketahui secara fundamental, orang yang memiliki prinsip dan kepribadian sejalan dengan nilai-nilai fitrahnya manusia, kejadian seperti diatas akan mampu untuk diminimalisir bahkan dihilangkan (apabila kesadaran yang telah dimiliki sama pada semua orang), walaupun kita hidup berada pada “lingkaran setan” bukan berarti kita menyalahkan lingkungan tapi perubahan dilakukan oleh diri sendiri terlebih dahulu…….

    Sebuah doa yang ditujukan kepada saudara-saudaraku yang dahaga akan pemenuhan jiwa:
    Ya Allah muliakanlah saudara-saudaraku
    Berkahi setiap usahanya
    Limpahkan rezekinya
    Sempurnakan imannya

    Serta panjangkan usianya untuk sibuk beribadah kepadaMu

    Jadikan ia tetangga Rasulullah di surga kelak
    Satukan hati kami karena cinta pada kelak
    Tiada kebahagiaan di hari ini kecuali Engkau maafkan dosa-dosa kami
    Dan kamipun telah memaafkan semua orang yang pernah menzalimi kami….

  99. Sepertinya banyak yang kebablasan saat ini, saya tidak akan menyalahkan siapapun atau lembaga apapun dalam hal ini. Namun saya yakin, itu semua masih dapat dikembalikan kekondisi yang baik.
    Sebagai manusia yang masih memiliki jiwa dan rasa kepedulian yang tinggi, marilah kita sama-sama merubah kondisi yang semberaut ini kearah yang lebih baik dan kondusif, jangan hanya bergantung pada pemerintah atau apapun, lakukanlah yang terbaik dari yang bisa kita perbuat, mulailah pada diri kita sendiri, karena akan jadi apa generasi 10 tahun yang akan datang, itu tergantung dari bagaimana cara kita semua mendidik calon penerus bangsa saat ini. Mari tanamkan kembali nilai-nilai dan norma-norma yang baik kepada calon penerus bangsa, dari mulai lingkungan yang terkecil agar kembali terwujud kehidupan yang lebih baik saat ini dan dimasa depan. Untuk mengawali mari sama-sama kita tersenyum agar hidup ini lebih indah dan lepaskan terus energi positif setiap hari untuk kehidupan yang lebih baik… :)

  100. Mansia Tanpa Jiwa, Reformasi 10 Tahun

    Jika kita membaca judul tersebut. Saya agak kaget !.

    manusia tanpa jiwa? mudah2an kita semua bukanlah bagian dari sebutan tersebut. manusia adalah makluk yang diangkat Allah SWT paling tinggi derajatnya dimuka bumi, karena diberikan akal. Dalam kasus di atas, ini terjadi karena tidak mempunyai tujuan yang jelas!!!MAU JADI APA. Masa reformasi adalah masa perubahan dalam segala hal.10tahunsudah masa reformasi telah kita alami akan tetapi perubahan yang terjadi tidakbegitu signifikan.Kalimat manusia tanpa jiwa ,inilah realita yang terjadi pada saat sekarang ini di negara kita.Sebenarnya sistem yang diterapkan di negara kita sudah cukup bagus,sudah mengikuti perkembangan zaman,hanya saja orang-orang yang menjalankan sistem tersebut belum siap akan adanya perubahan. Sistem pendidikan di Indonesia memang harus mengikuti kemajuan zaman.jika kita menginginkan generasi bangsa yang memiliki jiwa, maka sistem pendidikan pun harus disesuaikan, tidak hanya mementingkan materi tapi menanamkan akhlak dan budi pekerti. misalnya saja seperti yang sudah dilakukan dalam pelaksanaan KTSP, tidak hanya nilai kuantitatif tetapi ada juga nilai kualitatif. pada laporan siswa saat ini tidak hanya berbentuk angka, tapi juga berbentuk narasi mengenai keadaan siswa. Satu hal lagi yang harus diperhatikan oleh seorang guru yaitu senantiasa menjadi guru yang percaya diri, kreatif, yakinlah bila kita sudah melaksanakan tugas kita sebagai pendidik dengan baik, maka keberhasilan peserta didik pun akan tercapai, jadi dengan demikian diharapkan tidak akan lagi terjadi kecurangan dalam pemberian nilai raport dan nilai UN. Dengan demikian pihak-pihak tsb bisa kembali menjadi manusia yang berjiwa.

  101. Biarkan lah dihidup kita merenungi
    Sebuah doa yang ditujukan kepada saudara-saudaraku yang dahaga akan pemenuhan jiwa:
    Ya Allah muliakanlah saudara-saudaraku
    Berkahi setiap usahanya
    Limpahkan rezekinya
    Sempurnakan imannya

    Serta panjangkan usianya untuk sibuk beribadah kepadaMu

    Jadikan ia tetangga Rasulullah di surga kelak
    Satukan hati kami karena cinta pada kelak
    Tiada kebahagiaan di hari ini kecuali Engkau maafkan dosa-dosa kami
    Dan kamipun telah memaafkan semua orang yang pernah menzalimi kami….( Paqih)
    Maka dengan perbanyak doa dan zikr maka kita bisa mengingat apa yang dilakuka selama 10 tahu terakhir mengngat yang baik dan merenungi yang buruk supaya tidak terulang lagi

  102. Manusia Tanpa Jiwa? Renungan 10 tahun reformasi
    Reformasi dalam pelbagai bidang, utamanya yang menyangkut perubahan tatanan hukum, politik, dan ekonomi telah menjadi wacana yang hingga saat ini terus bergulir. Di sela-sela gencarnya suara reformasi di pelbagai bidang itu sayup-sayup terdengar perlunya reformasi moral. Krisis moral bangsa dan negara yang disebabkan oleh masalah utama pendidikan itu terjadi sebagai dampak buruk dari penyelenggaraan pemerintahan pada masa Orde Baru yang sangat diwamai oleh dominannya nafsu kekuasaan, ketimbang membangun kehidupan bangsa dan negara yang bermoral. Pendidikan yang di dalamnya seharusnya sarat dengan muatan nilai-nilai moralitas dan berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, dipolitisasi sedemikian rupa hanya untuk kepentingan rezim yang berkuasa. Oleh sebab itu, maka tidak aneh jika hasil kebijakan pendidikan Orde Baru itu kini melahirkan krisis moral bangsa dan negara yang sedemikian parah dan sangat sulit dicarikan solusinya. Selain itu berkaitan juga dengan krisis profesionalisme dalam penanganan pendidikan, dan juga yang sangat berpengaruh adalah krisis keteladanan moral dari kalangan orang-orang tua generasi bangsa, para pemimpin, elite-elite politik, dan bahkan dari kalangan pendidik itu sendiri. Di samping juga adanya pengaruh lingkungan pergaulan dan keterbukaan sistem informasi yang cenderung bebas nilai. Kesemuanya itu merupakan bagian yang tidak terlepas dari bangunan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara yang tidak mempunyai visi pertanggungjawaban pendidikan, dan bahkan mengkondisionalkan terjadinya kejahatan dan pembejatan moral secara sistematis.
    Masalah-masalah moral yang serius dihadapi oleh bangsa Indonesia antara lain menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, keadilan, penyelewengan, adu domba, fitnah, menipu, mengambil hak orang lain, menjilat dan perbuatan-perbuatan maksiat lain. Ditambah lagi masalah tiga serangkai yaitu kolusi-korupsi-nepotisme. Jika saja nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai moralitas yang menunjung tinggi penghargaan serta kepedulian pada nasib sesama telah berurat berakar pada diri manusia Indonesia ketiganya tidak akan menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan secara nasional. Karena itulah, pendidikan moral untuk menginternalisaikan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran perlu mendapat perhatian lebih serius agar bangsa ini dapat terselamatkan dari krisis multidimensional berkepanjangan. Esensi Mengapa pendidikan moral perlu dikedepankan? Adanya panutan nilai, moral, dan norma dalam diri manusia dan kehidupan akan sangat menentukan totalitas diri individu atau jati diri manusia, lingkungan sosial, dan kehidupan individu. Oleh karena itu, pendidikan nilai yang mengarah pada pembentukan moral yang sesuai dengan norma-norma kebenaran menjadi sesuatu yang esensial bagi pengembangan manusia utuh dalam konteks sosialnya. Ini mengingat bahwa dunia afektif yang ada pada setiap manusia harus selalu dibina secara berkelanjutan, terarah, dan terencana sehubungan dengan sifatnya yang labil dan kontekstual.
    Pendidikan moral yang paling baik sebenarnya terdapat dalam agama, karena nilai-nilai moral yang dapat dipatuhi dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari luar, datangnya dari keyakinan beragama yang harus ditanamkan sejak kecil. Lingkungan pendidikan juga menjadi wahana yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan mental serta moral anak didik. Yang menjadi masalah adalah apabila lingkungan di masyarakat telah didominasi oleh praktik-praktik penyimpangan moral itu sendiri. Misalnya, masyarakat telah terbiasa mengeluarkan biaya pembuatan KTP, SIM, dan semacamnya lebih besar dari biaya yang seharusnya dibayar. Komentar-komentar atau penjelasan- penjelasan tokoh panutan masyarakat yang simpang siur dan menomorduakan nilai kejujuran bagaimanapun memberikan “pelajaran moral” yang tidak baik bagi masyarakat. Akibatnya, terjadi kesenjangan antara pendidikan moral yang ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan dengan praktik aktual yang terjadi di masyarakat.
    Lebih buruk lagi apabila ketiga lingkungan ini telah terkontaminasi satu sama lain. Terciptalah kondisi anomali yang menjadi muara dari segala krisis seperti yang saat ini mendera bangsa Indonesia. Bertolak dari kondisi itu seharusnya makin menggugah kesadaran kita betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak dan betapa bahayanya mengabaikan pendidikan moral. Jalan panjang yang terutama harus ditempuh adalah memberdayakan pendidikan moral secara intensif di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan moral dalam ketiga kawasan strategis ini harus diperhitungkan sebagai pilar penentu keberhasilan reformasi dalam pelbagai dimensi kehidupan. Dalam konteks ini, pendidikan moral menghendaki lahirnya generasi muda yang memiliki sejumlah bekal nilai baku yang positif sebagai landasan dan barometer kehidupan, serta lebih jauh lagi sebagai generasi penerus dan generasi reformis.
    Reformasi dalam bidang apapun harus dipandu oleh nilai-nilai moral yang menjadi tuntunan hidup bersama dalam masyarakat. Ini mengisyaratkan bahwa perubahan melalui reformasi dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, maupun bidang-bidang lain tidak akan dapat terselenggara tanpa perbaikan mental dan moral terlebih dahulu. Untuk itulah, pendidikan moral harus diperhitungkan sebagai landasan titik tolak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

  103. guru prinitif adalah: guru yang mengajar dengan cara guru sebagai pasilator atau guru menulis menjelaskan dan siswa hanya sebagai pendengar bisa juga disebut guru sbg sumber utama dalam kegiatan belajar mengajar.
    guru moderen adalah : guru yang memberi kebebasan kepada siswa untuk mencari sumber pengaajar yang lain yang dianggap siswa lebih mudah guru hanya sebagai pemberi arah dalam kegiatan belajar mengajar.

  104. Manusia tanpa jiwa adalah manusia yang tidak memiliki hati, bertindak sesuatu tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Saya sebagai calon guru akan berusaha menjadi seorang guru yang memiliki jiwa dan mampu mencerdaskan siswa.
    Moral merupakan unsur yang sangat penting dalam ajaran agama. Kejujuran, kebenaran, keadilan dan pengabdian merupakan sifat2 yang penting dalam agama.
    Mencapai akhlak mulia harus menjadi tujuan utama dari proses pendidikan dan menjadikan moral agama sebagai jiwa dari semua yang dicapai melalui pendidikan, tetapi bukan berarti ilmu pengetahuan dan keterampilan2 praktis lainnya menjadi tidak penting, harus ada keseimbanggan diantara keduanya. mudah-mudahan sistem pendidikan kita kedepannya dapat menghasilkan orang2 yang berpengetahuan agama dan berjiwa agama. Dan menjadikan anak bangsa memiliki moral dan akhlak yang baik, tidak selalu mengutamakan kepentingan pribadinya saja. Untuk menumbuhkan pribadi yang bermoral , maka perlu adanya keteladan dari guru, orang tua dan masyarakat.

  105. Manusia tanpa jiwa…..

    Manusia terdiri dari jasmani, ruh dan jiwa. Ruh terbuat dari cahaya (NUR). Fungsi ruh hanya untuk menghidupkan jasmani saja. Jiwa adalah An Nafsun/rasa dan perasaan.Jadi kalau diibaratkan mobil maka jasmani ini adalah Body daripada mobil sedangkan Ruh sebagai Accu yang sifatnya hanyalah sebagai yang menghidupkan saja dan Jiwa adalah sopir atau yang mengendalikan dari pada mobilnya dimana dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan dari pada mobil itu sendiri. Jadi disini jelaslah bahwa yang dikatakan manusia itu adalah jiwanya, dimana dialah yang bertanggung jawab atas perbuatanya. Manusia tanpa jiwa adalah manusia tanpa kendali, manusia yang tidak bertanggung jawab atas keselamatan dirinya.

  106. Tuhan…..
    Jangan jadikan aku orang yang tak sabar
    dalam jalan-Mu…..

    Jangan jadikan aku orang-orang tak sabar dalam mensyukuri kehidupan dan
    orang-orang yang ada dalam kehidupan itu sendiri

    Meski dengan Cinta / Kehidupan yang paling SEDERHANA……..

    Kita sudah memasuki masa reformasi yang sudah berjalan hampir 10 tahun lamanya. Akan tetapi yang kita alami dalam kehidupan ini ada hanya sedikit kemajuan, ada juga kemunduran. Bisa kita lihat betapa bobrok nya mental anak-anak bangsa yang sudah terhanyut oleh arus globalisasi dan westernisasi. Budaya asing yang menganut paham liberalis dan kapitalis dengan begitu mudah nya diikuti oleh masyarakat Indonesia, mulai dari tingkat kanak-kanak (TK),Remaja, dan Dewasa. Media infotainment yang sudah menjadi langganan tontonan sebagian besar masyarakat kita secara gamblang menjadi alat yang mempertontonkan aib rumah tangga dan privacy orang lain. Yang menjadi pertanyaan mengapa hal ini terjadi?Bagaimana bisa bangsa besar yang sarat dengan nilai-nilai luhur adat ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun dan keramahtamahan yang selalu diagung2kan dan dikagumi oleh bangsa lain, bisa begitu bobrok mental dan moralnya. Dimanakan serpihan jiwa yang hilang? apakah raga ini sudah ditinggalkan oleh ‘jiwa’ sebagaimana yang penulis sampaikan? Mari kita berkaca pada diri kita sendiri. Ada satu hal yang kita lupakan. Ya, betul. AGAMA!!! Selama ini kita sudah tidak mengindahkan nilai2 agama, Seolah2 agama adalah hal yang tabu.Apakah kita sudah melakukan apa yang diajarkan oleh agama kita masing2? Atau apakah kita sudah mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan kita sehari2? Jangan kita menyalahkan orang lain atas keadaan ini kalau kita sendiri ternyata belum melakukan yang terbaik dalam hidup. Jangan hanya sekedar ngomongin kejelekan orang kalau ternyata kita belum menjadi yang terbaik sebagai manusia. Jadi Permasalahan yang kita alami saat ini punya satu solusi dalam diri kita. Jika kita ingin bangsa ini berubah maka mulailah dari merubah diri kita sendiri. Karena jawaban atas permasalahan kita sudah ada dalam diri kita masing2. Kalau kita ingin MENANG dalam suatu Peperangan, Berperanglah dengan MUSUH TERBESAR dalah Hidupmu, Yaitu DIRIMU (BE YOUR SELF) RENUNGKANLAH……….

    Bahkan di era reformasi, yg sudah berumur 10 tahun ini, ternyata belum berhasil juga memupus mentalitas dan budaya KKN “Orang Indonesia” yang sagat tidak positif dan kurang baik. Bahkan, di era reformasi ini malah timbul masalah-masalah baru, dimana akibat terbukanya kran kebebasan demokrasi yang salah diartikan oleh publik menyebabkan “Anarkisme dan Hilangnya Etika”, “Konsep Musyawarah” dalam setiap penyelesaian persoalan yg ada.

    Tiap hari kita dijejali berita-berita dari Koran, Majalah dan Televisi, Demonstrasi yg rusuh, Potret rapat anggota dewan yang bercampur baku hantam, bentrok tawuran antar warga, tawuran pelajar (sunnguh ironi, mahasiswa dan pelajar, yg mustinya lebih mengedepankan intelektualitas dalam menyelesaikan persoalan, ternyata juga lebih memilih cara-cara anarkis dan tidak ber-martabat).

    Gambaran tersebut diatas, sungguh sesuai dengan tela’ah dan pengamatan penulis. Menjadi renungan kita bersama, apakah “Bangsa Indonesia” akan selamanya melanggengkan budaya KKN dan Anarkisme ? SEMOGA BERMANFAAT BUAT KITA SEMUA……

  107. Manusia tanpa jiwa…

    Semoga kita semua tidak termasuk diantaranya…Mengapa manusia bisa berprilaku seperti itu, cenderung menghalalkan segala cara guna memperoleh sesuatu dengan cara yang instant. Padahal manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah yang paling tinggi drajatnya diantara makhluk lainnya. Perlu kita ketahui, orang yang memiliki prinsip dan kepribadian sejalan dengan nilai-nilai fitrahnya manusia, kejadian seperti diatas akan mampu untuk diminimalisir bahkan dihilangkan (apabila kesadaran yang telah dimiliki sama pada semua orang), bukan berarti kita menyalahkan lingkungan tapi perubahan dilakukan oleh diri sendiri terlebih dahulu…

  108. Bismillahirrahmanirrahim.
    Setelah 32 tahun masa orde baru dan 10 tahun reformasi, terlihat banyak kelemahan yang harus dibenahi oleh bangsa ini baik dalam bidang Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Budaya, Politik sampai Militer. Dan krisis sekarang yang terjadi seharusnya bisa melahirkan sebuah kekuatan bukannya kelemahan. Kelemahan yang terjadi di bangsa ini suka atau tidak suka, sadar atau tidak disadari terletak pada:
    1. Kualitas manusia.
    seharusnya terdapat kesadaran tentang tanggung jawab masa depan yang disertai sikap tegas terhadap setiap penyimpangan yang terjadi (kesadaran yang luas dalam masyarakat untuk meningkatkan kualitasnya baik dari segi intelektual maupun moralnya.
    2. Dampak globalisasi.
    dampak glbalisasi yang terjadi saat ini seharusnya diiringi juga dengan terjadinya pola pikir secara global yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, jangan hanya bisa meniru gaya (style) seorang zidane saja tanpa diiringi adanya pola pikir, bagaimana saya bisa menjadi seperti zidane? dan berapa jam saya harus berlatih dalam sehari?
    3. Pemimpin yang bersih, berwibawa, dan komitmen terhadap rakyat.
    pemimpin yang komitmen dengan perubahan yang berkesinambungan menuju kesempurnaan dan kepemimpinan yang lahir dari sebuah lingkungan yang kondusif.
    setiap manusia pada dasarnya mempunyai jiwa atau fitrahnya masing – masing didunia ini. semua itu akan tampak berbeda hasilnya pada tiap – tiap individu pada saat individu tersebut dihadapkan pada suatu masalah/ problema yang pada akhirnya akan membentuk karakter dari individu itu sendiri. Ya ALLAH, SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBAGUSKAN PENCIPTAANKU, BAGUSKAN AKHLAKKU!
    Nabi saw. bersabda, “Ilmu bisa diperoleh lewat belajar, sifat santun bisa diperoleh lewat upaya untuk selalu santun dan sabar bisa diperoleh lewat usaha untuk sabar” ( H.R. Bukhari dalam Fath al-Bari/ 1/161). Demikian Nabi saw. meletakkan sebuah kaidah bahwa akhlak bisa diubah. Karena itu, janganlah merasa dirimu mustahil untuk berubah dan mulailah berubah mulai dari sekarang. Sesungguhnya, seorang manusia adalah unsur penting yang menentukan bagi pembinaan suatu bangsa dan upaya mempertahankan suatu negara. Dialah yang berpikir, yang merencanakan, yang melaksanakan, dan yang mengeluarkan ketetapan-ketetapan. Dia pula yang maju berperang, yang memimpin pasukan, dan membawa senjata.Sesuai dengan kaidah, ” Bangunan itu tergantung pondasinya. Kalau pondasinya baik, baik pula bangunannya”.
    Pendidikan yang dituju islam, ialah jika seorang pendidik mampu menjalankan peranannya secara maksimal dan proporsional. Seorang pendidik akan selalu berhadapan dengan lingkungannya yang memang membutuhkannya. Salah satu tugas penting pendidik ialah memindahkan tugas konsep akhlak pada perilaku kehidupan nyata.

    Wassalam :) TETAP SEMANGAT!! UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK, SEMANGAT2X!!

  109. Curriculum Design and KTSP
    Sudahkah “rahim” dunia pendidikan kita melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial?
    Di tengah-tengah keprihatinan semacam itu, Mendiknas meluncurkan Peraturan Nomor 22, 23, dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan pelaksanaannya pada awal tahun ajaran 2006/2007 lalu. Melalui ketiga Permendiknas tersebut, sekolah harus menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Satuan pendidikan ( sekolah) dapat menerapkan Permendiknas tersebut mulai tahun ajaran 2006/2007.
    Dari Pemerintah diberikan SK dan KD, gurulah yang berkewajiban untuk menjabarkannya ke dalam bentuk Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan melalui pemilihan materi dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan daya dukung (fasilitas sarana dan prasarana) dan SDM yang dimiliki oleh sekolah tersebut dan potensi daerah yang ada misalnya, sekolah berada di daerah pertanian jadikan pertanian sebagai laboratorium alam, jika sekolah berada di daerah industri jadikan industri sebagai laboratorium anak dalam belajar.
    Perlu adanya penekanan dan perhatian yang lebih serius dari tim pengembang KTSP di sekolah (guru) untuk “membumikan” unsur-unsur kearifan dan kebudayaan lokal ke dalam kurikulum. Bahasa dan Sastra Jawa, misalnya, harus menjadi muatan lokal yang “wajib” dikembangkan di sekolah, termasuk di SMA/SMK/MA. Implementasi KTSP dalam dunia persekolahan kita juga perlu diikuti dengan perubahan sistem pembelajaran yang benar-benar memberikan ruang gerak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Disinilah guru berperan sebagai curriculum and instructional designer.
    Untuk itu diperlukan guru-guru yang berkualitas salah satunya harus Strata satu (sarjana), akan lebih baik lagi jika banyak mengikuti seminar dan pelatihan (guru harus terus belajar dan belajar ….. seperti anak didiknya…. agar pertanyaan diatas terjawab) Amin….

  110. Manusia tanpa jiwa?
    Kenapa saat ini bangsa Indonesia seakan-akan tidak mempunyai jiwa?apa yang salah dengan dunia pendidikan kita?
    bangsa Indonesia sekarang banyak yang sudah tidak mempunyai etika,moral dalam melakukan sesuatu. Saat ini orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang diinginkannya, tidak peduli cara tersebut halal atau haram, tidak peduli walaupun itu mengorbankan kepentingan orang lain. Saat ini orang selalu mementingkan kepentingan sendiri ataupun kelompok. Kenapa partai politik yang seharusnya menjadi sarana aspirasimasyarakatmalah bertarung memperebutkan kekuasaan,yang walaupun sudah berkuasa belum tentu mementingkan kepentingan rakyat. Kenapa para pejabat yang seharusnya menjaga amanat rakyat malah korupsi uang negara. Satu hal yang harus kita cermati adalah…..KITA BELUM TAKUT AKAN TUHAN………apabila kita sudah merasa akan takut terhadap Tuhan, maka kita insyaallahakan selalu berbuat baik, tidak korupsi, tidak mengorbankan orang lain untuk kepentingan kita. Jadi renungan 10 tahun reformasiadalah…kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menambah keimanan dan ketaqwaan kita agar bangsa ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang

  111. ……….Manusia tanpa jiwa?
    Kenapa saat ini bangsa Indonesia seakan-akan tidak mempunyai jiwa?apa yang salah dengan dunia pendidikan kita?
    bangsa Indonesia sekarang banyak yang sudah tidak mempunyai etika,moral dalam melakukan sesuatu. Saat ini orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang diinginkannya, tidak peduli cara tersebut halal atau haram, tidak peduli walaupun itu mengorbankan kepentingan orang lain. Saat ini orang selalu mementingkan kepentingan sendiri ataupun kelompok. Kenapa partai politik yang seharusnya menjadi sarana aspirasimasyarakatmalah bertarung memperebutkan kekuasaan,yang walaupun sudah berkuasa belum tentu mementingkan kepentingan rakyat. Kenapa para pejabat yang seharusnya menjaga amanat rakyat malah korupsi uang negara. Satu hal yang harus kita cermati adalah…..KITA BELUM TAKUT AKAN TUHAN………apabila kita sudah merasa akan takut terhadap Tuhan, maka kita insyaallahakan selalu berbuat baik, tidak korupsi, tidak mengorbankan orang lain untuk kepentingan kita. Jadi renungan 10 tahun reformasiadalah…kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menambah keimanan dan ketaqwaan kita agar bangsa ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang

  112. Secara moril kita sangat kecewa dan prihatin dengan perkembangan yang diceritakan nara sumber mau dibawa kemana bangsa ini kelak kalau semua orang sudah terbentuk seperti itu.
    Kita tidak rela kalau nanti bangsa ini dikatakan bangsa yang besar tapi keropos, bangsa yang besar tapi penuh kolesterol sehingga mudah terkena serangan yang mematikan.

    Kami mengajak kepada semua elemen peserta didik mari kita perbaiki keadaan ini dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, tetangga, family, kerabat dekat, serta elemen yang lebih besar lagi untuk bersama sama membentuk perilaku yang terpuji sesuai dengan norma norma dan aturan main yang berlaku pada lingkungan masing masing. Sehingga pada saatnya nanti bangsa ini bukan saja kuat tapi kokoh dan enerjik serta menjadi bangsa besar yang atletis yang dapat menghalau segala virus virus yang ingin mendekat.

  113. Manusia Tanpa Jiwa……….

    Pendidikan sekarang ini berjalan seperti mesin turbo.Peserta didik dipacu untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Pendidikan mereka berjalan mekanis. Dan prinsipnya sangat bisnis. Sekolah diorganisasikan seperti organisasi yang target utamanya adalah efisiensi. Akibatnya, anak-anak hanya dididik untuk menjadi instrumen untuk mer aih efisiensi itu.
    Fenomena pendidikan sekarang ini merupakan imbas dari sistem pendidikan sebelum reformasi yang hanya mementingkan hasil tanpa memperhatikan prosesnya sehingga ketika reformasi berjalan maka terjadilah kebebasan yang disalah gunakan. Maka ketika terjadi kecurangan dalam Ujian Nasional adalah akibat dari penekanan yang berlebihan pada hasil, dan bukan pada proses belajar. Akibatnya hasil menjadi tujuan utama. Ketika hasil dianggap lebih penting dari proses, segala carapun dihalalkan untuk memperoleh nilai tinggi.Pemerintah sendirilah yang sebenarnya mengajarkan cara pandang seperti itu melalui ujian nasional. Disatu sisi, ujian nasional seakan-akan menjadi hakim penentu masa depan siswa tanpa mempertimbangkan riwayat belajar mereka. Dan hasil ujian nasional berdampak pada reputasi dan nama baik sekolah termasuk komponen sekolah lainnya. Masyarakat terlanjur beranggapan bahwa semakin tinggi tingkat kelulusan siswa di sebuah sekolah semakin baik sekolah tersebut.
    Maka dari itu,ini semua merupakan tugas bagi seorang guru sebagai agent of change, guru adalah pelaku perubahan. Itulah sebenarnya hakikat terdalam keberadaan seorang guru. Dengan kegiatan mengajarnya, ia membentuk identitas keguruannya. Guru yang baik membuat siswa siap terjun secara aktif dalam masyarakat sehingga mampu membangun dan menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik dari yang sekarang ini mereka alami.

  114. Manusia Tanpa Jiwa. Manusia bernyawa. Mayat, manusia tak bernyawa. Manusia bernyawa tanpa jiwa. Manusia tanpa sifat-sifat yang manusiawi. Sistim Pendidikan sekarang ini diharapkan dapat menciptakan manusia Indonesia yang berjiwa, Masyarakat Indonesia yang memiliki sifat-sifat manusiawi. Masyarakat Indonesia Baru yang memiliki sikap dan wawasan keimanan dan akhlak tinggi, kemerdekaan dan demokrasi, toleransi dan menjunjung hak asasi manusia, serta berpengertian dan berwawasan global.

  115. Asslamualaikum . . .
    Manusia tanpa jiwa? Yang bener manusia tanpa ahklaq. Orang yang berahklaq rendah walau ilmunya menjuang tinggi ke angkasa tak kan membawa kebaikan di dunia melainkan membawa dunia dalam keburukan. Karma dengan ilmunya dia manfaatkan untuk kepentingan dirinya sendiri. Alhasil terjadilah KKN yang meraja lela yang pada akhirnya terjadi kekerasan antar bangsa! Ya kaya kasus-kasus yang terjadi dikita(poso dll)!(kita?gw enggak . . .) semua itu terjadi karna terjadinya krisi akhlaq.masa iya sorang anak tega perkosa Ibunya sendiri…!itu kenapa?ya apalagi jika karna kurangnya perhatian dalam dunia pendidikan di Negara tercinta kita ini. Yang paling penting adalah fikiran kita pribadi dalam menyongsong masa depan ingin seperti apa???

  116. Memang seperti inilah potret dunia pendidikan saat ini. Dari uraian yang telah dipaparkan, saya kira semua ini bukan merupakan rekayasa ataupun kesengajaan yang terjadi untuk menghancurkan moral anak bangsa. Tidak demikian. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk penyempurnaan segala sesuatunya terutama dibidang pendidikan. Kesalahan terletak pada diri kita masing-masing yang terlalu cuek dan mementingkan ego sendiri. Perlu adanya pemahaman kepada orang tua bahwa masa depan anak didik adalah tanggung jawab kita bersama, tidak melulu harus diserahkan kepada guru. Semua persoalan yang telah terjadi mungkin karena merosotnya nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan sehingga menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

  117. mengigat kondisi pendidikan kita sekarang ini, coba kita merenung sejenak betapa orang ingin berlomba-lomba memperoleh keberhasilan dengan menghalalkan segala cara termasuk dengan menyalahgunakan kekuasaan yang telah diperolehnya dengan susah payah,maka dari pada itu jangan sampai kita termasuk orang didalamnya.memang sulit untuk merubah kebiasaan buruk yang selama ini sudah menjadi kebiasaan.tapi paling tidak kita sebagai generasi penerus bangsa ini mulai sekarang mencobah merubah paradigma yang buruk itu manjadi lebih baik.dengan tidak meniggalkan nilai-nilai moral,etika yang sudah ada sejak dulu.meskipu ini era reformasi yang menuntut kita untuk berubah ke arah yang lebih maju tapi jangan lah kita sampai melupakan adat dan budaya serta cirikhas kita sebagai bangsa indonesia.dengan demikian semoga sistem pendidikan sekarang ini diharapkan dapat menciptakan manusia yang berjiwa serta memiliki sikap dan wawasan keimanan dan akhlak yang tinggi.

  118. Menyikapi komentar di atas!
    Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, diantara mahluk ciptaan Allah lainnya. Yaitu diberi kelebihan berupa akal fikiran dan hati nurani untuk digunakan dengan sebaik-baiknya, maka dari itu tidaklah pantas kita sebagai manusia berprilaku seperti mahluk Allah lannya yang tidak memiliki kelebihan di atas tadi. Manusia diciptakan tidak dalam kesia-siaan. Namun, bertugas mengelola muka bumi demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia itu sendiri. Kesadaran yang dimiliki oleh setiap individu manusia tidak terlepas dari akan pentingnya pendidikan. Dengan pendidikan setiap individu secara suka rela dapat mendidik dirinya dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan potensi kebaikan sembari menghilangkan atau meniadakan potensi ketidakbaikan pada setiap diri individu manusia. Sehingga dengan pendidikan manusia diharapkan mempunyai jiwa yang baik. Meskipun jiwa manusia itu sudah baik tetap memerlukan tuntunan. Tuntunan yang diberikan bukan saja menjadikan kecerdasan tinggi dan luas. Tetapi, juga melepaskan dari perbuatan yang jahat seperti halnya perbuatan yang di kemukakan di atas (pada komentar di atas). Dengan menyadari hal ini kemungkinan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik pada individu manausia itu sendiri ataupun dalam diri masyarakat khususnya dalam dunia pendidikan.

  119. Manusia tanpa jiwa….??Allah SWT menciptakan manusia sesempurna mungkin. Dalam pernyataan ini manusia tanpa jiwa, artinya manusia yang sudah tidak memiliki jati diri. Dalam pernyataan ini yang telah terjadi memang bisa dikatakan seperti itu. Bahwa arti pernyataan itu adalah mereka yang ingin maju dan sukses tanpa melalui proses-prosesnya ( rintangan-rintangan yang akan terjadi ). Karena mereka akan menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan etika atau aturan main untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Mereka hanya berfikir bagaimana cara menyelamatkan diri tanpa menghiraukan orang lain. Pada akhirnya akan munculnya sifat-sifat individual yang hanya mementingkan dari sendiri dalam bentuk mencari target yang ingin di tempu (tercapainya tujuan). Oleh karena itu pendidikan sangat penting bagi manusia, karena dengan adanya pendidikan manusia akan maju dan berkembang sehingga menjadi manusia yang lebih baik lagi. Di sini dalam pernyataan manusia tanpa jiwa tidak banyak berkait atau berpengaruh dalam pendidikan tetapi hal itu semua sangat berkaitan atau berpengaruh dalam diri sendiri (tergantung manusia tersebut). Jadi dalam hal ini tidak ada yang disalahkan semua itu tergantung pada manusianya.

  120. Manusia tanpa jiwa….??Allah SWT menciptakan manusia sesempurna mungkin. Dalam pernyataan ini manusia tanpa jiwa, artinya manusia yang sudah tidak memiliki jati diri. Dalam pernyataan ini yang telah terjadi memang bisa dikatakan seperti itu. Bahwa arti pernyataan itu adalah mereka yang ingin maju dan sukses tanpa melalui proses-prosesnya ( rintangan-rintangan yang akan terjadi ). Karena mereka akan menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan etika atau aturan main untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Mereka hanya berfikir bagaimana cara menyelamatkan diri tanpa menghiraukan orang lain. Pada akhirnya akan munculnya sifat-sifat individual yang hanya mementingkan dari sendiri dalam bentuk mencari target yang ingin di tempu (tercapainya tujuan). Oleh karena itu pendidikan sangat penting bagi manusia, karena dengan adanya pendidikan manusia akan maju dan berkembang sehingga menjadi manusia yang lebih baik lagi. Di sini dalam pernyataan manusia tanpa jiwa tidak banyak berkait atau berpengaruh dalam pendidikan tetapi hal itu semua sangat berkaitan atau berpengaruh dalam diri sendiri (tergantung manusia tersebut). Jadi dalam hal ini tidak ada yang disalahkan semua itu tergantung pada manusianya.

  121. Bismillahirrahmanirrahim
    Manusia tanpa jiwa.. . . ??
    ketika manusia tanpa hayat yang tak dapat mengenal dunia. . .manusia tanpa jiwa manusia yang hampa bagaikan kapas putih yang tak dapat mensyukuri nikmat Allah SWT.Tuhan menciptakan manusia sesempurna mungkin yaitu bagaimana manusia dapat memanfaatkannya dengan baik.kadangkala manusia dipenuhi nafsu dan emosi jiwa yang dapat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.ketika kita membicarakan ujian nasional disana terlihat sangat memprihatinkan dimana kecurangan terjadi begitu saja namun fakta yang terjadi bahwa pihak sekolah sangat takut akan tidak lulusnya anak didik mereka..seharusnya mulai sekarang pendidik mencobah merubah paradigma yang buruk itu manjadi lebih baik dengan tidak meniggalkan nilai-nilai moral,etika yang sudah ada sejak dulu.satu hal yang harus kita cermati adalah ketika kesulitan itu datang manusia harus ingat akan penciptanya dan berusaha mulai detik ini. .. . .

  122. Manusia tanpa jiwa..?? Allah SWT menciptakan manusia sesempurna mungkin. Dalam pernyataan ini manusia artinya manusia yang sudah tidak memiliki jati diri ( bermoral ). Dalam pernyataan ini yang terjadi memang bisa dikatakan seperti itu. Bahwa arti pernyataan itu adalah mereka yang ingin maju dan sukses tanpa melalui proses-prosesnya ( rintangan-rintangan yang akan terjadi ). Karena mereka akan menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan etika atau aturan main untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Mereka hanya berfikir bagaimana cara menyelamatkan diri tanpa menghiraukan orang lain. Pada akhirnya akan munculnya sifat-sifat individual yang hanya mementingkan diri sendiri dalam untuk mencari target yang ingin di tempuh ( tercapainya tujuan ). Oleh karena itu pendidikan sangat penting bagi manusia, karena dengan adanya pendidikan manusia akan maju dan berkembang sehingga menjadi manusia yang lebih baik lagi. Di sini dalam pernyataan manusia tanpa jiwa tidak anyak berkaitan atau berpengaruh dalam pendidikan tetapi hal itu semua sangat berkaitan atau berpengaruh dalam diri sendiri ( tergantung pada manusia tersebut ). Jadi dalam hal ini tidak ada yang disalahkan semua itu tergantung pada manusianya.

  123. Reformasi pada hakekatnya adalah suatu gerakan pembaharuan yang ingin merubah suatu keadaan / sistem ke arah yang lebih baik dan maju demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan bermartabat. Jadi, kalau saat ini reformasi sudah berjalan selama 10 tahun namun belum nampak perubahan – perubahan yang signifikan, ini berarti ada yang salah, tentunya bukan dengan gerakan reformasi itu, akan tetapi yang salah adalah manusia-manusia yang ada dalam gerakan reformasi itu. Masyarakat kita tidak semuanya suka dengan gerakan reformasi itu, masyarakat kita tidak sepenuh hati menjalani reformasi itu. Hal ini disebabkan karena :
    1. Ada sebagian masyarakat kita yang akan terganggu dengan reformasi itu , misalnya para hakim yang nakal, pejabat-pejabat yang melakukan korupsi, para pengusaha yang KKN, dll.
    2. Adanya pihak-pihak asing yang tidak menghendaki adanya reformasi ini karena akan berdampak kurang menguntungkan terhadap kepentingan mereka.
    Dan banyak lagi contoh-contoh lain yang mungkin ada dilingkungan kita. Namun apabila reformasi ini ingin berjalan sesuai dengan yang dicita-citakan, maka kita harus memulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan merubah sikap dan pola pikir kita ke arah yang benar, baik itu di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

  124. Reformasi memang telah mengubah negara kita tetapi makna reformasi didalam pemerintahan belum seutuhnya bisa dirasakan oleh semua pihak, khususnya didalam . Masih banyak warga negara indonesia yang belum bisa menikmati pendidikan , masih banyak rakyat indonesia yang putus sekolah, serta tidak bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dikarenakan biaya pendidikan yang sangat tinggi , sehingga bangsa indonesia tidak memiliki generasi penerus yang berkualitas. Oleh karena itu kita harus memulai dari dalam diri sendiri untuk melakukan perbaikan dalam hal pendidikan serta mengkaji ulang tentang sistem pendidikan diIndonesia serta orang -orang yang terkait didalamnya. Semoga warga negara indonesia menjadi warga yang cerdas, berkualitas serta berakhlakul karimah. Amiin.

  125. Nama : APRILLIANTI
    Kategori : TP
    10 Tahun reformasi,saya masih ingat pada 10 tahun yang lalu saat saya masih duduk dibangku SD, saya melihat saat terjadi kerusuhan dan penjarahan harta benda yang dilakukan oleh orang-orang yang tak berperi kemanusiaan dan perampasan secara paksa kendaraan pribadi oleh orang-orang yang tak mempunyai moral,lalu kemudian kendaraan tersebut dibakar dan banyak toko-toko yang dimiliki oleh bangsa keturunan()tiong hoa) dijarah dan dibakar.Saya tidak begitu mengerti mengapa?manusia menjadi sebringas itu,seperti tak mempunyai hati dan pikiran.Adakah yang salah pada dunia pendidikan kita pada masa itu hingga membuat orang-orang tersebut tak punya hati.
    Saya setuju bila pada masa itu,dikatakan manusia tak mempunyai jiwa.Saya rasa saat mereka melakukan penjarahan dan pembakaran,mereka masih punya hati tetapi disini mereka memberontak,mereka ingin bicara tentang apa yang mereka rasakan pada saat itu,tapi mereka takut karena pada masa sebelum reformasi mulut mereka seperti dikunci rapat,karena pada masa sebelum reformasi,bicara sedikit saja dan salah bisa langsung dijebloskan kedalam penjara,tetapi sekarang keadaanya telah berbeda karena sekarang masyarakat dapat berbicara semau mereka karena telah adanya demokrasi dan reformasi.Tetapi disini haruskah seorang guru yang disalahkan,pada masa 10 tahun lalu saja,biaya sekolah sangat mahal,buku-buku sangat mahal,dan banyak sekali anak-anak yang ingin bersekolah dan belajar tidak dapat mereka ikuti karena biaya yang sangat mahal.Lalu bagi mereka yang mempunyai uang banyak dengan mudah bersekolah,dan bahklan ada bagi mereka yang mempunyai uang banyak dapat dengan mudah masuk sekolah yang mereka inginkan.Tetapi sekarang sudah mengalami perubahan dengan diadakannya sekolah gratis,walaupun hanya terjadi hanya di SD dan SMP negeri saja,tapi setidaknya sudah memberi kemudahan bagi anak-anak yang kekurangan ekonominya untuk sekolah. Tetapi sangat disayangkan bila ada sekolah gratis tidak dikuti dengan kualitas dan mutu yang diberikan kepada anak-anak didik.
    Sebenarnya jangan disalahkan juga bila ada orang yang ingin mendapatkan sesuatu secara instant,karena disini mereka hanya mengikuti apa yang sudah terjadi sebelumnya(mengikuti contoh yang telah ada).Diatas sebelum mereka saja banyak,dengan mudah masuk PNS dengan adanya uang digenggaman (ibarat kata ada uang ada kedudukan) seharusnya pemerintah dapat juga bertindak tegas agar tidak mau menerima uang suapan,tetapi yang ada pemerintah juga menerima uang tersebut,dan mencontohkan sesuatu yang tidak baik.Mengapa sampai saat ini masih banyak orang-orang yang memakai cara-cara instant,karena kurangnya pendidikan agama dari keluarganya,bila ia telah di didik dari rumahnya untuk tidak berbohong dan mengatakan kepada mereka bahwa setiap tingkah laku baik yang baik dan yang buruk senantiasa diawasi oleh Allah Swt.Dan menanamkan pendidikan akhlak dan moral dari kecil kepada anak,saya rasa tidak akan ada lagi orang-orang yang melakukan untuk mendapatkan segala sesuatu secara instant.
    Seorang guru memberikan jawaban bocoran (UAN) kepada anak didiknya,disini saya setuju (50%) dan tidak setuju (50%),mengapa? Karena mengapa saya mengatakan setuju guru memberikan jawaban bocoran UAN kepada anak didik,mungkin mereka kasian kepada anak didiknya dan ingin melihat anak didiknya lulus dengan nilai yang baik,guru mungkin ingin membantu anak didiknya untuk yang terakhir kalinya, walaupun saya yakin guru menyadari bahwa yang ia lakukan salah, tetapi ia ingin membantu anak didiknya,karena mereka kasian kepada anak didiknya, hanya dalam waktu 3 hari dan hanya dengan waktu 90 menit kelulusan mereka ditentukan. Mengapa saya mengatakan tidak setuju karena ini akan membuat anak didik untuk malas belajar dan berpikir saat mereka mengisi UAN.Dan hasil yang dicapai oleh siswa juga tidak murni dari kerja siswa tersebut.
    Mengapa UAN harus dilaksanakan dan mengapa setiap tahun nilainya harus ditingkatkan.Disini harus dikaji ulang oleh pemerintah,mengapa kelulusan siswa hanya ditentukan dari tiga mata pelajaran saja,tiga hari saja dan hanya dalam waktu 90 menit.Kemanakah mata pelajaran yang lainnya,dan mengapa soal UAN harus dibuat oleh pemerintah,saya merasa kasian dengan anak-anak yang ada didaerah pedalaman dan jauh dari kota dan mungkin pelajaran yang mereka pelajari berbeda dengan soal-soal yang dibuat oleh pemerintah.Saya setuju UAN tetap diadakan asalkan harus disesuaikan oleh sekolah masing-masing,didaerah mereka tinggal dan soal UAN dibuat oleh sekolah saja serta nilainyapun ditetapkan oleh daerah masing-masing.Bila UAN dibuat oleh sekolah masing-masing dan nilainya ditetapkan oleh sekolah masing-masing saya rasa akan kecil kemungkinan bahkan tidak sama sekali guru memberikan jawaban bocoran pada saat UAN kepada anak didiknya.
    Sekarang yang terpenting jangan menyalahkan seorang guru dan pemerintah saja,marilah kita sama-sama mengintropeksikan diri kita dan mengontrol diri kita,tentang apapun yang kita lakukan baik maupun buruknya buat kita dan bangsa ini.Dan agar tidak terjadi lagi guru memberi jawaban bocoran UAN kepada anak didiknya dan pemerintah yang doyan menerima uang suap,marilah kita sama-sama meningkatkan ibadah serta akhlak kita agar tidak terjerumus kembali ke lembah hitam dan berpikir serta menyadari bahwa kehidupan ini fana bahwa kehidupan yang nyata adalah diakhirat.Dan para orang tua mengajarkan anak-anak mereka untuk senantiasa berlaku dan berkata jujur dan memberi pengertian kepada mereka bahwa setiap tingkah laku kita yang baik dan yang buruk senantiasa dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid dan senatiasa kita selalu diawasi oleh Allah Swt.Inti dari semua segala kesalahan yang dibuat oleh manusia adalah tergantung pada dirinya sendiri,apakah mereka ingin berbuat baik atau berbuat jahat.Dan manusia tidak ada yang sempurna karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah Swt.
    Semoga dengan pemerintahan yang baru dan dengan presiden yang baru,senatiasa dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas untuk anak-anak Indonesia,karena bila bangsa ini ingin maju dan berkembang harus senantiasa mementingkan kebutuhan anak-anak Indonesia. Karena nasib bangsa kita ada ditangan anak-anak Indonesia, bagaimana anak-anak kita mau maju dan pintar,bila pemerintah sudah acuh terhadap pendidikan mereka.Semoga dengan pemerintahan yang baru senantiasa mementingkan pendidikan anak-anak Indonesia dan mementingkan kebutuhan rakyat kecil.Dan pemerintah tidak lagi memberi janji-janji manis,tetapi bukti nyata.Amin….
    Hidup INDONESIA….Hidup anak-anak INDONESIA..
    MERDEKA…MERDEKA….
    Terima kasih….

  126. Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan Allah Swt yang paling sempurna. Manusia tanpa jiwa???? pada saat ini banyak perubahan-perubahan yang drastis terjadi pada bangsa kita. Saat ini manusia selalu menginginkan sesuatu dengan cepat tanpa melalui proses-prosesnya. Sehingga manusia tidak mau berusaha dalam mencapai tujuan yang mereka inginkan. Bahkan banyak terjadi persaingan dalam menjalankan kepentingan dalam kehidupan mereka. Manusia-manusia hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Manusia ingin mendapatkan kesukseskan dengan melakukan segala cara sehingga keluar dari areal atau aturan main. Pendidikan merupakan terpenting dalam kehidupan, oleh karena itu dalam hal ini sangat berkaitan dengan pendidikan. Menurut saya tidak ada yang perlu di salahkan karena itu semua tergantung pada manusianya.

  127. Renungan 10 tahun reformasi…
    Renungan yang mengajak kita untuk kilas balik ke masa 10 tahun yang lalu. Dimana manusia-manusia tanpa jiwa mulai banyak bermunculan. Mengaku manusia, tetapi tidak punya hati nurani dan pikiran yang mengontrol dirinya dari perbuatan buruk. Seharusnya dengan reformasi, kita dapat melakukan perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. Tapi pada kenyataannya itu belum terwujud secara keseluruhan. Dan sekarang yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki sistem pendidikan, Mengapa? Karena pendidikan di Indonesia merupakan ujung tombak untuk menciptakan manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangggung jawab (ini sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003/Bab II /pasal 3). Jika semua ini terwujud, Manusia Tanpa Jiwa akan berkurang…

  128. 10 Tahun reformasi,saya masih ingat pada 10 tahun yang lalu saat saya masih duduk dibangku SD, saya melihat saat terjadi kerusuhan dan penjarahan harta benda yang dilakukan oleh orang-orang yang tak berperi kemanusiaan dan perampasan secara paksa kendaraan pribadi oleh orang-orang yang tak mempunyai moral,lalu kemudian kendaraan tersebut dibakar dan banyak toko-toko yang dimiliki oleh bangsa keturunan()tiong hoa) dijarah dan dibakar.Saya tidak begitu mengerti mengapa?manusia menjadi sebringas itu,seperti tak mempunyai hati dan pikiran.Adakah yang salah pada dunia pendidikan kita pada masa itu hingga membuat orang-orang tersebut tak punya hati.
    Saya setuju bila pada masa itu,dikatakan manusia tak mempunyai jiwa.Saya rasa saat mereka melakukan penjarahan dan pembakaran,mereka masih punya hati tetapi disini mereka memberontak,mereka ingin bicara tentang apa yang mereka rasakan pada saat itu,tapi mereka takut karena pada masa sebelum reformasi mulut mereka seperti dikunci rapat,karena pada masa sebelum reformasi,bicara sedikit saja dan salah bisa langsung dijebloskan kedalam penjara,tetapi sekarang keadaanya telah berbeda karena sekarang masyarakat dapat berbicara semau mereka karena telah adanya demokrasi dan reformasi.Tetapi disini haruskah seorang guru yang disalahkan,pada masa 10 tahun lalu saja,biaya sekolah sangat mahal,buku-buku sangat mahal,dan banyak sekali anak-anak yang ingin bersekolah dan belajar tidak dapat mereka ikuti karena biaya yang sangat mahal.Lalu bagi mereka yang mempunyai uang banyak dengan mudah bersekolah,dan bahklan ada bagi mereka yang mempunyai uang banyak dapat dengan mudah masuk sekolah yang mereka inginkan.Tetapi sekarang sudah mengalami perubahan dengan diadakannya sekolah gratis,walaupun hanya terjadi hanya di SD dan SMP negeri saja,tapi setidaknya sudah memberi kemudahan bagi anak-anak yang kekurangan ekonominya untuk sekolah. Tetapi sangat disayangkan bila ada sekolah gratis tidak dikuti dengan kualitas dan mutu yang diberikan kepada anak-anak didik.
    Sebenarnya jangan disalahkan juga bila ada orang yang ingin mendapatkan sesuatu secara instant,karena disini mereka hanya mengikuti apa yang sudah terjadi sebelumnya(mengikuti contoh yang telah ada).Diatas sebelum mereka saja banyak,dengan mudah masuk PNS dengan adanya uang digenggaman (ibarat kata ada uang ada kedudukan) seharusnya pemerintah dapat juga bertindak tegas agar tidak mau menerima uang suapan,tetapi yang ada pemerintah juga menerima uang tersebut,dan mencontohkan sesuatu yang tidak baik.Mengapa sampai saat ini masih banyak orang-orang yang memakai cara-cara instant,karena kurangnya pendidikan agama dari keluarganya,bila ia telah di didik dari rumahnya untuk tidak berbohong dan mengatakan kepada mereka bahwa setiap tingkah laku baik yang baik dan yang buruk senantiasa diawasi oleh Allah Swt.Dan menanamkan pendidikan akhlak dan moral dari kecil kepada anak,saya rasa tidak akan ada lagi orang-orang yang melakukan untuk mendapatkan segala sesuatu secara instant.
    Seorang guru memberikan jawaban bocoran (UAN) kepada anak didiknya,disini saya setuju (50%) dan tidak setuju (50%),mengapa? Karena mengapa saya mengatakan setuju guru memberikan jawaban bocoran UAN kepada anak didik,mungkin mereka kasian kepada anak didiknya dan ingin melihat anak didiknya lulus dengan nilai yang baik,guru mungkin ingin membantu anak didiknya untuk yang terakhir kalinya, walaupun saya yakin guru menyadari bahwa yang ia lakukan salah, tetapi ia ingin membantu anak didiknya,karena mereka kasian kepada anak didiknya, hanya dalam waktu 3 hari dan hanya dengan waktu 90 menit kelulusan mereka ditentukan. Mengapa saya mengatakan tidak setuju karena ini akan membuat anak didik untuk malas belajar dan berpikir saat mereka mengisi UAN.Dan hasil yang dicapai oleh siswa juga tidak murni dari kerja siswa tersebut.
    Mengapa UAN harus dilaksanakan dan mengapa setiap tahun nilainya harus ditingkatkan.Disini harus dikaji ulang oleh pemerintah,mengapa kelulusan siswa hanya ditentukan dari tiga mata pelajaran saja,tiga hari saja dan hanya dalam waktu 90 menit.Kemanakah mata pelajaran yang lainnya,dan mengapa soal UAN harus dibuat oleh pemerintah,saya merasa kasian dengan anak-anak yang ada didaerah pedalaman dan jauh dari kota dan mungkin pelajaran yang mereka pelajari berbeda dengan soal-soal yang dibuat oleh pemerintah.Saya setuju UAN tetap diadakan asalkan harus disesuaikan oleh sekolah masing-masing,didaerah mereka tinggal dan soal UAN dibuat oleh sekolah saja serta nilainyapun ditetapkan oleh daerah masing-masing.Bila UAN dibuat oleh sekolah masing-masing dan nilainya ditetapkan oleh sekolah masing-masing saya rasa akan kecil kemungkinan bahkan tidak sama sekali guru memberikan jawaban bocoran pada saat UAN kepada anak didiknya.
    Sekarang yang terpenting jangan menyalahkan seorang guru dan pemerintah saja,marilah kita sama-sama mengintropeksikan diri kita dan mengontrol diri kita,tentang apapun yang kita lakukan baik maupun buruknya buat kita dan bangsa ini.Dan agar tidak terjadi lagi guru memberi jawaban bocoran UAN kepada anak didiknya dan pemerintah yang doyan menerima uang suap,marilah kita sama-sama meningkatkan ibadah serta akhlak kita agar tidak terjerumus kembali ke lembah hitam dan berpikir serta menyadari bahwa kehidupan ini fana bahwa kehidupan yang nyata adalah diakhirat.Dan para orang tua mengajarkan anak-anak mereka untuk senantiasa berlaku dan berkata jujur dan memberi pengertian kepada mereka bahwa setiap tingkah laku kita yang baik dan yang buruk senantiasa dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid dan senatiasa kita selalu diawasi oleh Allah Swt.Inti dari semua segala kesalahan yang dibuat oleh manusia adalah tergantung pada dirinya sendiri,apakah mereka ingin berbuat baik atau berbuat jahat.Dan manusia tidak ada yang sempurna karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah Swt.
    Semoga dengan pemerintahan yang baru dan dengan presiden yang baru,senatiasa dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas untuk anak-anak Indonesia,karena bila bangsa ini ingin maju dan berkembang harus senantiasa mementingkan kebutuhan anak-anak Indonesia. Karena nasib bangsa kita ada ditangan anak-anak Indonesia, bagaimana anak-anak kita mau maju dan pintar,bila pemerintah sudah acuh terhadap pendidikan mereka.Semoga dengan pemerintahan yang baru senantiasa mementingkan pendidikan anak-anak Indonesia dan mementingkan kebutuhan rakyat kecil.Dan pemerintah tidak lagi memberi janji-janji manis,tetapi bukti nyata.Amin….
    Hidup INDONESIA yng merdeka….Hidup anak-anak INDONESIA..
    MERDEKA…MERDEKA….
    Terima kasih….

  129. Manusia tanpa jiwa

    Pada dasarnya Allah SWT menciptakan manusia dengan jiwa. Allah menciptakan manusia itu pada dasarnya semuanya baik hanya saja factor lingkungan dimana manusia itu tinggallah yang menjadikannya baik dan buruk.
    System pendidikan kita sudah baik hanya saja system pendidikan kita kurang menekankan ilmu agama yang berupa ilmu moral dan budi pekerti. Hanya mengajarkan ilmu agama dari sisi syariahnya (hukumnya) saja.akibatnya banyak orang pintar tapi menggunakan kepintarannya itu untuk kepentingannya sendiri, karena dia tidak memiliki budi pekerti yang baik.
    Sebagai contoh : “orang hanya patuh pada rambu lalu lintas jika ada polisi saja” tidak ada kesadaran dan keikhlasan dalam dirinya untuk patuh.
    Pendidikan moral dan budi pekerti dalam islam sangatlah penting seperti yang ditekankan dalam al quran bahwasanya rasulullah SAW diturunkan kemuka bumi untuk menjadi contoh akhlaq dan budi pekerti yang baik.

  130. Assalammu’alaikum wr…wb…!!! Manusia tanpa jiwa? Menurut saya itu masih kurang lengkap,bisa dibilang juga manusia tanpa hati nurani.., di mana pada masa awal reformasi dicetuskan, banyak sekali sanak keluarga kita di Indonesia yang tidak bersalah ini menjadi korban dari kekejaman dan kekejian tindakan anarkis yang disebabkan oleh ulah penguasa-penguasa yang tidak bertanggung jawab pada masa sebelum era reformasi tersebut. Hari ini tanggal 12 mei, mengingatkan kembali akan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban atas insident kebringasan dan keanarkisan manusia-manusia tanpa jiwa pada tahun 1998 silam. Walaupun reformasi telah berjalan 11 tahun,namun kenangan buruk serta tindakan-tindakan asusila tersebut belum bisa hilang di benak keluarga korban terutama bagi keluarga pejuang reformasi.
    Kalau benar-benar kita renungkan bangsa kita ini sudah mengalami kemerosotan nilai kemanusiaan dan norma-norma yang berlaku di tanah air kita ini.Semestinya sebagai orang Timur dan mayoritas beragama Islam kita hendaknya tidak bersikap semena-mena dan egoisme( mementingkan diri sendiri atau sanak keluarganya saja).
    Jika diperhatikan lebih seksama lagi…lembaga-lembaga pendidikan kita di Indonesia ini tidak lah bersalah, tetapi hanya orang-orang yang berperan di dalamnya saja yang sebagian besar salah menyalahgunakan fungsi-fungsi lembaga pendidikan itu sendiri, yang semestinya berfungsi untuk membentuk watak manusia yang berakhlak mulia serta menjadikan manusia untuk memiliki hati nurani yang tulus dalam bertindak. Maka dari itu untuk mewujudkan bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik lagi dan memiliki martabat yang sama dengan negara-negara yang maju di dunia ini, maka mari kita mulai dari sekarang untuk bangun dan menyadarkan diri kita yang masih “tertidur” ini untuk menuju dan menjadi diri yang selalu terjaga dalam menghadapi berbagai hal yang nanti akan mengancam jiwa bangsa Indonesia ini.Untuk itu mari kita jadi manusia yang lebih baik lagi dan memiliki jiwa untuk membangun bangsa Indonesia ini ke arah yang lebih maju. Kenangan pahit di masa lalu kita ambil hikmahnya saja yaitu kita jadikan sebagai pengalaman yang tidak boleh terjadi lagi di negeri ini. Dengan begitu kita tidak perlu saling mempersalahkan siapa yang salah dan bertanggung jawab atas insident tersebut. Seperti pepatah “Kuman di seberang lautan kelihatan,Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan…artinya kesalahan orang lain sekecil apapun kelihatan sedangkan kesalahan kita yang besar tidak kelihatan alias tidak sadar-sadar..” Maksudnya dari pada kita saling mempersalahkan, mari kita kita mulai langkah baru untuk menuju Indonesia yang maju dengan dimulai dari kesadaran diri kita masing-masing. Thanks

  131. Assalammualaikum.Wr.Wb.
    Manusia tanpa jiwa?di zaman seperti sekarang ini apapun akan dilakukan oleh orang demi apa yang diinginkan walaupun kadang dia harus menmbunuh,padahal yang dia lakukan salah dan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.dan yang paling menyedihkan sering terjadi kecurangan di lembaga pendidikan yang seharusnya diayomi dan ditiru oleh peserta didik,contohnya saja pada saat ujian banyak sekolah-sekolah yang memberikan kunci jawaban sebelum ujian dimulai kepada peserta didik,hal ini mengajarkan peserta didik bermalas-malasan.ini akan membentuk kepribadian para penerus bangsa yang malas,tidak percaya akan kemampuan dirinya serta tidak jujur.selain itu kita lihat banyak pejabat yang menyalah gunakan jabatanny bahkan melakukan korupsi,hal ini merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. padahal manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan seharusnya manusia itu memanfaatkan kesempurnaannya itu dengan sebaik-baiknya.jika hal ini didiamkan saja maka negara kita akan hancur,padahal sekarang sudah memasuki era globalisasi dimana jika kita tidak dapat bersaing maka kita akan tersingkirkan.oleh karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki meskipun dari awal,semua ini dilakukan demi masa yang akan datang.
    wassalammualaikum.wr.wb.

  132. mengenai dunia pendidikan kita yang sekarang kita prihatin ,karena banyak siswa-siswa kita pulang sekolah tawuran, dimana moral mereka saat ini apa yang didapat dari meja belajar bersama guru tidak nyambung ,guru hanya sekedar menjalankan tugas ngajar selesai, tidak ada beban moral yang tertanam di guru .
    sendiri untuk mengajar dari hati urani yang paling dalam. kebanyakan guru sekarang mengajar hanya mengejar target, selesai targetnya ya sudah urusan murid bisa tidak urusan belakangan.makanya banyak siswa yang akhir-akhir ini cenderung moralnya kurang karena kurang kedekatan guru pada murid itu sendiri. saya bila jadi guru tidak akan seperti itu ,saya akan dengan sepenuh hati membimbing siswa agar berguna untuk nusa dan bangsa, agama dan negara sehingga indonesia menjadi negara yang baik ,aman tidak ada tawuran dimana- mana.

  133. Assalamu’alaikum wr.wb.
    10 tahun yang lalu sebetulnya manusia mempunyai jiwa, tetapi mereka tidak mempunyai akal dan pikiran serta norma-norma yang belaku di Negara Indonesia. Betapa sedihnya kalau kita membayangkan kejadian 10 tahun yang lalu, begitu anarkisnya masyarakat Indonesia untuk mencapai keingin mereka sendiri,kelompok atau golongannya sehingga mereka tidak peduli dengan keberadaan orang lain.
    Dahulu negara kita, masyarakatnya terkenal dengan santun, selalu berpegang teguh pada norma-norma yang berlaku, walaupun masyarakat kita masih banyak yang belum mengenyam pendidikan, tetapi pada masa reformasi 10 tahun yang lalu banyak orang yang berpendidikan tinggi tidak memiliki jiwa sehingga mereka hanya mementingkan dirinya, golongannya sendiri.
    Masa reformasi 10 tahun ini, masih belum dapat memberikan kondisi masyarakat kita dengan baik, baik itu dari pendidikan, ekonomi, politik, dan budaya. Mari kita lihat dari salah satu yang belum baik yaitu pendidikan, sekarang begitu banyak anak bangsa kita yang belum mendapatkan pendidikan yang terbaik dan kualitas pendidikan yang baik, dahulu negara-negara tetangga kita banyak yang mencari ilmu di negara kita. Tetapi di negara kita sendiri tidak dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia, begitu mahalnya biaya pendidikan, baik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi sehingga masyarakat ekonomi tingkat bawah tidak dapat merasakan pendidikan sampai tingkat tinggi, jadi tidak salah kalau manusia tidak mempunyai jiwa.
    Kita perlu mengkaji ulang sistem pendidikan yang ada di Indonesia, agar manusia yang tidak mempunyai jiwa akan mempunyai jiwa kembali serta ditambah dengan norma-norma yang berlaku di Negara ini.

    Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.

  134. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Masa Reformasi 10 tahun yang lalu manusia tidak mempunyai jiwa yang tidak terdidik sehingga mereka berbuat anarkis, 10 tahun yang lalu saya merasakan sulitnya perekonomian di Indonesia sehingga begitu susah payah mencari uang untuk biaya pendidikan agar anak-anak kami dapat bersekolah dengan baik, agar mereka tidak merasakan susahnya 10 tahun yang lalu, sehingga anak-anak kami/anak bangsa memiliki jiwa yang dapat memberikan nilai yang positif.

    10 tahun yang lalu pendidikan tidak salah dalam mendidik anak bangsa tetapi yang salah adalah manusianya dan mereka tidak mempunyai norma-norma yang berlaku di Indonesia, jadi dalam situasi sekarang ini kita tidak bisa menyalahkan lembaga pendidikan yang mendidik anak bangsa karena lembaga pendidikan hanya wadah atau tempat, agar anak bangsa ini bermoral, mempunyai jiwa maka pendidikan yang ada di negara kita harus tetap pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah terutama Mendiknas. Serta dukungan dari lingkungan luar yang positif.

    terima kasih. Maju terus pendidikan Indonesia Merdeka…3x!!!!!
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  135. assalamualaikum.wr.wb
    Renungan 10 tahun reformasi,pada era reformasi
    banyak manusia tanpa jiwa yang tidak punya hati nurani
    yang salah dibilang benar dan yang benar dibilang salah.karena mereka hanya mementingankan diri sendiri tidak melihat bangsa yang sedang terpuruk karena mereka yang tidak punya hati nurani.hingga jaman sekarang masih saja ada manusia yang tidak punya jiwa.demi meraih sukses dan ingin maju tanpa melalui proses dan usaha untuk meraihnya mereka menghalalkan segala cara dan secara instan.termasuk dalam dunia pendidikan pada jaman sekarang,pendidikan sekarang tidak mampu mencapai keadaan yang diharapkan,
    dan pada akhirnya banyak dampak negatif yang terjadi pada peserta didik dan pendidik serta orang tua yang selalu menginginkan anaknya naik kelas atau lulus ujian walaupun kemampuanya rendah dengan berbagai cara.dan untuk memperbaiki semua itu harus berawal dari diri sendiri dengan tidak melakukakan kecurangan-kecurangan untuk mendapatkan keinginannya secara instan.sebagai seorang guru senantiasa menjadi guru yang percaya diri yang melaksanakan tugas sebagai seorang guru sebagai pendidik yang baik,maka keberhasilan peserta didik pun akan tercapai.
    wassalam.wr.wb

  136. Assalammu’alaikum…

    Reformasih sudah terjadi. Namun keadaan masyarakat Indonesia masih sama seperti dulu, bahkan makin parah. Sehingga zaman sekarang makin banyak “Manusia-manusia tanpa jiwa”, yang hanya memperdulikan dirinya sendiri tanpa mau melihat orang-orang yang ada disekitarnya. seperti banyak orang yang ingin sukses, kaya, atau apapun yang menjadi tujuan mereka tanpa berusaha terlebih dahulu, mereka malah meminta tolong pada Dukun, mendatangi makam-makam yang dianggap kramat, dan memanfaatkan apa saja yang mereka miliki hanya untuk satu tujuan. inikah yang disebut manusia bermoral???
    di era globalisasi ini, sikap manusia justru makin menjadi parah. mereka mendalami ilmu pengetahuan dengan luas, namun akhlak mereka justru menjadi rendah sekali. Banyak murid yang hanya ingin bersenang-senang, mencari keributan tanpa memikirkan masa depan mereka seperti apa nantinya, dan banyak guru pula yang tugasnya mendidik para murid tapi tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, malah ada yang sampai mencabuli, memanfaatkan para siswa untuk kepentingan dirinya sendiri, dan banyak orang juga yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.sungguh rusak moral manusia zaman sekarang. untuk itu tidak ada yang perlu dipersalahkan dalam hal ini. karena semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi hal ini dengan baik. Dengan cara memperluas ilmu pengetahuan yang ada, dan disamping itu dengan cara mempelajari ilmu pengetahuan agama.Sehingga kita nantinya tidak termasuk kedalam golongan-golongan orang yang rugi.

  137. Reformasi bagi masyarakat indonesia memang sering diucapkan baik dari kalangan birokrat, masyarakat, kalangan pendidikan.Pembicaraan reformasi ini juga sering jadi bahan obrolan baik diwarung, terminal bus tapi sering masyarakat kita terutama masyarakat berpendidikan minim bahkan sampai mahasiswa sendiri tidak tahu apa itu reformasi.Banyak kesalahan- kesalahan persepsi atas arti reformasi itu sendiri.
    Ada yang mengartikan kebebasan tanpa batas yang akhirnya malah kebablasan.
    Sekarang kelihatannya reformasi yang seharusnya merupakan perubahan tapi malah bergaya orde sebelum reformasi digaungkan, misalnya seperti sekarang banyak caleg – caleg yang lolos di legislatif dari kalangan anak pejabat, keluarga pejabat, dan saudara dekat pejabat.
    Siapa yang harus disalahkan, masyarakat kah yang belum mengerti atau kita yang terlalu jauh salah kaprah dan seenaknya mengartikan reformasi.
    Mudah-mudahan reformasi reformasi yang kita harapkan bukan hanya pepesan kosong belaka. Sekian. Wassalamu’alaikum wr.wb.

  138. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Reformasi yang kita buat hanya reformasi birokrasi. Orang -orang yang tidak mungkin pada zaman orba menjadi orang-orang birokrat, mereka sekarang duduk menjadi penentu masa depan bangsa, sehingga keputusan yang mereka keluarkan adalah keputusan aji mumpung. Mumpung mereka duduk di kursi DPR, mereka mengeluarkan keputusan sepihak yang hanya menguntungkan kelompok atau golongannya saja tanpa memikirkan dampak negatifnya. Dan yang sekarang kita perlukan adalah reformasi akhlak yaitu perubahan tingkah laku yang lebih baik dimulai dari diri masing-masing, dari sekarang demi terwujudnya masyarakat Indonesia berakhlakul karimah, amin.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  139. Assalamu’alaikum wr.wb

    Menurut saya memang bangsa kita sedang mengalami keterpurukan terutama dalam soal moral,namun cukuplah masa lalu itu kita jadikan cambuk dan mengambil pelajaran untuklangkah kita kedepan,terutama bagi kita sebagai generasi muda dan juga seorang pendidik yang mempunyai peran cukup besar bagi kemajuan bangsa.
    Sudah sepatutnya kita memulai langkah baru dengan memperbaiki segala aspek kehidupan,terutama bidang pendiddikan yang diawali dari diri kita sendiri,keluarga,dan masyarakat yang lebih luas,walaupun memang membutuhkan
    waktu yang cukup lama.
    Fenomena diatas juga terjadi karena bangsa kita sudah kehilangan sosok seseorang yang bisa dijadikan figuritas,yaitu seorang guru atau pendidik yang selayaknya menjadi contoh yang bisa digugu dan ditiru,namun pada kenyataannya
    sangat sulit kita temui.
    Namun semangat ini masih terus berkobar untuk menjadi yang lebih baik.Terima kasih.
    Wassalanu’alaikum wr.wb

  140. Assalamu’alaikum wr.wb…
    jika kita lihat dari tujuan para pemikir-pemikir negara kita sungguh mulia, yang ingin menjadikan negara kita menjadi negara reformasi. Namun, pada dasarnya belum seutuhnya paham bagaimana menjadikan reformasi itu berjalan. Sehingga tidak adanya perubahan pada negara kita ini. Semakin banyaknya tindakan-tindakan yang tidak bermoral dan tidak mampu mempertanggung jawabkannya.
    Sehingga, sudah tidak terlihat lagi orang-orang yang pintar dan dilandasi dengan akhlak yang baik. Banyak orang yang dan semakin pintar, namun dengan kepintarannya itu mereka dengan seenaknya membodohi si lemah. Sehigga negara kita tidak dapat berjalan dengan baik,yang pintar makin pintar, yang bodoh makin bodoh,yang kaya makin kaya dengan kelicikannya, dan yang miskin semakin miskin.
    Maka dari itu, sebagai tenaga pendidik harus berfikir, bagaimana caranya menciptakan anak didik yang pintar serta berakhlak, atau dengan sebutan yang berwawasan IPTEK dan juga berlandaskan IMTAQ sehingga menciptakan generasi-generasi yang baik, dan dapat memimpin negara ini untuk masa yang akan datang.
    Untuk menjadi negara yang lebih baik…

  141. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pak zamris, komentar pertama yang keluar dari pikiran saya adalah “Kalau ada yang mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkan kenapa harus bersusah payah”. Sejauh ini itulah yang saya tangkap dari jalan pikiran dari orang-orang yang bapak contohkan. Orang-orang seperti itu adalah orang yang hanya mengandalkan otak untuk berfikir bagaimana meraih suatu keuntungan tanpa mengeluarkan pengorbanan yang besar. Orang-orang seperti itu adalah orang yang tidak memiliki hati nurani. Setiap manusia mempunyai otak untuk berfikir dan hati untuk merasa. Seharusnya kedua hal tersebut harus berjalan secara seimbang. Tetapi untuk orang-orang yang bapak contohkan, mereka lebih condong 75% hanya menggunakan akalnya saja sehingga yang terjadi adalah pikiran untuk mementingkan kepentingan individual.
    Dalam hal ini, orang-orang seperti itu sedang sakit hatinya, jadi langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengobati hati nurani mereka agar bisa seimbang dengan akal.

  142. As.wr.wb
    Manusia tanpa jiwa???sepertinya tidak mungkin,,,!!!bukankah jiwa itu berarti raga,apakah mungkin kita-kita tanpa raga?sementara kita dapat melakukan aktifitas selalu menggunakan raga dan roh. Jika roh kita tidak ada berarti kita dapat dikatakan seperti mayat.
    Perubahan akhlak yang terjadi pada peserta didik disebabkan oleh kualitas guru yang tidak sesuai dengan latar pendidikan guru tersebut. Belakangan ini banyak sekali guru-guru instant yang hanya kuliah dalam 1 tahun sudah bisa mendapatkan izasah S1 padahal seharusnya pendidikan S1 harus ditempuh selama 8 semester, banyak juga guru – guru yang hanya tamatan SMA serta karena jasa – jasa orang tuanya ( karna orang tuanya pernah menjabat sebagai komite sekolah ) maka dengan tangan terbuka Kepala Sekolah pun siap untuk menjadikan orang tersebut sebagai tenaga pendidik disekolah tersebut.Selain itu pendidikan dan perhatian orang tua yang kurang menyebabkan seorang anak menjadi bertingkah laku semaunya,sementara guru tidak dapat memantau pribadi murid satu – persatunya. inilah yang menyababkan keterpurukan akhlak peserta didik,peran serta orang tualah yang paling besar mempengaruhi akhlak anak – anak bangsa ini.
    Tidak ada yang salah dari lembaga pendidikan dibangsa ini, yang salah hanyalah orang – orang yang diberi kepercayaan oleh negara untuk membangun pendidikan tetapi selalu disalah gunakan. Sebenarnya kejujuran adalah kuncinya, seandainya mereka semua jujur pasti pendidikan dinegara ini akan lebih maju. Lihat saja apakah ada perkembangan dengan adanya dana BOS, tidak ada bukan. yang maju adalah kekayaan kepala sekolah. Dana yang seharusnya untuk menunjang kemajuan anak didik, ada saja caranya agar dana tersebut menjadi miliknya. Para pengawas yang seharusnya memantau tugas bawahannya, setiap datang ada saja amplop yang dikeluarkan oleh pihak sekolah.Bukankah itu sudah tugas pengawas, dan seharusnya tidak ada lagi tips2 liar seperti itu. Mungkin sebaiknya perlu ada mata pelajaran yang harus ditambah misalnya ” mapel Kepribadian dan Sikap “. habis pelajaran PKn dan Agama pun hanya 75 % yang dapat merubah sikap dan kepribadian bangsa kita. Marilah kita merubah semuanya dari diri kita sendiri, jangan mengharapkan perubahan pada seseorang jika kita belum mengintrofeksi diri.
    Ws.wr.wb

  143. Assalamualaikum wr.wb
    Reformasi yang ada pada sekarang ini adalah reformasi yang membuat orang semakin mengeleuarkan unek – unek dengan sesuka hatinya tanpa memikirkan dampak dan akibatnya.pada dasarnya manusia mempunyai jiwa, tetapi reformasi sedikit demi sedikit menghilangkan roh manusia tersebut dari jiwanya. karena tuntutan hidup yang sangat keras, keadaan ekonomi yang makin lama makin sulit. banyaknya anak yang putus sekolah jangankan untuk biaya sekolah untuk biaya hidup sehari-hari saja masih susah. dalam hal pendidikan, sebenarnya kesalahan bukan pada sistem pendidikannya melainkan pada individunya sendiri. banyak guru yang menghancurkan anak didiknya sendiri itu dikarenakan mereka tidak mau anak didiknya dikatakan bodoh, mereka tidak mau dikatakan mereka tidak becus untuk mengajar, mereka tidak mau nama sekolah mereka menjadi jelek. bukan hanya guru yang menghancurkan anak didiknya banyak orang tua juga menghancurkan anak mereka sendiri dengan memanjakan mereka dengan hal-hal yang mereka sukai misalnya membelikan mereka mainan-mainan mahal, memberikan mereka kartu kredit, membebaskan mereka keluar malam dll. sebenarnya hal ini bukanlah cara untuk memberikan kasih sayang kepada mereka, tetapi justru hal ini adalah salah satu cara untuk menghancurkan masa depan mereka. bukan hanya dari dunia pendidikan saja dalam dunia kerja dan dunia politik dan pemerintahan di era reformasi ini juga masih banyak yang menggunakan segala cara agar mereka bisa mendapatkan jabatan yang enak mereka tidak memikirkan apakah cara itu baik atau tidak. maka dari itu sebagai bangsa yang baik mari kita mulai menata reformasi sesuai dengan tempatnya,untuk itu mari kita sikapi reformasi ini dengan iman, akhlaq, ilmu pengetahuan dan lail-lain.
    wassalamualaikum wr.wb

  144. Assalamu’alaikum wr.Wb
    menurut saya, kondisi bangsa ini diakibatkan ketidaksadaran masyarakat akan proses kehidupan. kehidupan yang mereka lihat itu baik-baik saja ternyata membuat mereka terlena akan kehidupan yang sebenarnya. Dengan segala proses yang mudah karena adanya kekuasaan, kekayaan, dan ketenaran. Sedangkan yang tidak memiliki hal tersebut akan merasa ingin menjadi. Menjadi kaya, mempunyai kekuasaan dan menjadi tenar. Dan ini semua sudah tersugesti dalam otak mereka. Tak sarjana maka tidak kerja, tak lulus maka mereka akan malu oleh lingkungan mereka. Dan mereka tidak siap akan perubahan kemanusiaan dalam hidup.
    Pandangan hidup mereka yang sudah tersugesti dengan segala kemudahan dalam hidup mereka membuat mereka tidak sadar bahwa jiwa mereka rapuh. Hidup mereka akan terekam bagaimana caranya untuk hidup yang lebih baik dan mudah tanpa harus ada perjuangan dan pengorbanan yang sesuai dengan hati nurani mereka. Mereka seakan tidak peduli lagi. Bagaimana “menjadi” dan caranya “menjadi”.
    Pendidikan akan menjadi dipertanyakan saat moral-moral yang ditanamkan dalam pelajaran agama tidak diterapkan dan dijalankan. Bila ingin mengkaji apa yang salah dalam pendidikan ini. Kajilah “Diri Sendiri”, apakah Sumber Daya Manusia pendidik itu sendiri baik? Sebelum merubah manusia menjadi lebih baik, ubahlah diri sendiri menjadi lebih baik.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  145. Assalamu’alaikum wr.wb

    Setelah ditumbangkannya pemerintahan Orde Baru, maka diadakan reformasi untuk perubahan karena pemerintahan Orde Baru sangat otoriter. Reformasi tersebut belum terlaksana dengan baik, bahkan reformasi tersebut sepertinya kebablasanan.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  146. Assalamu’alaikum wr.wb…
    manusia tanpa jiwa….???
    Kalau kita cermati bersama,budaya ingin serba “instan” sangat digandrungi tak ketinggalan digandrungi adalah “karbitan” dalam semua hal sudah membudaya atau kalau dibilang sudah” lazim” di bangsa ini.Tak pelak lagi termasuk juga dalam dunia pendidikan kita,yang penting dapat status,ijasah,dan difoto pakai toga…mengenai kualitas ya..nomor sekian..
    Entah ini kesalahan siapa yang jelas ini seperti warisan yang sudah menggurita di negara kita ini,yang jelas hal ini tidak bisa kita biarkan dan bahkan tutup mata seperti meng-iyakan “kelaziman” itu…
    Kita (baca: pendidik) harus berubah dan mengubah paradigma tersebut!
    yaitu dengan tidak sekedar menjadi pendidik yang hanya mengedepankan pendidikan intelektual dan keterampilan semata( transver knowlege)tapi saatnya mengedepankan pendidikan kepribadian kepada anak didik sehingga menjadi seorang intelektual/ilmuwan berkepribadian yang baik dan tidak kering.
    Kapan itu kita ( baca: pendidik) kerjakan?
    Tidak usah tunggu esok/lusa tapi sekarang!
    wassalamu’alaikum wr.wb.

  147. Assalamaualaikum Wr.Wb

    Setelah membaca blog bapak:

    Pendidikan yg seharusnya bisa membuat manusia berubah menjadi orang yang lebih baik lagi justru sebaliknya membuat mereka pintar untuk memfaatkan sikon untuk memperkaya diri mungkin bukan sistem yang salah tapi individu yang menjadikan sitem tersebut.Guru tidak lagi mendidik melainkan hanya menjalankan fungsi untuk memberikan ilmu sehingga manusia yang menghasilkan yang pintar dari segi ilmu tapi tidak dari segi akhlak.

    Wasallamualikum Wr.Wb

  148. Assalamu’alaikum wr.Wb
    setelah hampir 11 tahun reformasi bergulir, sudahkah memerdekakan bangsa ini dari keterpurukan?(rasakan saat ini ). kebebasan yang begitu menggema disegala sektor tak terkecuali dunia pendidikan seakan membawa kita untuk mengikuti kemajuan teknologi yang menuntut kita untuk selalu dekat dengan teknologi tersebut, seperti halnya komputer, HP, dan lain2 dengan segala ke canggihannya mampu buat kita untuk terbiasa teknologi itu. selain ada hal yang positif teknologi juga membawa efek negatif, karena begitu mudahnya orang meng akses berbagai hal yang di sediakan oleh layanan berbasis internet sehingga kalo tidak ada pembatasan maka akan semakin terjerumus kedalam kebebasan yang salah dan akan merusak generasi muda bangsa ini. kadang kita melihat orang tua lebih mementingkan membelikan handphone anaknya ketimbang menyuruh untuk belajar dan mengaji. dizaman reformasi ini masih banyak hal yang harus diperbaiki .pemerintah pun sudah memikirkan tentang pendidikan gratis untuk rakyat wajib belajar 9 tahun, sehingga beban rakyat berkurang dengan adanya program BOS(bantuan operasianal sekolah) kedepan tingggal bagaimana dunia pendidikan lebh bisa ditingkatkan pengelolaan dan ketersediaan sarana teknologi yang menunjang dunia pendidikan itu sendiri sehingga kita tidak tertinggal jauh dari negara lain, juga kita dapat menyaring berbagai hal yang negatif seiring dengan teknologi tersebut……semoga(amiien)
    Wasallamualikum Wr.Wb

  149. Reformasi yang terjadi di Indonesia saat ini hanya berlaku secara formal saja, tidak menyentuh pokok-pokok permasalahan bangsa. terutama masalah pendidikan. Perubahan paradigma pendidikan saat ini perlu dirubah. Pendidikan saat ini hanya menghasilkan manusia-manusia yang pintar secara kognitif saja, tanpa menilai akhlak dan budi pekertinya. Paradigma yang baru harus memberikan keseimbangan antara akhlak dan pengetahuan. Kualitas tenaga pendidikan juga harus diperhatikan dan juga kesejahteraan para pendidik. Diharapkan dalam beberapa tahun kedepan manusia-manusia yang tidak bermoral tersebut akan hilang dari muka bumi Indonesia. AMIN.

  150. Reformasi, sering kita terjebak dengan kata yang satu ini. setiap perubahan yang akan kita lakukan sering dikaitkan dengan reformasi, reformasi dan reformasi. meski yang kini terjadi adalah reformasi yang masih menguntungkan beberapa golongan saja karna reformasi yang sebenarnya belum menjama umat manusia indonesi seluruhnya. terbukti dengan masih maraknya demonstrasi-denmonstrasi yang sadis dan anarkis dengan dalih menuntut haknya. sepertinya benar adanya, jika dibumi pertiwi ini banyak dihuni oleh manusia-manusia yang tanpa jiwa atau mungkin manusia yang telah mati mata hatinya. walaupun puluhan dekade dilalui dengan reformasi tapi jika kita mengisinya tanpa hati, Negeri yang gemah ripah loh jinawi hanya sebatas mimpi.
    sekarang kita mulai dari diri sendiri dimulai dari hal yang terkecil berani katakan TIDAK jika itu melanggar norma-norma dan mampu katakan YA pada kebenaran yang berlaku secara umum, bukankah “qulilhaqq walau kaana murran” karna yang demikian ini pembelajaran yang paling sederhana yang berlaku bagi siapa saja tanpa harus merugikan siapapun.
    jika hidup ini dilalui dengan hati niscaya akan terasa indah dan membahagiakan.

  151. mengapa substansi tulisan tak memberikan representasi terhadap judul?, tak terlalu banyak membuat pembaca merasa merenung terhadap ringkasan isi tulisan yang membias dengan tidak tercapainya spesifikasi tulisan tentang renungan terhadap reformasi disegala bidang dalam hal ini pendidikan. reformasi dalam hal apapun termasuk pendidikan membutuhkan suatu proses dalam mencapai tujan yang diinginkan, tujuan tersebut tidak serta merta dapat tercapai setelah reformasi bergulir ada yang secara langsung tercapai tetapi adapula yang perkembangan begitu lambat tetapi dalam hal perubahan ke arah yang lebih baik, reformasi bukanlah perubahan secara mendasar terhadap personal tetapi buat saya reformasi dalam hal apapun merupakan perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dengan menyentuh institusi maupun lembaga yang meng-akomodasi manusia itu sendiri secara fundamental. merefleksikan 10 tahun reformasi dengan langkah menganalisis pencapaian memang membuat kita semua berpikir apakah ada yang salah terhadap reformasi? tetapi buat saya bukan reformasi yang menjadi titik tolak terhadap permasalahan bangsa tetapi lebih kepada arah pergerakan bangsa setelah masa reformasi yang telah menjadi abstrak (baca:tidak jelas arahnya).

  152. Gerakan reformasi yang terjadi sekarang ini sudah melenceng dari makna sesungguhnya, karena makna dari reformasi sesungguhnya adalah menuju perubahan yang lebih baik untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. namun yang terjadi saat ini adalah reformasi untuk kepentingan pribadi yang mengatasnamakan kepentingan bersama tanpa didasari oleh hati nurani sehingga menimbulkan banyak konflik. sebenarnya di dalam pendidikan, akibat dari kesalahan yang terjadi bukan pada lembaga pendidikan dan sistem dari pendidikannya. namun yang perlu diperbaiki adalah individu dari manusia itu sendiri, mau atau tidak mengikuti sistem yang sudah berlaku dilembaga itu sendiri dengan hati yang ikhlas dan tulus. sehingga bisa menjadikan lembaga pendidikan yang lebih baik lagi dan menjadi manusia yang berakhlaqul karimah.

  153. Dengan adanya reformasi sekarang ini banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi terutama makin tipisnya akhlak bangsa indonesia dimana bangsa ini paling dikenal dengan keramahan dan kesopanannya tapi kata-kata itu hanya tinggal kengangan.
    Kita dapat melihat kemunduran itu dalam dunia pendidikan kita sekarang, guru dapat di”beli” oleh orang tua murid, dengan memberikan hadiah kepada guru dia akan merasa tenang, karena apa guru hanya melihat dari pemberian bukan dari kemampuan si anak. oleh sebab itu disaat pemerintah mengadakan sistem UN yang kebingungan pertama kali adalah guru makanya terjadilah kecurangan-kecurangan yang dapat meyebabkan kebodohan oleh anak bangsa.

  154. reformasi sudah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat dan lingkungan pendidikan. pendidikan yang tinggi dapat mempengaruhi masyarakat untuk berbuat semaunya dan sesuka hatinya tanpa memikirkan apa akibatnya. begitu juga untuk memperoleh semua yang diinginkannya, termasuk masalah pendidikan. seseorang ingin dilihat pendidikannya tinggi dan memperoleh sebuah gelar, ia menempuh segala cara walaupun bersimpangan dengan aturan yang berlaku. semua ini terjadi karena ulah manusia itu sendiri dan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap pendidikan di Indonesia. oleh karena itu manusia seperti itu pantas kita sebut sebagai manusia tanpa jiwa dan tidak mempunyai moral. saya berharap mudah-mudahan saja manusia-manusia seperti itu akan hilang dalam beberapa waktu ke depan.

  155. Assalamu’alaikum wr.Wb
    Di zaman reformasi seperti sekarang ini, aneh memang didengarnya, tetapi itulah kenyataan yang terjadi penguasa lebih mementingkan “egonya” tanpa memikirkan kemasalahatannya.
    pelaksanaan UAN yang seyogyanya menambah mutu pendidikan, ternyata tidak demikian. Pada mulanya guru bidang studi (yang brhubungan dengan mata pelajaran UAN dan orang tua), merasa cemas dan takut tapi kenyataannya? santai-santai saja karena semua pihak sudah paham(bagi sebagaian orang yang memiliki pengaruh dan ingin punya pengaruh) mereka tidak ingin cacat “nama”, mungkin disinilah tugas para pendidik agar dapat mencetak sumber daya manusia yang lebih baik lagi
    Wasallamualikum Wr.Wb

  156. kondisi pada awal reformasi 10 tahun yang lalu merubah manusia yang sesungguhnya memiliki jiwa, menjadi manusia tanpa jiwa pada masa itu. yang berkaitan karena manusia merusak akhlaq mereka sendiri dengan menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. sebenarnya dari setiap manusia tidak menginginkan hal-hal yang melenceng. contohnya saja pendidikan pada masa ini, semua orang tua tentu berharap agar anaknya dapat menggapai masa depan yang cerah. tp kenyataannya, banyak orang tua yang berkorban banyak hal demi pendidikan anaknya. padahal tanpa mereka sadari cara yang digunakan justru malah menjerumuskan anak mereka untuk tidak melihat kebenaran. jadi ini semua adalah rekayasa manusia yang sebenarnya tau tetapi pura-pura tidak tau.

  157. reformasi pada saat ini sangat jauh bedanya dengan arti yang sebenarnya.dalam pendidikan membutuhkan suatu proses yang kita inginkan agar lebih membaik dan mencapai tujuannya.banyak guru yang menghancurkan anak didiknya sendiri itu dikarenakan mereka tidak mau anak didiknya dikatakan bodoh, mereka tidak mau dikatakan sebagai seorang pendidik yang gagal dalam mendidik anak didiknya.sehingga menghalalkan berbagai cara agar anak didiknya dapat berhasil.
    cara untuk menciptakan anak didik yang pintar dan berwawasan luas serta berakhlak mulia itu perlu guru yang benar-benar mendidik dengan penuh keikhlasan dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi.

  158. reformasi pada saat ini sangat jauh bedanya dengan arti yang sebenarnya.dalam pendidikan membutuhkan suatu proses yang kita inginkan agar lebih membaik dan mencapai tujuannya.banyak guru yang menghancurkan anak didiknya sendiri itu dikarenakan mereka tidak mau anak didiknya dikatakan bodoh, mereka tidak mau dikatakan sebagai seorang pendidik yang gagal dalam mendidik anak didiknya.sehingga menghalalkan berbagai cara agar anak didiknya dapat berhasil.
    cara untuk menciptakan anak didik yang pintar dan berwawasan luas serta berakhlak mulia itu perlu guru yang benar-benar mendidik dengan penuh keikhlasan dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi.

  159. SITI AISAH ( TP )

    Menanggapi tentang Manusia Tanpa Jiwa – Renungan 10 tahun Reformasi menurut Saya :
    Di Negara Indonesia ini banyak manusia-manusia pintar tetapi karena kepintarannya tidak didasari dengan keimanan dan kejujuran orang itu sendiri maka kepintaran orang tersebut menjadi salah langkah alias PINTAR KEBLINGER.
    Bukan lembaga pendidikan kita yang harus disalahkan , tapi moral orang – orangnya yang harus di rubah , reformasi tidak akan berjalan dengan mulus apabila orang – orang yang ada didalamnya tidak di tatar ulang , kita tidak bisa menilai ini pemain lama atau pemain baru , tapi yang kita lihat moral dan ahlak dari orang – orang yang ada di pemeritahan itu sendiri .
    Dan terkadang orang lain bisa menilai atau membuat teori kalau negara harus begini atau begitu tetapi belum tentu orang yang membuat teori tersebut bisa mempraktekkan langsung di lapangan tanpa melihat kendala-kendala apa yang akan ditimbulkan dari kebijakan tersebut , dan ini yang di alami oleh negara kita sendiri .
    Semua orang pasti akan berpendapat bahwa pendapat dia yang paling benar dan memaksa orang lain yang melaksanakan suatu kebijakan tanpa orang yang membuat kebijakan itu melakukannya sendiri terlebih dahulu .
    Dan hal tersebut diatas yang membuat orang – orang pintar tetapi tidak bisa berkembang karena yang terjadi sekarang “SIAPA YANG KUAT DIA YANG MENANG ” manusia sudah tidak menggunakan otaknya lagi untuk berfikir tetapi menggunakan tipu muslihat dan kekuatanya untuk menjatuhkan lawan maupun kawan . Permasalahan ini lho yang harus kita betulkan dan kita reformasi secara besar-besaran , sekarang kita sudah ada di jaman modern tetapi prilaku manusianya banyak yang kembali ke masa purba dan memakai hukum rimba .
    Jadi yang perlu kita renungkan di mana hati nurani kita sebagai mahluk yang lebih sempurna ketimbang mahluk yang lain , masa kita mau di sejajarkan dengan binatang yang tidak mempunyai otak untuk berpikir .
    Ayo mulai sekarang kita benahi dan tatar dulu diri kita sendiri sebelum kita melangkah lebih jauh untuk negara kita .

  160. Assalammualaikum.Wr.Wb.
    menurut saya pendidikan di indonesia belum berjalan dengan baik,dan makna reformasi belum seutuhnya berjalan dan mungkin banyak pihak-pihak Yang masih belum bisa merasakan makna reformasi,itu disebabkan karena belum terlaksananya pemerintahan yang transparan.oleh karena itu kita harus membenahi masalah-masalah mengenai pendidkan di negara kita,mulai dari diri sendiri dengan kesadaran yang penuh agar semua masalah dapat teratasi.amien….MERDEKA!!!!!!!!

  161. Assalamualaikum Wr.Wb
    Dari awal reformasi berjalan sampai kini 10 tahun reformasi di gulirkan kita sering sekali menjumpai fenomena maraknya berbagai kerusuhan, kebringasan, pelanggaran hukum dan moral serta
    tercorengnya dunia pendidikan di Indonesia. Dimana salah satu persoalan dalam dunia pendidikan bangsa kita ini adalah masalah kebocoran soal ujian nasioanal dan pengatrolan nilai yang dilakukan
    dengan segala cara untuk membuat anak lulus ujian ataupun naik kelas tanpa mengindahkan etika dan aturan main. Inilah kesalahan yang berawal dari orang tua dan guru – guru yang secara tidak
    langsung dapat menghancurkan anak didiknya. Di tambah lagi kondisi ini diperpuruk dengan kualitas guru yang tersedia, seperti banyaknya guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang bidang
    ilmu yang mereka miliki. Itulah yang terjadi dengan bangsa kita sekarang. Oleh karena itu kita perlu membenahi mental, menguatkan iman serta kesadaran yang tinggi dalam mengkaji ulang sistem
    pendidikan di Indonesia serta mengkaji orang – orang yang berperan di dalamnya sehingga tidak terjadi adanya manusia – manusia tanpa jiwa.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  162. Sekian tahun kita tertekan. Menerima begitu banyak ketidakadilan. Ketika reformasi mencuat, jiwa yang tertekan, membakar pikiran sehingga dengan mudah terhasut dan pada akhirnya meledakkan emosi yang terpendam.
    Dari lini atas kita kita diajarkan kolusi dan nepotisme. Lini menengah mengikuti. Lalu lini bawah ingin mencicipi. Begitu banyak orang yang tidak bermoral [tetapi kita juga harus yakin masih ada orang atau masyarakat yang bermoral] mengajarkan [mewariskan] orang lain untuk tidak bermoral. Sehingga kecemburuan terus muncul karena ketidakadilan yang mereka terima. Tetapi saya yakin masih banyak orang yang hati kecilnya penuh dengan kesucian. Masih banyak orang baik berhati bersih yang tidak ingin terbawa arus melawan etika dan aturan main. Yang imannya kuat akan lolos dari lingkaran setan, yang iman dan moralnya lemah akan masuk jurang situasi.
    Situasi tersebut tidak boleh berlangsung terus. Dari sekarang kita niatkan dan kita sadarkan diri kita untuk berubah dan berubah kepada hal-hal yang lebih baik. Mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan keluarga, mulai dari lingkungan masyarakat, mulai dari lingkungan negara dst untuk menghadapi perubahan dunia dengan hati nurani yang bermoral.
    Saya yakin kita adalah manusia-manusia yang berjiwa. Walaupun kadang muncul manusia-manusia tanpa jiwa, tetapi saya yakin hal itu muncul karena terbawa oleh situasi dan kondisi. Manusia berakal, bisa pintar tetapi tetap punya keterbatasan dan emosi.
    Zaman semakin tua, teknologi semakin canggih, reformasi terus berjalan, perubahan pasti terjadi. Semua sistem harus terus dikaji tanpa harus saling menyalahkan.
    Mari pejabat, mari pengusaha, mari dosen, mari guru, mari pegawai, mari pedagang, mari pelajar, mari ibu-ibu, mari bapak-bapak, mari anak-anak, mari ………. mari ………. mari ………… mari …………..TEGAKKAN MORALITAS DARI DIRI KITA SENDIRI. Amiin

  163. Renungan Ruh yang Hilang

    Dalam kehidupan, sebuah perubahan harus selalu terjadi pada setiap lini kehidupan. Manusia dari tiada, ada dan tiada kembali sesuai dengan kodrat Illahi. Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, nota bene masyarakat Indonesia 80% adalah muslim namun mempunyai rasa yang rentan terhadap kasih sayang sebagai hamba Allah. Setiap per,asalahan selalu berujung dengan pertengkaran. Kadang kala permasalahan yang se[pele namun berujung melayangnya nyawa manusia yang sama sekali tidak berhak untuk menghilangkan nyawa kecuali Allah semata.
    Bila di runut terhadap setiap kejadian yang terjadi, bahwa secara general keakuannya sebagai hamba Allah mulai luntur, sehingga bertindak brutal dan sekehendak sendiri. Kembalikan ajaran islam sebagaimana kejayaan Islam masa nabi. Terhadap semua orang selalu dengan kasih sayang bahkan terhadap musuh sekalipun. Pemahaman terhadap islam harus ditancapkan di dalam hati bahwa ajaran Allah adalah untuk kemaslahatan umat manusia. Khilafah islamiyah harus tetap berjalan di muka bumi sehingga akan tercapai baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Semoga….

  164. Menurut saya pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan dengan adanya pendidikan reformasi, pendidikan pun menjadi maju
    Peranan utama dalam pengajaran penyampaian pengajaran ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara pembinaan pelajar sendiri melalui pengalaman sendiri. Semangat reformasi hanya mengedepankan kebebasan dan tidak menghargai pengaturan lebih banyak semangat menjatuhkan dari pada membangun

  165. Assalamu’alaikum..
    Tulisan bapak memang sebuah kenyataan apa yang terjadi saat ini, namun saya lebih setuju menyebut manusia tanpa jiwa dalam tulisan bapak sebagai manusia tidak berakhlaq. Saat ini semua kalangan banyak yang mengenyampingkan agama,yang merupakan landasan dan tolak ukur dalam bersikap dan beritndak. Saat ini banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dan cita-citakan, mereka terlupa dan menenyampingkan agama. Bagaimanapun kita harus dapat menyeimbangkan antara agama dan kehidupan sosial. Karena agama sudah mengatur keduanya,sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk berzakat yang tak lain adalah untukmenyucikan harta kita, ada kaitan dengan hubungan sosial di sana. Maka alangkah baiknya jika setiap kita, tidak mengenyampingkan masalah agama dalam kehidupan sehari-hari baik itu seorang aparat, karyawan maupun golongan lainnya.

  166. manusia tanpa jiwa akan menjadikan masyarakat sipil menjadi kacau dan bebas dari nilai dan norma hukum yang sudah mengakar dan menbudaya di lingkungan masyarakat yang berpegang teguh kepadanya, hukum rimba akan berlaku, siapa yang kuat dan siapa yang yang berkuasa akan se-enak-enaknya saja tanpa berpikir bahwa iya mendzolimi orang lain……
    dan hal yang demikian itulah yang akan membuat tatanan sosial masyarakat hancur dan berantakan sehingga tidaka ada lagi keperduliana antara sesama dan terjadinya kesenjangan sosisal yang akan mngakibatkan terjadinya dikotomi antara penguasa dan rakayat biasa, yang mudah menimbulkan perpecahan dan permusuhan yang ujung-ujungnya akan menghancurkan masyarakat itu sendiri…..!!!!!!
    dan semua akar penyebabnya adalah ketidaksiapan masayarakat indonesia dalam menyongsong eara baru yang disebut REFORMASI dimana semuanya menjadi bebas mengungkapkan apa saja yang dikhendakinya tanpa memikirkan dampaknya, dan juga menghalakan berbagai cara untuk kepentingan dirinya dan golongannya sehingga banyak terjadi adu kepentingan dalam berbagia hal yang sebenarnya merugikan semua masyarakat, bukannya menguntungkan. sehingga terjadi penyelewengan dan pemanfaatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi dan mengahancurkan masyarakat.
    namun dalam kurun waktu 10 tahun repformasi sudah mengalami kemajuan walapun tidak signifikan yakni kesadaran akan arti reformasi yang hendak dituju atau yang menjadi tujuan bangsa indonesia yakni menjadi negara yang lebih baik dan bermartabat…. hal yang demikian tidaklah mudah maka untuk itu harus lah timbul kesadaran dari diri masing-masing masyarakat indonesia yang bermartabat untuk mewujudkan hal yang demikian.
    maka pendiidkan akan reformasi yang benar dan menberikan dampak yang positif bagi kemajuan bangsa dan kebermartabat hendaklah dilakukan oleh semua warga bangsa indonesia sehingga cita-cita yang dicetuskan oleh para pahlawan reformasi tidaklah sebagai wacana semata akan tetapai menjadi tonggak dasar perubahan bangsa kearah yang lebih bermartabat dan berdaulat serta berkpribadian sebagai mana amanant pancasila dan UUD 45′ dan juga menjadikan masyarakat lebih siap dan tidak salahtinggkah dalam menghadapi era REFORMASI

  167. Keselarasan antara dua kata yang tidak bisa dipisahkan antara kata “Jiwa” dan “manusia”. Manusia tanpa jiwa maka tidak bisa dikatakan adanya suatu kehidupan, begitupun sebaliknya. karena jiwa manusia dapat menentukan baik dan buruk arah yang akan dituju oleh manusia tersebut di masa yang akan datang. sistem pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin bangsa dan negara kita, namun hal tersebut menjadi tanggungjawab semua pihak. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya yang telah mendarah daging bagi setiap waraganya. Upaya yang harus kita lakukan adalah berusaha merubah paradigma bangsa kita yang tidak menjadikan segala sesuatunya dapat dicapai dengan cara yang instan sehingga tidak adanya perubahan yang mendalam pada warga dan masyarakat bangsa kita.
    Kesenjangan sosial menjadi lebih terbuka luas dalam mengaktualisasikan segala inspirasi masayarakat dalam berupaya merubah dan meningkatkan martabat bangsa dan negara kita dalam menuju era reformasi yang lebih akurat karena pengetahuan masyarakat sangat dangkal sehingga benyak perubahan paradigma yang harus kita benahi barsama. jangan berpikir bahwa kita yang paling benar, karena manusia diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lainnya.

  168. Reformasi dan Pendidikan merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. karena reformasi merupakan wujud dari sebuah pendidikan.maka jika dikatakan masyarakat saat ini tidak memiliki akhlak (moral) yang baik, maka pola pendidikan yang harus dirubah.
    Di suatu negara peranan pendidikan merupakan unsur utama dalam membangun sebuah bangsa yang besar dan maju. karena pendidikan memiliki sumbangan yang sangat besar dalam membangun sebuah negara, maka pendidikan lah yang bertanggungjawab atas itu semua.
    Bangsa kita merupakan bangsa yang besar, oleh karena itu pendidikan memiliki tanggungjawab yang sangat besar pula. maka saat ini yang paling penting dalam merubah keadaan yang sangat memprihatinkan ini yaitu dengan mereformasi pendidikan kita. pemerintah saat ini saya kira memposisikan pendidikan pada posisi yang sangat signifikan. namun itu semua memerlukan proses yang sangat panjang. maklum masyarakat kita masih memegang teguh pada prinsip-prinsip terdahulu. dan lucunya mereka sangat setia pada prinsip-prinsip tersebut.
    saya kira kita semua mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam membangun bangsa ini. karena yang menghuni bangsa ini yaaaa kita semua. mari sama-sama kita bangun bangsa ini dengan memiliki pandangan ke depan namun dengan tidak meninggalkan pelajaran orang-orang terdahulu. dan semoga pemerintah saat ini dan yang akan datang masih berusaha dan memperhatikan pendidikan kita. karena bangsa ini bisa besar dan maju ditentukan oleh pendidikan. majulah pendidikan dan majulah bangsa indonesia

  169. menurut saya permasalahan di atas merupakan sebuah kesalahan dalam pendidikan. yang mana peserta didik hanya diisi dari sisi keilmuannya saja tidak dengan jiwanya. maka yang ada hanya orang pintar yang tidak berakhlak. sistem pendidikan saat ini telah mengalami kemajuan meskipun masih banyak kekurangan, namun kita semua patut memberikan apresiasi yang tinggi akan hal ini. yang mana saat ini kurikulum telah mengalami kemajuan, sebagai contoh paradigma telah diubah mengenai proses pembelajaran yang dahulu guru sebagai satu-satunya sumber bahan belajar, akan tetapi saat ini guru merupakan salah satu sumber dalam belajar.
    ini merupakan bukti bahwa pendidikan mulai memasuki tahap kemajuan dan kita semua mempunyai peranan yang sama dalam rangka menjadikan bangsa ini bermartabat. tidak seperti apa yang dicontohkan di atas.

  170. kejadian 10 tahun silam memang sangat memilukan, terjadi rusaknya moral yang mengakibatkan seseorang tidak berfikir dengan hati nurani ketika berbuat. apakah ini murni salah dari pendidikan? saya rasa, ini bukan tidak sepenuhnya salah pendidikan tetapi pendidikan juga mempunyai andil terhadap rusaknya moral bangsa. sedikitnya waktu untuk pelajaran agama juga merupakan penyebabnya, agama merupakan salah satu pelajaran yang dapat membentuk moral bangsa. agama mana pun menginginkan kedamaian bukan permusuhan. ilmu tanpa akhlak akan sia-sia. sebesar apapun ilmu seseorang jika tidak diimbangi dengan akhlak hasilnya akan nol.
    coba kita lihat, betapa banyak orang yang mempunyai kedudukan penting di negara ini masih saja korupsi, padahal orang yang mempunyai kedudukan penting seharusnya memiliki ilmu yang luas tetapi jika tidak diimbangi dengan akhlak, yang haram pun bisa dihalalkan dan bisa menzhalimi orang lain.
    Intinya adalah perbaiki akhlak bangsa ini, bisa melalui pendidikan dan lainnya. dengan pendidikan, bisa menuju perubahan.

  171. Keselarasan antara dua kata yang tidak bisa dipisahkan antara kata “Jiwa” dan “manusia”. Manusia tanpa jiwa maka tidak bisa dikatakan adanya suatu kehidupan yang mempunyai akhlak dan moral yang baik, begitupun sebaliknya. kejadian 10 tahun yang lalu adalah tahun yang benar-benar tidak mengenal moral dan sikap yang baik. yang tudak tahu aturan-aturan dan tata cara dalam melakukan sesuatu.
    menurut saya, pernyataan diatas adalah terjadi karena kesalahan dari orang tua nya sendiri yang mendidik. mereka pada awalnya tidak memberi kesemptan kepada anaknya untuk berdiri sendiri. Perlu kita ketahui bahwa pendidikan yang pertama itu adalah dalam keluarga. semakin keluarga itu mendidik anak dengan baik, semakin baik pula anak tersebut. dan seharusnya dalam sekolah pun tidak saja anak itu belajar tentang ilmu pengetahuan umum saja, akan tetapi harus diberikan ilmu-ilmu agama yang mendasar agar anak tersebut mengetahui tentang ajaran-ajaran agama islam dan membangkitkan moralnya. Dalam negara kita ini peranan pendidikan ini sangat penting, karena agar menjadi anak-anak bangsa yang mngembangkan dan memperjuangkan negara dan bangsa. Dengan adanya pendidikan yang baik, akan baik pula yang ia peroleh.

    ayoooo kita semua terus berjuang dan semangat untuk belajar berpendidikan agar menjadi anak bangsa yang akan memajukan bangsanya yang lebih baik dari 10 tahun yang lalu. kalau bukan kita yang melakukannya siapa lagi yang akan memajukan negara ini???????? ayoooo. . . . . . kita belajar agar mencapai pendidikan yang baik sehingga cita-cita yang dicetuskan oleh para pahlawan reformasi tidaklah sebagai wacana semata akan tetapi menjadi tonggak dasar perubahan bangsa kearah yang lebih bermartabat dan berdaulat serta berkpribadian sebagai mana amanat pancasila dan UUD 45 dan juga menjadikan masyarakat lebih siap dan tidak salahtinggkah dalam menghadapi era revormasi. . . . . . . !!!!!

  172. membaca tulisan bapak yang sangat menyentu hati saya, saya akan memberikan seidiki komentar mengenai reformasi. pendidikan merupakan suatu kepentingan bagi kita semua, tanpa kita mengenyam sebuah pendidikan kita tidak akan mempunyai pegangan hidup, pendidikan tidak hanya diberikan pada lingkunga sekolah saja, tetapi dari pertama lahir seorang anak harus sudah dapat diberikan pendidikan. proses pertama kali pendidikan anak yaitu melalui keluarga terutama ayah dan ibu, baik brurknya seorang anak tergantung kepada pendidikan kedua orang tuanya. setelah anak sudah menerima pendidikan dalam keluarga kemudian orang tuamemberikan pendidikan di sekolah agara anak bisa lebih mengenal dan dan menegetahui secara luas ilmu pendidikan, lingkungan masyarakat pun sangat mempengaruhi terhadap pendidikan anak. Anak merupakan suatu titipan Allah, oleh karena itu jangan lah sekali-kali di abaikan karena anak menrupak anugrah yang telah Allah berikan.
    jiwa merupakan suatu anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita, jiwa selalu ada pada diri kita, tanpa adanya jiwa manusia tidak dapat hidup. jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu ingat kepada Allah yang telah menciptakan kehidupan, yang selalu takut untuk melakukan suatu yang tidak baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang yang ada disekitarnya.

    pendidikan dapat memberikan nampak terhadap kemajuan suatu negara dalam mencapai cita-cita dan memajukan bangsa.kita sebagai generasi bangsa harus berpendidikan dan mempunyai cita-cita yang tinggi agar dapat memajukan bangsa kita sepreti para pejuang bangsa indonesia yang sudah memerdekakan bangsa kita. kita harus menjadi generasi yang baik,kuat dan berani untuk membela negara.SEMANGAT…………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH…………….
    MERDEKA………..
    MERDEKA………….
    BERLOMBA-LOMBALAH DALAM KEBAIKAN ………………
    CAYOOOOOOOOOO…………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  173. Artikel diatas menggambarkan kejadian 10 tahun silam, , kenapa bisa terjadi seperti itu????
    Pendidiknya yang salah?????????
    Peserta didiknya yang salah ?????
    Mm, , Saya masih bingung menjawab hal tersebut, karena memang tidak ada yang dibenarkan , , manusia memiliki jiwa yang memang perlu ada yang mengasahnya agar lebih kritis dalam berpikir bukan hanya dengan kekuatan semata, disini seorang pendidik ditugaskan untuk menanamkan moral yang baik terhadap peserta didik, tapi jika pendidik sudah menanamkan hal tersebut, apa peserta didiknya bisa menerima?? yaa. . jawabannya tergantung peserta didik tersebut, , Maka dari itu diajarkannya lah ilmu Agama yang bisa menetralkan semuanya, diajarkan untuk bersabar, ikhlas dan segala hal yang menentramkan hati. . kita sebagai generasi muda yang Insya Allah akan menjadi pendidik nantinya harus lebih meningkatkan iman dan taqwa, hal tersebut perlu agar kejadian 10 tahun silam tidak terjadi lagi. Bukan kekerasan yang di pakai dalam menyelesaikan masalah, tapi pakai otak. . berlomba-lomba meraih kesuksesan bukan berlomba-lomba memukuli orang…..

  174. Sebagaimana telah disebutkan pada artikel di atas, mengingatkan kembali pada kejadian 10 tahun lalu yang seakan orang yang di atas itu lebih bekuasa dan yang di bawah selalu tertindas, rasanya tidak ada keadilan pada masa ini, mereka orang-orang yang berkuasa menghalalkan berbagai cara untuk melakukan sesuatu sehingga tercapai apa yang diinginkannya tanpa mengindahkan bahwa sebenarnya ada orang-orang disekitarnya yang telah membantunya.
    Ketika negara ini mengalami keterpurukan salah satunya dibidang pendidikan yang saya pikir sudah tidak sehat, beberapa sekolah melakukan kecurangan-kecurangan seperti contoh dengan membocorkan soal-soal ujian negara hanya untuk dapat meluluskan siswa-siswanya. Hal ini seharusnya tidak boleh dilakukan karena bagaimanapun juga hal itu sama saja dengan pembodohan sehingga tidak ada usaha bagi siswa untuk lebih meningkatkan pemahamannya dalam hal akademisnya. Para pelajar yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa jika dari awalnya sudah dididik dengan kecurangan-kecurangan maka hal ini dapat menyebabkan kecurangan-kecurangan lainnya dan sangat berdampak buruk pada masa depan negara ini seperti yang kita ketahui banyak sekali pejabat di negeri ini yang korupsi padahal gaji yang yang diperoleh itu sangat mencukupi, dan terkadang pekerjaannya pun tidak sesuai dengan gaji yang diterimanya yakni di mata masyarakat belum bisa menjadi wakil rakyat yang dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik. Entah mengapa hal ini terus terjadi?mungkin karena jiwa keagamaan dari tiap individu masih dangkal, dan yang terpenting bagaimana kita menyeimbangkan akal dan perbuatan agar tetap sejalan dengan hati dan norma-norma agama.

  175. apakah akan dibiarkan terus-menerus……? tentu tidak karena dengan adanya perbuatan tersebut bisa membodohkan generasi bangsa oleh karena itu pendidikan di negara kita ini yaitu indonesia dikatagorikan belum berhasil oleh karena itu masih banyak kasus-kasus yang menjadi kebiasaan buruk atau tradisi ketika ujian dan ada yang salah dalam pendidikan kita yaitu kurang adanya trobosan-trobosan dalam dunia pendidikan.

    apakah perlu mengkaji ulang ………? saya kira perlu karena perlu ditingkatkan kembali baik dari tingkah laku guru atau murid harus dirubah dan dalam paradigma baru guru harus mengajarkan muridnya dengan pola pikir yang meningkat contohnya minat baca harus ditingkatkan kembali supaya menjadi penerus bangsa indonesia yang baik dan berprestasi dan mampu bersaing dengan negara lain (good luck)

  176. kejadian seperti diatas tentu tidak kita inginkan, karena pada saat itu semuanya dilakukan tanpa memandang hukum yang berlaku di Indonesia. segala cara dihalalkan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. yang lemah tertindas, yang berkuasa semakin menjadi-jadi dengan kekuasaan mereka. tentu sebagai calon pendidik, hal ini merupakan PR besar yang harus diselesaikan dengan berbagai cara. pendidikan merupakan tonggak keberhasilan suatu bangsa, karena dengan pendidikan inilah semuanya dapat teratasi. rakyat tidak lagi berbuat seenaknya, dan tentu mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal yang dianggap tidak layak dilakukan oleh seorang yang berpendidikan. indonesia merupakan negara berkembang yang layak disejajarkan dengan negara lain, jika pendidikan di indonesia carut-marut seperti ini apa yang patut kita banggakan dari negara kita ini? oleh sebab itu, marilah kita berpikir sejenak tentang nasib indonesia ke depan dan tengok masa 10 tahun silam yang runyam. mari kita benahi indonesia dari berbagai aspek, khususnya pendidikan agar indonesia menjadi negara yang patut kita banggakan dan tunjukkan kepada negara lain bahwa indonesia bisa!!!!

  177. Ass,,,
    menurut saya kalau dikatakan “manusia tanpa jiwa” itu tidak benar tetapi kalau di katakan “manusia mempunyai jiwa” juga kurang tepat karena pada hakikatnya itu, ia bagaikan binatang buas yang tidak bisa mengontrol hawa nafsunya itu dengan berbuat sesukanya.
    tentulah ini yang membedakan manusia dengan binatang, dimana manusia diberikan akal untuk berpikir jauh dan ke depan. agar setiap yang di lakukannya itu melalui sebuah proses pemikiran yang benar-benar matang dan tidak merugikan pihak manapun.
    setelah adanya reformasi banyak dari masyarakat kita itu memiliki keinginan yang serba “instant” tentulah itu sebuah hal yang sangat mustahil karena setiap segala sesuatu itu membutuhkan proses, dan proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
    karena dari itu marilah kita merubah paradigma agar setiap sesuatu itu tidak begitu saja menjadi instant, karena dengan demikian masyarakat itu akan menyadari hal yang demikian itu.
    berdoalah agar bangsa kita menjadi negara yang lebih maju dan di pandang oleh bangsa yang lain dengan segala kelebihan yang ada pada bangsa kita.
    wallahu a’lam bishowwab

  178. Reformasi,,,,,kenyataan yag memang harus kita rasakan bersama setelah sekian lama terpuruk lama dalam gaun orde baru.
    Pada dasarnya semua individu menginginkan perubahan tentunya yang positif bagi diri sendiri maupun bangsanya sendiri. muncul harapan itu setelah terbentuknya era yang di sebut reformasi oleh bangsa ini. semua bentuk perubahan tak terkecuali di bidang pendidikan.fenomena diatas (teks bacaan) merupakan realita yang benar-benar terjadi di dunia pendidikan, dan sudah tidak bisa di pungkiri lagi.
    Pada kesempatan ini saya pribadi tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak saja,baik guru,murid maupun orang tua murid. pada dasarnya masih kurangnya perhatian kita terhadap pola manajemen dalam semua hal tak terkecuali di bidang pendidikan itu sendiri.sebut saja contoh, penempatan guru sekarang tidak di perhatikan lagi mana yang menjadi benar-benar spesialisasinya, sehingga pelajaran yang diajarkan tidak sampai pada titik kesimpulan pelajaran.
    Yang terpenting adalah janganlah kita terlalu berteriak kencang tentang reformasi, karena dalam mencapai reformasi masih banyak yang perlu kita kaji bersama.
    ada sebuah pernyataan yang sangat indah
    Sebelum merubah sebuah negri yang perlu dirubah terlebih dahulu adalah keluargamu, tapi sebelum merubah keluargamu terlebih dahulu rubah dulu dirimu, sebelum merubah dirimu rubah dulu hatimu dan yang terpenting adalah sebelum merubah hatimu rubahlah niatmu. karena denagn niat yang baik maka diri kita juga akan baik dengan diri yang baik keluarga kita juga akan baik dengan keluarga yang baik maka negara kita juga akan baik.

  179. Bulan mei 2008, tepat satu dasawarsa peringatan reformasi di Indonesia, reformasi yang di tandai dengan lengsernya Suharto sebagai penguasa terlama jaman ORBA, namun dibalik keberhasilan reformasi ini ada tragedi yang menyesakan dada karena tepat 12 Mei, 10 tahun lalu, 4 orang mahasiswa Trisakti tewas tertembak di kampusnya, saat para mahasiswa tengah gencar-gencarnya menyuarakan reformasi. Mereka adalah Hafidhin Royan (mahasiswa Teknik Sipil), Hendriawan (Ekonomi), Elang Mulia Lesmana (Arsitektur) dan Hery Hartanto (Teknik Mesin).

    Kronologis mundurnya Suharto:
    5 Maret 1998
    Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
    15 April 1998
    Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa menuntut dilakukannya reformasi politik.
    2 Mei 1998
    Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (tahun 1998-red).
    4 Mei 1998
    Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak ( 2 Mei 1998 ) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di Universitas Pasundan Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut.
    12 Mei 1998
    Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai. Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus.
    13 Mei 1998
    Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.

    Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara-cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.

    Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan Fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI.

    Masya Alloh yang saya ingat saat itu, demo dimana-mana di kampus saya di padepokan jatinangor juga begitu, sampai2 jalanan bisa macet berjam-jam pokoknya suasana mencekam, sampai2 untuk ke kampus berjalan kaki daripada nungguin macet. Dan saat saya nonton detik-detik mundurnya Suharto entah kenapa mata saya berkaca-kaca, merasa miris dan galau *menghapus airmata* entah apa yang saya rasakan waktu itu, mungkin sedih sebab yang saya lihat bukan sosok suharto yang dianggap pemimpin otoriter bertangan besi, pada waktu itu saya cuma melihat sosok pasrah, sosok Pak Tua yang dihujat anak2nya :( dan yang namanya perpisahan toh adalah suatu hal yang menyakitkan.

    Lengsernya beliau saat itu memang sesuatu yang tidak bisa ditolak karena rakyat yang meminta, bahkan tangan kanannya beliau Harmoko/Brutusnya Suharto :) justru orang yang ikut mengajukan permohonan agar Suharto turun tahta. So Hadirnya era kebebasan ini merupakan terbukanya kotak pandhora reformasi yang sekian lama tertutup dan jadi barang langka pada saat itu.

    Tapi apa ya yang sudah dicapai era reformasi selama satu dasawarsa ini, saya tidak bisa menganalisis tapi saya sebagai salah satu penghuni negeri hanya bisa merasakan semata, misalnya kebebasan berpolitik yang sangat terbuka, ditandai dengan menjamurnya partai politik yang ikut pemilu, tetapi rasanya kok cuma dipakai untuk ajang menyuarakan kepentingan masing-masing, siapa yang lebih dekat ke elite maka dia yang lebih beruntung :D

    Dari segi kehidupan ekonomi dan sosial, akhirnya jangan ditanya tingkat kriminalitas yang tinggi yang penyebabnya apalagi kalau bukan soal kebutuhan mengisi perut, kehidupan rakyat kecil sebagai kaum yang termarjinalkan yang semakin sulit saja, tengok saja angka kemiskinan semakin meningkat dan masalah2 lainnya yang begitu kompleks di negeri ini.

    Reformasi mempunyai boleh jadi memberikan dampak positif untuk kaum tertentu namun dampak negatifnya juga tak kalah banyak.

    So cuma bisa berharap semoga ke depannya negeri ini akan menjadi lebih baik. Amin

  180. Manusia tanpa jiwa ?!

    Pada hakikatnya manusia di ciptakan memiliki jiwa. Namun di zaman sekarang ini banyak manusia yang jiwanya sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan yang mereka inginkan. Baru-baru ini kita dengar berita tentang kasus ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, mengapa ada oknum yang begitu tega melakukan aksi bom lagi ?? Dimana hati nurani mereka ?? mereka begitu kejam melakukan tindakan yang tidak bermoral, yang tidak manusiawi, yang membuat masyarakat resah,, banyak orang yang tidak menggunakan akal yang di berikan Allah SWT, marilah kita belajar dari pengalaman ini, pikiran , sempit dan menganggap diri kita paling benar telah menghancurkan kehidupan manusia,, di dalam dunia pendidikan misalnya, sampai saat ini masih saja kita dengar di berbagai daerah masih saja ada guru yang membantu siswanya dalam menyelesaikan soal UN agar para siswanya lulus UN dan mendapatkan nilai yang baik. Padahal perbuatan seperti itu dapat merusak moral anak bangsa , secara tidak langsung mereka mengajarkan untuk tidak jujur, dan itu sangat berdampak buruk bagi anak-anak penerus bangsa. Menurut saya situasi dan kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Perlu adanya pembenahan system pendidikan agar bangsa kita tadi menjadi bangsa yang maju, yang melahirkan penerus-penerus bangsa yang memiliki jiwa. Oleh karena itu peran guru dan orang tua sangat penting. Agar lahir manusia-manusia yang memiliki ahklakul karimah , manusia yang memiliki jiwa, dan takut kepada Tuhannya. Semoga kita bisa menjadi guru yang dapat melahirkan manusia-manusia yang memiliki jiwa.

  181. Sudah cukup jenuh dan bosan kita mendengar atau melakukan peringatan reformasi dengan acara formal semacam itu, tiap kali peringatan hari reformasi digelar, renungan menjadi agenda utama. Janganlah seperti para pejabat kita, tiap kali ada peringatan, tiap kali pula renungan diadakan dan ketika pulang sudah lupa dengan renungan yang diadakan, sehingga buntutnya ketika menjabat hanya mementingkan diri dan keluarga mereka sendiri tanpa memikirkam rakyat-rakyat miskin.
    Selama sepuluh tahun sudah reformasi berjalan, akan tetapi apa yang di harapan tidak terwujud. Sebaliknya, di sana sini terjadi penyelewangan, pengingkaran, dan pembusukan terhadap agenda reformasi, kejadian ini terus dilakukan sekelompok orang yang tidak ingin hidup enaknya terusik. Pada sisi lain, pada level masyarakat, sekarang berkembang apatisme politik sebagai akibat dari hilangnya trust atau kepercayaan terhadap elit politik di satu sisi, sebagai akibat hilangnya integritas moral politik di kalangan elit. Secara bersamaan juga tumbuh dan berkembang kecenderungan intoleransi di berbagai lapisan elit dan masyarakat. Dengan demikian, modal sosial untuk meluruskan arah reformasi sesungguhnya pada situasi sekarang ini telah minus. Tidak ada lagi gairah, semangat dan satu langkah untuk menuju pada titik yang sama, yaitu reformasi politik. Permasalahnnya sekarang adalah siapakah yang salah tidak tercapainya refornasi yang diharapakan????
    Apakah salah pendidik atau peserta didik?????
    Atau apakah ini salah metode pembelajaran yang di gunakan oleh guru??????? Pertanyaan-pertanyaan ini pasti ada dalam setiap benak seseorang. Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada lagi harapan untuk menyemai kembali benih-benih dan memupuk harapan agar agenda reformasi kembali menggelora dan tercapainya reformasi yang di harapakan. Dari pertanyaan di atas kita sebagai calon guru harus memikirkan cara dan metode yang baik untuk digunakan dalam mengajar. Serta ini semua tantangan yanh di harus di hadapi oleh para calon guru-guru.

  182. Dari awal reformasi dan sudah berjalan 10 tahun sampai saat ini, tidak membuat bangsa ini lebih baik. Terorisme, kriminalitas, kejahatan dan lain sebagainya masih banyak terjadi sampai saat ini. kalau memang manusia yang berjiwa pasti ia mampu untuk menggunakan akal dan segala pengetahuan yang dimilikinya untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik. tapi sampai saat ini kejahatan masih merajalela. kalau kita megataskan namakan Allah diatas segala-galanya pasti tidak akan banyak hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. apalagi yang terjadi sekarang ledakan bom yang terjadi di JW. marriot dan Ritz crilnton semakin menambah tindakan terorisme-terosisme yang terjadi dibangsa kita ini, dimana hati, jiwa dan akal mereka. korban dan orang-orang yang tidak bersalah berjatuhan dimana-mana. apakah ini bentuk jihad? saya cuma bisa berharap nantinya bangsa ini bisa menjadi bangsa yang lebih baik dan bisa mengambil pelajaran-pelajaran yang sudah terjadi.

  183. Melihat sejenak kehidupan sepuluh tahun yang lalu bagaimana bangsa ini tertimpa banyak krisis entah dari ekonomi, politik, hukum, budaya dan juga pendidikan. hal itu terlihat dari keadaan manusia itu sendiri yang bertindak beringas tanpa kenal moral dan budi. Keadaan seperti itu memungkinkan segala perubahan yang terjadi di berbagai bidang termasuk pendidikan. Pendidikan mengalami pembenahan dari mulai gurunya, muridnya dan kebijakan kurikulum pendidikannya yang setiap tahunnya mengalami perubahan. Kebijakan adanya perubahan kurikulum memungkinkan pendidikan yang bermutu untuk generasi penerus bangsa. Bagaimana jadinya pendidikan tanpa adanya manusia yang tidak membentuk jiwanya? Katanya pendidikan di bumi kita telah mampu bersaing dengan dunia luar, tapi nyatanya masih saja ada tindakan yang tidak mencerminkan sebagai manusia yang berjiwa baik untuk kehidupan bangsa dan negara. oleh sebab itu marilh bagi cseorang guru memahami kenyataan dari esensi pendidikan yang berlangsung seumur hidup demi kemajuan suatu bangsa
    Bagi seorang calon guru dalam menghadapi Sepuluh tahun reformasi bagi pendidikan haruslah berbangga bila nantinya menjadi guru beneran karena telah ada kebijakan pemerintah khususnya adalah adanya kesejahteraan dan perhatian pemerintah, peningkatan kualitas dan mutu, dibuatkannya undang-undang perlindungan bagi guru dan dosen. Selain itu ada juga peningkatan hasil kerja guru dan tidak menganggap sebelah mata profesi guru itu. kemajuan negara ini ditentukan oleh mutu seorang pendidik.

    Salam Damai…….!!!!!!!!!!

    A. Hozaini

  184. Manusia Tanpa Jiwa???
    Renungan 10 tahun Indonesia….

    Sudah sepuluh tahun bangsa kita mengalami reformasi dan alhamdulilah bangsa kita ini telah banyak mengalami perubahan kearah yang lebih baik, ya walaupun akhir-akhir banyak musibah dan tragedy yang terjadi di Negara kita….

    Salah satu tujuan reformasi adalah untuk mengingatkan kembali pada komitmen bangsa, diantaranya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), memperkuat demokratisasi dan otonomi daerah, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih.

    Dan Sebuah anugerah Allah yang amat besar bagi kita adalah jiwa yang merupakan kemuliaan dalam hidup bagi manusia. Tanpa jiwa, rasa-rasanya manusia tak lebih dari binatang, bahkan lebih parah dari binatang. Jiwa dikenal dengan hati nurani, cahaya bagi hati. Bagi orang yang berperilaku dan bersikap seperti binatang, tak tersentuh prinsip-prinsip kemanusiaan dalam hidupnya bisa diartikan belum menikmati keindahan adanya jiwa dalam diri.

    Lalu bagaimana kah dengan manusia bangsa kita???
    Apakah mereka masih mempunyai jiwa yang bersih sehingga akan dapat menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang penuh dengan cinta dan damai???

  185. Jika memperhatikan artikel diatas, terlontar pikiran saya dimana kesadaran umat manusia yang sudah tidak mengenal etika yang ada…..???Mereka hanya mementingkan pribadinya sendiri dan banyak pihak-pihak yang tidak senang akan ketenangan dan kemajuan bangsa Indonesia mereka telah menjadikan Negara kita secular: Negara yang memisahkan urusan dunia dan akhirat. Negara semacam ini tidak akan mengantarkan bangsanya ke lembah kebahagiaan bahkan sebaliknya akan mendorong bangsa nya kejurang kehancuran.

    Harus kita sadari betapa besar cita-cita masyarakat Indonesia agar Negara kita aman dan tentram, yang sudah tentu memerlukan pengorbanan yang besar baik materil maupun moril disamping itu, perjuangan menuju Baldatun Thoyyibatun Wa Roffun Ghofur memerlukan waktu yang relatif panjang. Dan Saya juga belum tahu apakah Negara kita sudah menjadi Negara idaman…!!! Yang jauh dari kekuatan yang bersaenjata-peperangan, korupsi, maupun adu argumentasi yang mementingkan pribadi masing-masing.

    Marilah kita tunjang dengan strategi yang mapan dan logistic yang memadai dalam merperjuangkan Negara kita.
    Berkaca sebelum berkata, berfikir lugas sebelum bertugas
    Dan menyimak sebelum bertindak
    Sangat bermanfaat, merengkuh selamat dan nikmat.

  186. sebelumnya saya sepakat bahwa manusia-manusia tanpa jiwa pada dasarnya masih berjiwa dlm dirinya, menurut sy pak bukan roh yang hilang melainkan akal budi mereka, yang kemudian menyebabkan manusia tdk memiliki rasasehingga efeknya adalah kesenjangan sosial, shame culture, isolasi, dll. karena peranan akal budi disini akan selalu membawa manusia kpd tingkat apresiasinya, yaitu memberi nilai berdasarkan usaha(ikhtiarnya) bukan dgn emotionallitynya.
    gerakan reformasi yg merupakn klimak atas krisis ekonomi & ketidak percayaan msyarakat terhadap penguasa, harus di akui tlah membawa paradigma baru dlm pengelolaan sistem kenegaraandi indonesia, berbicara reformasi sy teringat ucapan salah satu aktivis 98yg merasa kecewa krn menganggap reformasi tdk memiliki plann jangk panjang hanya sebatas menjatuhkan rezim penguasa. yg berekses saat kekuasaan dijatuhkan hanya menjadi kue bolu rebutan para aktor yg di besarkan oleh orde baru, sehingga sangat wajar dalam pemerintahan selanjutnya masih sarat dengan mentalitas KKN dimana-mana. karena memang mentalitas penguasa yg dibangun selama 32 thn oleh orde baru, butuh proses yg tdk instans untuk merubahnya.
    kemudian, evaluasi, mengkaji ulang kebijakan/sistem pendidikan qt, sy rasa masih sangat penting untuk sampai kepada tujuan nasional dari pendidikan bangsa ini. dengan seioring dinamisnya pengetahuan dan terus berputarnya kehidupan untuk maju(modern) kita akan tertinggal apabila hanya puas dengan apa yg sydah ada. tentunya mengkaji ulang sistem untuk mencari format yg ideal untuk di terapkan dalam pendidikan qt masih sangat di butuhkan, mengingat negara kita masih dalam negara berkembang yang ingin menjadi negara maju.

  187. Bismillahirrahmanirrahim……………
    Manusia tanpa jiwa???
    kita mencoba melihat kejadian yang telah terjadi sepuluh tahun yang lalu
    dari kejadian sepuluh tahun yang lalu itu kita dapat mengetahui bahwa bangsa indonesia telah banyak terjadi perubahan meski belum sempurna
    Pendidikan mengalami pembenahan dari mulai gurunya, muridnya dan kebijakan kurikulum pendidikannya yang setiap tahunnya mengalami perubahan. Kebijakan adanya perubahan kurikulum memungkinkan pendidikan yang bermutu untuk generasi penerus bangsa, karena dengan adanya pendidikan setiap tahun yang berubah-ubah bangsa dapat mengikuti sistem orde baru dan menjadi negara yang maju.

  188. IIN INAYAH (PAI IV B) NIM : 207011000707

    Bagaimana jadinya pendidikan yang dibuat oleh manusia tanpa disertai adanya jiwa khususnya jiwa pendidikan? Katanya pendidikan di negara kita telah mampu bersaing dengan dunia luar, tapi nyatanya masih saja ada tindakan yang tidak mencerminkan sebagai manusia yang berjiwa baik untuk kehidupan bangsa dan negara. oleh sebab itu marilah bagi seorang guru memahami kenyataan dari esensi pendidikan yang berlangsung seumur hidup demi kemajuan suatu bangsa

    Bagi seorang calon guru dalam menghadapi Sepuluh tahun reformasi bagi pendidikan haruslah berbangga bila nantinya menjadi guru yang profesional karena telah ada kebijakan pemerintah khususnya adalah adanya kesejahteraan dan perhatian dari pemerintah, peningkatan kualitas dan mutu, serta dibuatkannya undang-undang perlindungan bagi guru dan dosen. Selain itu ada juga peningkatan hasil kerja guru dan tidak menganggap sebelah mata profesi guru itu. karena maju atau tidaknya suatu negara ini ditentukan oleh mutu seorang pendidik serta kualitas SDM yang produktif………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reformasi yang sudah berjalan 10 tahun lamanya telah membuat perubahan bangsa ini dalam berbagai bidang, termasuk kemanusiaan. Penduduk Indonesia mengalami krisis kepercayaan yang sudah akut. Banyak dari mereka yang sudah tidak percaya lagi dengan para pejabat negara maupun daerah. Rakyat Indonesia mengalami trauma yang berkepanjangan. Kepercayaan mereka banyak yang dikhianati oleh pembuat dan pengambil kebijakan. Terlepas dari semua itu, saya masih tetap ada rasa optimis bahwa negara ini masih bisa diperbaiki dan ditolong. Saya merasa bahwa semua sistem yang ada di negara ini tidaklah mengecewakan walaupun sering merugikan orang lain. Sebagai contoh, sistem pendidikan atau undang-undang mengenai pendidikan, khususnya undang -undang yang baru disahkan oleh pemerintah (UU BHP ).

    HIDUP INDONESIA…………….!!!!!!!!!!!!!!!!
    MAJULAH PENDIDIKAN INDONESIA……………..!!!!!!!!!!!!

  189. maaf pak, komentar yang pertama belum lengkap. ada kealasahan teknis. peristiwa reformasi 98 diawali dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia. keadaan rakyat semakin tak terkendali ditambambah dengan kemimpinan yang otoriter dan suka KKN keadaan ini membuat para mahasiswa melakukan demonstrasi yang menuntut adanya reformasi total. demonstrasi yang awalnya damai namun kemudian berubah menjadi rusuh dan adanya sikap anrkisme. lalu bagaimanakah makna reformasi untuk saat ini? kenyataannya bangsa indonesia masih banyak mengalami berbagai permasalahan di segala bidang, terutama sekali adanya dekadensi moral seperti yang tertulis dalam artikle bapak. bangsa yang dulu terkenal dengan sopan santunnya dan nilai-nilai ketimuran dan moral yang tinggi kini ternodai oleh banyaknya pornografi, pornoaksi, saling tipu, korupsi dan banyak lainnya. keadaan seperti ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat khususnya dalam dunia pendidikan hal ini perlu diperhatikan mulai dari pendidikan di keluarga, sekolah, dan di masyarakat. pendidikan kita seharusnya tidak hanya menyentuh IQ dan EQ saja namun harus juga menyentuh aspek SQ nya agar tercipta bangsa Indonesia yang cerdas akal, emosi, dan hati nuraninya.

  190. “Renungan 10 Tahun Reformasi”
    Manusia Tanpa Jiwa ?
    Manusia Tanpa Hati?
    Manusia adalah makhluk yang sempurna dan paling mulia, Manusia bukan sekedar mahluk hidup yang bernafas seperti mahluk hidup lain Tapi manusia mempunyai akal dan hati, Tidak seperti binatang yang hanya hidup , makan, dan berkembang biak saja.
    Menurut saya masalah-masalah yang timbul mulai dari era orde lama sampai era reformasi adalah masalah-masalah moral yang serius dihadapi oleh bangsa Indonesia antara lain menyangkut persoalan penyelewengan, adu domba, fitnah, menipu, mengambil hak orang lain, menjilat, kolusi-korupsi-nepotisme, melakukan maksiat dan lain-lain adalah perbuatan yang dilandasi dari hawa nafsu dunia.
    Dan kalau kita tinjau dari segi dunia pendidikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam merubah moral-moral manusia yang sudah hancur dan bisa dikatakan manusia jiwa dan hati. terlebih lagi pandangan kita dari pendidikan agama yang sangat identik dengan akhlak mulia dan berbudi luhur. dan yang harus kita benahi adalah masalah hati agar tidak tamak dengan kemegahan dunia yang mengakibatkan dia lupa akan Tuhannya dan bertindak yang didasari dengan hawa nafsunya atau dengan kata lain memposisikannya sebagai mahluk Tuhan dan buka mahluk yang bebas tanpa ada tanggung jawab atas segala perbuatannya kepada Allah. dengan demikian manusia tersebut akan selalu merasa terawasi dari segala perbuatannya dan akan bertindak yang didasari dengan hati (jiwa) dan pikirannya.

  191. erwin 106011000086
    Pendapat saya adalah sistim pendidikan yang memang kurang mementingkan pendidikan agama. di mana sekolah sekolah hanya mementingkan pendidikan yang di ujikan sahaja sehingga tidak begitu memperhatikan pelajaran yang tidak diujikan. sehingga pelajaran agamapun sedikit dilupakan sehingga dalam waktu 1 minggu di sekolah pelajaran agama hanya diajarkan 2 jam pelajaran atau selama 90 menit. itu pun jikalau pelajaran itu dapat disampaikan seorang guru dengan maksimal. akan tetapi kebanyakan guru agama itu sendiri banyak yang tidak profesional dan kadang guru agama itu sendiri tidak konsisten dengan apa yang diajarkannya sehingga seorang guru yang tidak berhsasil menanamkan akidah dengan baik maka akan berdampak pada akhlaknya yang buruk yang mencerminkan betapa rusak akidah dan hatinya sehingga mereka terbawa sampai dewasa. walaupun bagus IQ-nya pintar otaknya, akan tetapi tidak dibarengi dengan keimanan yang baik maka jadilah bangsa yang seperti ini……….Wassalam

  192. menurut saya adalah tergantung dari kita sendiri sebagai guru. guru yang baik merupakan guru yang dapat menanamkan nilai kebaikan kepada muridnya. jadi tidak bisa disalahkan jikalau hsil didikannya seperti itu mungkin karena gurunya yang salah, karena tidak dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan sehingga seorang murid terbawa ketika mereka dewasa, mereka hanya pintar iq nya saja akan tetapi tidak pintar dari segi ketuhanannya. tidak hanya giri yang disalahkan. tapi banyak faktor sebenarnya dari sekolah yang mungkin fasilitasnya yang kurang memadai, atau dari murid itu sendiri yang mungkin mereka sulit untuk di ajarkan tentang soal kebaikan ,,,,,

  193. Assalamu’alaikum.
    Jika perilaku anak bangsa Indonesia seperti manusia yang tidak memiliki jiwa, menurut saya, lembaga pendidikan tidak seharusnya menjadi sasaran kesalahan. Karena segala yang akan dilakukan berawal dari diri sendiri, dari niat atau hatinya. Walaupun lingkungan di sekitarnya buruk, tetapi jika memiliki niat atau hati yang baik, mau berusaha, dan yakin sepenuhnya bahwa Allah akan menolongnya, maka Insya Allah tidak akan terbawa arus lingkungannya yang buruk tersebut.
    Sama halnya dengan para pelajar yang menyontek. Jika dalam diri seorang pelajar sudah memiliki niat yang baik, berkeinginan untuk tidak menyontek, mau berusaha untuk meghindarinya dan belajar dengan giat, dan yakin bahwa Allah akan menolongnya, maka Insya Allah dia akan dapat mengerjakan soal ujian sendiri. Walaupun teman-temannya banyak yang menyontek.
    Tetapi, masalah sistem pendidikan,,
    Kalau memang diperlukan pengkajian ulang secara mendasar terhadap sistem pendidikan demi memajukan pendidikan di Indonesia, kenapa tidak?!
    Wassalamu’alaikum.

  194. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Setelah saya membaca Artikel “Manusia Tanpa Jiwa? Renungan 10 Tahun Reformasi”, rasa batin ini resah, gelisah, tersayap dan bergetar-getar dalam dada serta bersalah. terasa sayalah salah satu diantara penyebab Bangsa ini mengalami berbagai kemerosotan moral, kemunduran peradaban, baik dalam segi pendidikan yang jauh dari tujuan, maupun segi agama yang jauh dari sisi-sisi keTuhanan hingga dalam segi dan lini lainnya pun tak dapat terelakkan dari dampak reformasi tersebut.
    Kenapa saya sampai merasa seperti orang yang skiptis ketika merespon artikel di atas? sebagai generasi penerus Bagsa tentunya kesadaran saya yang diberi kesempatan mengenyam Perguruan Tinggi, tentu akan berbeda kadar kepekaannya apalagi sebagai seorang yang sedikit paham mengenai agama serta orang yang dikategorikan akan mewarisi sebuah zaman ini. Kenapa saya tidak dilahirkan untuk mengisi reformasi lalu, itu pertanyaan saya?

  195. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Setelah saya membaca Artikel “Manusia Tanpa Jiwa? Renungan 10 Tahun Reformasi”, rasa batin ini resah, gelisah, tersayap dan bergetar-getar dalam dada serta bersalah. terasa sayalah salah satu diantara penyebab Bangsa ini mengalami berbagai kemerosotan moral, kemunduran peradaban, baik dalam segi pendidikan yang jauh dari tujuan, maupun segi agama yang jauh dari sisi-sisi keTuhanan hingga dalam segi dan lini lainnya pun tak dapat terelakkan dari dampak reformasi tersebut.
    Kenapa saya sampai merasa seperti orang yang skiptis ketika merespon artikel di atas? sebagai generasi penerus Bagsa tentunya kesadaran saya yang diberi kesempatan mengenyam Perguruan Tinggi, tentu akan berbeda kadar kepekaannya apalagi sebagai seorang yang sedikit paham mengenai agama serta orang yang dikategorikan akan mewarisi sebuah zaman ini. Kenapa saya tidak dilahirkan untuk mengisi reformasi lalu, itu pertanyaan saya?.
    Tapi itu semua tidak selesai jika realitas diatas hanya diratapi dan disesali tanpa mencari solusi yang secepatnya agar masyarakat dari bagsa ini mempunyai “kesadaran Jiwa” Jiwa yang bagaimana? tentunya Jiwa yang selalu mengerakkan, mengontrol dan memantapkan segala pikiran, keyakinan, sikap prilaku dan tindakan kita untuk berbuat baik tanpa melanggar aturan agama, hukum, norma adat serta susila.
    Bagaimana caranya? tentu sistem pendidikan perihal utama yang memungkinkan mengatasi dampak negatif dari reformasi tersebut, di jadikan kesadaran bersama yang mempunyai cita-cita untuk mendapatkan apa-apa yang diinginkan dunia maupun akhirat yang sama-sama selamatnya. sama seperti sebuah hadits Nabi ” man arada dunya fa’alaihi bi ‘ilmi waman arada akhirata fa’alaihi bil’ilmi waman arada huma fa’alaihi bil’ilmi”. Ilmu identik dengan tujuan dari pendidikan? maka pendidikan di Indonesia haruslah berlandaskan Ke-Tuhan-an, jika telah berdasarkan Ke-Tuhan-an, segala tindakan manusia akan merasa dikontrol dan diawasi oleh Tuhan yang tidak tidur, tidak istirahat yang amal perbuatan mereka akan dipertanggung jawabkan dihari yang akan datang atau hari kelak, yang mana menjadi cita-cita bersama orang beragama. beramal serta berlomba-lomba dalam perihal kebaikan.
    Jika pendidikan berlandaskan ke-Tuhan-an? maka bagaikan sistem ‘komputer Server’ yang mampu mengontrol, menyimpan, serta memberikan sebuah fasilitas peradaban yang modern pelayananya serta, demokratis segala sistemya operasionalnya. hal inilah yang akan menguranggi manusia-manusia yang tidak bermoral (pelaku KKN, kriminal, tindak pidana dll) dengan sendirinya karna manusia disekitarnya mengetahui bahwa tindakan tersebut harus dijauhi dan saling berpesan dalam hal kebaikan karna jika tidak, bukan diri mereka saja tapi dampak manusia tak bermoral tersebut menjalar kegenerasi berikutnya?. Firman Tuhan dalam surat al’asr yang artinya “Dan demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, saling berpesan dalam kebenaran, dan saling berpesan unutuk bersabar”.
    Demikian sedikit komentar terhadap artikel yang berjudul “Manusia tanpa Jiwa? Renungan 10 tahun reformasi” semoga dapat memberikan pencerahan jiwa para pembaca khususnya saya pribadi dan menjadi solusi berbagai realitas negatif dari dampak reformasi bagsa ini agar bukan hanya sekedar optimis untuk merubah keadaan yang kurang baik ini menjadi lebih baik kedepannya nanti, tapi juga membara-bara didalam jiwa untuk bersama-sama sadar bahwa kalau bukan kita siapa lagi yang akan menyelesaikan persoalan, merubah menjadi baik Bangsa ini yang lalu atau sudah terjadi kita evaluasi, sebagai tahap proses menjadi apa yang di inginan Tuhan? yakni makhluk yang berakhlak ke-Tuhan-an, yang selalu mencintai kebaikan.

    Pesan saya “perhatikanlah para penemu IT mereka adalah orang-orang muda yang diberi kesempatan yang sama dengan kita, mereka bisa! kenapa kita tidak? untuk kebaikan”

    Waallahu ‘alam bissawaab.

    Wassalamu’alaikum Warahmtullahi Wabarakatuh.

  196. Assalamu’alaikum..
    Setelah membaca artikel diatas, bahwa pada umumnya zaman telah berubah setelah memasuki masa reformasi yang seperti kita ketahui bersama, masyarakat cenderung bersikap bebas dan lebih terbuka, layaknya tahanan yang bebas dari penjara selama bertahun-tahun lamanya.
    Namun keadaan telah membawa segi positif dan negatif, diantaranya pemerintah lebih bersikap transparan dalam menjalankan pemerintahannya (walaupun tidak sepenuhnya) dan masyarakat bebas untukl mengemukakan pendapat mereka dihadapan public. KKN yang dahulu berkembang pada zaman era pemerintah sebelum reformasi yakni era orde baru kini tidakterlalu dirasakan lagi walaupun tidak sepenuhnya habis namun paling tidak tidak jauh berkurang.
    Tidak hanya segi positif saja yang dapat diambil, namun dampak negatif juga banyak dirasakan seiring dengan bertransformasinya era pemerintahan orde baru menjadi pemerintahan yang demokratif. diantaranya, banyak yang salah tanggap denagn adanya kebebasan berbicara dihadapan public, kita dapat melihat sekarang dimana mana masyarakat berdemo menuntut kainginan mereka padahal ada kalanya secara berlebihan. Dan seperti yang dituliskan pula bahwa reformasi menimbulkan hal-hal yang bersifat individual, mementingkan kepentingan golongan, dsb. Hal seperti ini seharusnya dapat kita tekan, saya setuju jika kita terus maju dengan era pemerintahan yang seperti ini namun denagn situasi yang sedikit dirubah, tabiat yang sulit dihilangkan bukan berarti tidak bisa dihilangkan bukan???.
    Itulah tugas-tugas kita sebagai generasi muda yang notabene akan meneruskan/menggantikan kader-kader pemerintahan, maka dimulai dari sekarang dengan memberikan jiwa kita pendidikan yang saya rasa sistem pendidikan di Indonesia sudah cukup baik, dimana banyak pelajaran-pelajaran yang menanamkan nila-nilai moral, kemanusiaan dan beragama, baik memang pada dasarnya bukan hanya pendidikan formal saja yang membentuk kepribadian kita sebagai manusia, yakni dibutuhkan peran yang tidak kalah penting yaitu keluarga.
    @ Sebelumnya.. saya minta maaf pak kalau telat post, dikarenakan saya baru sembuh dari sakit. Harap maklum, mudah-mudahan bapak masih berkenan menerima tugas saya ini. Terima Kasih..

    Wassalamu’alaikum…

  197. pratiwi khoirunnisa
    206011000075 (PAI)
    setelah saya baca dan saya renungkan artikel bapak, pada jaman reformasi semua telah berubah, hak asi manusia yang telah di sahkan menjadi kebebasan setiap warga negara untuk mengesfresikan hak-haknya yang ada pada dirinya.
    dengan kedudukan yang ada pada pangkatnya, ia lupa bahwa manusia itu semua sama di mata Allah.
    tapi itu smua tidak di sadari oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan jabatan, ia selalu menindas orang-orang kecil.
    kita sebagai rakyat kecil hanya bisa berorasi tapi tak ada yang menanggapi.
    keadaan seperti ini kita sebagai guru agama tugas kita adalah merubah moral anak-anak didik kita agar menjadi manusia yang memakai akal fikirannya ketika bertindak tidak langsung asal jotos.
    PR bagi semua para guru PAI ketika melihat situasi seperti ini……
    bagaimana cara kita merubah moral anak didik agar anak didik tidak terjerumus pada tindakan kriminal dan hal-hal yang negatif lainnya….
    @sebelumnya saya minta maaf ya pa baru bisa mengirim komentar ini, dikarnakan anak saya sakit di rawat di RS. dan g bisa ditinggal. mohon bapak maklum dan mau menerima tugas saya ini.

  198. Manusia tanpa jiwa, kenapa seperti itu?
    Coba lihat kondisi yang seperti saat ini, emang sulit untuk mengubah manusia menjadi yang sempurna, karena semua didasari dari sumber daya manusia semua orang ditanamankan atau tidak jiwa patriot pembangunan, rasa tannggung jawab dan saling memiliki untuk membangun negara menjadi yang baik dan untuk diri sendiri.
    Mengapa reformasi tidak kekauan seperti ini?
    Sekarang kita kembalikan sumber daya manusianya apakah mereka memanfatkan dengan benar dan berpikir memajukan diri sendiri dahulu, jika dia sudah bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri mungkin manusia bisa merasakan kebersamaan, saling percaya
    Bukan salah kita sekolah dari sekolah dasar, mungkin dari sistem pembelajaran sekolah, jika guru ingin murid displin dan mematuhi peraturan yang ada maka lakukanlah itu pada guru terlebih dahulu, jika seseorang guru sudah displin dan mematuhi peraturan mungkin murid-murid akan melihat dan mencontoh kepribadian yang baik secara tidak langsung , murid akan melihat guru tersebut bisa lebih baik atrau buruk tergantung pemberiaan contoh yang baik selain itu coba kita tengok kehidupan keluarga masing-masing apakah sudah berjalan dengan baik orang tua membing anaknya dengan cinta kasih atau keinginan orang tua hingga anak tertekan dan kelak akan berlontak meminta kebebasan untuk tidak selalu mengikuti kemauan orang tua aturan didikan seperti ini akan menjadikan anak tersebut menjadi kepribadian yang tidak baik kelak contoh anak tersebut berbakat kesukaan dia musik, orang tua melarang bahkan berkata-kata yang tidak seharusnya memaksaan keinginan orangtuanya menjadi dokter semua terjadi kesalahan karena tidak ditanamkan sumber daya manusia yang baik dalam jiwa dan kepribadian manusia dari sejak kecil sebenarnya jika semua orang mempunyai tanggung jwab atas dirinya sendiri dan orang lain saling memberi menyanyai,menghormati dan menasihati tanpa menggunakan kekerasan dan rasa negara akan berkembang pesat dan reformasi akan berubah satu hal yang patal dinegara kita yaitu sumber daya manusia dimana masing-masing manusia, golongon, ingin memiliki dan dianggap paling benar dan di hargai bukankah di mata alah swt bukan harta, jabatan, pangkat dan ia nilah tapi ketulusan hati ikhlas menjalani, memberi dan menerima semua yang kita lakukan bukankah kita mati tidak membawa apa-apa hanya amal dan kebaikkan kita yang kita tinggalkan dan kita bawa
    Jika ingin merubah negara lebih baik dan merubah reformasi kita harus mulai dari diri kita sendiri, sudah benarkah yang kita lakukan dan sumber daya manusianya semua didasari oleh hati dan keikhlasan yang baik yang dilakukan sejak dini.

  199. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam sejahtera kami sampaikan semoga bapak senantiasa dimudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.i Amiin.
    Mengomentari “manusia tanpa jiwa? 10 tahun reformasi” judul artikel diatas, seolah kita diberi kesadaran akan adanya realitas di dalam kehidupan yang sekarang kita alami. di dalam firman Allah SWT. yang artinya “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Allah telah memberikanmu pendengaran, penglihatan dan hati supaya kamu sekalian bersyukur”
    Kenapa saya mencantumkan salah satu ayat tersebut, dalam menanggapi artikel bapak yang diatas bejudul “Renungan manusia Tanpa Jiwa? 10 Tahun reformasi”, karena ayat tersebut merupakan problem solving dari sistem pendidikan yang harus diterapkan didalam kurikulum sistem pendidikan kita.
    Kita tahu bahwa pendidkan adalah faktor yang sangat vital dalam memberikan meanstrem, perspektif, atau cara pandang untuk dijadikan manusia bertingkah laku sehingga terjadi salah satu fenomena reformasi yang telah kita alami sekarang ini, itu semua terkait pendidikan yang diterima para pelaku reformasi maka tawaran diatas adalah merupakan hal yang urgen untuk dipertimbangkan dalam sistem pendidikan kita.
    Demikianlah komentar saya diatas dan atas perhatiannya kami sampaikan banyak terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  200. menurut saya kekacauan dan nilai-nilai moral yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan indonesia semangkin terpuruk, seperti yang baru-baru ini terjadi tetapi bukan kali ini saja terjadi misalnya bom di mega kuningan, bali,dan kekerasan yang telah terjadi di monas serta tindakan-tindakan kriminal lainnya itu semua adalah terjadi disebabkan adanya rasa ketertindasan yang dialami oleh segelintir orang-orang kecil yang merasa atau memang tidak diperlakukan secara adil dan akhirnya timbulah pemberontakan yang membentuk jaringan-jaringan tersendiri untuk mendapatkan keadilan mereka. memang terlalu banyak orang-orang miskin yang ditindas, terlalu banyak sarjana yang jadi pengangguran, terlalu banyak anak-anak yang tidak mendapatkan hak-haknya yang itu semua dapat membuat mereka berfikir praktis, yang akhirnya melakukan tindakan-tindakan kejahatan dan kriminal. kendati demikian mereka memiliki alasan melakukan tindakan-tindakan tersebut. walaupun banyak komentar-komentar yang dilontarkan kepada mereka bahwa tindakan kejahatan tidak dapat dibenarkan apapun alasannya. sudah seharusnya kaum elit dan aparat pemerintahan mengoreksi diri dan lebih memperhatikan kaum-kaum tertindas.

  201. Asalamulaikum,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,WR.WB…..

    Beginalah yang kami rasakan terhadap indonesia,,,,,,,seperti permainan politik yang berkembangan dunia revolusi,,,,,pada awalnya manusia yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap revolusi yang pertama,,,,,,,,,,,

    manusia yang tanpa jiwa????????????? Ini pertanyaan yang menarik bagi menurut saya,,,,terima kasih kepada bapa pebimbing media terhadap pertanyaan ini,

    menurut saya manusia yang tanpa jiwa orang yang ga mempunyai pikiran,,tanah air indonesia yang sangat luas bahkan mata dunia plora&pauna indonesia yang sangat indah,,,,,,,,,,,,

    oleh karna itu,,renungan 10 tahun reformasi terhadap dunia pendidikan,budaya,kreatifitas bangsa indonesia,,bahwasanya manusia mempunyai tanggung jawab terhadap bangsa yang telah lahir di indonesia, yang telah hidup di indonesia, masa kita lupa yang membesarkan kehidupan kita sehari-hari.pemerintah yang mempunyai kebijakan sendiri maka oleh karna itu mahasiswa hanya terdiam terpacu, maka kebijakan pemerintah harus lebih profesional terhadaf bangsa ini, mengatur dan membimbing bangsa indonesia yang makmur.

    Revolusi belum selesai sa’at ini,,bagi Mahasiswa hanya mempunyai kader-kader bangsa,,mahasiswa adalah “agen perubahan” maka oleh karna itu renungan yang dimilki pada revolusi terhadap jatuhnya presiden ke 2 yaitu bapa SOEHARTO,,,kata bungkarno mengatan berilah anak-anak muda yang kreatip terhadap bangsa indonesai,,,,,

    perlu kita ketahui dengan adanya revolusi yang saat ini belum berarti bagi terhadap dunia pendidikan,budaya,dan sebagainya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    bagi saat ini renungan 10 tahun reformasi bagi mahasiswa-mahasiswa yang kritik,dan aktifis belum selesai,,,,

    terima kasih……………………..

    Asalamulaikum,,,,,,,,,,,,,,,WR.WB

  202. jangankan 10 tahun yang lalu sebelum reformasi, pendidikan di zaman sekarang ini pun masih tetep aja seperti itu.. contohnya kemaren kemaren masih aja ada guru yang ngebocorin soal Ujian Nasional mw bagaimana lagi pak?? orang tua murid sampe-sampe ada yang bayar 10 jtaan buat lulusin anaknya? menurut saya bukan hanya gerakan reformsi saja yang dapat merubah segalanya yang dapat membawa bangsa ini kepada hal-hal yang jelek tetapi pendidikan morallah yang mesti diutamakan untuk menolong bangsa inike arah yang lebih baik karena dengan akhlak serta budi pekerti yang baik semua yakin bangsa ini akan terbebas dari hal-hal yang negatif seperti disebutkan di atas.

  203. Manusia Tanpa JIwa?
    Renungan 10 Tahun Reformasi,,,,,,,,,,

    Memang masih teringat di dalam benak pikiran saya bahwa pade 10 tahun yang lalu (ketika reformasi dikumandangkan ) Masyarakat menjadi beringas, hal ini karena masyarakat pada umumnya sudah jenuh (kalo bahasa Betawi mungkin masyarakat Indonesia pada saat itu sudah begah )dengan ketertekanan atao keotoriteran pemerintah yang sangat dominan baik di pedalaman( pedesaan) maupun di perkotaan. hal ini memang di tandai dengan sulitnya masyarakat indonesia untuk mengeluarkan aspirasi suara secara lantang dan terbuka di tempat umum karena keadaanya bahwa setiap masyarakat harus menerime ape adenye (nurut ya sama kebijakan serta keputusan-keputusan kita, “ungkap orang-orang pemerintah”, klo tidak besok di karungin dan hilang dari peredaran masyarakat)..
    akibat jenuh dan ketertekanan, alhamdulillah pada tahun 1998 telah terjadi reformasi yang dilakukan oleh orang-orang yang bergabung dalam wadah gerakan pembebasan..
    perlu di garis bawahi bahwa Reformasi pada dasarnya adalah suatu gerakan pembaharuan yang ingin merubah suatu keadaan ke arah yang lebih baik dan maju demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan bermartabat.
    namun belakangan ini reformasi, diartikan lain yakni bahwa reformasi adalah gerakan pembaharuan yang merubah suatu keadaan kearah yang lebih adil untuk keluarganya, makmur untuk golongannya sendiri dan bermartabat tinggi bagi dirinya sendiri…
    hal ini kerna bangsa indonesia belum bisa menetralkan dalam pemerintahannya dari orang-orang sisa orde lama….
    apakah keadaan ini bisa berubah??????????????????
    bisa, tapi sedikit demi sedikit dan menetralkan tatanan pemerintahan dari orang- orde lama…………….

    terima kasih atas perhatiannya..
    wassalamu’alaikum Wr. Wb

  204. assalamualaikum wr.wb

    setelah saya baca artikel bapak, sesugguhnya bangsa kita sudah tidak sehat dalam melakukan hal-hal yang diinginkan bangsa ini, semua itu karna bangsa kita dipimpin oleh penguasa pemerintahan orde lama yg tidak mempunyai jiwa moralis, kesemuanya itu akan berakibat fatal kepada generasi penerus bangsa ini , oleh karnanya bangsa ini harus menjaga dengan cara mendidik pemuda -pemudi dengan moral-moral agama yang karna pemuda kita adalah pemimpin masa depan bangsa kita.

    terima kasih atas perhatiannya ……..

    wassalamualaikum wr.wb

  205. Assalamu’alaikum wr.wb

    Setelah saya membaca artikel bapak,saya sangat prihatin sekali dengan bangsa Indonesia yang semakin terpuruk akan moralnya. Banyak dari bangsa Indonesia yang bertingkah seenaknya, mereka langsung memberontak secara tak berakhlak ketika mendapat kebijakan yang mereka tidak setuju. mereka tak lagi memandang dengan siapa mereka berhadapan. tak ada lagi rasa hormat, tak ada lagi rasa kasih sayang bahkan rasa iba sekalipun. mereka sudah maen hakim sendiri, ketertiban dalam bermasyarakatpun sudah tidak dipatuhi lagi.
    saya sebagai calon guru dan warga negara Indonesia ingin sekali mendongkrak akhlak generasi muda agar mereka mempunyai moral yang tinggi,mempunyai akhlak yang baik,dan disiplin yang baik.
    Dalam mengatasi kebejatan moral bangsa Indonesia diperlukan panutan, baik dari pemerintah,guru,maupun masyarakat agar generasi muda kita menjadi generasi yang berakhlak baik,mempunyai sikap moral yang tinggi, dsb.

    Wassalmu’alaikum wr. wb.

  206. Waduh Pak Maaf banget baru komentar, padahal ini tugas pribadi saya dalam perkuliahan Bapak? he.
    Menyikapi permasalahan yang dapat disimpulkan ialah pola berfikir masyarakat yang terkadang ikut-ikutan. Maksud dari perkataan di atas ialah 10 tahun perenungan ini seperti langkah yang tersendat, tak ada pergerakan, belum ada perubahan secara menyeluruh.
    Ada beberepa yang dapat saya tanggapi dari wacana tersebut, pertama Lemahnya perekonomian kita, hal tersebut dipengaruhi kebiasaan mengadopsi gaya perbankan konvensional yang tidak merujuk kepada nilai syar’i padahal kita maklumi bersama Indonesia didominasi warga muslim, seharusnya dapat menjadi percontohan perekonomian ala Islami. Kedua, Banyaknya multi-kultural yang seenaknya keluar masuk tanpa adanya pengawalan ketat, ketat si tapi bolong. hal tersebut sepertihalnya berubahnya kaum pedesaan mensulap dirinya ingin seperti anak kota. Ketiga, Mesin politik pertahanan negara kita yang sangat lemah mash menjadi PR untuk kita bersama.
    Solusi :
    Sebaiknya intansi pemerintahan mengadakan musyawarah mufakat bersama mencari jalan keluar dari renungan ini, negara kita banya departemnt, mereka dapat mengadukan keperluan masing-masing dilihat dari sisi kemajuan. Yang terpenting manusia (staf) yang terkait dari RT sampai dewan Legislatif maupun Pak Pres tersebut harus besih, bersih jiwa raganya.

  207. Manusia tanpa jiwa, 10 tahun reformasi berlalu namun sisa-sisa kehidupan dan kebiasan manusia masih sama seperti yang lalu. Memakan yang bukan haknya, mengambil yang bukan miliknya. Masih adanya guru yang memberikan jawaban pada saat ulangan demi menyelamatkan anak muridnya tapi sebenarnya itu tindakan pembodohan, pembodohan pemikir dan membuat bangsa ini tidak mempunyai jati diri dan seakan tidak mempunyai roh. Pendidikan kita semakin menurun baik sarana maupun prasarana, sebab itu harus diperbaiki sampai ke akar – akarnya.

  208. Bagaimana jadinya bangsa ini bila penduduknya adalah manusia tanpa jiwa? Miris sekali membayangkannya. Apakah zaman jahiliyah dulu seperti itu perilaku manusia-manusianya? Mungkin juga, sebab digambarkan dalam sejarah Islam bahwa manusia pada zaman jahiliyah memang tidak kenal etika dan moralitas. Reformasi bukan berarti perubahan pada semua aspek entah itu baik atau buruk. Bila memang buruk sudah semestinya diperbaiki, tapi yang sudah baik apakah harus dirubah juga? Seharusnya yang sudah baik ditingkatkan lagi kebaikannya, bukan main hantam saja.

  209. Assalamualaikum,,,,
    Setelah saya baca Artikel bapak,,,,
    saya setuju sekali tentang artikel ini bahwasanya orang – orang pada zaman sekarang hanya mengejar kesenangan saja walaupun menuju jalan tersebut tidak baik, saya sangat prihatin dengan kondisi pendidikan indonesia pada zaman sekarang,,,coba sekarang kita renungkan …kita sebagai guru maupun calon guru,,,apakah kita termasuk kategori,,guru SADAR,,BAYAR,,ataupun KESASAR?????????
    mudah – mudahan kita semua termasuk Guru yang sadar akan tugasnya sebagai Pendidik,,,
    Trims bapak zamris,,,
    wassalamualaikum,,,

  210. Manusia Tanpa jiwa Lama kelamaan itu bisa menjadi budaya untuk kebanyakan orang jika kita tidak mencegahnya sedini mungkin,,,yang ingin sukses tanpa adanya perjuangan ,yang ingin kaya tanpa bekerja,yang ingin lulus tanpa belajar itu semua harus dihindari sedini mungkin..oleh karna itu jiwa yang sehat harus kita tegakkan..

  211. Assalamualaikum wr.wb
    Pendapat saya tentang artikel yang bapak tulis saya sangat setuju,,, kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya menyadari bahwa betapa pentingnya pendidikan itu bagi diri sendiri… dan perlu kita ketahui bangsa kita sudah berlandaskan hukum,,,, tetapi kenyataannya yang kita hadapi sekarang adalah peraturan hukum yang tidak ditaati oleh berbagai masyarakat contohnya saja dari factor pendidikan banyak para sarjana hanya membeli title saja untuk mencapai jabatan yang lebih tinggi tanpa harus mengenyam bangku perkuliahan……………
    Waasalamualaikum wr.wb
    Terima kasih…..

  212. Sebenarnya yang harus kita renungkan adalah jiwa/ruh masing-masing individu. Mengapa semu ini bisa terjadi, padahal yang kita ketahui indosesia terkenal dengan ramah tamah dan kesopanannya, pakah semua itu hanya kulit luarnya saja? atau kah ini memang adat dan tabiat kita…..saya rasa bukan! Sekarang ini kita bukannya hidup di zama jiliyah, dimana kebebasan sudah kita dapatkan tinggal bagaiman kita menyikapinya, pakailah hati nurani yang paling dalam untuk menjalani reformis ini. terimakasih kepada pak Zamris yang telah mengingatkan kita dengan kondisi sekarang, mudah-mudahan tulisan Bapak dapat menjadikan renungan buat kita semu….Mari sama-sama kita buktikan untuk membangun bangsa ini agar reformis ini tidak KEBABLASAN. Mari kita sama-sama membangun jiwa/ruh ini dengan Keimanan dan ketaqwan Amin.
    Untuk pendidikan menurut saya, Wahai para ahli didunia pendidikan ini marilah bersatu untuk memperbaiki pendidikan di negri ini, dahulu Negara tetangga mengenyam pendiidkan dinegeri kita tapi sekarang justru kebalikannya. Karena itu kaji kembali sistem yang ada dimana kelemahan atau kekurangannya, mari sama-sama untuk memperbaiki agar citra pendidikan kita terangkat kembali, agar kita siap menghadapi EKONOMI GLOBAL.
    Wasalamualaikum……………

  213. Assalamualaikum pak………!!!!!!!!
    Menurut saya , Ksisis moral berkepanjangan karena banyak janji pemerintah yang tidak ditepati, dari yang ingin mensejahterakan rakyat maupun lain-lainnya .tapi setelah mereka semua berhasil meraih jabatannya mereka melupakan apa yang mereka janjikan.
    Contoh lain betapa mudahnya budaya asing masuk ke indonesia dan ditiru oleh masyarakat Indonesia, serta media infotaiment yang sudah menjadi langganan tontonan sebagian masyarakat kita secara nyata menjadi alat yang mempertontonkan aib rumah tangga.
    sebagian besar lembaga pendidikan yang ada pada saat ini kurang mementingkan pendidikan moral dan agama bagi anak didiknya, mereka lebih mementingkan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan teknologi yang terus berkembang.
    Kunci dari mencapai kesuksessan adalah pendidikan, bilamana sarana dan prasaran yang memadai maka akan tercipta generasi penerus yang dapat diandalka dalam memimpin bangsa ini sehingga dapat membentuk karakter pendidik yang berjiwa kuat, tangguh, dan bermoral paling tidak mentalnya.
    Jika kita ingin bangsa ini berubah maka mulailah dari merubah diri kita sendiri. Karena jawaban atas permasalahan kita sudah ada dalam diri kita masing- masing .
    Semoga bermanfaat……………………………………
    Waalaikun salam,,,,,,,

  214. Assalamu’alikum pak

    Saya setuju dengan artikel bapak,,,

    Zaman sekarang banyak orang yang menghalalkan banyak cara untuk mendapatkan yang mereka inginkan . . .apalagi di dalam dunia pendidikan, banyak orang mau lulus skiripsi dengan cara menjiplak karya orang lain . . .tanpa mereka sadari bahwa yang mereka lakukan sudah melanggar hukum negara,karena telah menjiplak karya orang lain…dan setiap ujian nasional tiba banyak orang memperjualkan belikan jawaban jawaban soal ujian … tanpa mereka sadar atau tidak mereka sudah merusak bangsa ini…oleh karena itu kita sebagai calon guru harus bisa membangun pendidikan yang lebih baik dan maju lagi…amiiin

    Wassalamu’alaikum

  215. Asslammualaikum,,,
    Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa.
    Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru
    Manusia tanpa jiwa??? Sebagai anak bangsa saya merasa sedih melihat dan mendengar perilaku manusia yang telah mengotori dirinya sendiri dengan menghalalkan segala cara demi mendapatkan kesenangan yang hanya bersifat sementara tanpa memikirkan hasil akhir. Sebagai seorang pendidik kita harus membekali para peserta didik kita dengan ilmu agama, agar mereka menjadi manusia yang memiliki akhlak yang baik.
    Wassalamualiakum,,,

  216. Manusia Tanpa Jiwa……satu artikel yang dapat membuka mata dan fikiran kita,hendaknya pantas untuk bahan renungan bagi kita sebagai seorang pendidikyang bertanggung jawab pada masa depan bangsa ( yang saat ini sedang terpuruk ). Saat ini banyak manusia bertindak tanpa jiwa, tanpa hati nurani, tanpa mengindahkan norma dan aturan. Reformasi dijadikan alasan untuk mengusung “kebebasan” yang keblablasan.
    Jangan biarkan bangsa ini hancur oleh ulah manusia-manusia yang tak berjiwa sebagai produk dari pola pendidikan yang salah. Kualitas pendidikan harus kita tingkatkan, tidak hanya intelektualitasnya saja yang kita perhatikan tapi pendidikan moral jangan dilewatkan sebagai pondasi yang kokoh dalam menghadapi perkembangan jaman.
    Sudah saatnya kita bangkit, mari kita kembalikan jiwa – yang selama ini hilang- ke dalam raga agar hidup dapat lebih bijaksana, kita didik generasi penerus bangsa menjadi cendekia-cendekia yang berakhlakul karimah.

  217. Assalamualaikum….
    Saya sangat setuju sekali dengan artikael yang bapak buat, karena dengan kejadian seperti ini kita dapat membuka mata dengan lebar bahwa sekarang manusia telah diperbudak dengan nafsu semata. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri demi kesenangan yang bersifat sementara. Sebagai seorang guru kita harus mampu mencetak generasi bangsa yang memiliki moral yang baik, agar bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

    Terima kasih,, wassalamualikum……

  218. Manusia tanpa jiwa….???
    Fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah efek dari globalisasi dan urbanisasi. Hanya dalam satu dasawarsa saja etika moral bangsa ini yang sudah mengakar daging, sirna bak lukisan diatas pasir yang hilang disapu ombak. Jangan salahkan pendidik…, jangan salahkan agama…, jangan salahkan negara…, tetapi salahkan kemana etika itu menghilang???. Bukankah dulu, para leluhur kita mengajarkan hormat kepada sesama, hormat kepada alam sehingga efek yang didapat lebih dari sekedar yang kita berikan. Ketika globalisasi menjadi kiblat dan modernisasi menjadi gaya hidup, semua diharuskan meninggalkan akhlak (tersamarkan). DImulai dari manakah untuk memperbaiki semua ini????. Masih ingatakah kita terhadap ajaran Ki Hadjardewantara tentang tripusat pendidikan. Beliau mengajarkan bahwa tiga pondasi penting dalam pendidikan yang saling bersinergi satu sama lain, tiga pondasi itu ialah: pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidkan masyarakat. Apabila ketiganya ini berjalan dengan baik maka terciptalah sosok manusia yang baik. Dizaman sekarang ini banyak orang tua melupakan fitrah mereka sebagai orang tua, yakni sebagai suri tauladan bagi anak-anak mereka. Dilingkungan masyarakat sendiri pun terjadi dekadensi moral. kebanyakan dari orang tua hanya mengandalkan pendidikan anak mereka kepada bapak dan ibu guru disekolah, sungguh sesuatu yang sangat tidak berimbang sekali… apabila pembentukan ahlak seorang anak hanya mengandalkan pada pendidikan selama lima jam saja. Mulai saat ini… yuk sama-sama kita mulai kembali menjalankan apa yang telah diamanatkan bapak pendidikan kita, agar jiwa-jiwa yang tanpa ruh tidak lagi bergentayangan di bumi kita tercinta Indonesia raya ini.

  219. asslamualaikum……
    saya sangat setuju dengan artikel yang bpa buat….
    ”Seharusnya, manusia itu tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan dengan tidak menggunakan proses dan sebaliknya manusia yang melakukan sesuatu pekerjaan yang menggunakan proses itulah yang dikatakan manusia yang sebenarnya,jadi manusia yang melakukan sesuatu tanpa proses bisa merusak moral bangsa sendiri dan akan merugikan orang banyak.dan kita sebagai calon guru harus memajukan bangsa dengan cara membangun bangsa ini yang ber moral dan berakhlakul karimah..

  220. setelah saya membaca artikel bapak yang mengenai MANUSIA TANPA JIWA? RENUNGAN 10 TAHUN REFORMASI,
    saya merasa prihatin dengan keadaan yang ada 10 tahun yang lalu, masyarakat masih belum dapat menghargai pendapat orang lain, masih menjunjung siapa yang kuat dia yang menang, dalam arti lain, siapa yang memiliki kekuasaan dan pengaruh besar walaupun orang tersebut salah dialah yang berhak kita ikuti, tanpa melihat sisi lain dari orang tersebut,benar ataupun salah.
    orang masih suka main hakim sendiri, dan tidak memikirkan perasaan orang lain, serta kepentingan yang jelas harus diutamakan yaitu Pendidikan. para orang tua tidak mau jika anaknya tidak unggul dibanding anak yang lain, walaupun harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, mereka tidak perduli sedikitpun, karena demi ego mereka rela jika anak-anak mereka berhasil dalam kepalsuan( berhasil bukan karena usaha, namun karena permainan ego orang tua mereka) .
    saat ini kita bagai terkontaminasi oleh keadaan – keadaan yang telah terjadi 10 tahun yang lalu, bahkan rasa ketidak adilan makin kita rasakan. oleh karena itu, mari kita bangkit dan membangun kembali generasi-generasi yang akan datang untuk hidup lebih baik dan lebih memiliki rasa saling menghargai satu sama lain, sebagai awal pembentukan jiwa mereka………

  221. manusia tanpa jiwa……..?????
    setelah membaca artikel diatas, bahwa pada umumnya zaman telah berubah setelah memasuki masa reformasi yang seperti kita ketahui bersama, masyarakat cenderung bersikap bebas dan lebih terbuka.
    saya sangat prihatin dengan keadaan bangsa ini,banyak sekali yang bertindak tanpa jiwa, tanpa hati nurani, tanpa mengindahkan norma-norma dan aturan.
    Gimana mau maju bangsa ini kalau semua orang ingin maju tanpa melalui peroses sebagaiman lazimnya, contohnya :
    -anak sekolah mau naik kelas kalau tanpa mengikuti ujian
    -ingin lulus tanpa susan-susah belajar
    -ingin jadi sarjana jiplak karya tulis orang
    marilah kita majukan moral bangsa ini yang berakhlakkul karimah,………

  222. 10 tahun yang lalu…..
    berawal dari lengsernya Bpk. Soeharto, reformasi di indonesia adalah puncak demokrasi dinegara republik ini. tetapi pada saat ini dapat saya katakan, reformasi yang kebablasan (repotnasi). par apemimpin yang hanya memikirkan diri dan kelompoknya saja, sehingga banyaknya angka kemiskinan di negeri ini adalah sebagai tanda dan bukti bahwa pemimpin kita belum berhasil mensejahterakan rakyatnya. ditambah lagi dengan mahalnya biaya pendidikan yang membuat kepala rakyat jadi pecah, sehingga masyarakat miskin tidak dapat bersekolah……!!!!
    apakah sekolah hanya milik orang-orang yang beruang??? bukankah mereka harus mendapatkan pendidikan yang layak seperti mereka juga( orang-orang yang beruang). sangat menyedihkan, padahal pendidikan itu adalah pondasi yang sangat penting untuk dapat membangun negeri ini, jika masih banyak rakyat yang tidak bersekolah, karena pemuda adalah pemimpin dimasa yang akan datang dan jika melihat perilaku anak bangsa yang tidak bermoral dan berpendidikan. “bagaikan telur diujung tanduk”

    himbauan : “marilah kita bangun negeri kitra yang tercinta ini dengan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendidiakn yang berbudi pekerti luhur”

  223. menurut saya,, pada zaman itu jgn heran kalau orang-orang berbuat sekehendak hatinya, di karenakan mereka yang punya uang banyak dan jabatan yang punya kuasa, yang kaya makin kaya, sebaliknya yang miskin tambah miskin.
    pada zaman ini, kepercayaan terhadap pemerintah masih sangat minim, karena masih ada saja pemerintah yang tidak mengindahkan aturan, kewajiban kita semua untuk mengubah bangsa ini, sejak dini anak2 dididik untuk lebih tanggung jawab, lebih peduli sesama, agar tidak menghalalkan segala cara lagi untuk mencapai tujuannya.

  224. Kalaulah diibaratkan dengan usia manusia, 10 tahun sebenarnya merupakan usia anak – anak SD, usia anak yang belum dewasa bahkan pada usia tersebut orang tua harus sangat hati – hati pada perkembangannya, oleh karena belum bisa begitu saja dilepas. Bimbingan yang terus menerus, telaten, tak putus asa dan penuh kearifan sampai pada usia dewasa.
    Begitulah 10 tahun reformasi, bahkan tidak ada yang bisa di banggakan dari hasil reformasi, tentu ada; misalnya kebebasan berbicara, yang merupakan hak dasar bagi manusia untuk mengekspresika diri. Padahal kita tahu semua, jika itu dilakukan sebelum reformasi pasti penjaralah tempat tinggal terindahnya. Selain itu di masa reformasi ini, seharusnya semua orang dapat menikmati pendidikan yang berguna untuk masa depannya kelak. Tapi apa nyatanya biaya pendidikan semakin tinggi dan harga buku – buku juga tinggi, membuat orang – orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan tidak dapat menikmati pendidikan tersebut. Akibatnya banyak diantara mereka yang menyuruh anak- anaknya untuk bekerja apa adanya, seperti mengamen, meminta – minta dan bisa juga kearah yang kriminal. Itu mereka lakukan karena perut mereka yang tidak bisa di ajak kompromi, kerana banyaknya anak – anak yang tidak bersekolah, menjadikan keaadaan bangsa ini menjadi lebih semraut dan kacau.
    Dari uraian di atas sebaiknya kita semua merenungkan diri dan bangun dari keterpurukan itu, dimana pemerintah dapat menjalankan pemerintahannya dengan bijaksan dan dapat mengalokasikan dana APBN dan dana APBD untuk kesejahteraan rakyat, sehingga pendidikan, kesehatan dan lowongan pekerjaan dapat di nikmati oleh semua kalangan tanpa ada kecualinya.

  225. dengan rusaknya moral para pejabat dan eksekutif di pemerintah, tidak mengendahkan dan tidak mematuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan, da mereka menghalalkan segala cara juga tidak mengenal mana yang benar dan mana yang salah.
    solusinya : penegakan hukum di Indonesia harus ditegakkan dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dan tidak ada toleransi gabi yang bersalah melanggar hukum yang sudah ditetapkan oelh pemerintah. oleh sebab itu tidak ada yang namanya tebang pilih dalam penegakan hukum.

  226. Menurut pendapat saya reformasi yang terjadi di Indonesia adalah membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah kita lebih di berikan kebebasan dalam berbicara, mengungkapkan aspirasi dan harapan kita kepada pemimpin. Namun di sisi lain kita menyaksikan kebebasan yang sepertinya tidak tahu batas, dan turunnya moral serta kepedulian pada sebagian besar masyarakat Indonesia sekarang ini.
    Apabila kita menyaksikan berita di televisi, membaca koran,atau media cetak lainnya,kita akan menyaksikan berita kriminalitas yang terjadi hampir setiap saat, kasus – kasus pembunuhan, korupsi oleh orang – orang yang padahal sudah sangat kaya, dan berbagai peristiwa yang memilukan lainnya. Membuat kita bertanya apakah manusia – manusia seperti ini masih mempunyai jiwa dan hati ? marilah kita merenung, betapa saat ini kita telah jauh dari tuhan, jauh dari teladan yang di contohkan Rosulullah sebagai suri tauladan kita. Marilah kita gunakan akal, hati dan jiwa kita dalam menyikapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini.

  227. Telah kita lihat betapa banyak kekurangan bangsa kita yang sangat memprihatinkan yang terkadang membuat kita menjadi pesimis melihat banyak penyimpangan. tapi apalah arti penyimpangan jika kita hanya melihat kekurangan itu tanpa memberi solusi dan hanya menghakimi, jadi lebih baiklah kita menjadikan itu semua sebagai kaca perbandingan untuk kita kedepan menjadi lebih baik dan menjadi bangsa yang jujur, baik dan berhukum.

  228. Gerakan reformasi memberikan gebrakan yang cukup dahsyat bagi jiwa orang Indonesia. Yang dahulu mereka selalu patuh pada atasan, tidak mempunyai kebebasan bertindak dan berbicara tetapai setelah adanya reformasi mereka mempunyai hak itu semua tanpa adanya tekanan dari orang lain. Hal itulah yang membuat moral bangsa Indonesia terguncang karena efek tekanan sebelum reformasi yang sudah tertanan pada jiwa bangsa Indonesia dan mencontoh atasan mereka yang otoriter terhadap bawahannya serta dapat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan serta bersifat egois dan individual. Kemudian karena ketidaksiapan orang Indonesia menghadapi reformasi maka menyebabkan orang Indonesia tidak mempunyai jiwa. Oleh karena itu perlunya pembenahan pada diri sendiri dengan meningkatkan keimanan yang kuat, akhlak, maupun moral yang baik karena jika keimanan suatu manusia kuat maka dia tahu mana yang baik untuk dilakukakan dan mana yang tidak, itu semua dapat diajarkan melalui proses pendidikan. Tujuan ssitem pendidikan tidak hanya mengutamakan mencerdaskan masyarakat Indonesia saja tetapi menjadikan masyarakat berakhlak baik dan mulia serta mempunyai keimanan yang tinggi kepada Tuhan yang maha Esa. Dari sanalah perlunya perbaikan kembali terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia.

  229. Sudah menjadi hukumnya bahwa setiap terjadi revolusi pasti akan terjadi pergolakan sebuah reaksi dan perubahan yang ada semunya terlalu senang menikmati kebebasanya,hingga akhirnya menjadi kebingungan sendiri menentukan kembali arahnya. Mari kita renungkan masih adakah iman di hati kita, kita pupuk kembali iman didalam jiwa kita benahi mental, perlu kesadaran tinggi dalam menghadapi kondisi seperti ini berusaha tetap tenang dan fokus dalam mencari solusi sehingga terkonsep dengan baik.

  230. Menurut saya setelah membaca renungan manusia tanpa jiwa, bayak pelajaran dan hikmah yang kita bisa ambil sebagai ibroh dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan. saya sangat tergelitik ketika membaca pribahasa “berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. bersakit-bersakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Pribahasa ini sangat tepat untuk kehidupan masyarakat lemah (wong cilik), dimana pada saat ini kehidupan semakin keras. Dimana yang kaya makin kaya yang miskin semakin miskin, pendidikan dan kesehatan tidak dapat dinikmati oleh orang kalangan bawah dengan mudah sehingga timbul tindakan kriminalitas.
    Bagi kaum lemah walaupun sudah berjuang sekuat tenaga namun hasilnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya.
    Dari uraian diatas marilah kita renungkan keadaan bangsa yang seperti ini, marilah kita mulai benahi dari diri sendiri untuk peduli kepada orang lain bahwa orang lain itu sangat penting dalam kehidupan kita.

  231. masa lampau yang sangat menyedihkan bagi bangsa kita. Bangsa yang sangat kacau balau dimana kerusuhan dimana-mana. Hingga jaman reformasi ini masih banyak yang melakukan hal-hal yang tidak baik bagi negara ini. terkadang seseorang salah menafsirkan arti reformasi, melakukan sesuatu tanpa ada aturan yang dampaknya menyebabkan orang lain menderita. Banyak korupsi-korupsi dilakukan oleh para pejabat-pejabat negara yang menari-nari diatas penderitaan rakyat.
    maka marilah mulai sekarang kita sebagai calon pendidik yang akan datang memberikan pelajaran moral dan ilmu agama bagi anak didik kita agar menjadi penerus bangsa yang baik yang dapat memberikan kontribusi yang bagi bagi negara kita dan menjadikan negara kita lebih baik dari masa lalu. Berjuang…………………………………….. Merdeka Indonesia.

  232. sungguh artikel ini memberi kita banyak pencerahan jiwa. memang fenomena masyarakat yang terjadi sungguh sangat memprihatinkan. zaman sekarang ini memang telah terjadi degredasi moral yang luar biasa.
    orientasi masyarakat saat ini adalah materi, manusia di nilai dari materi yang dimilikinya. materi seolah-olah menjadi tuhan. manusia tak mau lagi menempuh jalan yang seharusnya, karena segala sesuatu seakan-akan dapat di beli dengan uang. semua ini seperti lingkaran setan yang tak ada habisnya.
    jalan satu-satunya keluar dari lingkaran setan ini adalah mengingat tujuan hidup kita ( akhirat ) semua yang kita cari dan kita usahakan akan dengan mudah hancur dan habis jika Allah berkehendak. karena dunia itu memang fana. maka ingatlah akhirat itu kekal dan itulah satu-satunya tempat kembali kita yang sebenarnya.

  233. yang melatarbelakangi manusa tanpa jiwa didasakan pada beberapa faktor diantaranya:
    1. tinginya tuntutan tingkat standar kelulusan sehingga mau tidak mau berbagai pihak yang berkecimpung didalamnya (guru dan siswa) melakukan tindakan yang diluar ketentuan yang seharusnya tidak dilakukan eperti adanya pembocoran soal dan emberian bantuan berupa jawaban didalam ujian sekolah (UN)
    2. kurangnya tingkat pendidikan agama yang diberikan kepada generasi muda zaman sekarang sehingga banyak hal yang terjadi diluar kewajaran seperti tawuran, pembunuhan, pelecehan seksual dan sebagainya
    3. semakin maraknya teknologi yang sangat mudah dinikmati oleh berbagai kalangan dan dari anak-anak sampai orang dewasa sehingga hal-hal yang terkadang belum pantas untuk dilihat menjadi sesuatu hal yang biasa. kejadian seperti ini sangat berdampak negatif terhadap perkembangan moral anak bangsa yang hanya dapat meniru tanpa disaring terlebih dahulu.

  234. setelah membaca artikel bapak saya merasa manusia pada zaman itu tidak mempunyai prikemanusiaan dan suka main hakim sendiri.contohnya seperti pada zaman soeharto terjadi kerusuhan yang membakar mal-mal oleh manusia yang tidak mempunyai mempunyai hati dan moral.

  235. dari sekabur siri di atas…

    mungkin bangsa ini telah kehilanga jati diri… karna tuntutan hidup membuat mereka melakukan berbagai cara untuk sukses.. karna ingin di sebut berhasil maka apa pun di lakukan, contoh guru yang membantu anak didiknya dalam ujian.. karna jika ada ada banyak anak didik mereka yang tidak lulus maka nama baik sekolahlah yang menjadi taruhannya.. saya rasa mau di ubah sebagai mana pun tuh si undang-undang.. sesuatu yang telah mendarah daging is not thik..!! karena hanya diri mereka sendirilah yang dapat merubah semua ini.. semua ini bermuara kepada kereligiusitasan seseorang.. karna dengan dengan agama lah hidup menjadi terarah,, tidak hanya memikirkan bagai mana dunia saja tapi seimbang dengan akhirat maka keduanya berjalan dengan baik.. maka insyaallah,, jiwa-jiwa merek yang telah pergi kembali lagi.. maka perubahan yang baik adalah perubahan yang dilakukan oleh diri sendiri.. wassalam…

  236. Tahun reformasi adalah zaman yang sudah merubah secara drastis bahkan semakin maju tetapi juga membuat keresahan ( bingung ), dimana banyak orang yang ingin dan sukses dengan cara menghalalkan segala sesuatunya. Mereka hanya mencari jalan pintas untuk mencapai kesuksesan atau tujuan. Seharusnya mereka terlebih dahulu berusaha dan berdoa agar semua apa yang diinginkan tercapai, tetapi tidak keluar dari jalur atau berjalan dengan sportif.
    Bahkan banyak orang yang hanya memikirkan kesenangan untuk dirinya sendiri dan tidak memikirkan kepentingan orang lain, mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menyelamatkan diri. Karena semua itulah orang – orang yang disebut manusia tanpa jiwa, dimana manusia sudah tidak memiliki hati nurani dan iman. Maka dari itu mulai dari diri sendiri kita tidak boleh melakukan hal – hal yang tidak baik dalam pencapaian tujuan, dan marilah kita menanamkan kembali iman didalam jiwa, agar kita tidak mudah terpengaruh dari hal – hal negatif dan kita kembali ke fitrah manusia yang telah mempunyai jiwa tetapi bukan manusia tanpa jiwa.

  237. Lihatlah,,, betapa banyak kekurangan pada bangsa kita ini&sangat memprihatinkan, bahkan terkadang membuat kita pesimis karna benyaknya penyimpangan2. Dengan rusaknya moral para petinggi di pemerintah dan tidak mematuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan, mereka menghalalkan segala cara juga tidak mengenal mana yang benar dan mana yang salah. Sudah menjadi hukumnya bahwa setiap terjadi revolusi pasti akan terjadi pergolakan sebuah reaksi dan perubahan yang ada. Semuanya terlalu senang menikmati kebebasannya, hingga akhirnya menjadi kebingungan sendiri menentukan kembali arah yang seharusnya. Hukum yang ada di Indonesiapun harus ditegakkan dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

  238. Assalamu’alaikum..
    Tulisan bapak memang sebuah kenyataan apa yang terjadi saat ini, namun saya lebih setuju menyebut manusia tanpa jiwa dalam tulisan bapak sebagai manusia tidak berakhlaq. Saat ini semua kalangan banyak yang mengenyampingkan agama, yang merupakan landasan dan tolak ukur dalam bersikap dan beritindak. Saat ini banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dan cita-citakan, mereka terlupa dan menenyampingkan agama tersebut. selain itu, pendidikan juga berperan besar disana, terlebih pendidikan keislamannya karena penidikan Islam mencakup pendidikan keimanan, amaliyah, ilmiah, akhlak dan sosial. jika ilmu tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan maka generasi muda dapat meraih pendidikan yang tertinggi untuk masa depan yang mulia.
    Terima kasih. wassalamua’laikum.. wr.wb.

  239. ASS.Wr.Wb………Manusia tanpa jiwa?…..menurut pendapat saya adalah manusia tanpa hati nurani,akal pikiran dan tanggung jawab karena manusia diciptakan Allah paling tinggi derajatnya di muka bumi ini.Mengapa ada manusia tanpa jiwa?berarti manusia itu sendiri tidak jauh bedanya dengan binatang karena binatang tidak mempunyai akal pikiran,maka apa yang manusia kerjakan sama saja dengan binatang.untuk itu kita sebagai guru dan calon guru hendaklah dari sekarang mendidik anak bangsa ini dengan moral dan tanggung jawab bersama-sama karena demi kemajuan masa depan anak kita nantinya.terus berjuanglah para pendidik untuk menegakkan keadilan,kemajuan dan cita-cita indonesia menjadi salah satu negara maju di dunia ini.Amin……Terima Kasih.WSS.Wr.Wb.

  240. Manusia tanpa jiwa…
    Manusia tanpa jiwa bukanlah manusia yang tidak memiliki jiwa karena sejatinya setiap mahluk hidup itu memiliki jiwa, manusia tanpa jiwa disini mungkin adalah manusia yang tidak memiliki hati nurani, manusia yang slalu bertindak sesuatu tanpa memikirkan kepentingan orang lain dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri.

    Dalam sistem pendidikan di Indonesia, dengan meningkatkan nilai standar kelulusan yang sekarang ini ditetapkan oleh pemerintah cenderung menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi pemerintah ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, tapi di sisi lain masih banyak siswa yang merasa keberatan dengan diadakannya UAN..

    AKHLAK dan MORAL anak-anak bangsa ini, selama ini telah dikesampingkan oleh kurikulum pendidikan. Hanya sedikit sekali waktu yang dipakai kurikulum utk Belajar Agama, dan dlm durasi tersebut hanya sedikit sekali Pelajaran Agama mengajarkan tentang MORAL dan AKHLAK.

    sebenarnya yang harus dirubah awalnya adalah perilaku guru-guru dan orang tua sebagai pengajar atau orang yang mendidik anak-anak bangsa ini, setiap guru dan orang tua harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya untuk mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan cerdas dalam moral dan akhlak.
    karena guru dan oarang tua lah yang dapat membentuk anak-anak bangsa ini menjadi anak-anak yang dapat dibanggakan dan mempunyai moral dan akhlak yang baik…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s