Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si, Dosen Komunikasi UMJ dan UIN Jakarta
Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak masa Adam dan Hawa.
Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemapuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1]
Usaha-usaha untuk manusia berkomunikasi lebih jauh, terlihat dalam berbagai bentuk kehidupan mereka di masa lalu. Pendirian tempat-tempat pemukiman di daerah aliran sungai dan tepi pantai, diplih untuk memudahkan mereka dapat berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan perahu, rakit, dan sampan. Pemukul gong di Romawi dan pembakar api yang mengepulkan asap di Cina adalah simbol-simbol komunikasi yang dilakukan oleh para serdadu di medan perang.
Dalam berkomunikasi, manusia menggunakan lebih banyak gerak-gerik, sikap tubuh dan mimik, tetapi perumusan pesan itu sendiri lebih dimungkinkan oleh adanya bahasa dan lambang-lambang yang dapat dipahami bersama.
Kemampuan untuk menggambar atau menuliskan lambang-lambang yang memiliki arti adalah sutau keunikan dari spesies manusia, dan ini menjadi salah satu perbedaan paling signifikan antara manusia dengan mahluk yang lain di bumi ini. Manusia sudah mulai menggambar dan melukis lambang-lambang di batu sejak tahun 35.000 SM, dan ilustrasi-ilustrasi serupa ini menjadi sebuah bagian penting dalam kehidupan manusia selama berabad-abad.[2]
Perkembangan komunikasi antarmanusia tidak terlepas dari pengaruh naluri kemanusiaan itu sendiri. untuk bertahan hidup manusia membutuhkan manusia yang lainnya untuk saling membantu. Sementara pada tahapan saling memberikan bantuan inilah proses komunikasi akan sangat dibutuhkan.
A. Zaman Tanda dan Isyarat
Zaman ini merupakan yang paling awal dalam sejarah perkembangan manusia dan muncul jauh sebelum nenek moyang manusia dapatberjalan tegak. Dalam berkomunikasi satu sama lain, peran insting (meskipun masih sangat rendah) sangatlah penting. Proses komunikasi manusia lebih berdasarkan insting dan bukan rasionya.
Itu semua terjadi karena kemampuan kapasitas otak manusia masih sangat terbatas. Perkembangan otak mereka juga sangat lamban. Oleh karena itu, zaman ini berjalan dalam ribuan tahun sebelum digunakannya gerak isyarat. Bunyi-bunyian dan tanda jenis lain dalm komunikasi.
Dengan kata lain sebenarnya manusia itu sudah menggunakan “ucapan” dalam berkomunikasi. Akan tetapi proses komunikasi yang dmaksud bukan seperti yang dilakukan manusia saat ini.[3]
Penggunaan tanda dan isyarat itu tidak berarti bahwa manusia pada zaman tersebut tidak dapat berkomunikasi. Gerak isyarat dan tanda itu dalam komunikasi dikenal dengan komunikasi nonverbal. Hal ini tetap bisa dikattakan berkomunikasi meskipun dengan “bahasa” dan kemampuannya sendiri. Ringkasnya, merekamengadakan komunikasi dengan sederhana sekali.
Philip Liberman (1984) pernah mengatakan bahwa para ahli paleoantropologi menemukan bukti bahwa ukuran tengkorak panjang lidah, dan jaringan yang lain pada manusia menunjukkan pada kita letak pangkal tenggorokan dan kotak siara.
Menurut para ahli tersebut dilihat dari beberapa alat tubuh, dapat disimpulkan bahwa manusia jaman dahulu kala tidak dapat berbicara seperti manusia sekarang.
Dengan kata lain, mereka tidak bisa berbicara, karena tidak mempunyai kecukupan alat-alat untuk melakukan itu (seperti yang dimiliki manusia saat ini). Ini disebabkan struktur neurologis dan anatominya tidak mecukupi untuk melakukan hal itu.
Sehingga perkembangan zaman dan alam yang akhirnya merubah kehidupan manusia tersebut, baik perubahan dalam bentuk fisik maupun perubahan pada kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
Lebih dari beribu-ribu tahun lamanya, pola komunikasi tidak hanya digunakan, tetapi juga mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu, tentunya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Meskipun ada perkembangan dalam proses komunikasi, proses itu belum mengarah pada penggunaan bahasa atau percakapan sebagai alat komunikasi yang bisa dilakukan manusia dewasa ini. Perkembangan penting komunikasi dalam era ini adalah digunakannya bahasa tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi. Munculnya tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi berasal dari penyempurnaan penggunaan suara (geraman, tangisan, dan jeritan) sebagai alat komunikasi.[4]
B. Zaman Bahasa Lisan
Zaman komunikasi lisan ini berjalan kira-kira 300.000 sampai 200.000 tahun SM. Era ini juga ditandai dengan lahirnya embrio kemampuan untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, manusia pada zaman ini sering disebut dengan homosapiens. Daripenelitian yang pernah dilakukan, kemmapuan berbicara dalam sistem bahasa baru terjadi sekitar 90.000 tahun sampai 40.000 tahun SM. Sementara itu bahasa secara lengkap mulai digunakan kira-kira 35.000 tahun SM.
Manusia jenis Cro Magnon menjadi ciri utama era ini. Di awal periode kehidupannya, mausia jenis itu sudah mempunyai keahlian di dalam membuat peralatan yang berasal dari batu. Sebagaimana kita ketahui, budaya manusia awalnya dimulai dengan tulisan. Zaman Batu merupakan salah satu perkembangan awal pengenalan bahasa yang ditulis (meskipun hanya berupa gambar yang di buat pada batu).
Meskipun perkembangan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan-penemuan mesin pencetak huruf di kemudian huruf, namun perkembangan komunikasi itu sendiri dimulai dengan kepandaian melukis hewan buruan di gua-gua yang diabadikan secara grafik kurang lebih 20.000 tahun yang lalu.[5]
Pada awal sejarah perkembangan manusia dalam mengenal tulisan, mereka telah memahat atau mengukir gambar binatang dan manusia pada tulang, batu, taring, dan bahan-bahan yang lain. Manusia pada era ini biasanya mewariskan lukisan indah pada dinding beberapa gua di daerah mereka tinggal. Ratusan gua itu pernah ditemukan di Spanyol dan Perancis bagian selatan.
Hampir setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi malaui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan-pesan ini mengemuka lewat perilaku manusia.
Ketika kita berbicara, kita sebenarnya sedang berperilaku. Ketika kita melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam, menganggukkan kepala, atau memberikan suatu isyarat, kita juga sedang berperilaku. Sering perilaku-perilaku ini merupakan pesan-pesan, pesan-pesan itu kita gunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.[6]
C. Zaman Tulisan
Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki generasi kedua di mana manusia mulai memiliki kecakapan berkomunikasi melalui tulisan.
Bukti kecakapan ini ditandai dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Kemudian berlanjut dengan ditemukannya berbagai tulisan di kulit binatang dan batu arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir (3000 tahun SM), alphabet Phunesia (1800 tahun SM), huruf Yunani Kuno (1000 tahun SM), huruf Latin (600 tahun SM).[7]
Di Mesopotamia kuno (berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti “tanah di antara dua sungai”) banyak sekali kelompok yang menghentikan pengembaraannya dan mulai membangun tempat tinggal yang permanen. Inilah kota-kota yang pertama. Tahun 6000 SM, Lembah Sabit Subur juga menjadi tempat lahirnya peradaban.
Mendekati tahun 3.500 SM, manusia memiliki gagasan untuk mengembangkan serangkaian lambang yang sederhana yang dapat dipahami oleh kalangan luas, yaitu huruf. Huruf mewakili suara yang diucapkan dan dengan berbagai cara, satu huruf dapat digabungkan dengan huruf lain sehungga membentuk apa yang kita namkan kalimat. Sistem ini disebut abjad fonetik.
Abjad fonetik yang pertama berasal dari abjad baji yang dikembangkan oleh orang Sumeria kuno. Penyebarannya yang luas hingga ke wilayah Mesopotamia membuatnya menjadi pendahulu hieroglif Mesir. Abjad Baji lah yang menjadi cikal bakal Abjad Ibrani maupun Abjad Arab. Selain itu, ia juga merintis abjad Yunani, yang pada gilirannya mengantar hadirnya Abjad Romawi yang kini digunakan dalam Bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan sebagian besar bahasa-bahasa barat lainnya.
Abjad Sirilik yang digunakan di Rusia dan di negara-negara Slavia lain juga berkembang dari Abjad Yunani kuno. Abjad Cina yang lahir beberapa waktu kemudian setelah Abjad Tinur Tengah kuno, dipinjam oleh sebagian besar bangsa Asia, misalnya Jepang dan Korea, untuk dijadikan dasar abjad yang digunakan dalam bahasa masing-masing.[8]
Umat manusia sudah berada di muka bumi ini setengah juta tahun yang silam. Tulang-belulang Australopithecus yang baru-baru ini ditemukan, makhluk yang menyerupai kera yang oleh para ilmuwan dipercayai sebagai nenek moyang manusia modern, usianya empat juta tahun.
Ada juga sebuah bukti bahwa 30.000 tahun yang lalu manusia sudah membuat peralatan dan hidup berkelompok di seluruh benua. Juga ditemukan petroglif, atau lukisan batu, yang usianya kurang-lebih 10.000 tahun, dan ada lukisan-lukisan rumit di dinding-dinding gua di Spanyol maupun Perancis yang kira-kira berumur 18.000 tahun.[9]
Sejarah tulisan sendiri merupakan salah satu dari proses pergantian dari gambaran piktografi ke sistem fonetis, dari penggunaan gambar ke penggunaan sesederhana untuk menyatakan maksud yang lebih spesifik.[10]
Tahun yang menandai manusia membentuk kelompok atau hidup bergerombol untuk pertama kalinya adalah athun 20.000 SM. Beberapa kelompok manusia hidup bersama di sebuah kemah yang acap kali dibuat setengah permanen.
Awalnya, mereka tidak pernah menetap di suatu tempat, karena sifat dasar manusia adalah mengembara. Mereka berpindah tempat sesuai dengan musim dan menetap untuk sementara di suatu tempat d mana ditemukan sumber makanan mereka, antara lain, binatang buas dan tanaman musiman.
Setelah berlangsung ribuan tahun lamanya, sampailah manusia ke zaman tulisan (zaman ini muncul sekitar 5000 tahun sebelum masehi). Komunikasi tidak lagi dilakukan hanya dengan mengandalkan lisan, tetapi didukung pula oleh bahasa tulis.
Sebuah prasasti yang ditemukan menginformasikan bahwa sekitar 4000 tahun SM ditemukan kota kuno di Mesopotamia dan Mesir. Sebagaian besar prasasti ini menggambarkan lukisan dengan kasar atau goresan pada dinding bangunan.
Dari penemuan prasasti ini bisa dikemukakan bahwa sudah ada standarisasi makna pesan. Misalnya, secara sederhana gambaran matahari bisa berarti siang hari, membungkuk dengan tanda panah berarti memburu, dan garis yang berombak berarti danau atau sungai. Semua ini menjadi simbol awal dari sejarah kemunculan era tulisan.
Beberapa lukisan di antaranya sudah mengunakan komposisi warna. Bahkan lukisan tersebut menjadi cikal bakal lukisan-lukisan saat ini. Manusia di zaman ini melukis banteng, rusa kutub, dan binatang lain yang mereka buru. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka telah membuat pakaian dari kulit binatang dan menmukan teknik pengerasan tanah liat dengan menggunakan api.
Lukisan-lukisan yang dibuat oleh manusia jenis Cro Magnon ini bisa dikatakan menjadi bukti pertama usaha manusia terbaik pertama dalam upayanya menyimpan informasi.[11]
Sementara itu tulisan alfabet muncul kurang dari seratus tahun kemudian dan berkembang secara cepat. Tulisan tersebut menyebar ke seluruh dunia kuno, dan baru beberapa abad kemudian sampai ke negeri Yunani. Lambat laun gagasan penggunaan simbol huruf konsonan dan vokal muncul. Saat itu karakter yang dibutuhkan kurang lebih seratus. Suatu jumlah yang sangat besar tentunya, karena padahal sekarang ini kita hanya mengenal dua pulu enam karakter huruf.
Sesudah banyak variasi pembahasan sejarah perkembangan tulisan, satu kejadian yang tidak boleh kita tinggalkan adalah peristiwa di Yunani. Bangsa ini telah secara efektif dan sederhana mempunyai sistem standarisasi huruf. Sekitar 500 tahun SM, mereka telah secara luas menggunakan alfabet.
Akhirnya, alfabet orang-orang Yunani masuk ke Roma yang kemudian dibangun serta dimodifikasi. Dewasa ini, kita menggunakan huruf-huruf kapital (majuscule) dan huruf kecil (miniscule) yang berasal dari Roma itu.
Lambat laun sistem tulisan alfabet ini berkembang secara cepat dan lengkap. Tanpa bantuan sistem tulisan ini bisa jadi populasi penduduk yang buta huruf akan menjadi lebih besar. Perkembangan yang penting pun terjadi pula dalam ilmu pengetahuan, lukisan, pemerintahan, dan keagamaan.
Sekitar 2500 tahun (sebelum munculnya agama Kristen), orang Mesir menemukan metode pembuatan jenis kertas yang dapat tahan lama dari papyrus. Dibandingkan dengan batu, papyrus jelas lebih baik. Alasannya lebih mudah menulis di papyrus dengan kuas dan tinta daripada memahat di atas batu. Papyrus itu sendiri asal-usulnya ditemukan di muara Sungai Nil. [12]
The oldest books were quite unlike our modern ones. They were baked clay tablets that were used about 5.500 years ago, in Babylon and Nineveh in Asia Minor.
The Egyptians who lived in the valley of the Nile found a better material than clay to use for books. They used a reed-like plant, called “papyrus”.[13]
“Media Buku dahulu adalah lempengan tanah liat yang dibakar, yang digunakan sekitar 5.500 tahun yang lalu, di daerah Babilonia dan Nineveh, sebuah daerah di Asia Kecil.
Orang-orang Mesir yang tinggal di Lembah Sungai Nil menemukan bahan yang lebih bagus dari pada tanah liat untuk dibuat menjadi buku. Mereka menggunakan semacam tanaman yang disebut dengan papyrus.”
D. Zaman Kemunculan Retorika
Sebagai cikal bakal ilmu komunikasi, retorika mempunyai sejarah yang panjang. Para ahli berpendapat bahwa retorika sudah ada sejak manusia ada. Akan tetapi, retorika sebagai seni bicara yang dipelajari dimulai pada abad kelima sebelum masehi, ketika kaum Sofis di Yunani mengembara dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk mengajarkan pengetahuan mengenai politik dan pemerintahan dengan penekanan terutama pada kemampuan berpidato.
Pemerintah, menurut kaum Sofis, harus berdasrkan suara terbanyak atau demokrasi sehingga perlu adanya usaha membujuk rakyat demi kemenangan dalam pemilihan-pemilihan. Maka berkembanglah seni berpidato yang membenarkan pemutarbalikan kenyataan demi mencapai tujuan, yang terpenting khalayak bisa tertarik perhatiannya dan terbujuk.[14]
Orang yang pertama-tama dianggap memperkenalkan oratori atau seni berpidato adalah orangYunanai Sicilia. Tetapi tokoh pendiri sebenarnya adalah Corax dari Srakuasa (500 SM). Dialah yang mula-mula meltakkan sistematika oratori atas lima bagian.[15]
Sudah sejak permulaan perkembangan retorika menimbulkan perbedaan pendapat (kontroversi) mengenai beberapa hal yang menyangkut retorika. Kontroversi tersebut menyangkut persoalan pamakaian unsur stilistika, menyangkut hubungan antara retorika dan moral, dan masalah pendidikan. dalam pidato-pidato.
Kontroversi pertama menyangkut persoalan: apakah perlu mempergunakan unsur-unsur stilistika dalam pidato. Ada tiga aliran, yaitu yang menyetujui penggunaan unsur stilistika, yang menolak, dan yang berada di luar aliran pertama dan kedua.
Kontroversi kedua menyangkut relasi antara retorika dan moral: apakah dalam pidato harus juga diindahkan masalah moral. Dalam pidato biasanya tidak dikemukakan pembuktian-pembuktian secara ilmiah. Pidato lebih banyak berbicara mengenai kemungkinan-kemungkinan, karena pendengar biasanya adalah orang-orang yang tidak berpendidikan, atau orang-orang yang tidak senang mendengarkan pidato. Sebab itu Gorgias dari Leontini, berpendirian bahwa seorang orator harus menyampaikan bukti-bukti baik mengenai keadilan dan ketidakadilan dengan cara yang sama baik.
Kontroversi ketiga yang juga sudah timbul sejak permulaan perkembangan retorika adalah masalah pendidikan. Kontroversi yang kedua mempunyai ikatan dengan yang ketiga ini. Ahli-ahli retorika yang siap menerima tanggung jawab moral dalam retorika, mengkritik rekan-rekan mereka yang mencoba memperoleh keuntungan dalam profesi mereka, terutama dalam pengadilan. Akibatnya mereka juga tidak mencapai kata sepakat mengenai topic mana saja yang harus dimasukkan dalam pelajaran retorika di pusat-pusat pendidikan.[16]
Betapa pentingnya retorika dapat dilihat dari peranan retorika dalam demokrasi. Dalam hubungan ini terkenal seorang orator bernama Demosthenes (384-322) yang pada zaman yunani sangat termasyhur karena kegigihannya mempertahankan kemerdekaan Athena dari ancaman Raja Phillipus dari Macedonia.
Pada waktu itu telah menaji anggapan umum bahwa di mana terdapat sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, di situ harus ada pemilihan berkala dari rakyat dan oleh rakyat untuk memilih pemimpin-pemimpinnya. Di mana demokrasi menjadi sistem pemerintahan, di situ dengan sendirinya masyarakat memerlukan orang-orang yang mahir berbicara di depan umum.
Demosthenes pada masa jayanya itu meningkatkan kebiasaan retorika yang berlaku pada zamannya, dan lebih menekankan pada:
a. Semangat yang berkobar-kobar
b. Kecerdasan pikiran,
c. Kelainan dari yang lain[17]
Sementara itu di Romawiyang mengembangkan retorika adalah Marcus Tulius Cicero (106-43 SM) yang menjadi termasyhur karena suaranya dan bukunya yang berjudul antara lain de Oratore. Sebagai seorang orator yang ulung, Cicero mempunyai suara yang beratmengalun, bahkan kadang-kadang pidatonya itu disertai cucuran air mata.
Cicero mengajarkan bahwa dalam mempengaruhi pendengar-pendengarnya seseorang retor harus meyakinkan mereka dengan mencermnkan kebenaran dan kesusilaan. Dalam pelaksanaannnya retorika meliputi:
a. Investio
Ini berarti mencari bahan dan tema yang akan dibahas. Pada tahap ini bahan-bahan dan bukti-bukti harus dibahas secara singkat dengan memperhatikan keharusan pembicara:
1. mendidik
2. membangkitkan kepercayaan
3. menggerakkan hati
b. Ordo Collocatio
Ini mengandung arti menyusun pidato yang meminta kecakan si pembicara dalam memilih mana yang lebih penting, mana yang kurang penting. Penyusun pidato juga diminta untuk memperhatikan:
1. exordium (pendahuluan)
2. narratio (pemaparan)
3. confirmation (pembuktian)
4. reputation (pertimbangan)
5. peroratio (penutup) [18]
Demikian retorika di Romawi yang banyak persamaannya dengan retorika yang berlaku d Yunani.
Aristoteles berpendapat bahwa pada waktu lahir jiwa manusia tidak memiliki apa-apa, sebuah meja lilin yang siap dilukis oleh pengalaman. Dari Aristoteles, John Locke (1632-1704), tokoh empirisme Inggris, meminjam konsep ini. Menurut kaum empiris, pada waktu lahir manusi tidak mempunyai “warna mental”. Warna ini didapat dari pengalaman. Pengalaman adalah satu-satunya jalan kepemilikan pengetahuan.
Di Yunani, sejak abad kelima sebelum masehi, terkenal sebuah tempat pemujaan Apollo di Delphi. Ke tempat inilah raja-raja dan rakyat banyajk meminta nasihat. Seorang pendeta wanita duduk di atas kursi yang dipenuhi asap dari sajian pemujaan.
Dalam keadaan fana, pendeta tersebut menjawab pertanyaan pengunjung, dari masalah kontes lagu sampai urusan agama dan politik. Ketika penjahat-penjahat di koloni Locri meminta nasihat bagaiman mengatasi kekacauan, orakel Delphi menjawab: “Buat hukum bagimu.” Ketika orang-orang bertanya siapa manusia paling bijak, dewa Apollo melalui mulut pendeta Delphi menjawab: ”Socrates”. Dari Delphi menyebar motto yang terkenal :Gnothi Seauthon (kenalilah dirimu).
Motto ini mengusik para filsuf untuk mencoba memahami dirinya, sehingga kabarnya motto inilah yang mendorong berkembangnya filsafat di Yunani.[19]
E. Perkembangan Teknik Pengiriman Pesan
Meskipun ada anggapan yang mengatakan adalah ide yang menghasilkan pengetahuan, tetapi baik ide maupun pengetahuan adalah produk dari pengalaman. Secara psikologis, ini berarti seluruh perilaku manusia, kepribadian, dan tempramen ditentukan oleh perilaku masa lalu.[20]
Apa yang telah tejadi di masa lalu adalah sebuah pengalaman yang mengajarkan hal-hal untuk sesuatu yang baru. Pengalaman akan kesulitan berkomunikasi maupun pengiriman pesan dalam komunikasi itu sendiri telah mengajarkan manusia untuk terus mencari dan menyempurnakan suatu proses komunikasi yang lebih efektif daripada yang sebelumnya.
Misalnya penentuan lambang atau simbol-simbol yang dipahami bersama, adalah pengaruh dari keterbatasan dan kesulitan berkomunikasi pada masa sebelumnya yang dikarenakan oleh belum ditentukannya kesamaan lambang dan simbol tersebut.
Sejak zaman primitif sampai sekarang, semua kelompok manusia tergantung pada komunikasi tatap mata, berhadap-hadapan. Akan tetapi diperlukan adanya sistem mengirim pesan untuk mengatasi ruang dan waktu.
Dikisahkan bahwa Persia tua telah mendirikan serangkaian menara yang dinamakan “pos seruan”, dan menempatkan orang yang bersuara nyaris dan keras atasnya untuk meneruskan berbagai pesan dengan cara berteriak, beranting dari satu menara ke lain menara.
Orang Romawi mengoperasikan suatu organisasi pelayanan kurir yang dinamakan cursus publicus. Antara tahun 1305 sampai awal tahun 1800-an, perusahaan House of Taxis telah meneylenggarakan suatu bentuk pelayanan kkilat berkuda di seluruh Eropa. Pada tahun 1628, organisasi ini memperkerjakan 20.000 karyawan. Para kurirnya berseragam biru dan perak menjelajahi seluruh Eropa dengan membawa pesan antara para pangeran dan jenderal, saudagar dan peminjam uang.[21]
Kantor pos adalah saluran pertama yang terbuka lebar bagi komunikasi era industri. Pada tahun 1837, kantor pos Inggris bukan saja membawa berbagai pesan kaum elit, tetapi juga melayani 88 juta kiriman setahun, suatu komunikasi yang luar biasa volumenya dalam ukuran waktu itu.
Pada tahun 1960, ketika era industry mencapai puncaknya, jumlah itu mencapai 10 milyar kiriman. Pada tahun yang sama, kantor pos Amerika Serikat mendistribusikan rata-rata 355 kiriman pos dalam negeri persetiap pria, wanita, dan anak di negeri itu.[22]
F. Kemajuan Teknologi Komunikasi
Komunikasi makin berkembang dengan ditemukannya mesin cetak di Cina pada abad ke-10 yang mluas ke Jepang abad ke-12. Akhirnya komunikasi mulai dapat menembus jarak dan waktu, terutama setelah Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak pada tahun 1440.
Perkembangan komunikasi makin sempurna dengan adanya berbagai penemuan baru. Louis Daguerre menemukan fotografi yang dapat mengabadikan rupa dan peristiwa (1822). Samuel Morse menemukan telegrafi jarak jauh pertama (64 KM: 1844).
Thomas Alva Edison menemukan perekam bunyi (fonograf) pertama, yang dapat mengabadikan komunikasi lisan secara praktikal (1877). Alexander Graham Bell menemukan telpon yang dapat mempercepat komunikasi pengganti suara yang sangat memakan waktu dan tenaga (1876).
Guglielmo Marconi menemukan radio telegrafi (1898), disusul penemuan radio teleponi oleh Reginald Fressenden(1900). Malam Natal tahun 1906, Fressenden merintis siaran radio pertama di dunia.
Selanjutnya Edison menemukan film bicara (1913). Televisi dirintis oleh Paul Nipkov (1883). Sejak tahun 1935, televisi merupakan alat komunikasi mutakhir.
Sementara itu teleks muncul di eropa awal tahun 30-an:jaringannya meluas setelah Perang Dunia II, yang mempercepat penyampaian berita dalam media massa.
Setelah itu ditemukannya kapal api oleh Robert Fulton (1807), kereta api oleh George Stephenson (1825), serta pesawat terbang oleh dua bersaudara Wilbur dan Orville Wright (1903), merupakan penyempurnaan teknologi pengangkutan yang langsung mempengaruhi kelancaran komunikasi.[23]
Tahun-tahun tersebut adalah tahapan di mana komunikasi terus mengalami kemajuan dan penyempurnaan. Bahkan di masa sekarang kita mengenal yang namanya internet, handphone, komputer, serta beragam teknologi komunikasi yang sudah menggunakan teknik digital.
G. Kesimpulan
Dengan demikian dapat ditarik dua buah kesimpulan mengenai patokan perkembangan komunikasi pada zaman sebelum masehi hingga zaman mulainya tahun masehi.
Pada tahun-tahun sebelum masehi, kemajuan proses komunikasi dimulai pada saat ditentukannya seperangkat lambang dan simbol-simbol yang dapat dipahami maknanya secara luas. Perkembangan selanjutnya adalah ditemukannya sejumlah sarana untuk menulis maupun menggambarkan lambang dan simbol-simbol tersebut. Meskipun pada akhirnya aksara atau huruf ditemukan, namun lambang dan simbol-simbol berupa gambar-gambar lebih dulu ditentukan sebagai pengganti suara dalam berkomunikasi.
Sedangkan untuk periode modern, meskipun dasar penemuan mesin cetak ditemukan di Cina pada abad ke-10, namun teknologi komunikasi baru dinyatakan berkembang pada tahun 1440, yaitu tahun di mana mesin cetak yang lebih efisien ditemukan oleh Johannes Gutenberg. Hal ini disebabkan karena baru setelah mesin cetak hasil penemuan Gutenberg itulah industri percetakan, yang juga tentunya merupakan industri komunikasi, pertama kali mulai berkembang.
The early development of writing, paper, and printing took place in the Middle East and China. In 105 c.e. the Chinese began making paper from rags, but it was not until 700 c.e. that Arab traders brought this new technology to the West. Earlier, during the T’ang Dynasty in China (618-906 c.e.), Chinese printers used wooden blocks to print characters, than developed movable day type in 1000. The Koreans further refined the printing process by developing movable metal type in 1234. However, this inventions did not spawn a large printing industry. Printing did not evolve further until the fifteenth century when Johannes Gutenberg of Germany (re)discovered movable type and Europeans began to further develop and exploit the printing press.[24]
DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta: 1998.
Effendy, Onong Uchana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005.
Ensklopedi Indonesia, Edisi Khusus Suplemen, PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta: 1987.
……… Edisi Khusus, Jilid 4 KOM-OZO, PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta: 1987.
Keraf, Gorys, Diksi Dan Gaya Bahasa, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 1994.
Nuruddin, Pengantar Komunikasi Massa, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2007.
Porter, E. Richard, Larry A. Samovar, Komunikasi Antar Budaya, Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005.
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2002.
Straubhaar, Joseph, Robert LaRose, Media Now, Communications Media in the Information Age, Wadsworth Group, United States of America: 2002.
The World Book Encyclopedia, vol.2, Field Enterprises Educational Coorporation, Chicago: 1996.
Toffler, Alvin, Gelombang Ketiga, PT Pantja Simpati, Jakarta: 1990.
Yenne, Bill, 100 Peristiwa Yang Berpengaruh Di dalam sejarah Dunia, Karisma Publishing Group, Batam: 1993.
[1] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1998), h. 4.
[2] Bill Yenne, 100 Peristiwa Yang Berpengaruh Di dalam sejarah Dunia, (Batam: Karisma Publishing Group, 1993), h. 14.
[3] Nuruddin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), h. 41.
[4] Ibid, h. 42-43.
[5] Ensklopedi Indonesia, Edisi Khusus Suplemen, (Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, 1987), h. 1845.
[6] Richard E. Porter, Larry A. Samovar, Komunikasi Antar Budaya, Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 12.
[7] Hafied Cangara, (Pengantar Ilmu Komunikasi), op.cit, h. 5.
[8] Bill Yenne, (100 Peristiwa Yang Berpengaruh Di Dalam Sejarah Dunia), op.cit, h. 14
[9] Ibid, h. 10.
[10] Nuruddin, (Pengantar Komunikasi Massa), op.cit, h. 49.
[11] Ibid, h. 45.
[12] Ibid, h. 53.
[13] The World Book Encyclopedia, vol.2, (Chicago: Field Enterprises Educational Coorporation, 1996), h. 313.
[14] Onong Uchana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), 53.
[15] Gorys Keraf, Diksi Dan Gaya Bahasa, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1994), h. 3.
[16] Ibid, h. 4-5.
[17] Onong Uchana Effendy, (Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek), op.cit, h. 54
[18] Ibid, h. 56.
[19] Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002) h. 17.
[20] Ibid, h. 23.
[21] Alvin Toffler, Gelombang Ketiga, (Jakarta: PT Pantja Simpati, 1990), cet.ke-3, h. 54
[22] Ibid, h. 55.
[23] (Ensiklopedi Indonesia, Edisi Khusus, Jilid 4 KOM-OZO), op.cit, h. 1845.
[24] Joseph Straubhaar, Robert LaRose, Media Now, Communications Media in the Information Age, (United States of America, Wadsworth Group, 2002), h. 70.


menanggapi statement bill gates, jika tehnologi berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia, bagi saya pribadi hal akan terajdi dengan perkembangan tehnologi, tidak ada lagi surat menyurat yang menghabiskan waktu, kirim mengirim uang dengan pos hanya membuang waktu saja, dan itu akan ditinggalkan manusia modern dengan adanya email, ATM. technology is agent social changes. begitulah kira-kira McLuhan menggambarkan mengenai tehnologi. dalam industri dengan perkembangan tehnologi membuat para produsen semakin memahami jka tehnologi telah menjadi perbaikan besar bagi orang-orang modern. artinya, kesejahteraan manusia akan semakin mudah diperoleh dengan adanya tehnologi dan pastinya manusia modern dituntut untuk mampu menjalankan tehnologi tersebut.
Dalam perkembangan teknologi hingga kini sangat membantu untuk mensejahterakan masyarakat tentunya dengan menguasai teknologi itu sendiri. hal ini menyangkut kesadaran dalam masyarakat untuk bisa berteman dengan teknologi yang sudah brekembang. sangat memprihatinkan bila kita sebagai mahasiswa khususnya tidak akrab dengan teknologi. bidang industri dengan perkembangan teknologi semakin menyempurnakan masyarakat modern untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. diperlukan usaha yang maksimal untuk mencapai kategori negara maju dalam teknologi untuk Indonesia. supaya tidak tretinggal terlalu jauh dibutuhkan perningkatan sumber daya manusianya.
Tanggapan saya mengenai statement Bill gates, mengenai ICT akan mensejahterakan bangsa, saya sangat setuju sekali. karena dengan adanya ICT, dapat membantu setiap penduduk dalam suatu bangsa untuk lebih modern sehingga tidak ketinggalan informasi dan dapat menggunakan ICT sebagai media untuk membantu pekerjaannya supaya lebih cepat dan praktis. adapun penerapannya di Indonesia, bagi saya berawal dari warga indonesia sendiri harus dikenalkan dahulu bagaimana ICT itu, kemudian mungkin dibutuhkan juga usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sudah sadar betul akan pentingnya ICT di Indonesia.
tanggapan saya mengenai ITC : iya, karena ITC sangat di perlukan untuk negara-negara maju dan berkembang seperti Indonesia. sebab ITC mempunyai pengaruh terhadap negara-negara tersebut dibidang teknologi dan komunikasi.
di Indonesia penerapannya ITC masih jarang di pergunakan sebab masih minimumnya sumber daya manusia di Indnesia. jadi, peran pemerintah sangat diperlukan untuk memajukan bangsa Indnesia melalui wajib belajar.
komentar saya tentang ICT, saya sangat setuju sekali bahwa ICT akan mensejahterakan bangsa, dan memang dengan kehadiran ICT itu sendiri akan memudahkan manusia dalam berinteraksi salah satu contohnya adalah handphone saat ini HP sudah menjadi suatu kebutuhan manusia untuk berkomunikasi. dan tidak dipungkiri bahwa salah satu faktor utama suatu negara bisa maju itu karena ICT.
mengenai bagaimana penerapan ICT di indonesia menurut saya, komentar saya lebih kepada SDM yang masih belum bisa memanfaatkan ICT itu sendiri, padahal sekarang adalah zaman teknologi zaman modern dimana ICT itu sudah menjadi suatu kebutuhan.
Menurut saya, ICT memang dapat mensejahterakan bangsa. Karena dengan berkembangnya ICT, tentunya dapat mendorong segala sesuatunya menjadi lebih optimal dalam berbagai bidang. Hanya saja ini tidak berlaku di Indonesia untuk saat ini. Karena ICT yang pada akhirnya mensejahterakan bangsa, harus diimbangi oleh sumber daya manusia yang produktif. Sedangkan di Indonesia yang mayoritas SDM nya rendah,jika pemerintah tidak mampu mengontrol berkembangnya ICT ini dengan meningkatkan SDM yang ada, dampaknya hanya akan menimbulkan kesenjangan sosial yang lebih lebar lagi dan pada akhirnya berujung pada pengangguran dan kemiskinan
Menanggapi pendapat Bill Gate bahwa ICT dapat mensejahterakan bangsa, saya sangat setuju. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka suatu bangsa akan semakin mudah mendapatkan informasi. Contoh kecil di Indonesia adanya kemajuan dalam bidang percetakan koran yang bisa menggunakan percetakan jarak jauh. Sehingga, masyarakat yang tinggal di daerah luar Jakarta mampu mengetahui informasi yang terjadi di pusat (Jakarta) dan sekitarnya. Dengan mudahnya mendapatkan informasi maka pengetahuan yang didapatkan semakin banyak dan usaha mencerdaskan bangsa lebih terealisasi.
Menurut Saya, ICT memang berpengaruh dalam kesejahteraan suatu bangsa. Misalnya kemajuan komunikasi lewat internet yang bisa menjangkau manusia dimana saja dan kapan saja. Dengan memanfaatkan ICT maka manusia lebih mudah berkomunikasi dan bertukar informasi. Tetapi di Indonesia sendiri menurut Saya belum maksimal untuk memanfaatkan kemajuan ICT. Sehingga penerapannya di Indonesia masih harus dibarengi dengan kemampuan manusia menggunakan ICT tersebut. Jika tidak, bukan kesejahteraan yang di dapat tetapi ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain. Penggunaannya dipengaruhi kemampuan SDM dalam mengolah kemajuan ICT.
Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan Bill Gates yang menyatakan bahwa ICT itu akan mensejahterakan bangsa, karena dengan adanya ICT perkembangan teknologi semakin canggih sehingga kitapun semakin tao ICT seperi apa dan kitapun bisa memanfaatkannya. Misalnya dengan adanya internet kita bisa bertukar pikiran serta mengetahui informasi dengan cepat, serta pengetahuan kitapun semakin luas.
Hampir semua negara maju dan berkembang karena ICT, dengan ICT masyarakat indonesia di zaman globalisasi ini semakin hebat, canggih, dan berwawasan luas, sehingga kita pun tidak awam lagi terhadap ICT yang sudah berkembang di Negara kita ini. Penerapan ICT di indonesia cukup berkembang walaupun hasilnya kurang maksimal karena dari tingkat SDM nya pun belum bisa memanfaatkan ICT dengan semaksimal mungkin, begitupun pemerintah belum mendukung 100% dengan perkembangan ICT di Indonesia.
selamat, blog nya bagus demi kemajuan pendidikan kita di indonesia
menurut saya tentang Penerapan ICT di indonesia dapat diimplementasi kan dalam e-Government, network yang intelligent dengan ICT mampu mendeteksi kelambatan yang terjadi pada saat orang ingin melakukan pembuatan KTP. Atau pada saat ada orang yang ingin membuat Villa di Puncak, network mampu mengetahui sampai sedetail-detailnya, mengenai siapa yang memberi ijin, sampai toko bangunan mana yang sering dikunjungi orang tersebut.
Semuanya menjadi sangat transparan.
Untuk seorang pimpinan (misalnya walikota atau gubernur), beliau juga akan mampu melihat bagaimana pekerjaan anak buahnya. Siapa yang patut diberi promosi, dan siapa yang kerjanya terlalu lambat sehingga patut diberi pesangon, semuanya akan terlihat jelas.
Sekarang tinggal kitanya, apakah mau mengimplementasikan sistem IT/ICT yang canggih seperti itu ? Framework & teknologinya sudah ada, yang belum tinggal kesiapan mental kita sendiri..
Menanggapi pernyataan Bill Gates yang menyatakan bahwa ICT akan mensejahterakan bangsa, saya setuju karena di era globalisasi seperti ini bukanlah hal yang aneh lagi untuk kita berhubungan dengan yang namanya teknologi. Dengan teknologi kita bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah dan cepat. seperti negara-negara maju yang telah memaksimalkan penggunaan ICT, saya berharap indonesia pun dapat mengikuti jejak negara-negara maju dalam bidang ICT ini. namun seperti kita ketahui SDM di Indonesia sendiri masih rendah untuk itu harus adanya perhatian dari pemerintah sendiri agar masyarakat Indonesia dapat memaksimalkan penggunaan ICT dalam segala aspek kehidupan.
saya setuju dengan apa yang telah dikatakan Bill Gates tentang ICT yang diterapkan di Indonesia dapat mensejahterakan bangsa. semua terbukti dengan semakin canggihnya teknologi di Indonesia. dan itu mempermudah untuk masyarakat indonesia melakukan segala kegiatan dan aktifitasnya dengan lebih mudah, praktis dan tidak menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengerjakan kegiatannya. misalnya dengan teknologi internet dan telpon genggam kita dapat berkomunikasi dengan orang tanpa harus bertatap muka dengannya. tapi kebanyakan orang di Indonesia kurang memanfaatkannya perkembangan ICT karena masih kurangnya kemampuan manusia untuk memanfaatkan ICT dalam kehidupnya.
Bill gates mengatakan bahwa ICT dapat mensejahterakan bangsa, saya setuju dengan pendapat tersebut. ICT dapat mensejahterakan bangsa karena dengan adanya ICT dapat mempermudah segala kebutuhan manusia. sebut saja penggunaan cyber atau internet, dengan mengguanakan internet kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ada di muka bumi ini.
namun penerapannya di Indonesia menurut saya terkandung kepada SDM nya. sebagian SDM nya tidak mampu menggunakan internet. masih banyak orang yang mengerti apa itu internet, bagaimana menggunakannya. jadi intinya, ICT di Indonesia masih belum bisa diterapkan.
Saya kurang setuju menanggapi pernyataan Bill Gate “Perkembangan ICT untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia”. Saya mengakui memang benar adanya bahwa ICT membantu segala aktivitas kehidupan manusia. Dengan biaya terjangkau, dapat menembus ruang dan waktu dan bentuknya yang minimalis sangat mempermudah kita melakukan aktivitas. Contoh saja dengan adanya mesin foto copy kita bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dengan biaya murah dan waktu yang efisien, bandingkan dengan manual. Akan tetapi apakah dengan semua itu masyarakat Indonesia sejahtera? Adanya perkembangan ICT menjadikan kesempatan kerja semakin menyempit, dikarenakan bertambah meningkatnya otomatisasi dalam proses produksi sebagai hasil berkembangnya komputerisasi, robotisasi dan kecerdasan artificial. Berapa banyak pekerja yang tersingkir jika semua penjaga SPBU, Jalan Tol, Ticketing airlines dsb digantikan oleh ICT? Dan jika suatu Negara banyak pengangguran dapatkah dikatakan sejahtera?
Bill Gates berkata bahwa “ICT Dapat Mensejahterakan Bangsa” bagaimana jika diterapkan di INDONESIA???
saya setuju jika ICT dapat mensejahterakan bangsa jika ekonomi dan SDM dinegara tersebut mampu untuk menyalurkan ICT dengan baik dan SDM yang tinggi……
Pendapat saya tentang pernyataannya, saya tidak setuju jika diterapkan di Indonesia dapat mensejahterakan anak bangsa kita, karena SDM dinegara kita belum mampu dan keterbatasan ekonomi negara untuk mengontrol dan mengembangkan sepenuhnya ICT dinegara kita, bukan hanya itu tapi juga bagaimana pemerintah kita memutar otak untuk mensejajarkan SDM di INDONESIA dengan negara maju, minimal kita bisa jadi tertinggi lah di atas negara berkembang lainnya. karena jika dipaksakan yang ada dinegara kita akan semakin banyak pengangguran karena semua fasilitas menggunakan tekhnologi. contoh; seandainya tempat parkir kita layaknya di negara Australia tidak usah tukang parkir, hanya dengan menggunakan ATM uang kita dgn otomatis akan berkurang. jika di negara kita seperti ini, maka “tukang parkir” akan banyak yang jadi pengangguran…..
Pendapat saya, saya setuju dengan pernyataan Bill Gates dengan ICT yang dapat mensejahterakan bangsa. akan tetapi jika hal itu dilakukan di Indonesia menurut saya tidak memungkinkan dengan SDM yang ada di Indonesia yang cendrung rendah dibandingkan dengan negara lain, karena jika diterapkan di Indonesia akan mengakibatkan peningkatan masyarakat yang akan mengalami pengangguran dengan fasilitas yang serba tekhnologi.
ICT (Information and Communication Technology) saat ini memang saat gencar-gencarnya di terapkan di Indonesia. Alasannya, untuk memudahkan manusia melakukan aktivitas yang berbau teknologi.
melihat dari dampak ICT yang salah satunya adalah Changing Careers, maka ICT belum pas bila dikatakan akan mensejahterakan bangsa, apalagi di Indonesia ini.
Saya setuju bila ICT di Indonesia terus berkembang, tapi lihatlah Indonesia sebagai suatu kepulauan yang terentang luas, yang terdiri atas belasan ribu pulau, dan bagaimana ICT dapat mensejahterakan masyarakat di Indonesia bila SDM nya saja rendah.
selain itu, fasilitas untuk menggunakan ICT ini sangat terbatas bahkan bisa dikatakan kurang, contohnya saja sinyal yang digunakan untuk memprogramkan internet.
jadi menurut saya, disetarakanlah dahulu pendidikan di negeri ini dengan ilmu-ilmu pengetahuan, agar SDM di Indonesia mampu menghadapi perkembangan ICT yang semakin pesat. karena ilmu pengetahuan adalah suatu sistem yang dikembangkan manusia untuk mengetahui keadaan dan lingkungannya, serta menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya, atau menyesuaikan lingkungan dengan dirinya dalam rangka strategi hidupnya.
Mohamad Romdoni (106051001847)
Menurut saya ucapan Bill Gate itu senada dengan Kahin dan Niseen bahwa ICT memiliki dampak-dampak yang radikal terhadap dunia politik, ekonomi, dan sosial. Saya setuju dengan pendapat itu, karena dengan kemajuan ICT akan mencerdaskan manusia dengan kemudahan yang tidak terbayangkan. abad ini merupakan abad informasi dan itu memang keharusan sejarah.
Kalo berbincang bagaimana penerapanya di Indonesia, pernyataan Bill Gate adalah sebuah tantangan bersama. Kita mengetahui bahwa kesadaran masyarakat Indonesia sangat minim untuk informasi. Dari data menunjukan bahwa hanya 7.80 % saja masyarakat yang mengkonsumsi informasi dari seluruh media, belum lagi 0.04 % saja masyarakat kita yang biasa on-line di internet (www.nue.ie/2004), padahal di situ merupakan gudang dari seluruh informasi. untuk Indonesia saya kira perlu kerja sama seluruh pihak terkait baik pemerintah, LSM, dan lain-lain untuk menghadapi abad informasi. Saya teringat oleh pernyataan Ziaudin Sardar bahwa siapa yang menguasai informasi maka ia akan menguasai dunia.
ICT “Akan Mensejahterakan Bangsa” Bill Gate
Saya setuju dengan pernyataan Bill Gate karena dengan ICT dapat meringankan pekerjaan serta aktifitas dalam kehidupan manusia, walaupun dampak negatifnya menambah pengangguran namun menurut saya sudah saatnya Indonesia bangkit dari keterpurukan dan mulai menata kembali agar bangsa ini tidak terbelakang dari faktor ekonomi, SDM serta teknologi. kalaupun dikatakan pengangguran sebagai dampak negatif dari ICT mungkin itu dikarenakan SDMnya yang kurang terampil, harapan saya dengan diterapkannya ICT di negara tercinta ini semoga SDM kita akan terpacu untuk menggali potensi pada diri mereka sehingga mereka tidak menjadi pengangguran di negeri tercinta ini.
saya setuju dengan ucapan Bill Gate bahwasannya ICT bisa mensejahterakan masyarakat karena seperti yang kita ketahui banyak kelebihan yang dimililki ICT yang tentunya akan mensejahterakan masyarajat dengan catatan SDM yang terus di kembangkan terutama pada masyarakat awam yang tinggal dipelosok yang sama sekali belum tersentuh oleh kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat ini.
penerapan ICT di Indonesia memang diakui masih kurang merata namun dengan kita sebagai masyarakat informasi bisa membantu pemerintah dan instansi terkait untuk mensosialisasikan penerapan ICT tersebut saya rasa itu akan memperbaiki keadaan kita yang tertinggal informasi menjadi yang banyak tahu akan informasi kemajuan teknologi dan perkembangannya.
Bill Gates berkata bahwa “ICT Dapat Mensejahterakan Bangsa” bagaimana jika diterapkan di INDONESIA???
ICT “Akan Mensejahterakan Bangsa” Bill Gate
Saya sangat setuju dengan pernyataan Bill Gate karena dengan ICT dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan serta aktifitas dalam kehidupan manusia.
Disisi lain saya kurang setuju menanggapi pernyataan Bill Gate “Perkembangan ICT untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia”. Saya mengakui memang benar adanya bahwa ICT membantu segala aktivitas kehidupan manusia. Dengan biaya terjangkau, dapat menembus ruang dan waktu dan bentuknya yang minimalis sangat mempermudah kita melakukan aktivitas. Contoh saja dengan adanya internet kita bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dengan biaya murah dan waktu yang efisien, bandingkan dengan mencari di perpustakaan yang membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi apakah dengan semua itu masyarakat Indonesia sejahtera? Adanya perkembangan ICT menjadikan kesempatan kerja semakin menyempit, dikarenakan bertambah meningkatnya otomatisasi dalam proses produksi sebagai hasil berkembangnya komputerisasi, robotisasi dan kecerdasan artificial. Berapa banyak pekerja yang tersingkir jika semua penjaga SPBU, Jalan Tol, Ticketing airlines dsb digantikan oleh ICT? Dan jika suatu Negara banyak pengangguran dapatkah dikatakan sejahtera?
Bill Gates berkata bahwa “ICT Dapat Mensejahterakan Bangsa” bagaimana jika diterapkan di INDONESIA???
ICT “Akan Mensejahterakan Bangsa” Bill Gate
Saya setuju dengan pernyataan Bill Gate karena dengan ICT dapat meringankan pekerjaan serta aktifitas dalam kehidupan manusia, penerapan ICT di Indonesia memang diakui masih kurang merata namun dengan kita sebagai masyarakat informasi bisa membantu pemerintah dan instansi terkait untuk mensosialisasikan penerapan ICT tersebut saya rasa itu akan memperbaiki keadaan kita yang tertinggal informasi menjadi yang banyak tahu akan informasi kemajuan teknologi dan perkembangannya.
Indonesia Belum Mampu Gunakan ICT
Menanggapi pernyataan seorang Bill Gates yang menyatakan bahwa “Information and Communication Technology (ICT) akan mensejahterakan bangsa-bangsa”
Bagaimana penerapannya di Indonesia?
Saya setuju dengan pendapat Bill Gates, hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena dengan perkembangan ICT yang begitu pesat memudahkan seluruh lapisan masyarakat dalam memperoleh informasi dan komunikasi tanpa batas ruang dan waktu di berbagai bidang ekonomi, sosial, budaya, bahkan pendidikan yang dapat diakses online melalui internet. Hal ini perlu di apresiasi untuk kemajuan teknologi informasi dan ksejahteraan bangsa Indonesia. Tetapi kemajuan dan kesejahteraan tersebut tidak dapat terealisasi jika SDM bangsa itu sendiri masih sangat kurang dalam memanfaatkan ICT. Contohnya masih banyak masyarakat pedesaan yang belum mengenal internet padahal telah ada iklan di Televisi “Internet Masuk Desa” hal itu selain karena kurangnya rasa ingin tahu sebagian masyarakat akan informasi dan memang karena penerapan dan sosialisasi ICT yang belum merata di Indonesia. Disamping itu tidak dapat dipungkiri pula dengan pesatnya kemajuan ICT akan membawa fungsi dan disfungsi bagi masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat yang melek akan informasi dan menguasai ICT segalanya akan terasa mudah tetapi bagi yang tidak menguasainya segalanya akan terasa sulit bahkan ICT akan menguasai anda.
Menanggapi dari pernyataan Bill Gates bahwa “ICT Dapat Mensejahterakan Bangsa” dan bagaimana jika diterapkan di indonesia?
Menurut saya pendapat Bill Gates benar. namun untuk mensejahterakan bangsa perlu dibangunnya sarana dan prasarana lengkap yang mendukung ICT tersebut. khususnya di negara kita pemanfaatan ICT telah berkembang sejak tahun 1992 dan sampai saat ini terus berkembang.
akan tetapi disini akan terjadi dilema infrastruktur, dimana pemerintah belum mampu mengembangkan sarana yang lebih baik untuk pemanfaatan ICT tersebut.
perlu ditekankan bahwa, pernyataan Bill Gates tersebut bisa jadi untuk kepentingan perusahaannya, justru yang sejahtera bukan bangsa, namun dirinya dan perusahaannya yang sejahtera.
Terima kasih.
menurut saya setuju, ICT dapat diterapkan di Indonesia namun sebelum diterapkannya pemerintah harus terlebih dahulu mengenalkan ICT kepada masyarakat, dan memberitahukan dari sisi positif dan negatifnya.
sebelum ICT itu diterapkan pemerintah harus dapat menyediakan saran dan prasarana, agar masayarat dapat mempergunakan ICT tersebut.
Dan pemerintah harus bisa mengembangkan SDM terlebih dahulu, agar perkembangan ICT tidak merugikan bagi masyarakat banyak, karena perkembangan yang selalu berganti dan teknologi yang selalu berkembang dapat menimbulkan pengangguran bagi masyarakat yang belum mengerti akan teknologi.
saya setuju dengan pendapat Bill gates, ICT dapat mensejahterakan bangsa.
hal ini perlu didukungkangnya sarana yang baik untuk masyarakat itu sendiri, pemerintah harus berperan serta karena kita sebagai bangsa indonesia yang bernegara. perkembangan teknologi membuat masyarakat harus lebih waspada akan bertambahnya teknologi yang semakin canggih. kehilangan mata pencaharian bisa berpengaruh dengan kehidupan masyarakat di era modern ini. kita sebagai bangsa Indonesia akan ketinggalan zaman akan ke canggihan teknologi bukan karena gengsi atau malu tapi karena zaman yang sudah berbeda membuat semuanya berubah tetapi ambil hal positive dari kecanggihan teknologi jangan menjadi hal negative ctohnya : dengan kecanggihan teknologi membuat sebagian orang (anak dibawah umur) membuka situs PORNO. terima kasih….
Bill Gates berpendapat bahwa “ICT dapat Mensejahterakan Bangsa” bagaimana jika di Indonesia?
Saya sangat setuju dengan pandangan Bill Gates bahwa ICT itu mampu mensejahterakan bangsa.
Semakin luas perkembangan teknologi ke berbagai pelosok dunia saat ini menjadi landasan betapa pentingnya ICT bagi
sebuah negara yang ingin berkembang secara universal. perkembangan ICT dari berbagai pelosok dunia dapat memudahkan kita dalam mengakses berbagai macam informasi dunia melalui berbagai macam media teknology yang sudah marak beredar dimana-mana . Namun hal ini kembali lagi kepada kita sebagai warga negara yang sangat membutuhkan informasi tentang pemanfaatan teknology ICT bagi semua lapisan masyarakat. memang hal ini sukar dilakukan oleh semua orang jika SDM bagi masyarakat belum mencapai pada target pendidikannya. jika kita lihat pada setiap tahunnya pengangguran di indonesia semakin bertambah dan kebanyakan dari mereka buta akan perkembangan teknology yang kian pesat. oleh karenanya saya sepakat jika ICT itu mampu mensejahterakan bangsa nantinya. Namun lagi-lagi hal ini harus dilakukan dukungan dari pemerintah untuk melakukan sebuah tahapan-tahapan perkenalan ICT dan pemanfaatan dalam penggunaan ICT bagai semua lapisan masyarakat. terimakasih….
Saya setuju, menurut saya ICT dapat mensejaherakan rakyat namun sebelum ICT itu diterapkan terlebih dahulu pemrintah meningkatkan SDM yang ada di Indonesia dan harus dilengkapi dengan sarana yang menunjang. selain itu tingkat pendidikan juga harus lebih ditingkatkan, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Dan pemerintah harus memberikan pengetahuan yang lebih terhadapa masyarakat agara masyarakat tidak menyalah gunakan pengunaan ICT.
mampukah ICT MENSEJAHTRAKAN BANGSA SEPERTI YANG DIUNGKAPKAN BILL GATES?saya rasa saya setuju dengan pendapat tersebut karena zaman globalisasi ini menjadikan ikon pada abad 21.seperti yang diungkap oleh c.mcluhan”global vilage”bahwa segala apa yang terjadi dibelahan dunia lain akan mempengaruhi kondisi negara lain pula”menitik beratkan pada ICT bahwa pengaruh komunikasi menjadi sangat mudah terealisasikan.namun bagaimana dengan implementasinya di Indonesia,hal itu belum lah efektif namun menurut data depkominfo sebagai wadah pemerintah dalam merealisasikan ICT diIndonesia bahwa perkembangannya menjadi signifikan dengan meningkatnya funsional komputer dan internet dimasyarakat.hal ini menjadi sorotan tajam apa hubungan antara kesejahtraan dengan ICT,bahwasahnya ketidakpahaman akan ICT menyebabkan digital devide yang menjadikan bangsa akan kebodohan,yang seharusnya ICT mampu memberikan kontribusi akan pemanfaatan untuk melihat peluang usaha yang berdampak pada menurunnya pengannguran,seperti banyak timbulnya para pioneer perusahaan independent software(isv)walaupun hal demikian masih dipandang sebelah mata oleh negara lain hal ini menjadi motivasi untuk mengembangkannnya karena pemerolehan devisa negara maju adalah reproduksinya pada ICT .Indonesia yang memilki SDM dan alam sangat ironis jika tingkat kemiskinan sangat tinggi hal ini karena peran ICT belum efektif pada berbagai aspek kehidupan,karena negara kita sekarang hanya mampu menjadi konsumen aktiv saja.semoga ICT dapat menjadi solusi peluang usaha,memudahkan terealisasinya program pemerintah,komunikasi efektif antar beberapa daerah terpencil didaerah,peningkatan media massa yang berpengaruh mencerdaskan bansa.Dalam perkembangan kedepan bahwa pada tahun 2010 akan ditargetkan terselesaikannya pembangunan jaringan infrastruktur palapa ring dan memperluas jaringan fiber optik ,hal ini menjadi media efektif agar ICT terealisi dalam kehidapan masyarakat indonesia dan akan berdampak pada kesejahtaraan bangsa.amiennn
saya sepakat dengan pendapat Bill Gates yang menyatakan bahwa ICT akan mensejahterakan Bangsa. dengan perkembangan teknologi maka semakin mudahlah bagi manusia untuk dapat mencukupi kebutuhannya. Dengan teknologi canggih, maka manusia dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih cepat dan lebih murah.
Bahkan berkembangnya suatu Bangsa dan Negara pun ditandai pula dengan berkembangnya teknologi terlebih khususnya teknologi komunikasi dan informasi.
menurut saya ICT sangat diperlukan oleh masyarakat di Indonesia,karena hal ini dapat menjadi alat atau perantara yang baik dan efektif dalam penggunaan media web dalam hal teknologi,merupakan yang paling dibutuhkan untuk masa sekarang dan selanjutnya,sehingga penggunaanya akan dirasakan untuk kelangsungan hidup bangsa indonesia.ICT akan menjadi paket yang sangat lengkap untuk penerapan hal teknologi dan komunikasi. sehingga kesan bangsa yang “gagap teknologi ” tidak akan lagi tercermin pada generasi masa depan yang harus berhadapan dengan kemajuan teknologi yang mayoritas dipengaruhi oleh bangsa asing.karena kesejahteraan suatu bangsa salah satunya tercermin dari kesanggupan masyarakat yang dapat menghadapi tatangan global.
kucing yang sanghat lawa
no comment !!!
at least, dapat membantu saya mencari bahan untuk tugas…
banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari postingan di atas. Terimakasih telah berbagi
[...] http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-2/http://organisasi.org/analisis-pengertian-komunikasi-dan-5-lima-unsur-komunikasi-menurut-harold-lasswell [...]
[...] sumber : http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-2/ [...]
i like komunikasi
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI [...]
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] The Egyptians who lived in the valley of the Nile found a better material than clay to use for books. They used a reed-like plant, called “papyrus”.[13] [...]
thanks ya mas,,,
menarik sekali untuk diabaca ,pengetauhuan menjadi luas .bermanfaat buat bhn tugs makalh sya . terinspirasi dehh!!!
mohon kesedian-a mas ,, beberapa artikel saya ambil untuk pembelajaran kuliah
Terima kasih..
saya meshrejk[puy7p
wow…..
menapa teknologi perkembang komunikasi
menapa tenologi berkembang komunikasi
[...] pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] Usaha-usaha untuk manusia berkomunikasi lebih jauh, terlihat dalam berbagai bentuk kehidupan [...]
Reblogged this on tisaniapriliansa.
menurut saya pribadi banyak sekali dampak media yang membuat manusia terjerumus, bahkan mereka ketergantungan…
misalnya saja dampak dari komputer, manusia tidak berbudaya membaca lagi, mereka lebih mau men’search’ dibanding membaca buku, mencari berita pun begitu sampai mencari video atau gambar yang ‘fulgar’
media itu memang ‘penyelamat’ tapi tidak ‘menyelamatkan’…
Tergantung dari sudut mana kita memandangnya, maksimalkan segi positifnya dan minimalkan segi negatifnya, tks atas komentar Anda
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.[1] [...]
[...] http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-2/ [...]
bersyukur kita mendapat yg mudah dlam berkomunikasi,,
terimakasih untuk informasinya,saya suka
Greetings! Very helpful advice in this particular post! It’s the little changes that produce the most important changes. Many thanks for sharing!
terima kasih atas informasi sejarah teknologi komunikasi berkat ilmu ini saya bisa menyusun makalah dengan baik. saya tunggu ilmu-ilmunya lagi