102 comments on “Curriculum Design and KTSP

  1. prinsip-prinsip teknologi pendidikan yaitu define, develop, and evaluate adalah hal yang sejalan dalam pengembangan kurikulum, khususnya KTSP yang saat ini diterapkan pada kurikulum pendidikan di Indonesia, dimana guru dituntut untuk lebih cerdas, kreatif dan inovatif dalam mengemas kurikulum untuk disampaikan pada peserta didik. jadi disini fungsi guru tidak lagi terbatas sebagai pendidik dan pengajar melainkan seorang “creator” dalam kurikulum dan pembelajaran. artinya fungsi dan tanggung jawab seorang guru saat ini semakin bertambah berat sehingga dituntut kapasitas dan kemampuan yang lebih dibandingkan dari guru-guru terdahulu, sudah sepantasnya memang jika guru dijadikan sebagai profesi, seperti saat ini, sehingga seseorang yang berasal dari S1 umum harus menempuh akta4 untuk bisa mengajar dimana hal ini bertujuan untuk menjawab tuntutan seorang guru saat . jadi merupakan hal yang tepat jika seorang guru minimal berpendidikan S1, jika dia dari umum diharuskan mengambil akta4 dan dilanjutkan dengan sertifikasi, diluar semua itu bukankan pemerintah juga menjanjikan gaji dan tunjangan yang menarik untuk guru. dimana implementasinya sama-sama kita tunggu….wassalam.

  2. Teknologi pendidikan yaitu merencanakan . membangun/ mengaplikasikan dan mengevaluasi sanagat sejalan dalam pengembangan kurikulum, khususnya KTSP yang saat ini diterapkan pada kurikulum pendidikan di Indonesia.
    Guru dituntut untuk lebih cerdas, kreatif dan inovatif dalam mengemas kurikulum untuk disampaikan pada peserta didik.
    Namun dengan segala kekurangannya maka guru dituntut dengan program KTSP agar ebih baik lagi dengan banyak mengikuti seminar dan pelatihan dan belajar untuk melanjutkan ketingkat selanjutnya. untuk kebaikan peserta didik.

  3. prinsip2 tehnologi pendidikan yang tertuang dalam ktsp diciptakan agar guru semakin berkreasi untuk membuat pembelajaran yang inovatif sesuai dengan indikator2, tujuan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing2 agar tercapai hasil yang lebih baik. Jangan dipaksakan memakai keseluruhan isi yang ada dalam materi pelajaran yang mengakibatkan tidak bermanfaat bagi siswa dimasa depannya apalagi harus mengadakan/membuat media2 yang sulit didapat didaerah tsb dan mahal.Misalnya di daerah yang jauh dari jangkauan komputerisasi harus memaksakan pembelajaran tsb, akan jadi apa siswa dan guru, sekolah dan elemen masyarakat dilingkungan tersebut. Melalui KTSP guru harus mampu mendesign sesederhana mungkin segala sesuatu hal untuk memperlancar proses belajar mengajar. Guru sebagai pendidik dan pengajar harus menerapkan pembelajaran tepat guna dan tepat sasaran yang tidak melenceng dari kurikulum yang tersedia, dan hasil evaluasi siswa dalam ujian dapat memenuhi syarat. Itu sudah lebih dari cukup. Ada pembelajaran yang dikerjakaan dalam 4 xpertemuan, tapi karena guru bisa mengefektifkan dan efisensi waktu, dengan langsung belajar kealam melalui boarding school atau outbond. Dapat mencapai tujuan pembelajaran dan siswa malah cepat memahami dan terus akan ingat, karena mereka turut dilibatkan dalam proyek tersebut. Malah setiap daerah di Indonesia punya ciri khas masing2 yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran. Seperti di daerah pantai, bisa dimanfaatkan kekayaan alamnya dan siswa bisa langsung belajar dan menghasilkan products yang ada di tempat tersebut, dan masih banyak contoh lainnya yang terlalu luas saya uraikan disini….wassalam

  4. saat ini tugas guru semakin berat, guru memang tidak hanya sebagai pengajar dan pendidik, tetapi di tuntut untuk lebih kreatif dalam pembelajaran sehingga dapat menghasilkan output atau hasil yang lebih baik. pembelajaran butuh perencanaan, karena rencana adalah setengah dari keberhasilan sehingga jika guru sudah punya perencanaan berarti guru tersebut sudah mendapatkan setengah keberhasilannya.
    guru berkualitas salah satunya dengan lulusan Strata Satu,karena saat ini memang pengajar dan pendidik diharuskan memiliki kemampuan untuk mengajar,menguasai materi ajar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi supaya tidak ketinggalan zaman.

  5. Perhatian pemerintah terhadap guru memang saat ini menjadi pusat (center) dalam hal kesejahteraan, sehingga banyak diberikan tugas tambahan dalam hal kurikulum,akan tetapi perlu kita ketahui disamping pembuatan atau pengembangan kurikulum, terkadang akan beban hal-hal tersebut melalaikan dalam tugas guru sebagai pengembang potensi-potensi peserta didik yang seharusnya menjadi lirikan semua orang.

    Pembuatan KTSP memang dibutuhkan sebagai pengarah atau juknis guru dalam pengajaran, sehingga materi-materi yang diberikan atau dipaparkan kepada peserta didik terarah dengan baik. Akan tetapi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang gurupun terlupakan dan terabaikan. Sehingga dalam salah satu buku “sekolahku cintaku”, sekolah tergambarkan sebagai tempat koleksi nilai, pembelajaran dalam hukuman, sampai sebuah penganggapan “my school is my hell”.

    Dan terkadang suatu pelatihan mengenai pembuatan KTSP yang diberikan kepada guru, dengan harapan guru memiliki perencanaan dan kemampuan mengembangkan KTSP serta diberikan atau ditularkan kepada teman-temannya yang lain, kejadian dilapangan hanya sekian % yang mengaplikasikannya.

    Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kesadaran kepada pemerintah serta guru, walaupun pengembangan kurikulum melalui KTSP itu perlu yang sebagai perencanaan, akan tetapi kewajiban guru sebagai pengisi kekosongan secara psikologis terhadap siswa baik secara akademis ataupun non-akademis, mampu ditingkatkan.

  6. Pada dasarnya seorang guru harus bisa membuat KTSP sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah.
    Pembuatan KTSP memang dibutuhkan sebagai pengarah atau juknis guru dalam pengajaran, sehingga materi-materi yang diberikan atau dipaparkan kepada peserta didik terarah dengan baik. Akan tetapi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang gurupun terlupakan dan terabaikan.
    Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar, karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru kurang terpupuk, tetapi dengan KTSP, kreativitas guru bisa berkembang.
    Guru dituntut untuk lebih cerdas, kreatif dan inovatif dalam mengemas kurikulum untuk disampaikan pada peserta didik.
    Namun dengan segala kekurangannya maka guru dituntut dengan program KTSP agar ebih baik lagi dengan banyak mengikuti seminar dan pelatihan dan belajar untuk melanjutkan ketingkat selanjutnya untuk kebaikan peserta didik.

  7. Langkah-langkah pengembangan kurikulum sejalan dengan prinsip-prinsip teknologi pendidikan yaitu, define (analisis masalah, mengidentifikasi , dan merumuskan), development (mengembangan kurikulum mulai dengan merumuskan tujuan, membuat indikator keberhasilan dan menyiapkan bahan sesuai dengan tujuan), terakhir yaitu evaluate (hasil evaluasi sebagai masukan terhadap pengembangan kurikulum selanjutnya). Saat ini guru dituntut untuk dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif agar dapat mengembangkan kurikulum tersebut. Namun sangat disayangkan tuntutan tersebut tidak seimbang dengan kesejahteraan yang diperolehnya. Semoga kenaikan gaji yang dijanjikan pemerintah dapat segera terwujud. Agar guru dapat tenang menjalankan profesinya sebagai guru, karena ketenangan tersebut dapat menjernihkan pikirannya sehingga muncul ide-ide kreatif untuk mengembangkan kurikulum.

  8. MANUSIA TAMPA JIWA
    Ada apa jiwa? kenapa seorang menjadi seperti ini .bingung dengan kehidupan yang ada .kehidupan yang semakin indufidualis dan merasa taknyaman menjalaninya .akan tetapi memang harus dijalani kehidupan teman -teman yang entah mengapa kadang ada kadang tidak .mungkin itu yang ada dalam pikiran bingung juga ,harus gimana ,bingung dengan kehidupan yang saat ini jalani .bingung dengan segala bingung bersikap.merasa tersaing dalam kehidupan yang berbeda jauh dengan masa lelah merasa hanya sebagai dalam kehudupan yang berbeda jauh dengan hidup selalu penuh dengan keiridengkian dan keputusan .merasa hanya dipermainkan oleh diri sendiri.entah harus kemana untuk menghilangkan pikiran ini semua yang ada dalam benak pikiran kadang harus menampakan muka bahagia sesaat hati ini dan pikiran tidak berpikir adanya sesuatu yeng terjadi seakan harus membahagiakan prasaan . sebenarnya akan sangat butuh seorang yang bisa menampak tampanya akan dalam masa lalu yang telah berlalu seperti halnya dengan dulu berpegang erat dengan pohon dan daun itu seluruh terjatuh disungai yang mengalir dalam lautan lepas

  9. kometar KTSP
    Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum,kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompentensi dasar secarah utuh ,kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar ,kegiatan pembelajaran perpusat pada siswa ,materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan ,sikap,dan ketrampilan,
    perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi dasar,penetuauan urutan langka pembelajaran sangat penting artinya KD- KD yang memerlukan persaratan tertentu

  10. Tanggapan .kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum ,kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secarah utuh,kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan mencapai kompetensi dasar ,kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa ,materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan ,sikap dan keterampilan,perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang hyarus dikuasai untuk mancvapai kompetensi dasar .penetuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan persyaratan tertentu ,pembelajaran bersifat spiral terjada pengulangan -pengulangan pembelajaran tertentu

  11. Manusia tanpa jiwa,Ada a[pa dengan jiwa?? kenapa seorang menjadi seperti ini bingung dengan kehidupan yang ada yang semakin indufidualis dan merasa tak guna menjalaninya . akan tetapi memang harus dijalani kehidupan teman -teman yang entah mengapa kadang ada kadang tidak mungkin itu yang ada dalam pemiokiran ini .bingung juga harus gimana?? bingung dengan kehidupan yang saat ini jalani bingung dengan segala bingung bersikap. ,merasa bersaing dalam kehidupan yang berbeda jauh dengan masa udah merasa hanya sebagai boneka dalam hidup yang selaluh penuh dengan keiridengkian dalam kehidupan merasa dipermainkan oleh diri sendiri.entah harus kemana untuk menghilangkan pikiran ini semua yang ada dalam benak pikiran kadang kadang harus menampakan muka bahagia sesat hati ini dan pikiran adanya sesuatu terjadi

  12. Tugas guru dan sekolah dewasa ini memang sangat dituntut mampu mendesign kurikulum yang berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP, dalam operasional penyusunan dijelaskan bahwa KTSP mengacu pada peningkatan iman dan takwa serta akhlak peserta didik, potensi kecerdasan dan minat, karakter daerah dan keragaman potensi lingkungan, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, karakteristik sekolah, kondisi sosial budaya masyarakat stempat bahkan kesetaraan jender. Apakah acuan2 tersebut sudah dijalankan dalam pengembangan kurikulum dimana sekolah dan guru itu mengajar? Langkah-langkah define, develop dan evaluate dalam mendesign KTSP (dalam hal ini silabus yang sesuai SK,KD dan rpp yang dibuat guru dalam mata pelajaran yang dikuasainya) hendaknya benar2 dijalankan dan dipikirkan smatang mungkin dan hal tsb dapat dilakukan jika seorang guru mempunyai ilmu pengetahuan, kreativitas dan daya pikir yang bagus (serta didukung oleh sekolah tentunya) bukan sekedar mengambil contoh atau menjiplak dari sekolah lain yang belum tentu sama lingkungan dan kondisinya, sekolah beserta stakeholder didalamnya harus jeli melihat potensi apa yang bisa dikembangkan demi kemajuan dan perkembangan serta kompetensi apa yang ingin dicapai peserta didiknya, kemampuan untuk mengembangkan KTSP yang dilakukan sekolah dan guru sebagai pihak yang mengimplementasikannya dalam bentuk pengajaran dikelas tentu tidak sembarang orang mampu melakukannya ada ilmu tersendiri yang harus dipelajari agar kurikulum yang ditetapkan oleh pusat dapat tersampaikan kepada peserta didik dalam bentuk kompetensi yang ingin dicapai (dan saya sangat setuju dengan adanya standar pendidik dlm permendiknas no.19 th 2003 dimana kualifikasi akademik guru adalah S1 dan adanya program akta 4 untuk sertifikasi S1 umum demi peningkatan standar pendidik dan tenaga kependidikan), sebagai learning agent guru adalah fasilitator, motivator bahkan perekayasa pembelajaran terhdp mapel2 yang ada di kurikulum. Dengan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah dalam pengembangan KTSP disekolah yang mengacu pada ketentuan yang saya sebutkan diatas, tentunya akan berpulang kembali kepada guru2 yang dituntut untuk mampu mendesign kurikulum yang sesuai dengan potensi sekolah dengan tetap pada prinsip2 educational technology dan guru memang harus belajar sepanjang hayat……..!

    Tugas guru dan sekolah dewasa ini memang sangat dituntut mampu mendesign kurikulum yang berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP, dalam operasional penyusunan dijelaskan bahwa KTSP mengacu pada peningkatan iman dan takwa serta akhlak peserta didik, potensi kecerdasan dan minat, karakter daerah dan keragaman potensi lingkungan, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, karakteristik sekolah, kondisi sosial budaya masyarakat stempat bahkan kesetaraan jender. Apakah acuan2 tersebut sudah dijalankan dalam pengembangan kurikulum dimana sekolah dan guru itu mengajar? Langkah-langkah define, develop dan evaluate dalam mendesign KTSP (dalam hal ini silabus yang sesuai SK,KD dan rpp yang dibuat guru dalam mata pelajaran yang dikuasainya) hendaknya benar2 dijalankan dan dipikirkan smatang mungkin dan hal tsb dapat dilakukan jika seorang guru mempunyai ilmu pengetahuan, kreativitas dan daya pikir yang bagus (serta didukung oleh sekolah tentunya) bukan sekedar mengambil contoh atau menjiplak dari sekolah lain yang belum tentu sama lingkungan dan kondisinya, sekolah beserta stakeholder didalamnya harus jeli melihat potensi apa yang bisa dikembangkan demi kemajuan dan perkembangan serta kompetensi apa yang ingin dicapai peserta didiknya, kemampuan untuk mengembangkan KTSP yang dilakukan sekolah dan guru sebagai pihak yang mengimplementasikannya dalam bentuk pengajaran dikelas tentu tidak sembarang orang mampu melakukannya ada ilmu tersendiri yang harus dipelajari agar kurikulum yang ditetapkan oleh pusat dapat tersampaikan kepada peserta didik dalam bentuk kompetensi yang ingin dicapai (dan saya sangat setuju dengan adanya standar pendidik dlm permendiknas no.19 th 2003 dimana kualifikasi akademik guru adalah S1 dan adanya program akta 4 untuk sertifikasi SI umum demi peningkatan standar pendidik dan tenaga kependidikan), sebagai learning agent guru adalah fasilitator, motivator bahkan perekayasa pembelajaran terhdp mapel2 yang ada di kurikulum. Dengan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah dalam pengembangan KTSP disekolah yang mengacu pada ketentuan yang saya sebutkan diatas, tentunya akan berpulang kembali kepada guru2 yang dituntut untuk mampu mendesign kurikulum yang sesuai dengan potensi sekolah dengan tetap pada prinsip2 educational technology dan guru memang harus belajar sepanjang hayat……..!

  13. Berdasarkan UUSPN no. 20/2003, kini guru-guru dituntut juga sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instructional designer) yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan lingkungan sekolah dimana mereka bertugas. Memang tugas guru kini bertambah berat, namun jika diniati karena Allah SWT (untuk ibadah) dan dari hati maka akan terasa menyenangkan.
    Kalau gelar S1 menjadi patokan kompetensi pendidik, mungkin itu masih belum dapat terralisasikan dengan baik. Tapi menurut saya untuk menjadi seorang pendidik yang profesional bukan hanya dibutuhkan kualifikasi akademik yang tinggi saja, tapi juga diperlukan bakat dan minat dalam mendidik para peserta didik. Sehingga dalam mendidik seorang guru akan selalu berusaha bagaimana mengembangkan kurikulum dan pembelajarannya. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif kreatif Efektif dan Menyenangkan) agar siswa itu aktif dalam mengikuti pembelajaran dan guru berusaha untuk menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa dapat menerima dan memahami materi yang diajarkan serrta dapat mempraktekkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

  14. Profesi GURU adalah profesi yang mempunyai nilai-nilai ibadah yang sangat tinggi, karena Guru adalah Pencetak anak didik yang mana kelak dia bisa mengamalkan serta mengembangkan ilmu pengetahuannya tersebut sesuai dengan dengan tuntutan jaman disamping itu peran orang tuapun sangat penting dalam hal ini. Langkah–langkah pengembangan kurikulum, seperti yang disebut Akker, dimulai dengan analisis problem, kemudian mengidentifikasi problem tersebut. Berdasarkan analisis tersebut dibuat (dikembangkan) kurikulum, dan selanjutnya di evaluasi dan seterusnya diterapkan.

    Langkah-langkah tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip teknologi pendidikan (educational technology) yaitu, define, develop and evaluate. Define, sebagai langkah pertama meliputi analisis masalah, mengidentifikasi , dan merumuskan. Kedua, developement, mengembangan kurikulum mulai dengan merumuskan tujuan, membuat indikator keberhasilan dan menyiapkan bahan sesuai dengan tujuan. Terakhir evaluasi , dan hasil evaluasi sebagai masukan terhadap pengembangan kurikulum selanjutnya.

    Bagi guru yang sekarang mendapat tugas menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perlu mendapat perhatian terhadap langkah-langkah tersebut. Guru juga dituntut sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instructional designer).Guru berkewajiban menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan lingkungan sekolah dimana berada. Tentu saja tugas guru semakin berat dan mungkin karena hal tersebut kualifikasi guru juga harus berkualitas, tuntutan agar semua guru harus Starata Satu (sajana) mungkin sebagai jawaban dan juga seorang Guru harus bisa mengembangkan sendiri sesuai dengan perkembangan zaman.

    Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum ,kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh,kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan mencapai kompetensi dasar ,kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa ,materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan ,sikap dan keterampilan,perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang hyarus dikuasai untuk mancapai kompetensi dasar .penetuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi Kompetensi Dasar yang memerlukan persyaratan tertentu ,pembelajaran bersifat spiral terjadi remedial pembelajaran tertentu.Semoga Bermanfaat…………Jonisar Tbk.

  15. Dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, guru dituntut untuk dapat menciptakan suatu pola Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Untuk itu guru ditugaskan untuk dapat mengembangkan KTSP sesuai dengan prinsip-prinsip dan langkah- langkah technology pendidikan yaitu difine, develop and evaluate. Insya Allah guru yang bekerja dengan hati akan mampu mengembangan KTSP dan melaksanakannya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Untuk mencapai hasil yang maksimal tentu keahlian seorang guru sangat berperan penting, dalam hal ini guru dituntut berpendidikan Strata satu Kependidikan, jika guru tersebut bukan berasal dari S1 Kependidikan, hendaknya program Akta 4 merupakan solusinya. Saya berharap agar semua guru di Indonesia mempunyai back ground S1 Kependidikan maupun S1 Umum + Akta4 agar siswa zaman sekarang tidak lagi di zholimi oleh guru dimasa lampau. Amin.

  16. Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Mulai tahun ajaran 2006, kurikulum yang dikembangkan disekolah-sekolah adalah KTSP. KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan/kelompok. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Karena itu, kurikulum harus bisa menjawab tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Dengan demikian, kurikulum disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Sejatinya, KTSP tidak jauh beda dengan kurikulum sebelumnya (berbasis kompetensi). Perbedaan utama KTSP memberikan wewenang penuh kepada sekolah/kelompok untuk menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar yang sudah ditetapkan, mulai dari tujuan, visi misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya. KTSP berdasarkan NSP berlaku pada jenjang pendidikan formal dan nonformal, jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) dan menengah (SMA dan SMK), dan disusun oleh satuan pendidikan/kelompok dengan hanya mengacu pada Standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Berbicara tentang mutu pendidikan, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat mengetahui mutu dan kualifikasi lulusan. ”Mendorong semua sekolah di Tanah Air tanpa pandang bulu untuk ikut UN secara serentak tanpa memperhatikan kualifikasi SDM sekolah tersebut, fasilitas yang ada, dan sebagainya merupakan kebijakan yang kurang bijak. KTSP yang memang guru yang membuat, sedangkan UN yang membuat BNSP dengan berpedoman kompetensi dasar. BNSP dan diknas berasumsi pihak sekolah dan guru mampu menjalankan KTSP dengan baik sesuai dengan kondisi sekolah dan murid?. Banyak guru yang faktanya masih kesulitan untuk memahami dan menjalankan kurikulum yang baru. Kalau demikian yang terjadi tanpa ada pemantauan dari pihak Diknas dan BNSP tentang fakta di lapang, tentu UN yang dimaksudkan untuk menilai standar mutu pendidikan tidak akan tercapai. Seharusnya dilakukan dahulu uji kelayakan, baru kemudian soal-soal UN dibuat. Ditambah lagi jika kita cermati evalusi pendidikan seharusnya tidak mengesampingkan proses. KTSP gambaran kualitatif, UN kuantitatif. Soal UN belum dipastikan apakah sudah diserap oleh anak dan guru atau belum. Yang terjadi hanya berdasar kompetensi dasar semata.

  17. Dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, guru dituntut untuk dapat menciptakan suatu pola Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Untuk itu guru ditugaskan untuk dapat mengembangkan KTSP sesuai dengan prinsip-prinsip dan langkah- langkah technology pendidikan yaitu difine, develop and evaluate. Insya Allah guru yang bekerja dengan hati akan mampu mengembangan KTSP dan melaksanakannya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Untuk mencapai hasil yang maksimal tentu keahlian seorang guru sangat berperan penting, dalam hal ini guru dituntut berpendidikan Strata satu Kependidikan, jika guru tersebut bukan berasal dari S1 Kependidikan, hendaknya program Akta 4 merupakan solusinya. Saya berharap agar semua guru di Indonesia mempunyai back ground S1 Kependidikan maupun S1 Umum + Akta4 agar siswa zaman sekarang tidak lagi di zholimi oleh guru seperti dimasa lampau. Amin.

    Tinggalkan Balasan

  18. KTSP merupakan batu loncatan kemajuan pendidikan. Penyusunan rencana kerja setahun penuh memang membantu meningkatkan kinerja yang dibuat satuan pendidikan. Dari rencana inilah sekolah menapak kerja atas garis-garis yang disusun dewan guru dengan persetujuan komite sekolah sebelum disahkan Dinas Pendidikan setempat. Diberlakukannya KTSP memendam harapan akan tergalinya standar kompetensi dan kompetensi dasar peserta didik secara optimal. Sebab, KTSP tidak menekankan pada hasil yang berupa angka, tetapi lebih menekankan pada pemberian nilai, dalam arti nilai yang sesungguhnya terhadap segala kompetensi siswa yang berhasil dicapai pada waktu pembelajaran berlangsung. KTSP yang menuntut pembelajaran bersifat aktif, inovatif, kreatif, membebaskan, dan menyenangkan hanya menjadi slogan karena guru saat ini sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang sudah jadi tanpa dia harus bersusah payah membuat KTSP tsb. sebenarnya hal seperti ini memang merupakan PR bagi para guru. dengan demikian dunia pendidikan di Indonesia dapat dibanggakan.

  19. Tugas seorang guru untuk mengembangkan kurikulum baik dari pusat ataupun sesuai dengan daerah masing-masing memang tampak berat. Namun seperti telah diketahui bahwa langkah–langkah pengembangan kurikulum seperti KTSP telah dimulai dengan analisis problem, kemudian mengidentifikasi problem tersebut. Berdasarkan analisis tersebut dibuat (dikembangkan) kurikulum, dan selanjutnya di evaluasi dan seterusnya diterapkan. Jadi pembentukan KTSP memang telah disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman dimana teknologi pendidikan sudah semakin maju. Sehingga mau tak mau seorang guru sekarang dituntut untuk lebih kreatif dalam mentrasfer informasi dan mampu menggunakan teknologi yang ada, selain berfungsi sebagai pendidik. Selain itu, gurulah yang memegang peranan penting dalam sebuah proses pendidikan serta mengetahui secara langsung bagaimana kondisi peserta didik yang dihadapinya. Hal tersebutlah yang membuat tuntutan pengembangan KTSP amat penting serta perlunya meningkatkan kualitas guru, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikannya.

  20. Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan di setiap sekolah merupakan ide yang sangat baik karena akan membuat guru semakin pintar walaupun beban yang diembannya semakin berat, karena melaui program ini mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Implementasi KTSP sebenarnya membutuhkan penciptaan iklim pendidikan yang memungkinkan tumbuhnya semangat intelektual dan ilmiah bagi setiap guru,karena hal ini berkaitan adanya pergeseran peran guru yang semula lebih sebagai instruktur dan kini menjadi fasilitator pembelajaran.Melalui pembuatan KTSP yang di buat oleh guru itu sendiri diharapakan guru dapat melakukan upaya-upaya kreatif serta inovatif dalam bentuk penelitian tindakan terhadap berbagai teknik atau model pengelolaan pembelajaran yang mampu menghasilkan metode belajar PAIKEM yaitu mendukung siswa menjadi aktif, Inovatif, kreatif, dan menyenangkan.Tetapi, untuk mengoptimalkan pemberdayaan guru dalam menyusun kurikulum tersebut, harus didukung sejumlah sarana dan fasilitas seperti ketersediaan buku teks yang beragam dan memerlukan banyak sumber lain seperti internet agar hasil yang diperoleh akan lebih optimal. Dengan bertambahnya tuntutan yang harus dimiliki oleh seorang guru saat ini, semoga kesejahteraan dan tunjangan gurupun dapat lebih diperhatikan, sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah, Amin..

  21. Banyak pihak tidak mengerti bahwa KTSP adalah revolusi dalam dunia pengajaran monoton di negara ini.
    KTSP hanya bisa diberlakukan bila Sekolah :
    (1) sudah membentuk Tim Ahli/Litbang untuk menyusun rancangan Dokumen I dari KTSP, lalu
    (2) para guru sudah menyerahkan kelima belas langkah penyusunan KTSP yang disebut draft dan kemudian
    (3) drafts ini direvisi oleh Tim Ahli/Litbang sehingga sesuai dengan Visi dan Misi Sekolah dan dari proses ini akan dilahirkan Dokumen II dari KTSP, selanjutnya naskah final Dokumen II disandingkan dengan rancangan Dokumen I lalu
    (4) diverifikasi oleh Komite Sekolah sehingga seluruh Dokumen KTSP sesuai dengan acuan tipe Sekolah Mandiri
    Kurikulum pada dasarnya merupakan alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Seperti ungkapan the man behind the gun, maka sebagus apapun desain atau model kurikulum yang hendak dikembangkan akan sangat bergantung kepada faktor manusianya. Dalam hal ini, guru merupakan pelaksana utama dalam kegiatan pengembangan kurikulum, yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, tampaknya tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa guru menjadi faktor utama penentu keberhasilan dalam kegiatan pengembangan kurikulum.
    Jika kita cermati lebih dalam lagi tentang pemberlakuan kurikulum pada masa-masa sebelumnya yang sentralistik, tampaknya guru cenderung diposisikan hanya sebagai “tenaga tukang” yang bertugas mengoperasikan berbagai ketentuan kurikulum yang telah ditetapkan dari pusat. Petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dari pusat yang sangat ketat dan serba seragam telah membelenggu kreativitas guru sekaligus mencabut hak dan kewenangan guru dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.
    Bagi para guru yang berjiwa “tukang”, keadaan seperti itu tentunya dianggap hal yang menguntungkan, karena segala sesuatunya seolah-olah sudah serba “siap saji”, guru hanya tinggal melaksanakan saja ketentuan-ketentuan yang ada, tanpa harus banyak bekerja keras dan berfikir jauh dalam mengimplementasikan kurikulum, terlepas apakah ketentuan-ketentuan tersebut cocok atau tidak dengan realita di lapangan.

    Kurikulum yang sentralistik (top-down approach) semacam itu pada akhirnya telah menjadilan pendidikan nasional kita jatuh terpuruk. Di tengah-tengah kondisi pendidikan nasional yang terpuruk itu ternyata masih ada juga orang-orang yang mau memikirkan dan peduli terhadap nasib pendidikan nasional, dan pada akhirnya berhasil mengantarkan pada keputusan untuk merubah kurikulum nasional. Upaya perubahan kurikulum memang sempat terganggu, dengan hadirnya wacana Kurikulum Berbasis Kompetensi yang konon didesain secara ideal, namun dalam kenyataannya sungguh sulit untuk diimplemantasikan karena terdapat beberapa asumsi yang tidak dapat dipenuhi di lapangan. Terpaksa, wacana dan sosialiasasi Kurikulum Berbasis Kompetensi pun diralat dan akhirnya sampailah pada upaya untuk menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan payung hukumnya Permendiknas No. 22 Tahun 2006, yang tampaknya lebih mencerminkan kurikulum yang bersifat desentralistik (grass-root approach)
    Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, dalam KTSP penulis melihat adanya spirit untuk memberdayakan dan mempercayakan guru sekaligus mengembalikan hak-hak profesional yang melekat dalam jabatannya, termasuk hak dan otoritas dalam setiap kegiatan pengembangan kurikulum. Yang menjadi persoalan, seberapa siap para guru untuk menerima hak-hak dan otoritas profesional dalam mengembangkan kurikulum di sekolah. Dalam KTSP, tidak lagi disediakan berbagai petunjuk ketat dalam mengembangkan kurikulum. yang tersisa dari pusat hanyalah rambu-rambu yang berkenaan pencapaian Standar Kompetensi sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. 23 tahun 2006, selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada guru untuk mengatur dan mengelola kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah, yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi nyata di lapangan.
    KTSP ini tak ubahnya seperti kertas kosong yang diberikan kepada guru untuk ditulisi sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri guru itu sendiri. Ada tanggung jawab besar dari guru untuk bagaimana dapat menulis dalam kertas kosong itu sehingga akhirnya dapat dihasilkan tulisan yang benar-benar indah dan bermutu tinggi.KTSP mau tidak mau mensyaratkan adanya kreativitas yang tinggi dari para guru untuk dapat mengembangkan kurikulum di sekolah. Tanpa berbekal kreativitas guru yang tinggi, maka celah untuk terjadinya kegagalan KTSP sangat terbuka dan hak-hak profesional guru pun tampaknya akan lepas lagi dan guru kembali menjadi tenaga tukang yang akan diatur pihak lain.
    Kita berharap, melalui upaya standarisasi profesi dan sertifikasi guru, atau upaya peningkatan profesionalisme guru lainnya kiranya dapat mendorong para guru untuk menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan kurikulum di sekolah, sehingga KTSP benar-benar dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional

  22. Untuk memajukan pendidikan memang sulit dan itu harus dilakukan secara bertahap. Dan kemajuan itu perlu kompensasi dari pemerintah agar segala rencana dapat terlaksana dengan baik. memang sekarang untuk kearah kemajuan sudah mulai berjalan. contohnya dengan memberikan tugas kepada guru-guru untuk mengembangkan kurikulum yang ada kedalam indikator-indikator yang sesuai dengan kebutuhan diwilayahnya masing-masing. memang tidak mudah mengembangkan SK dan KD kedalam indikator-indikator yang sesuai dengang wilayah tersebut. tetapi untuk bisa membuat kurikulum KTSP bisa dilakukan secara bertahap, bila seorang guru belum bisa mengembangkan maka guru bisa mengambil kurikulum KTSP yang sudah disediakan di diknas. setelah guru paham maka dia bisa merubah dari kurikulum yang sudah ada dan apa bila guru tersebut sudah mahir dalam kurikulum KTSP maka guru harus membuat sendiri kurikulum tersebut tentu saja sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diberikan oleh diknas. Tetapi itu semua perlu didukung oleh keahlian yang mumpuni, keahlian itu bisa diberikan melalu pelatihan-pelatihan atau dengan menaikan jenjang pendidikan guru tersebut. misalnya melalui pendidikan sertifikasi. Tetapi itu juga harus didukung dengan kesejahteraan yang cukup agar setiap guru bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaannya sebagai pendidik. dan alhamdulillah Indonesia sudah mulai menuju kearah itu, mudah-mudahan segala tujuan tersebut dapat tercapai. sikap optimis perlu kita tanamkan.

  23. Curriculum Design and KTSP
    Sudahkah “rahim” dunia pendidikan kita melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial?
    Di tengah-tengah keprihatinan semacam itu, Mendiknas meluncurkan Peraturan Nomor 22, 23, dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan pelaksanaannya pada awal tahun ajaran 2006/2007 lalu. Melalui ketiga Permendiknas tersebut, sekolah harus menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Satuan pendidikan ( sekolah) dapat menerapkan Permendiknas tersebut mulai tahun ajaran 2006/2007.
    Dari Pemerintah diberikan SK dan KD, gurulah yang berkewajiban untuk menjabarkannya ke dalam bentuk Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan melalui pemilihan materi dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan daya dukung (fasilitas sarana dan prasarana) dan SDM yang dimiliki oleh sekolah tersebut dan potensi daerah yang ada misalnya, sekolah berada di daerah pertanian jadikan pertanian sebagai laboratorium alam, jika sekolah berada di daerah industri jadikan industri sebagai laboratorium anak dalam belajar.
    Perlu adanya penekanan dan perhatian yang lebih serius dari tim pengembang KTSP di sekolah (guru) untuk “membumikan” unsur-unsur kearifan dan kebudayaan lokal ke dalam kurikulum. Bahasa dan Sastra Jawa, misalnya, harus menjadi muatan lokal yang “wajib” dikembangkan di sekolah, termasuk di SMA/SMK/MA. Implementasi KTSP dalam dunia persekolahan kita juga perlu diikuti dengan perubahan sistem pembelajaran yang benar-benar memberikan ruang gerak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Disinilah guru berperan sebagai curriculum and instructional designer.
    Untuk itu diperlukan guru-guru yang berkualitas salah satunya harus Strata satu (sarjana), akan lebih baik lagi jika banyak mengikuti seminar dan pelatihan (guru harus terus belajar dan belajar ….. seperti anak didiknya…. agar pertanyaan diatas terjawab) Amin….

  24. Bismillahirrahmanirrahim

    Kurikulum.. Sebuah kata yang tidak asing bagi pelaku dunia pendidikan. Namun mengapa ada kritikan bahwa tiap ganti menteri pasti ganti kurikulum..?KTSP sebagai penyempurnaan dari KBK memiliki keistimewaan yang menitik beratkan kepada kemampuan setiap kelompok atau satuan pendidikan untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kondisi lingkungan dari tiap-tiap daerah.
    Otonomi pendidikan yang terjadi saat ini mewajibkan setiap daerah untuk memiliki kewenangan dalam mengembangkan dan menyusun kurikulum yang efektif, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerahnya dengan berlandaskan pada Standar Nasional Pendidikan.
    Kewenangan daerah dalam menyusun ataupun mengembangkan kurikulum (KTSP) tersebut memerlukan kesiapan sumber daya manusia (dalam hal ini GURU) yang profesional dalam implementasinya, yakni dengan jalan peningkatan mutu kualitas pendidikan guru menjadi sarjana strata 1/ S1. Kesiapan dan kreativitas GURU dalam mengembangkan kurikulum merupakan salah satu penentu peningkatan kualitas atau mutu pendidikan didaerah terkait. Terlepas dari itu semua GURU juga diharapkan dapat menggunakan ide-idenya, keterampilan dan kreativitasnya dalam metode pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan didalam kelas. Dan pembelajaran bukan hanya dilakukan secara klasikal saja tapi dapat pula diluar kelas melalui rencana pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi dan kompetensi yang ingin dicapai oleh masing-masing tingkat satuan pendidikan melalui model pembelajaran yang memberikan kesan pembelajaran bagi peserta didik.
    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diusung oleh pemerintah, dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip :
    1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik.
    2. Beragam dan terpadu.
    3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
    4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
    5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
    6. Belajar sepanjang hayat.
    7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
    Prinsip-prinsip ini mengacu kepada prinsip pendidikan yang diatur oleh UNESCO, yakni pendidikan yang Learn to know, Learn to do, Learn to live together/ live with other,dan Learn to be. Dan semoga dengan adanya kurikulum yang berlaku saat ini (KTSP) pengembangannya tidak hanya berakhir mengikuti berakhirnya masa jabatan menteri pendidikan yang menjabat saat ini, diharapkan siapa pun menteri pendidikan yang terpilih nantinya dalam menetapkan kebijakan tentang kurikulum sebaiknya melihat kebijakan yang sebelumnya, jangan hanya langsung mengganti kurikulum yang ada. Dimana hal ini akan menjadi suatu beban yang berat kepada dunia pendidikan khususnya kepada pelaku pendidikan dan calon-calon pemimpin bangsa.

    Wassalam :) Semangat 2x !!

  25. Tuntutan guru sekarang harus S1 memang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru. Karena tugas guru semakin lama semakin berat seperti guru harus menyusun kurikulum ( KTSP). yang seharusnya ini adalah tugas pemerintah tugas guru hanyalah membuat indikator. Yang mana hal ini hanya bisa di pahami oleh guru yamg pernah menginjak bangku kuliah. Untuk itulah sudah sewajarnya pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan guru. Agar guru dalam mengembang tugas-tugasnya merasa lebih semangat.

  26. Define, develop, dan evaluate yang di jabarkan akker adalah devinisi dasar kurikulum, sejauh mana peran guru dalam menerapkan teknologi pendidikan bukan hanya terletak pada KTSP saja. Standar pemberintah dalam hal pendidikan guru yang mengharuskan Strata Satu ( Sarjana ) menyimpulkan sikap pemerintah untuk mengembangkan guru bukan hanya sebagai pendidik dan eksekutor dari kurikulum, tapi juga sebagai pelaku dalam teknologi pendidikan (educational technology) yang mampu memberi kontribusi penting dalam pengembangan kurikulum (curriculum and instructional designer ).
    Pemerintah seperti menaruh harapan,Jika setiap pendidik dapat menjabarkan devine, develop, dan evaluate baik dalam skala micro ( lingkungan sekolah, ruang kelas.red ) tentu mutu pendidikan kita akan berkembang sesuai dengan pemcapaian yang diharapkan.
    Tapi peran pemerintah masih terlalu kecil, saya melihat dalam hal pengembangan kurikulum bukan hanya terletak pada education technology saja. Disini juga dibutuhkan langkah2X dan sarana yang memadai, baik seperti:
    1. pemerintah membentuk Tim terpadu yang kompeten yang berperan sebagai perumus, penguji.yang meng-audit setiap sekolah secara berkala untuk mengkontrol sejauh mana sekolah itu menerapkan kurikulum dengan baik. Dan memberi masukan untuk sekolah tersebut dalam pengembangan kurikulum.
    2. teknologi di tingkat sekolah yang mampu menciptakan link kepada setiap sekolah untuk bertukar informasi sehingga pengembangan kurikulum tidak hanya berkembang di satu tempat saja, tapi global.
    3. pemberintah memberikan pendidikan berkala pada setiap pendidik dan badan sekolah tanpa terkecuali baik berupa seminar, diklat.
    dan pendidik juga harus mampu memberikan gambaran mudah tentang kurikulum terhadap anak didiknya, sehingga para siswa sedikit banyak dapat memahami peran dan fungsi kurikulum. Dengan begitu diharapkan siswa dapat lebih fokus dan optimal dalam mengejar pendidikan.

    Dan pada akhirnya mari kita sama-sama berdoa semoga pendidikan kita makin jaya
    Hidup persib

  27. Untuk memajukan pendidikan memang sulit dan itu harus dilakukan secara bertahap. Dan kemajuan itu perlu kompensasi dari pemerintah agar segala rencana dapat terlaksana dengan baik. memang sekarang untuk kearah kemajuan sudah mulai berjalan. contohnya dengan memberikan tugas kepada guru-guru untuk mengembangkan kurikulum yang ada kedalam indikator-indikator yang sesuai dengan kebutuhan diwilayahnya masing-masing. memang tidak mudah mengembangkan SK dan KD kedalam indikator-indikator yang sesuai dengang wilayah tersebut. tetapi untuk bisa membuat kurikulum KTSP bisa dilakukan secara bertahap, bila seorang guru belum bisa mengembangkan maka guru bisa mengambil kurikulum KTSP yang sudah disediakan di diknas. setelah guru paham maka dia bisa merubah dari kurikulum yang sudah ada dan apa bila guru tersebut sudah mahir dalam kurikulum KTSP maka guru harus membuat sendiri kurikulum tersebut tentu saja sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diberikan oleh diknas. Tetapi itu semua perlu didukung oleh keahlian yang mumpuni, keahlian itu bisa diberikan melalu pelatihan-pelatihan atau dengan menaikan jenjang pendidikan guru tersebut. misalnya melalui pendidikan sertifikasi. Tetapi itu juga harus didukung dengan kesejahteraan yang cukup agar setiap guru bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaannya sebagai pendidik. dan alhamdulillah Indonesia sudah mulai menuju kearah itu, mudah-mudahan segala tujuan tersebut dapat tercapai. sikap optimis perlu kita tanamkan.

  28. Seiring dengan perkembangan zaman,maka disemua sektor khususnya bidang pendidikan ikut berkembang dan membenahi diri dengan adanya perubahan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan guru. Kurikulum KTSP dibuat bukan dengan asal-asalan tetapi melihat kebutuhan siswa terhadap pendidikan dan kebutuhan tiap daerah untuk mengembangkan wilayahnya. Untuk tujuan tersebut guru dituntut bisa mengembangkan kurikulum KTSP sesuai dengan kebutuhan siswa dan daerahnya walaupun kemampuan guru belum semuanya bisa melakukan hal tersebut. Tetapi dengan adanya beban guru seperti itu lama-kelamaan guru akan meningkat kompetensinya sehingga mutu guru di Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara lain. Sekarang sudah banyak pelatihan untuk guru dalam mengembangkan SK dan KD ke dalam indikator-indikator yang dibutuhkan tiap daerah. Dengan adanya sertifikasi guru juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru sehingga guru mengerjakan tugasnya tanpa beban. Menurut saya, pelaksaan kurikulum KTSP sangat membantu guru dalam hal kreatifitas dan kompetensinya sehingga mutu pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat. Terus semangat untuk para guru!!

  29. Curriculum Design and KTSP
    Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran yang ada dalam kurikulum dan KTSP. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain atau penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.
    Pesan berupa isi materi pelajaran yang ada pada rancangan kurikulum dituangkan oleh guru dalam KTSP atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal maupun non verbal. Selanjutnya penerima pesan (siswa, peserta pelatihan ataupun guru) menafsirkan simbol-simbol komunikasi tersebut sehingga diperoleh pesan. Adakalanya penafsiran tersebut berhasil dan adakalanya tidak. Penafsiran yang gagal atau kurang berhasil berarti kegagalan dalam memahami apa-apa yang didengar, dibaca, atau dilihat dan diamatinya.
    Ada beberapa faktor yang penghambat proses komunikasi yaitu
    1. Hambatan psikologis seperti minat, sikap, inteligensi dan pengetahuan.
    2. Hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, daya konsentrasi,keterbatasan daya indera dsan cacat tubuh.
    3. Hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai penuntun.
    4. Hambatan Lingkungan seperti suasana kelas yang sempit, panas, bising, dan lain-lain
    Tehnologi pendidikan tidak dapat dilepaskan dari media pendidikan yang merupakan salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu dalam penyampaian pesan . Perbedaan gaya belajar, minat, inteligensi, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat diatasi dengan pemanfaatan media pendidikan.
    Kegunaan Media pendidikan dalam pelaksanaan proses bejar mengajar adalah
    1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
    2.Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera .
    3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif pada anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
    a. Meningkatkan gairah belajar anak didik
    b. Adanya interaksi yang lebih dekat dan langsung antara anak didik dengan lingkungan yang nyata.
    c. Memungkinkan anak didik belajar secara mandiri sendiri berdasarkan kemampuan dan minatnya.
    4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan rancangan kurikulum dan KTSP dengan materi pembelajaran yang ditentukan sama untuk setiap siswa maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat teratasi dengan media pendidikan yaitu dengan kemampuannya dalam :
    a. Memberi perangsang yang sama dalam belajar
    b. Mempersamakan pengalaman
    c. Menimbulkan persepsi yang sama.

    Nurul Isky Hasanah (A4B)
    nurulisky@yahoo.com

  30. Curriculum Design and KTSP
    Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran yang ada dalam kurikulum dan KTSP. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain atau penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.
    Pesan berupa isi materi pelajaran yang ada pada rancangan kurikulum dituangkan oleh guru dalam KTSP atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal maupun non verbal. Selanjutnya penerima pesan (siswa, peserta pelatihan ataupun guru) menafsirkan simbol-simbol komunikasi tersebut sehingga diperoleh pesan. Adakalanya penafsiran tersebut berhasil dan adakalanya tidak. Penafsiran yang gagal atau kurang berhasil berarti kegagalan dalam memahami apa-apa yang didengar, dibaca, atau dilihat dan diamatinya.
    Ada beberapa faktor yang penghambat proses komunikasi yaitu
    1. Hambatan psikologis seperti minat, sikap, inteligensi dan pengetahuan.
    2. Hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, daya konsentrasi,keterbatasan daya indera dan cacat tubuh.
    3. Hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai penuntun.
    4. Hambatan Lingkungan seperti suasana kelas yang sempit, panas, bising, dan lain-lain
    Tehnologi pendidikan tidak dapat dilepaskan dari media pendidikan yang merupakan salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu dalam penyampaian pesan . Perbedaan gaya belajar, minat, inteligensi, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat diatasi dengan pemanfaatan media pendidikan.
    Kegunaan Media pendidikan dalam pelaksanaan proses bejar mengajar adalah
    1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
    2.Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera .
    3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif pada anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
    a. Meningkatkan gairah belajar anak didik
    b. Adanya interaksi yang lebih dekat dan langsung antara anak didik dengan lingkungan yang nyata.
    c. Memungkinkan anak didik belajar secara mandiri sendiri berdasarkan kemampuan dan minatnya.
    4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan rancangan kurikulum dan KTSP dengan materi pembelajaran yang ditentukan sama untuk setiap siswa maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat teratasi dengan media pendidikan yaitu dengan kemampuannya dalam :
    a. Memberi perangsang yang sama dalam belajar
    b. Mempersamakan pengalaman
    c. Menimbulkan persepsi yang sama.

    Nurul Isky Hasanah (A4B)
    nurulisky@yahoo.com

  31. Curriculum design and KTSP.

    Pengertian KTSP baru saya pahami setelah saya kuliah akta IV sekarang ini, sebelumnya saya tidak mengerti apa sih KTSP itu ?………
    Menurut saya Guru itu bukan hanya sekedar mengajar dengan kemampuan alakadar, atau hanya mendidik dengan ilmu yang sedikit, tapi guru harus terus menggali ilmu minimal berpendidkan S-I. Saya sangat setuju jika seseorang yang sudah menjadi guru itu harus profesional, dalam arti dia harus mau dan mampu dalam menganalisis masalah, merumuskan serta mengembangkan kurikulum pembelajaran. Intinya KTSP yang sudah ada termasuk didalamnya Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar, indikator dan lain sebagainya yang telah dibuat DIKNAS harus mampu dikembangkan oleh para guru.

  32. Curriculum Design and KTSP
    KTSP pada dasarnya merupakan kurikulum desain/KBK yang dikembangkan satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). KTSP disusun disusun pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP dengan memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.
    Dalam pengembangan kurikulum & KTSP melibatkan seluruh warga sekolah/madrasah (guru, komite sekolah/yayasan, konselor, kepala sekolah) oleh karena itu perlu digunakannya suatu sistem informasi yang menjebatani agar KTSP berjalan sesuai dengan apa yang diharapakn oleh seluruh warga sekolah. dengan cara berdiskusi serta melibatkan secara langsung semua prosedur pembuatan KTSP, hal ini sebagai suatu alat pendukung ntuk mengoptimalkan proses belajar mengajar dan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. KTSP juga menawarkan ketuntasan belajar, menyediakan materi terapan yang dapat digunakan siswa untuk meningkatkan mutu kehidupannya, membiasakan pola berbudi pekerti, disiplin, tertib, serta kepedulian sosial semuanya itu dapat disesuaikan dengan kemampuan sumber daya daerah atau sekolah/madrasah itu sendiri.

  33. Menurut saya tuntutan jenjang pendidikan guru ( strata) sebagai pelaksana KTSP memang pilihan tepat karena semakin tinggi disiplin ilmu yang dimiliki guru maka semakin besar pengetahuan yang dimiliki.
    Namun demikian, hal ini tidak lepas dari kreativitas dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap tenaga pendidik. Menurut saya latar belakang pendidikan seorang guru memang perlu tapi kesungguhan yang bangkit dari jiwa untuk benar-benar menjadi seorang pendidik adalah modal utama untuk menuntaskan pelaksanaan KTSP sebagai tujuan pendidikan saat ini.
    Jadi, kualifikasi tingkat akademis yang tinggi memang menjadi salah satu solusi kemantapan pelaksanaan KTSP. Ditunjang dengan kesadaran setiap individu untuk melaksanakan tanggung jawab dan tugas mengemban sebagai seorang pendidik. Hali ini dilaksanakan untuk menghindari adanya pengendapan paradigma lama dalam dunia pendidikan.

  34. Menjadi tenaga pendidik dan pengajar di era sekarang ini ,memang dituntut untuk bisa berpikir kritis dalam upaya-upaya untuk meningkatkan mutu dan kemajuan anak didiknya.

    Pendekatan Curriculum Design dan KTSP cukup representatif sebagai langkah untuk menyusun materi pendidikan yang diperlukan, di mana tentu selain mengacu pada kurikulum dari pusat, tenaga pendidik juga harus bisa menyerap kebutuhan muatan lokal tempat tenaga pendidik itu bekerja.

    Tentunya, dengan memahami konsep “define, develop, evaluate” tenaga pendidik bisa merumuskan muatan tambahan dalam kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam proses ini komunikasi dengan lingkungan sangat diperlukan, karena masukan-masukan dari pihak sekolah, wali murid dan anak didik bisa menjadi acuan yang pasti akan lebih pas dan bisa diterima oleh semua pihak.

    Komunikasi dengan lingkungan, jelas merupakan penentu rumusan KTSP yang matang dan bisa diterima semua pihak. Dengan kesepakatan yang ada, pelaksanaan KTSP tentu akan mengalir dan berjalan lancar. Sehingga harapan untuk meningkatkan mutu pengetahuan dan kemajuan anak didik akan tercapai.

  35. Curriculum design dan KTSP
    “Curriculum design”merupakan kegiatan menyusun atau merancang kurikulum sekolah, oleh komite sekolah khususnya bagian kurikulum. Sedangkan KTSP yang orang sering menafsirkan sebagai kurikulum 2006 merupakan reformasi KBK. Penyusunan KTSP saat ini diserahkan kepada tiap satuan pendidikan sesuai potensi dan kebutuhan masing masing daerah/satuan pendidikan, dan berpedoman pada 8 standar yang di tetapkan BSNP, kemudian draftnya di serahkan ke DEPDIKNAS. Syarat seorang guru saat ini adalah S1, dikarenakan untuk menunjang pengetahuan mereka dalam bidang pendidikan, yaitu salah satunya ketika harus menyusun lampiran KTSP( Silabus dan RPP). Tugas guru saat ini memeng berat, bukan hanya menyampaikan materi, mendidik akhlak, tetapi juga tertib administrasi perencanaan pembelajaran. Karena saat ini pemerintah sedang berupaya mensejahterakan guru, maka sudah selayaknya harga sebuah kesuksesan(kesejahteraan) dibayar mahal dengan kompetensi guru, termasuk diantaranya adalah S1, dapat menyusun lampiran KTSP, memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

  36. Dalam dunia pendidikan saat ini khususnya di Indonesia penerapan ktsp sangat menunjang kinerja seorang guru menuju profesionalitas, karena Ktsp merupakan acuan dasar dimana guru dapat menerapkan proses belajar mengajar secara sistematis. Sebenarnya menjadi seorang guru pun adalah sebuah seni, yakni guru memiliki banyak inspirasi yang inovatif dalam mengembangkan ilmu yang dimiliki dan mampu mentransfer ilmu tersebut sehingga anak didik dapat dengan mudah mencerna ilmu yang ditransfer tadi.Guru sebagai pendidik bukanlah hanya sebagai pengajar yang notabene ditakuti para siswa.(spt jaman dulu). tetapi adalah guru yang membuka media komunikasi yang aktif di dalam proses belajar mengajar. Pelaksanaan Ktsp merupakan program agar guru mampu sebagai designer dari bahan ajar yang akan diberikan.Ini adalah langkah yang yang sangat bagus dalam mendidik guru untuk selalu menambah wawasan berfikir dalam keilmuan.
    Mudah-mudahan penerapan Ktsp ini dapat dilaksanakan dengan baik, lebih dari itu untuk menghasilkan anak didik yang lebih berkualitas tentunya saat ini dan masa mendatang.

  37. Langkah-langkah pengembangan kurikulum sejalan dengan prinsip-prinsip teknologi pendidikan yaitu, define , dan evaluate saat ini dikenal dengan adanya Pengembangan KTSP di mana tentunya mengacu pada kurikulum dari pusat (SK dan KD), selanjutnya untuk pembuatan indikator yang membuat tenaga pendidik yang diesuaikan dengan kebutuhan muatan lokal tempat tenaga pendidik itu bekerja. Dengan adanya KTSP juga guru dituntut menciptakan pembelajaran yang berkualitas, dengan pengembangan pola Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
    Untuk mencapai hasil maksimal dalam penerapan KTSP, guru harus berkualitas salah satunya dengan cara lulusan Strata Satu sesuai dengan kompetensi atau bidang pengajaran,karena saat ini memang pengajar dan pendidik diharuskan memiliki kemampuan untuk mengajar dan mendidik peserta didiknya dengan penguasaan materi dan perkembangan teknologi (dimana media menjadi ingtragetid dalam proses belajar-mengajar). Selain memiliki S1 berdasarkan backgroundnya, guru juga harus menyadari akan kompetensi pendidik (Kepribadian, Pedagogik, Sosial, dan Profesional) yang harus diterapkan dalam proses mengajar dan mendidik yang timbul dari lubuk hati nurani yang terdalam. Semoga pendidikan di Indonesia memiliki titik cerah bagi perkembangan kompentensi peserta didik dan dapat mengaktualisasikan kompentensi yang dimilikinya, amin.

  38. Curriculum design dan KTSP, merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Dimana KTSP merupakan salah satu bentuk dari curriculum design yang dibuat oleh pemerintah melalui Litbang.
    KTSP merupakan bagian curriculum design yang dibuat pada tahun 2006 yang merupakan penyempurnaan KBK pada tahun 2004. Pada design KTSP dan KBK memuat kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki seorang guru diantaranya kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Sehingga untuk menjadi seorang guru tidaklah mudah. Beratnya tugas guru saat ini yang ikut dalam menyusun KTSP (silabus dan RPP) merupakan bentuk keterlibatan dalam menyusun curriculum design paling sederhana dalam tingkatan satuan pendidikan. Hal ini sebanding dengan pengakuan karir guru menjadi suatu profesi. Sehingga untuk menjadi seorang guru dengan syarat minimal pendidikan D4 atau S1, sangat beralasan. atau dengan kata lain minimal untuk menjadi seorang guru diperlukan sarjana pendidikan atau orang yang mengambil program akta 4 dan sejenisnya agar dapat terlibat dalam membuat design kurikulum yang paling sederhana.
    Namun hal itu tidak perlu dijadikan beban guru karena pemerintah telah membuat acuan dalam SK dan KD yang memudahkan guru dalam membuat silabus dan RPP, serta meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran berdasarkan potensi daerahnya. Sehingga untuk menghasilkan kurikulum dalam tingkatan satuan pendidikan yang stabil diperlukan design yang kuat, berkelanjutan, penelaahan, dan evaluasi dari kurikulum yang pernah ada.

  39. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan kebebasan kepada setiap tingkat satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran. Pemerintah hanya memberikan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dikembangkan dalam indikator dan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia menganut sistem desentralisasi pendidikan. Oleh karena itu semua guru yang mengajar dari tingkat SD sampai SMA harus berpendidikan S1 karena kurikulum KTSP memerlukan skill guru dan kompetensi guru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga pelaksanaan pembelajaran. Dengan pertimbangan setiap daerah berbeda dan memiliki potensi yang harus digali maka KTSP memberikan kebebasan untuk mengexplore kemampuan untuk meningkatkan pembelajaran menggunakan berbagai media yang ada dari yang sederhana sampai yang sangat canggih sesuai keadaan sekolah. Meskipun demikian pendidikan di Indonesia memerlukan standar mutu pendidikan yang berkualitas sehingga untuk dinyatakan lulus dari suatu lembaga pendidikan harus lulus Ujian Nasional (UN). Meskipun UN menjadi bahan perdebatan karena menjadikan ada unsur sekolah yang berbuat curang demi nama baik sekolah, namun hal itu dipandang untuk penyemangat siswa dalam belajar. Sentralisai Pendidikan dibuat untuk membuat strandar mutu pendidikan di Indonesia meningkat meski tahun ini UN masih di angka 5,50 masih rendah dibanding negara lain. Design KTSP diharapkan mampu meningkatkan kualitas siswa dlam belajar sehingga angka 5,50 bisa terlewati bahkan memperoleh nilai yang baik.

  40. Curiculum design & KTSP

    Prinsip-prinsip teknologi pendidikan define, develop, and evaluate adalah sejalan dengan kemajuan zaman dan pengembangan kurikulum yang saat ini sedang diterapkan oleh pemerintah yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dengan penerapan system kurilulum tingkat kesatuan pendididkan(KTSP) dimana seorang Guru di tuntut lebih kreatif, dan inofatif dalam mengemas kurikulum untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik dan Guru harus mengembangkan silabus dan indicator sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan sekolah dimana berada. Jadi disini tugas Guru bukan lagi sebagai pengajar saja, tetapi disini Guru adalah sebagai mediator dalam kurikulum seperti ini, menjadi seorang Guru tugasnya semakin berat karena Guru sekarang dituntut mampu men desain proses penbelajaran , berbeda dengan Guru tempo dulu. Sudah sepantasnya Guru itu sebagai pekerja pofesi, bukan lagi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan sudah waktunya pemerintah memikirkan kesejahteraan seorang Guru, sedangkan masakah pendidikan seorang Guru minimal Strata 1 (S1) karena disesuaikan dengan tututan zaman dan Guru harus mempunyai kemampuan dan berkualitas .

  41. Guru Profesional sebaiknya memiliki, memahami, menghayati dan mengimplementasikan perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total. Guru harus memiliki spirit sukses, roh keberhasilan dan motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Guru dituntut juga harus mampu menjawab perkembangan zaman.
    Berkaitan dengan kurikulum perlu dikembangkan disesuaikan dengan keragaman potensi daerah dan lingkungan dimana guru itu mengajar sebagai pendidik. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional serta tuntutan dunia kerja diharapkan Guru sebagai pendidik dituntut untuk lebih cerdas, kreatif dan inovatif dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Tugas Guru disini bukan hanya sebagai pendidik dan pengajar saja tetapi diharapkan “melebihi” itu. Dinamika perkembangan global yang demikian pesat serta segala informasi yang begitu cepat berkembang diharapkan Guru dapat mengembangkan dirinya agar mampu menjawab perkembangan dan tuntutan zaman.
    Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    Peserta didik dengan tingkat kesulitan/kebutuhan yang berbeda, harus diberikan pelayanan pendidikan oleh tenaga pendidik yang memiliki sumber daya sebagai tenaga pendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Sumber daya manusia yang diharapkan adalah sumber daya yang benar-benar berkualitas dan profesional.

  42. Guru Profesional sebaiknya memiliki, memahami, menghayati dan mengimplementasikan perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total. Guru harus memiliki spirit sukses, roh keberhasilan dan motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Guru dituntut juga harus mampu menjawab perkembangan zaman.
    Berkaitan dengan kurikulum perlu dikembangkan disesuaikan dengan keragaman potensi daerah dan lingkungan dimana guru itu mengajar sebagai pendidik. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional serta tuntutan dunia kerja diharapkan Guru sebagai pendidik dituntut untuk lebih cerdas, kreatif dan inovatif dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Tugas Guru disini bukan hanya sebagai pendidik dan pengajar saja tetapi diharapkan “melebihi” itu. Dinamika perkembangan global yang demikian pesat serta segala informasi yang begitu cepat berkembang diharapkan Guru dapat mengembangkan dirinya agar mampu menjawab perkembangan dan tuntutan zaman.
    Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    Peserta didik dengan tingkat kesulitan/kebutuhan yang berbeda, harus diberikan pelayanan pendidikan oleh tenaga pendidik yang memiliki sumber daya sebagai tenaga pendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Sumber daya manusia yang diharapkan adalah sumber daya yang benar-benar berkualitas dan profesional.

  43. Apa tujuan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)? Jawabannya yaitu agar guru semakin berkualitas. Guru berkewajiban menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan lingkungan sekolah dimana berada seperti dikatakan bapak dosen. Tuntutan terhadap guru menjadi lebih besar dan lebih berat. Guru di samping harus memiliki materi keilmuan yang akan diajarkannya juga harus mampu menangkap kebutuhan anak didik sesuai dengan kondisi lingkungannya. Di sini guru betul-betul dituntut kecerdasannya dan kecermatannya dalam membaca kebutuhan.
    Sebenarnya meningkatkan kualitas guru bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan. Guru memang harus berkualitas, tapi bagaimana menjadikan guru itu berkualitas atau professional? Inilah masalahnya. Melalui KTSP inilah sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru. Tapi ada yang harus diwaspadai yaitu guru akan disibukkan dengan menyusun kurikulum sesuai tuntutan KTSP. Pada masa lalu guru tidak harus menyususn kurikulum sehingga bisa langsung menyampaikan materi yang akan diajarkannya. Untuk menyusun kurikulum tersebut dikhawatirkan akan menyita waktunya sehingga lupa materi yang disampaikannya. Jangan-jangan materinya tidak mendalam, karena guru tidak sempat lagi memperdalam materi pelajaran biologi umpanya seperti yang saya ajar, tapi sibuk membaca buku tentang pedoman penyusunan KTSP, lalu sibuk menyusun KTSPnya dan lain-lain.
    Jadi harus ada cara yang dapat menyelesaikan masalah ini agar guru tidak selalu disibukkan dengan menyiapkan ini dan itu tapi lebih fokus pada kualitas proses belajar dan mengajar sehingga melahirkan siswa yang berprestasi. Karena itu guru sangat dituntuk mengetahui dan mengerti kebutuhan siswa sehingga dapat menyususn KTSP dengan mudah. Mudah-mudahan berbagai pergantian model kurikulum ini tidak mengorbankan PBM.

  44. CURRICULUM DESIGN AND KTSP

    Heteregonitas peserta didik dalam berbagai dimensi (intelektual, cultural dan ekonomi), terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sumber objek belajar menjadikan guru harus professional. Dimana guru harus mampu merancang dan memilih bahan pelajaran serta strategi pembelajaran atau silabus yang sesuai dengan latar belakang anak didik, mampu mengelola proses pembelajaran secara taktis dan menyenangkan, mampu memilih media belajar, mampu merancang program evaluasi yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang berorientasi kepada penguasaan kompetensi.

    Untuk itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan pendidikan guru berderajat professional, guru dituntut mampu menyusun satuan pelajaran, silabus dan kurikulum. Kurikulum ini dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa, peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik, keragaman potensi daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika perkembangan global, persatuan nasional dan nilai – nilai kebangsaan.

    Untuk dapat melakukan tugas tersebut diperlukan kemampuan yang mendukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan sebagai sumber belajar dan sebagai Way of Learning, mengenal peserta didik dengan karakteristiknya dan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Demi mencapai guru yang memiliki kemampuan professional penuh, perlu diadakan pendidikan S1 Plus atau berpendidikan S2 yang professional yang mengutamakan kemampuan mengembangkan, melaksanakan, menilai, mengorganisasi dan memperbaharui program belajar mengajar serta guru dapat mendiagnosis masalah dan hambatan yang dihadapi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Guru harus menguasai berbagai pengetahuan dan teknologi pendidikan.

    Ada empat pilar belajar dalam pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to live together dan learning to be. Dengan diterapkannya model pembelajaran yang menggunakan empat pilar belajar diharapkan siswa memiliki kemampuan – kemampuan :

    1. Kemampuan menerapkan mode of inquiry suatu disiplin ilmu pengetahuan, seperti melakukan observasi, eksperimen dan lain – lain untuk learning to know.

    2. Kemampuan menerapkan prinsip atau hukum dari suatu bidang ilmu untuk memecahkan masalah untuk learning to do.

    3. Kemampuan untuk bekerjasama dalam bidang ilmu yang sedang dipelajari untuk learning to live together

  45. Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di setiap sekolah mulai tingkat SD,SMP dan SMA sangatlah positif, karena sekolah diberikan otonomi dan keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum sendiri, guru dapat melakukan upaya-upaya kreatif serta inovatif dalam membuat tehnik atau model pengelolaan pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten.Untuk mengoptimalkan penerapan KTSP di sekolah-sekolah, maka dituntut adanya guru-guru yang berkualitas, memiliki keahlian, dan harus berasal dari strata satu kependidikan dan mengajar sesuai dengan jurusan keilmuwan yang diambil /dimilikinya . Dengan semakin beratnya tugas guru, maka kesejahteraan gurupun harus ditingkatkan (mudah-mudahan…..amieeen)

  46. Curriculum Design and KTSP jika benar-benar dikembangkan / dievalusi setiap tahun akan sangat membantu untuk kemajuan pendidikan. Semua yang disebutkan adalah dalam rangka kita membuat suatu pekerjaan yang lebih baik, yaitu dengan menuliskan lebih dahulu apa saja yang akan kita kerjakan, kemudian mengerjakan apa yang kita tuliskan, dengan Curriculum Design and KTSP kita akan tau apa yang akan dilakukan kepada anak didik sesuai dengan kondisi sekolah kita masing-masing.
    Bayangkan jika kita mengerjakan tanpa pedoman dan perencanaan yang baik, tentunya pekerjaannya jadi berantakan tanpa tujuan yang jelas. Dan jangan menjadikannya hanya menjadi dokumen-dokumen saja…. tapi digunakan sambil terus dikembangkan, agar menjadi suatu yang lebih baik lagi.
    Kreativitas guru sebagai agen pemelajaran dan pendidikan memang harus diberi wadah dan fasilitas yang cukup. kita tidak dapat menyalahkan guru yang belum kreatif sebab selama ini mereka terlanjur dibuai oleh kurikulum instan. tentunya butuh waktu untuk mengembalikan sikap atau pola kebiasaan berpikir kritis dan kreatif.
    Tetapi kita harus yakin bahwa semua guru bisa kreatif dan kritis serta aktif…………….
    sehingga bisa menghasilkan para peserta didik menjadi lebih baik.. dan lebih baik lagi….
    Amiiinnn……..

  47. Curriculum Design and KTSP
    Penyusunan kurikulum dan KTSP memang sudah menjadi kebutuhan di dunia pendidikan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru sebagai pendidik yang berimbas pada peningkatan mutu pembelajaran kepada siswa.
    Kedua hal tersebut yang diwujudkan oleh guru berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hendaknya tidak hanya dirancang dengan rancangan yang hebat, tetapi kenyataan dilapangan tidak sesuai yang tertera di kertas.
    Kompetensi guru juga terus dituntut dengan output yang akan dihasilkannya nanti.

  48. Dengam Kurikulum design dan KTSP maka Kualitas belajar mengajar akan tercapai,yaitu Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka teknologi pendidikan juga dapat dipandang sebagai suatu produk dan proses. Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu pendekatan system,berorientasi pada mahasiswa, dan pemanfaatan sumber belajar. Prinsip pendekatan system berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran perlu didesign/perancangan dengan menggunakan pendekatan system. Langkah-langkah prosedural meliputi: identifikasi masalah,analisis keadaan,identifikasi tujuan,pengelolaan pembelajaran,penetapan metode,penetapan media evaluasi pembelajaran. Para peserta didik sehingga mengetahui keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam satu kegiatan pendidikan adalah bagaimana mahasiswa dapat belajar. Dalam hal proses teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks , dan terpadu yang melibatkan orang,prosedur,ide,peralatan,dan organisasi untuk menganalisis masalah,mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan,menilai dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar siswa. Dengan demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan sumber belajar. Seorang guru diharapkan dapat melakukan teknologi pendidikan yaitu teori dan praktek dalam hal design,pengembangan,pemanfaatan,pengelolaan,dan evaluasi terhadap sumber dan proses untuk belajar. Dengan adanya kualitas guru yang strata S1 dan menggunakan prinsip teknologi pendidikan maka menghasilkan Pendidikan di Indonesia semakin maju. Amien..

  49. Manusia tanpa jiwa sama halnya dengan manusia yang tanpa pendidikan akan sangat liar dan bahkan bisa melampaui keganasan hewan. Bila hewan membunuh jenis hewan lain, caranya tidak pernah berbelit. Tapi bila manusia membunuh manusia lain,maka bisa terjadi segala bentuk cara yang hewan tidak mempunyai bentuk cara tersebut. Kemajuan-kemajuan-kemajuan teknologi yang didasarkan atas perangkat keras dan lunak,kelihatannya bisa dikatakan sangat maju,tapi tujuannya lalu banyak menyimpang dari azas mensejahterakan umat manusia. Di dalam perkembangan teknologi telah termasuk perkembangan peralatan pemusnah massal, seperti nuklir. Sehingga kita tidak saling percaya mempercayai dalam konteks luas dan kita tidak saling sayang menyayangi antar kita, karena dipacu oleh kondisi emosional yang merangsang sifat-sifat negative yang terkandung di dalam kita masing-masing. Maka pendidikan yang dijalankan saat ini,setidaknya harus banting setir dari hanya menjadikan manusia pinter tapi kablinger menjadi manusia pinter yang bener. Yaitu pendidikan yang tidak saja mementingkan aspek intelektual namun pendidikan dengan landasan spiritual dan emosional. Sehingga diharapkan menghasilkan output yang dihasilkannya memuaskan pendidikan jiwa dan melahirkan manusia-manusia beriman,berpengetahuan,yang satu sama lainnya saling menunjang.

  50. Perkembangan dan paradigma baru yang sedang diterapkan oleh pemerintah yaitu KTSP dimana guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas kurikulum dan sebagai pengajar meningkatkan pengembangan kompetensi siswa, seperti mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelengara pendidik serta mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen untuk meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program pendidikan. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitik beratkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa, karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya dengan lingkungan dan kultur daerahnya. Sedangkan pendidik atau seorang guru profesional minimal strata1 (S1) karena harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi.

  51. Curriculum Design and KTSP

    Apa si KTSP itu??? Mungkin masih banyak guru yang belum mengerti akan hal tsb. KTSP merupakan pengembangan dari KBK yang di design sedemikian rupa oleh pemerintah, dimana pengembangannya di limpahkan pada pihak sekolah. Artinya, sekolah diberi keluasan untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah atau lingkungan dimana sekolah tersebut berada. Dengan begitu, potensi-potensi daerah akan tergali yang nantinya akan mencetak putra-putri daerah yang unggul. Dengan begitu, tentunya tugas guru semakin berat, karena selain sebagai pendidik dan pengajar guru juga sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran (Curriculum and instructional designer). Untuk itu, seorang guru harus memenuhi kualifikasi diantaranya semua guru harus sarjana dengan tujuan memajukan mutu pendidikan. Selain itu, Guru juga harus memiliki beberapa kompetensi yang juga menjadi kualifikasi untuk menjadi seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kompetensi kepribadian.
    Memang dalam pengembangan kurikulum ini sangat sulit namun tetaplah berpikir positif. Banyak pelajaran yang kita peroleh dari KTSP ini, Guru lebih kreatif karena sekarang guru diberi kebebasan untuk berkreativitas dalam pengembangan kurikulum.
    Moga dengan KTSP ini mutu Pendidikan di Indonesia akan lebih baik.

  52. kurikulum yang merupakan input instrimental yang dgnkn untuk menyeimbangkan pengalaman belajar yang mengembangkan etika, estetika, logika dan kinestika para peserta didik

  53. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri.
    Untuk meracang kurikulum tidaklah mudah dan merupakan salah satu tanggung jawab guru. Disinilah kualitas guru diuji. Kompotensi guru harus ditingkatkan salah satu diantaranya adalah kompetensi akademik guru. Saat ini syarat untuk menjadi guru dari segi akademisnya adalah guru tersebut telah mencapai pendidikan sarjana (S 1). Dengan guru telah menyelasaikan sarjananya berarti dia telah dapat berfikir analisis, sistematis dan rasional serta tujuan yang diharapkan adalah dapat menyusun dan membuat kurikulum yang baik dan benar agar dapat diterima para peserta didik dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik, di sekolah dan daerahnya.

  54. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum standar nasional pendidikan yang sarat dengan muatan-muatan lokal. Kurikulum dan silabusnya disusun berdasarkan karakteristik masing-masing satuan pendidikan dan karakteristik muridnya. Karakter yang tak akan lepas dari keadaan dan kemampuan daerahnya masing-masing. Dalam pelaksanaan KTSP ini guru mempunyai peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun implementasi kurikulum. Guru sebagai seorang perencana, pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya dituntut untuk meramu, mengolah kembali kurikulum yang diberikan dari pusat untuk diaplikasikan dalam proses balajar mengajar, selain itu diperlukan juga melaksanakan evaluasi terhadap pengembangan yang telah dilakukan secara terus menerus untuk penyempurnaan kurikulum sehingga guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif, menyenangkan dan mampu mendorong kreativitas peserta didik kearah yang lebih baik.
    Disamping itu pula seorang guru harus terus meningkatkan : 1. Kompetensi Pedagogik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 2. Kompetensi kepribadian yakni kemampuan personal yang mencerminkan keperibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, serta berakhlaq mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik. 3. Kompetensi profesional yang merupakan penguasaan guru terhadap materi pembelajaran secara komprehensif. 4. Kompetensi Sosial yang menuntut seoarang guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orangtua/wali dan masyarakatsekitar.
    Dengan peningkatan kompetensi yang harus dimilki oleh guru disertai dengan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran yang baik yang megikuti kebutuhan zaman dalam proses belajar mengajar diharapkan pelaksanaan pengembangan kurikulum akan terus menerus dikembangkan kearah yang lebih baik. Dan Didukung oleh Administrator pendidikan dalam mensosialisasikan kurikulum KTSP secara komprehensip dan memperhatikan hambatan dan kendala dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum sehingga dapat tercapainya tujuan pendidikan nasioanal yang dicita-citakan.

  55. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan , kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan iptek dan kesenian, tentunya sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan. Sejalan dengan itu KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) memiliki peranan yang penting dalam pengembangan kurikulum disekolah secara keseluruhan. Kompetensi yang terdiri dari kemampuan akademik, keterampilan hidup, pengembangan moral, pembentukan karakter yang kuat, semangat bekerjasama, dan apresiasi terhadap dunia luar. Kurikulum mengembangkan keharmonisan antara kemampuan logika, estetika, etika, dan kinestika , sehingga kurukulum dapat membantu peserta didik agar berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat dan kemampuannya , sehingga peserta didik bisa tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan dapat berguna bagi orang banyak. Amien.

  56. Dalam pelaksanaannya, KTSP ini dibuat oleh guru di setiap satuan pendidikan untuk menggerakkan mesin utama pendidikan, yakni pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum ini dapat lebih disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah bersangkutan, serta memungkinkan untuk memperbesar porsi muatan lokal. Itulah sebabnya KTSP jangan sampai menjadi beban bagi guru dan satuan pendidikan. Guru tidak usah bingung. Jalani saja sesuai kemampuan. Kendalanya memang banyak guru yang tidak tahu menyusun kurikulum. Acuan yang diberikan Depdiknas berupa standar isi dan standar kompetensi justru sangat membingungkan guru. Sejalan dengan ini, untuk itulah kualifikasi seorang guru haruslah strata 1 (S1) karena dengan hal itu diharapkan seorang guru mampu mengembangkan dan menerapkan KTSP secara tepat waktu dan tepat sasaran tidak lagi menjadi hal yang membingungkan. Karena KTSP itu diharapkan menjadi dongkrak kualitas pendidikan yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Kita berharap dan berupaya mudah-mudahan perubahan kurikulum kali ini membawa berkah, dan menjadi momentum untuk perbaikan kualitas pendidikan, yang berarti juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

  57. Dahulu guru hanya bertugas sebagai pendidik dan pengajar, namun sekarang tugas guru semakin berat. selain sebagai pendidik dan pengajar guru juga dituntut sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instructional designer) (UUSPN no. 20/2003,).
    maka dari itu guru saat ini harus lebih maju dan berkualitas (kreatif, inovatif) dalam membuat rancangan kurikulum (saat ini KTSP). jadi untuk menjadi seorang guru memang di butuhkan yang memiliki minimal jenjang strata 1, dan harus dari lulusan pendidikan, kalo pun dari lulusan umum maka harus mengambil program akta 4. selain itu juga mengikuti seminar yang berkaitan tentang pendidikan.
    sebagai contoh soal teknologi pendidikan yang berkaitan dengan KTSP saya mengambil tentang
    Toyota.. ehm..siapa yang tidak kenal industri otomotif raksasa tersebut, penjualannya menempati peringkat 2 dunia setelah General Motor ( Amerika )
    apa yang menarik dari TOYOTA?ada beberapa kesamaan antara sistim TOYOTA dengan metodologi KTSP,ap saja?
    1.Kaizen, sebuah budaya untuk senantiasa lakukan perbaikan terus menerus hingga hasil terbaik, hal ini hampi mirip dengan konsep EVALUATED(evaluasi) & DEVELOPMENT
    2. Genba Genchi Genbutsu, sebuah budaya untuk melihat masalah hingga mencapai titik permasalahannya memakai tool2 manajemen (Fish Bone,COntrol Chart,dll ) dan konsep ini hampir sama DEFINE
    toyota telah berhasil merajai industri otomotif memakai sistim ini,sekarang sudah saatnya pelaku pendidikan mensukseskan “industri pendidikan”dengan sistim ini.

    Ayoo, majulah Pendidikan Indonesia, Ayo Maju dan bangkitlah Para pahlawan tanpa tanda jasa.
    Mari kita cerdaskan anak-anak Indonesia.

  58. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Landasarn KTSP, meliputi : (1) Undang-Undang Republik Indonesia, No.20 Tahun 2003, tentang system Pendidikan Nasional, (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.19 tahun 2005, tentang Standar nasional pendidikan, (Standar isi, dan standar kompetensi kelulusan. Komponen Kurikulum terdiri dari : visi, misi, tujuan satuan pendidikan, struktur dan muatan ktsp, kalender pendidikan, silabus, dan RPP.

    Dengan penerapan KTSP di setiap sekolah di Indonesia dengan penetapan SK dan KD sebagai tolak ukur atau standard dan pengembangan indicator diberi kebebasan kepada sekolah yang dibuat oleh guru yang mengampu mata pelajaran yang menjadi kewajibanyya dituntut untuk kreatif, inovatif, dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, kebutuhan daerah, dan lingkungan sekolah.

    Untuk sosialisasinya pengembangan KTSP masih kurang optimal. Jika kita lihat dibeberapa sekolah tingkat dasar atau menengah, masih banyak guru yang mengalami kesulitan untuk membuat atau mengembangkan indikator-indikator. Alhasil, mereka mencari yang sudah jadi dengan membeli Silabus dan RPP. Kejadian ini tidak sesuai dengan pernyataan diatas atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

    Pengembangan KTSP di perlukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi secara kontinue di setiap sekolah.. hasil evaluasi sebagai masukan terhadap pengembangan kurikulum selanjutnya.

    Dengan terpenggilnya guru/dosen terpilih untuk membuat Modul-modul program S1, yang rencananya untuk semua guru yang belum S1 akan mengikuti program ini. Pastinya kita semua berharap apa yang direncanakan saat ini, semoga saat pelaksanaan dan untuk kedepannya semuanya berjalan dengan lancar dan sukses.Amien….

  59. Curriculum Design dan KTSP???

    KTSP merupakan pengembangan dari KBK yang di design sedemikian rupa oleh pemerintah, dimana pengembangannya di limpahkan pada pihak sekolah. Artinya, sekolah diberi keluasan untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah atau lingkungan dimana sekolah tersebut berada. Dengan begitu, potensi-potensi daerah akan tergali yang nantinya diharapkan akan mencetak putra-putri daerah yang lebih unggul dari generasi sebelumnya.

    Pengembangan kurikulum didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri.
    guru yang mendapat tugas menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perlu mendapat perhatian terhadap langkah-langkah tersebut. Guru yang selama ini hanya bertugas sebagai pendidik dan pengajar, berdasarkan UUSPN no. 20/2003, guru-guru juga dituntut sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instructional designer).
    Dengan peningkatan kompetensi yang harus dimilki oleh guru disertai dengan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran yang baik yang megikuti kebutuhan zaman dalam proses belajar mengajar diharapkan pelaksanaan pengembangan kurikulum akan terus menerus dikembangkan kearah yang lebih baik. Dan Didukung oleh Administrator pendidikan dalam mensosialisasikan kurikulum KTSP secara komprehensip dan memperhatikan hambatan dan kendala dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum sehingga dapat tercapainya tujuan pendidikan nasioanal yang dicita-citakan.

  60. Prinsip penyelenggaraan pendidikan adalahpendidikan yang diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan sertatidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan,nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Oleh karena itu KTSP sebagai kurikulum yang saat ini diselenggarakan oleh tingkat satuan pendidikan harusnya dapat mencakup semua wilayah pendidikan. Apabila guru diberi kesempatan untuk membuat ataupun mengembangkan kurikulum yang dipakai disekolahnya, satu sisi memang baik,karena guru yang bersangkutan lebih tahu potensi siswa,minat siswa dan potensi lingkungan sekolah itu berada. Namun satu hal, jangan sampai kesempatan tersebut atau kegiatan tersebut menghabiskan waktu guru yang fungsi awalnya adalah sebaia pendidik bagi siswanya. Guru yang profesional akan memiliki semua kemampuan pedagogis,kepribadian dan semua hal yang dapat mendukung profesionalitas guru dan akan selalu mendidik siswa-siswinya menjadi anak bangsa yang berguna.

  61. Saya sangat setuju dengan informasi yang diberikan nara sumber, seyogyanya dan bahkan seorang guru bukan saja sebagai pengajar akan tetapi juga sebagai seorang peneliti yang terus menerus agar dapat membentuk kredibilitasnya.
    Sudah barang tentu kalau seorang guru mulai dapat membentuk seperti itu, akan berpengaruh kepada institusi dimana tempat pengabdiannya sehingga perkembangan kearah kemajuan akan tercipta, semoga.

  62. Sesuatu yang dianggap berat pada awalnya akan menjadi ringan ketika kita terbiasa melakukannya. Mungkin saat ini tugas menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan bagi guru adalah tugas berat, karena sebelumnya sudah terbiasa dengan cara lama.
    Seiring kemajuan jaman, sepertinya setiap individu, khususnya guru, haruslah selalu meng-upgrade kemampuan yang ada pada dirinya, karena jika tidak maka akan semakin tertinggal atau bahkan dapat ditenggelamkan oleh waktu.
    Sesungguhnya KTSP dibuat dengan segala keluwesannya, bertujuan untuk memberikan kemudahan untuk setiap satuan pendidikan dalam rangka memajukan daerahnya dengan jalur pendidikan. KTSP memberikan wewenang penuh untuk setiap satuan pendidikan untuk menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan daerah dan lingkungannya. Jadi seharusnya kedepan penyusunan KTSP bagi guru bukanlah hal yang memberatkan, seperti yang digembar-gemborkan saat ini. Saya kuatir jangan-jangan kata-kata ‘KTSP memberatkan guru’ merupakan kata-kata yang sengaja disebarluaskan oleh orang (yang mungkin guru) yang sudah lelah menggali kemampuan yang ada didirinya. Saya sepakat bahwa KTSP adalah suatu bentuk revolusi pada dunia pendidikan, karena hal ini akan membuat guru semakin kreatif.

  63. Curriculum Design and KTSP

    Istilah kurikulum pasti berkaitan dengan pendidikan dan otomatis tersirat seorang guru. kaitan istilah tersebut merupakan hubungan yang tidak dapat terpisahkan yang dapat diungkapkan sebagai manusia tanpa jiwa. begitu juga suatu kurikulum tanpa seorang guru maka pendidikan tidak dapat hidup. dan seorang guru tanpa kurikulum tidak dapat berjalan. pendidikan yang terarah dan hidup harus adanya guru dan kurikulum. saat ini pemerintah melakukan perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan suatu pendidikan di Indonesia dengan perubahan kurikulum yang terintegrasi dengan seorang profesi guru. peningkatan mutu pendidikan ini dalam bentuk kesejahteraan dan mutu profesionalitas seorang guru. dengan kurikulum yang terintegrasi yang disebut dengan KTSP (kurikulum satuan pendidikan) maka seorang guru diharapkan dapat memiliki mutu profesionalitas yang diharapkan dengan imbalan kesejahteraan seorang guru. dengan demikian pengembangan kreatifitas kurikulum atau design kurikulum berada di tangan seorang guru yang profesional agar suatu pendidikan tidak menjadikan manusia tanpa jiwa.

  64. Curriculum Design and KTSP

    Kurikulum pada dasarnya merupakan alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Maka sebagus apapun desain kurikulum yarung hendak di kembangkan akan tergantung pada manusia yang menjalankannya dalam hal ini adalah guru. Dalam hal ini guru adalah pelaksanana utama dalam hal pengembangkan kurikulum yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar maka dari itu guru menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan kurikulum maka tidak heran bila guru sekarang ini dituntut untuk berpendidikan minimal S-1 hal ini dikarena kinerja dan profesionalitas guru sangat diperlukan, maka dengan diadakannya sertifikasi guru semoga dapat menjadi semangat para guru untuk menjadi guru yang profesional. Jika sebelumnya guru hanya bertugas menjalankan kurikulum yang diberikan oleh pusat tanpa ada tugas untuk mengembangkan, sehingga membelenggu kreatifitas guru karena sifatnya hanya menerima saja lalu menjalankannya, namun kini dengan KTSP guru dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kurikulum dan pembelajaran sehingga dapat menjadi kurikulum yang sesuai dengan satuan pendidikan, Potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Dengan diberlakukannya KTSP memberikan hak dan kewenangan guru dalam melakukan otoritas dalam pengembangan kurikulum agar tercipta kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Maka dari itu muncul pertanyaan siapkah para guru untuk mengembangkan kurikulum ? sehingga KTSP dapat berjalan dengan baik dan bagi terciptanya pendidikan yang lebih baik. maka dari itu profesionalitas guru harus ditekankan dengan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional (kelayakan)

  65. Untuk mewujudkan Sistem Pendidikan sebagai Pranata Sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah memang salah satu komponennya adalah guru yang berpendidikan Sarjana. Tapi itu saja belum cukup. Salah satu Kebijakan Pemerintah yang mengatur guru yang tidak berlatar belakang Sarjana Pendidikan (Keguruan) harus memiliki Akta Mengajar, selanjutnya harus dari Sarjana Pendidikan (Keguruan), sepertinya masih perlu terus pembinaan dan pengawasan. Saya khawatir budaya yang telah terbentuk sekian lama tidak begitu saja dapat diubah. Selain itu juga diperlukan guru-guru yang mempunyai budaya dan idealisme ingin meningkatkan kualitas sumberdaya manusia bangsa ini. Seperti yang Bapak katakan, bahwa satu generasi yang akan datang baru dapat kita petik hasilnya dari Perubahan Sistem Pendidikan sekarang ini. Semoga Allah mengabulkan doa dan usaha kita dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia.

  66. Dengan tidak mengedepankan tugas seorang guru untuk menyusun KTSP, kita tidak boleh juga terlalu jauh dari tugas utama seorang guru ialah mendidik dan mengajar, tetapi KTSP mungkin menjadi pembelajaran bagi guru-guru untuk lebih aktif dan inovatif dalam proses belajar mengajar.
    Tetapi perlu di ingat bahwa, walaupun KTSP bisa dibilang membantu guru tetapi tanpa profesional guru dan tanpa alat bantu technologi dalam proses belajar mengajar tidak akan efektif dan masih dalam kawasan guru primitif.

  67. curriculum desaign and KTSP
    curriculum desaign dan ktsp sebaiknya memang disusun oleh sekolah masing-masing.karena dengan begitu pihak sekolah dapat mendesain kurikulum sesuai dengan kondisi di sekolah tersebut dan tidak selalu bergantung kepada pemerintah pusat yang membuat kurikulum pusat.
    Dengan begitu pihak sekolah dan guru-guru dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan kreadibilitas untuk kemajuan sekolah tersebut, karena dengan mendesain kurikulum sendiri maka kita akan tahu sampai dimana tingkat kemampuan sekolah dalam mengembangkan kurikulum tersebut, sesuai dengan otonomi daerah. Maka dari itu bertambahlah tugas seorang guru, bukan hanya sebagai pengajar dan pendidik saja , akan tetapi juga sebagai penyusun kurikulum, karena itu untuk menjadi guru yang propesional, seorang guru harus mencapai kualifikasi seorang guru propesional.

  68. Pada dasarnya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) disetiap sekolah tidaklah sama karna pemerintah pusat memberikan kebebasan pada setiap sekolah untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri dan itu bisa dilihat dari kemampuan sekolah dan kemampuan dari anak didiknya sendiri dan daerahnya masing-masing.Dalam hal ini maka guru lebih dituntut untuk bisa kretif, aktif, inovatif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam proses belajar mengajar dan guru juga diharuskan bisa untuk menyusun kurikulum sendiri . maka dari itu untuk bisa menjadi seorang guru yang profesional maka guru dituntut mempunyai dasar pendidikan baik yaitu minimal SI kependidikan atau SI umum tetapi mempunyai sertifikat Akta4 bila guru tersebut dari non kependidikan.Bila pendidik mempuyai latar belakang pendidikan yang baik mudah mudahan bisa menghasilkan siswa yang baik.

  69. KTSP merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004, yang sebelumnya masih disusun pemerintah pusat, dan sekolah tinggal menggunakannya. Dalam KTSP, sekolah memiliki kewenangan menentukan muatan lokal, yang dapat dijadikan satu keunggulan sekolah itu sendiri. Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar, karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru kurang terpupuk, tetapi dengan KTSP, kreativitas guru bisa berkembang.
    Dengan semangat otonomi dan desentralisasi, KTSP memberi keleluasaan sekolah untuk mengembangkan kurikulum sendiri. KTSP sebenarnya positif, sebab sekolah diberikan otonomi untuk berdiskusi terkait dengan standar kompetensi yang dikembangkan. Hanya saja, sebagian besar guru belum terbiasa untuk mengembangkan model-model kurikulum. Selama ini mereka diperintah untuk melaksanakan kewajiban yang sudah baku, yakni kurikulum yang dibuat dari pusat.
    Implementasi KTSP sebenarnya membutuhkan penciptaan iklim pendidikan yang memungkinkan tumbuhnya semangat intelektual dan ilmiah bagi setiap guru, mulai dari rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Hal ini berkaitan adanya pergeseran peran guru yang semula lebih sebagai instruktur dan kini menjadi fasilitator pembelajaran. GURU dapat melakukan upaya-upaya kreatif serta inovatif dalam bentuk penelitian tindakan terhadap berbagai teknik atau model pengelolaan pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten.
    Penerapan KTSP tersebut berimplikasi pada bertambahnya beban bagi guru. Penerapan KTSP mengandaikan guru bisa membuat kurikulum untuk tiap mata pelajaran, padahal, selama ini guru sudah terbiasa mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Belum lagi mengingat kualitas guru yang kurang merata di setiap daerah. Ini berarti KTSP menghadapi kendala daya kreativitas dan beragamnya kapasitas guru untuk membuat sendiri kurikulum.
    KTSP yang dibuat sekolah itu, harus tetap mengacu pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) dan disusun sebagai kurikulum operasional sekolah berdasarkan standar isi dan kompetensi lulusan yang dikembangkan dengan prinsip diversivikasi. Kurikulum harus disesuaikan dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

    Meski sekolah memiliki kewenangan luas, acuan tetap pada BSNP sesuai standar isi dan kompetensi lulusan

  70. Ya, tuntutan guru sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran yang tercantum dalam UUD Sisdiknas no.20/2003 dapat dikatakan sebagai salah satu faktor mengapa kualifikasi guru harus strata satu (sarjana), bahkan sekolah-sekolah sekarang ini sudah tidak menerima guru (honorer) yang belum menyelesaikan pendidikannya hingga S1. Hal tersebut sejalan dalam ilmu profesi kependidikan di mana seorang guru harus mempunyai kualifikasi dan sertifikasi yang telah ditentukan, karena dalam hal ini guru adalah sebuah profesi yang menuntut keprofesionalan dalam segala hal di dunia pendidikan. Terimakasih……

  71. Tugas seorang guru adalah mengajar dan mendidik. Tetapi dari kedua tugas itu yang lebih berat adalah mendidik. Semua guru bisa mengajar. Tetapi tidak semua guru bisa mendidik. Banyak guru yang berhasil dalam mengajar, tetapi banyak juga guru yang gagal dalam mendidik. Untuk mencapai tujuan dari kedua tugas guru tersebut perlu dirancang kurikulum yang bagus dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus dilibatkan dalam perancangan dan pembuatan serta pelaksanaan kurikulum, karena yang mengetahui kondisi dari siswa adalah guru. Tugas guru memang semakin berat dengan ditambah sebagai penyusun kurikulum. Tapi memang sudah seharusnya guru seperti itu. Guru sekarang memang harus profesional dan guru harus Strata 1 memang sudah harus seperti itu. KTSP dan KBK merupakan hasil dari susunan pembuat kurikulum yang melibatkan guru. Tetapi kurikulum seperti apapun akan terasa percuma kalau tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kerjasama yang baik antara penyusun, pembuat, pelaksana serta mungkin pengawas dari kurikulum dan dari kita semua akan membuat kurikulum yang sekarang yaitu KTSP akan berhasil sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. KTSP sudah bagus. Tinggal kita tunggu hasil dari pelaksanaanya saja.

  72. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang berlangsung selama ini dinilai sebagian kalangan sebagai overloaded dan para siswa dibawa untuk “tahu sedikit tentang hal yang banyak”. Secara sentralistis, muatan pelajaran dan jam pelajaran ditentukan seragam untuk seluruh negara. Sebagai calon guru, saya menilai KTSP akan mendorong upaya kontekstualisasi pendidikan karena siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah tidak melarang mengembangkan kurikulum dan justru guru harus dapat mengembangkan kreatifitas dari isi kurikulum itu sendiri.
    Guru mesti memerhatikan kompetensi dasar minimum yang disyaratkan para siswanya. Penyesuaian materi secara kuantitatif memungkinkan memberi perhatian pada dimensi nilai-nilai kehidupan yang ada pada setiap pelajaran. Satu hal yang perlu dilakukan adalah kontekstualisasi materi pelajaran yang perlu sekali di kembangkan dan di buat inovasi-inovasi dalam penyampaian materi pelajaran sehingga lebih PAKEM (pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan). terima kasih…….

  73. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22/2006 tentang Standar Isi Pendidikan dan Permendiknas No 23/2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan, mengantar kemunculan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Setiap satuan pendidikan dasar dan menengah diberikan peluang mengembangkan dan menetapkan KTSP agar guru dapat berkreasi dan inovatif dalam mengembangkan isi kurikulum tersebut. Pemerintah mengubah kurikulum KBK menjadi KTSP agar sekolah yang kurang memadai dari sarana dan prasarana bisa mengikuti ketertinggalannya dengan sekolah yang lain. Sehingga dapat pemerataan pendidikan di daerah-daerah terpencil. Kurikulum KTSP mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya yaitu mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. Kekurangannya yaitu Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada dan Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan. Pada akhirnya, pendidikan di Indonesia belum efeketif dalam penggunaan kurikulum KTSP dan perlu pelatihan SDM (guru-guru) dalam melaksanakan kurikulum tersebut. Terima kasih

  74. Disain Kurikulum dan KTSP sangatlah erat hubungannya, keduanya tidak bisa dipisahkan. Seorang guru dituntut untuk bisa membuat disain kurikulum pelajaran yang telah dibuat oleh pemerintah dalam KTSP/ satuan pembelajaran. KTSP dibuat pemerintah agar para guru dan pendidik yang ada disebuah negara tidak keluar dari garis pembelajaran yang telah diprogramkan pemerintah, hanya saja para guru dan pendidik diberi keluasan dalam pengembangan proses belajar ataupun lainnya tanpa mengubah tujuan.
    Kurikulum dan KTSP walau banyak ditentang keberadaannya oleh sebagaian para guru dan pendidik, saya tetap tidak setuju apabila kedua ini dihilangkan dari program pemerintah. Justru dengan keberadaannya kita dengan mudah mengajar, mengevaluasi dan sebagainya, dan inilah tujuan utama dari disain/penyusunan kurikulum dan KTSP, selain itu pemerintah juga dapat mengontrol perkembangan dunia pendidikan di negara kita.

  75. Menurut saya, seorang guru yang memiliki ijazah S1 tentu memiliki sejumlah kemampuan yang lebih dibandingkan yang belum memiliki gelar tersebut. Namun tetap perlu dipahami bahwa ilmu bisa didapat dari mana saja, tidak terbatas dari pendidikan formal di bangku kuliah. Pengalaman serta kreativitas guru sangat diperlukan dalam usaha ikut mengembangkan KTSP. Dan hal ini tentu juga bergantung pada lingkungan sekolah serta daerah tempat sekolah berada. Untuk itu diperlukan kerjasama antar guru, pihak sekolah serta pemerintah untuk mewujudkan dunia kependidikan yang lebih baik di Indonesia.

  76. curriculum design and KTSP
    Tugas seorang guru tidak hanya mengajar dan mendidik tetapi sekarang dituntut untuk bisa memgembangkan kurikulum pelajaran yang dibuat pemerintah pusat untuk mencapai pembelajaran yang maksimal.oleh karena itu pendidikan guru harus mencapai S1 agar ia tidak hanya bisa mengajar tetapi berpeluang mengembangkan dan membuat KTSP.dalam pembuatan KTSP sekarang ini disesuaikan dengan masing-masing daerahnya jadi pihak sekolahlah yang menentukan sejauhmana sekolah tersebut bisa maju maka perlu kerjasama antara pemerintah,guru dan pihak sekolah.walaupun pemerintah membebaskan dalam pembuatan kurikulum tetapi tetap mengontrol dalam penetapan kurikulum.

  77. Curriculum design dan KTSP
    Kurikulum merupakan perangkat standar program pendidikan yang dapat mengantarkan anak didik menjadi kompeten dalam berbagai kehidupan yang dipelajari. Dalam perkembangannya, setelah kurikulum 2004 yang dibuat oleh pemerintah pusat, sekarang lahirlah KTSP yang dibuat oleh satuan pendidikan atau sekolah. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Landasan KTSP : (1) UU RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (2) Peraturan Pemerintah RI No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, (3) Standar Isi, (4) Standar Kompetensi Lulusan. KTSP menuntut guru untuk lebih pintar dan kreatif untuk mencapai pembelajaran yang maksimal. Oleh karena itu, guru harus memiliki latar belakang pendidikan S-1 agar penerapan KTSP di sekolah dapat optimal. Guru juga harus dapat mengembangkan silabus dan RPP sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai . Dengan adanya KTSP, maka tiap satuan pendidikan atau sekolah bebas mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah tersebut. Jadi KTSP menjadikan otonomi di sekolah dapat tercapai dengan baik dalam pengembangan kurikulum.

  78. Curicculum design and KTSP. Seorang pendidik atau seorang pengajar bukan hanya sekedar menyampaikan pelajaran di depan kelas akan tetapi seorang pendidik atau seorang pengajar di tuntut untuk merancang KTSP dan KBK. Walaupun seorang guru ada yang tidak menggunakan atau merancang KTSP dan KBK akan kurang maksimal dalam menyampaikan pelajaran di depan anak murid, bagi seorang pengajar atau pendidik amat sangat penting jika sebelum menyampaikan pelajaran di depan murid harus membuat rancangan KTSP terlebih dahulu supaya cara penyampaiannya lebih terarah dan lebih kreatif. Jda manfaatnya juga bagi seorang pendidik/pengajar agar lebih kreatif, profesional, dan terarah cara penyampaiannya. Selain itu juga pemerintahan tetap menjaga dan mengontrol curicculum yang ada di negara ini.

  79. Curriculum Design and KTSP

    KTSP merupakan singkatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang dalam pelaksanaannya kurikulum ini dibuat oleh guru di setiap satuan pendidikan dengan tujuan untuk menggerakkan mesin utama pendidikan yakni pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum ini dapat lebih disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah bersangkutan, serta memungkinkan untuk memperbesar porsi muatan lokal. Dalam pemberlakuannya, pemerintah siap membantu sekolah-sekolah (satuan pendidikan) yang belum bisa menyusun kurikulum sendiri terkait dengan diberlakukannya standar kompetensi lulusan dan standar isi. Bahkan, tenaga ahli juga diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk membantu. KTSP diharapkan menjadi momentum untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berkelanjutan.

    Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Tentu saja, pengembangan KTSP sejalan dengan prinsip-prinsip teknologi pendidikan karena kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

    Dalam KTSP, kepala sekolah dan guru merupakan “the key person” keberhasilan pelaksanaan “pembelajaran”. Ia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan dan melaksanakan kurikulum untuk mewujudkan pembelajaran berkualitas sesuai visi, misi dan tujuan sekolah. Disini, kiprah guru lebih dominan, terutama dalam menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, tidak saja dalam progam tertulis tetapi juga dalam pembelajaran nyata di kelas. Implementasi KTSP yang ditunjang kemandirian guru diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), yang akan bermuara pada peningkatan prestasi belajar peserta didik dan prestasi sekolah secara keseluruhan.

    Terpuruknya mutu pendidikan di Indonesia selain karena faktor rendahnya kesejahteraan guru juga disebabkan standar pendidikan guru yang rendah, tidak bisa mengikuti tuntutan kemajuan jaman. Karena itu pemerintah melalui Peraturan Mendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menyatakan guru dalam jabatan harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Sedangkan peningkatan kompetensi guru dalam jabatan dapat dilakukan melalui penataran, lokakarya, atau seminar yang berkenaan dengan tugas utama guru di sekolah.

    Konsekuensi dari implementasi KTSP, guru dituntut meningkatkan kompetensi profesionalnya, guru dituntut untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, sehingga dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat. Tuntutan tersebut sangat logis, mengingat yang menjadi objek dan subjek didik adalah generasi yang sedang dalam tahap perkembangan dan diharapkan menjadi generasi penerus pembangunan.

  80. Kurikulum dan ktsp pada dasarnya merupakan dua alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Maka sebagus apapun desain kurikulum yarung hendak di kembangkan akan tergantung pada manusia yang menjalankannya dalam hal ini adalah guru. Dalam hal ini guru adalah pelaksanana utama dalam hal pengembangkan kurikulum yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar maka dari itu guru menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan kurikulum maka tidak heran bila guru sekarang ini dituntut untuk berpendidikan minimal S-1 hal ini dikarena kinerja dan profesionalitas guru sangat diperlukan, maka dengan diadakannya sertifikasi guru semoga dapat menjadi semangat para guru untuk menjadi guru yang profesional. Jika sebelumnya guru hanya bertugas menjalankan kurikulum yang diberikan oleh pusat tanpa ada tugas untuk mengembangkan, sehingga membelenggu kreatifitas guru karena sifatnya hanya menerima saja lalu menjalankannya, namun kini dengan KTSP guru dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif.

  81. Kurikulum dan ktsp pada dasarnya merupakan dua alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Maka sebagus apapun desain kurikulum yang hendak di kembangkan akan tergantung pada manusia yang menjalankannya dalam hal ini adalah guru. Dalam hal ini guru adalah pelaksanana utama dalam hal pengembangkan kurikulum yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar maka dari itu guru menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan kurikulum maka tidak heran bila guru sekarang ini dituntut untuk berpendidikan minimal S-1 hal ini dikarena kinerja dan profesionalitas guru sangat diperlukan, maka dengan diadakannya sertifikasi guru semoga dapat menjadi semangat para guru untuk menjadi guru yang profesional. Jika sebelumnya guru hanya bertugas menjalankan kurikulum yang diberikan oleh pusat tanpa ada tugas untuk mengembangkan, sehingga membelenggu kreatifitas guru karena sifatnya hanya menerima saja lalu menjalankannya, namun kini dengan KTSP guru dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif.

  82. Kurikulum dan KTSP pada dasarnya merupakan dua alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Maka sebagus apapun desain kurikulum yang hendak di kembangkan akan tergantung pada manusia yang menjalankannya dalam hal ini adalah guru. Dalam hal ini guru adalah pelaksana utama dalam hal pengembangkan kurikulum yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar maka dari itu guru menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan kurikulum maka tidak heran bila guru sekarang ini dituntut untuk berpendidikan minimal S-1 hal ini dikarena kinerja dan profesionalitas guru sangat diperlukan, maka dengan diadakannya sertifikasi guru semoga dapat menjadi semangat para guru untuk menjadi guru yang profesional. Jika sebelumnya guru hanya bertugas menjalankan kurikulum yang diberikan oleh pusat tanpa ada tugas untuk mengembangkan, sehingga membelenggu kreatifitas guru karena sifatnya hanya menerima saja lalu menjalankannya, namun kini dengan KTSP guru dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif.

  83. seiring berkembangnya zaman maka pendidikan sekarang pun sudah banyak perkembangan, KTSP merupakan salah satu perubahan yang mencoba untuk mengikuti perkembangan tersebut ,karena dengan KTSP maka sekolah akan membuat kurikulum yang sesuai dengan lingkungan sekolah itu berada dan sesuai dengan kebutuhan anak didik tersebut. Tapi kendalanya untuk saat ini adalah banyak guru yang belum memahami tentang penyusunan KTSP tersebut selain itu untuk guru tingkat dasar mereka merasa terlalu banyak beban yang diberikan karena selain mereka harus mengajar di kelas mereka juga harus mengerjakan administrasi kelas yang sangt rumit. Saran saya agar KTSP itu dapat berjalan seharusnya pemerintah sebelum menerapkan KTSP tersebut menjadi UU diadakan sosialisasi dan pelatihan pelatihan bagi para pelaksana di lapangan dalam hal ini guru.semoga pendidikan di Indonesia dapat lebih maju lagi dan bersaing dengan negara negara lainnya di dunia.

  84. Guru yang profesional akan memiliki semua kemampuan, kepribadian dan keprofesionalitas guru. Maka dari itu tugas seorang guru bukanlah hanya mampu mendidik dan mengajar tetapi juga mampu membuat dan mengembangkan kurikulum. Tugas seorang guru saat ini lebih berat karena harus membuat KTSP yang mengacu pada Badan Standar Nasional Pendidikan. Standar seorang guru saat ini adalah haruslah berStarata – 1 agar mampu menjadi seorang pendidik yang aktif, kreatif dan inovatif. Demi tercapainya suatu pendidikan yang baik dan berproses perlu adanya kerja sama antara pihak sekolah dengan para guru dan guru yang saat ini diperlukan adalah guru yang modern dan berkualitas. Dengan adanya KTSP tersebut itu sebagai acuan demi tercapainya suatu proses belajar – mengajar yang lebih baik sebagai bahan acuan untuk pendidikan di Indonesia. Terima Kasih.

  85. Pembuatan KTSP memang dibutuhkan sebagai pengarah atau juknis guru dalam pengajaran, sehingga materi-materi yang diberikan atau dipaparkan kepada peserta didik terarah dengan baik. Akan tetapi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang gurupun terlupakan dan terabaikan.seharusnya KTSP diadakan sebagai “cambuk” bagi guru guna lebih meningkatkan lagi profesionalismenya dalam dunia pendidikan serta manajemen sekolah yang ditempatinya.

  86. Dalam pembuatan KTSP itu sendiri memang sangat dianjurkan S1(strata satu) akan tetapi bagi Guru yang masih mengemban pendidikan di dalam lembaga pendidikan D3, maka guru tersebut dianjurkn untuk mengikuti program Akta4 atau sertifikasi Guru, karena pola pikir orang yang mempunyai pendidikan lebih tinggi, akan sangat berbeda dibandingkan yang berpendidikannya rendah, dan juga yang kurang pengalamannya dalam bersosialisasi, dan juga setiap pembuatan KTSP itu sendiri akan berbeda antara sekolah yang satu dan sekolah yang lainnya, karena setiap kebutuhan sekolah itu berbeda-beda, dan ditunjang dari fasilitas yang memadai di sekolah yang bersangkutan.

  87. setelah saya membaca artikel bapak ini, saya jadi malu sendiri,, banyak kosa kata- kosa kata yang masih asing d telinga saya, dan tentunya kurang saya fahami. untuk menciptakan kurikulum yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman, tentu bukan hal yang mudah,, banyak langkah- langkah ilmiah yang harus ditempuh untuk mendapatkan hasilnya,, yang nantinya akan menjadi kurikulum yang harus diterapkan. disini lah peran guru sebagai pendidik berperan penting, sebagai pengembang kurikulum seorang guru dituntut untuk memiliki kecakapan berupa kompetensi sebagai seorang pendidik. tentu saja kompetensi tersebut dapat di dapat dengan jenjang pendidikan minimal strata 1 (S1) dalam bidang pendidikan. kualifikasi tersebut menjadi sangat penting mengingat tugas guru yang semakin rumit. diharapkan dengan jenjang pendidikan min. S1, guru dapat mengenal asas-asas, prinsip- prinsip dan segala hal yang berkaitan dengan masalah serta pengembangan kurikulum dan segala macam ilmu yang berkaitan dengan bidang pendidikan. minimal lulusan S1 tersebut dapat membuat satuan alat pengajaran, serta mengetahui dan memahami bagaimana cara mengembangkan kurikulum. mungkin bisa dilatih dengan banyak latihan yang berkenaan dengan mengembangkan kurikulum itu sendiri. apalagi, pada kenyataanya sekarang mengharuskan guru untuk lebih kreatif dan berwawasawn luas, karena pengembangan kurikulum kini sudah mutlak berada ditangan para pendidik, tingal bagaimana cara pendidik itu bijak dalam mengembangkan kurikulum dengan berlandaskan asas- asas kurikulum itu sendiri. dengan tingkat keilmuan yang tinggi, serta memiliki tanggung jawab yang penuh maka diharapkan seorang guru dapat membantu pemerinntah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan cara menghantarkan anak didik untuk sampai pada tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

    dari: Sindy Dwija PAI/semester 4.

  88. Dengan adanya sistem MBS maka guru dituntut untuk menjalankan profesinya. Karena guru yang setiap harinya terjun langsung dengan anak didik maka guru harus aktif, kreatif dan inovatif sehingga tidak hanya tujuan pembelajaran saja yang tercapai akan tetapi pemahaman anak didikpun tercapai. Hal ini sejalan dengan prinsip teknologi yaitu define, development and evaluasi dimana guru sebagai pengembang kurikulum harus melihat dari asas-asas pengembangan kurikulum itu sendiri. Untuk itu guru harus senantiasa menambah pengetahuannya agar mampu menjalankan tugasnya secara profesional.

  89. penyusunan dan pengembangan kurikulum secara otomtis menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan serta para pendidik itu sendiri. otoritas daerah sangat di kedepankan agar daerah memiliki kemandirian serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan didaerahnya. dan sebagai pendidik yang memiliki andil dalam merancang serta menyusun dan mengembangkan kurikulum harus memiliki skill atau keterampilan agar ia mampu mendesain kurikulum tersebut secara efektif dan efisien. di sana lah pentingnya jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang harus dimiliki oleg para calon pendidik. dengan tingkat pendidikan min. S1 dalam bidang pendidikan, diharapkan para pendidik mampu untuk merancang serta menyusun kurikulum tersebut.

  90. Pendidikan merupakan proses merubah individu dari tidak mengetahui apa-apa menjadi tahu, dimana dalam proses belajar mengajar seorang pendidik harus mengantarkan atau menjadikan individu tersebut menjadi seorang yang berguna bagi dirinya sendiri bahkan bagi kehidupannya, tanpa membedakannya, karena setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan tersebut. untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, maka dibutuhkan pendidik yang profesional dalam hal mendidik. oleh karena itu syarat utama seorang pendidik yaitu harus melewati masa pendidikan akademik khusus kependidikan, karena disanalah calon seorang pendidik akan mengetahui cara-cara mendidik dengan baik sampai ia bisa memperaktekkan atau merealisasikan ilmu atau teori yang di dapat dalam pendidikan S1 tersebut. salah satunya cara-cara membuat kurikulum pendidikan dan pengembangan kurikulum dalam bentuk KTSP. dimana pemerintah bekerjasama dengan daerah-daerah untuk mewujudkan keberhasilan tujuan pendidikan nasional. karena yang bisa memahami keadaan peserta didik di daerah yaitu para pendidik yang berada di daerah itu sendiri, untuk itu dibutuhkan pengembangan kurikulum KTSP di setiap sekolah yang di buat oleh para pendidik atau instansi yang berada di daerah tersebut. karena keadaan peserta didik di kota dan di daerah akan berbeda, sehingga cara pendekatannyapun akan berbeda, sehingga proses pendidikan yang akan dijalankan disesuaikan dengan keadaan lingkungan masing-masing yang telah disusun dalam kurikulum yang berbentuk KTSP.
    Namun, setiap sekolah di daerah, sebagian belum menjalankan KTSP, bahkan tidak mengerti apa “KTSP”, karena salah satu penyebabnya yaitu sebagian pendidik belum mengenyam pendidikan akademik sampai tingkat S1, dan sebagian dari mereka hanya tamatan dari SMA. sehingga dalam mengisi pendidikan tersebut tidak secara profesional. namun saat ini, pemerintah telah mengadakan upaya untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya telah mendirikan universitas-universitas terbuka di daerah-daaerah, agar bisa terjangkau oleh pendidik dan calon pendidik untuk melanjutkan pendidikan S1 nya, namun tidak keluar atau melepaskan pekerjaannya sebagai seorang guru. serta kendala keadaan ekonomi pun dapat sekaligus diatasi, karena sebagian dari mereka yang di daerah, tidak sanggup untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah mereka sendiri, karena akan mengeluarkan biaya hidup yang cukup banyak. dengan adanya universitas yang didirikan di daerah mereka sendiri, maka mereka akan dapat melanjutkan pendidikan tersebut dan langsung mengabdikan diri pada sekolah-sekolah yang berada di daerah itu sendiri, bahkan di luar daerah.

  91. sejak dimulainya masa otonomi daerah, maka pemerintah pusat memberikan keleluasaan kepada setiap daerah untuk meningkatkan daerahnya agar lebih maju dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan yang akhirnya munculah kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP, karena setiap daerah memiliki tingkat kebudayaan dan eknomi serta sosial yang berbeda untuk itulah kurikulum harus bersifat fleksibel atau sesuai dengan kebutuhan daerahnya masing-masing. Akan tetapi permasalahan yang timbul sejak ktsp di berlakukan adalah masalah kompetensi guru yang masih jauh dari standar,untuk itu permasalahan bukan timbul dari diberlakukannya kurikulum itu sendiri tapi dari kompetensi guru yang belum siap menerima kurikulum tersebut, untuk itu yang harus diperhatikan sa’at ini adalh masalah kompetensi guru terlebih dahulu, agar tujuan dari paa KTSP dapat di capai.

  92. Dengan menerapkan pengembangan kurikulum ini yang telah disebutkan oleh N.Nieveen dan J.van den Akker, memang seharusnya guru harus menerapkan langkah-langkah tersebut, tetapi menurut saya langkah-langkah tersebut seperti menganalisis masalah, mengidentifikasinya, dan merumuskannya dengan diiringi evaluasi sebagai masukan terhadap pengembangan kurikulum selanjutnya. Lebih baik diterapkan oleh guru-guru yang berada di daerah perkotaan bukan kedalam perkampungan yang teknologipun belum masuk ke dalamnya. Dan sebaiknya guru-guru yang seharusnya mengembangkan kurikulum dengan langkah-langkah tersebut. Dan sebaiknya guru-guru yang sudah mempunyai gelar sarjana sebaiknya disalurkan ke daerah pedesaan untuk mengembangkan kurikulum yang diterapkan oleh Akker tersebut. (FAI 04)

  93. Surat Kabar Harian Kompas tanggal 29 September 2006, E Baskoro Poedjinoegroho menyatakan Kurikulum 2006 yang diperkenalkan dengan nama KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), merupakan hasil penegasan dari atau sejalan dengan kebijakan desentralisasi. Ini merupakan sebuah konsep yang indah karena memberikan peluang yang sebesar-besamya kepada daerah untuk berkembang.

    Dengan ini, seluruh potensi setempat diharapkan dapat didayagunakan demi pengembangan setempat. Dalam lingkup satuan pendidikan atau sekolah, paradigma yang sama juga ingin diberlakukan, yakni Satuan pendidikan menjadi mandiri (?) dan diberi kesempatan mengerahkan seluruh potensi demi kemajuan pendidikan yang kontekstual, meski harus disadari, hal ini tidak mudah dilaksanakan.

  94. Surat Kabar Harian Kompas tanggal 29 September 2006, E Baskoro Poedjinoegroho menyatakan Kurikulum 2006 yang diperkenalkan dengan nama KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), merupakan hasil penegasan dari atau sejalan dengan kebijakan desentralisasi. Ini merupakan sebuah konsep yang indah karena memberikan peluang yang sebesar-besamya kepada daerah untuk berkembang.

    Dengan ini, seluruh potensi setempat diharapkan dapat didayagunakan demi pengembangan setempat. Dalam lingkup satuan pendidikan atau sekolah, paradigma yang sama juga ingin diberlakukan, yakni Satuan pendidikan menjadi mandiri (?) dan diberi kesempatan mengerahkan seluruh potensi demi kemajuan pendidikan yang kontekstual, meski harus disadari, hal ini tidak mudah dilaksanakan..

  95. dalam pembuatan kurikulum (yang
    seharusnya begitu). Apa yang bagus di Jogjakarta,
    belum tentu bagus di Papua. Apa yang bagus di
    balikpapan, belum tentu bagus di Samarinda. Masing2
    sekolah harus bisa membuat rancangan pengajaran
    seperti apa yang cocok buat mereka.
    Menindaklanjuti yang Pak Totok bilang, kondisi kita
    semua berbeda2. Ada yang dananya mencukupi ada yang
    berlebih ada yang kekurangan (walau ini semua
    relatif). Ada fasilitas yang memadai, ada yang masih
    berjuang hanya untuk memperbaiki atap yang bocor. Ada
    yang guru2nya bisa berpikir kritis dan analitis serta
    mendapat pelatihan yang cukup sering, ada sekolah yang
    masih kekurangan guru.
    Isu masing2 kita semua berbeda, maka hendaknya cara
    penanganannya pun harus memerlukan penanganan yang
    berbeda.

  96. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
    posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
    beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, sehat,
    berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
    bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
    kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan,
    dan kepentingan peserta didik serta tuntunan lingkungan.

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun mengacu pada Standar Isi
    dan (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh
    pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penyusunan
    KTSP berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional
    Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU
    20/2003 dan PP 19/2005.

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun antara lain agar dapat memberi
    kesempatan peserta didik untuk :
    (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    (b) belajar untuk memahami dan menghayati,
    (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
    (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
    (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar
    yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

    B. Landasan

    KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang
    pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan
    potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan akan datang
    dengan mempertimbangkan kepentingan local, nasional dan tuntutan global dengan
    semangat manajemen berbasis sekolah (MBS).

  97. zaman semakin maju dan kebutuhan masyarakat akan sosok pendidik yang berkualitas pun semakin bertambah. apa lagi sejak di berlakukannya sistem KTSP (kurikulum tingkat satuan pengajaran) menuntut seorang pendidik untuk memiliki kualitas yang unggul dalam perannya sebagai pengembang kurikulum. pemberdayaan daerah adalah salah satu alasan di adakannya KTSP, karena kondisi pendidikan di suatu daerah hanya akan di fahami atau di ketahui oleh daerah yang bersangkutan, oleh karena itu di berlakukannya otonomi daerah, sebagai cerminan demokrasi serta kemandirian untuk bertanggung jawab untuk memajukan daerahnya, termasuk dalam segi pendidikan. pemerintah bertugas menyusun kurikulum secara universal, dan pihak- pihak sekolah yang berhubungan lah yang mengembangkan kurikulum tersebut. masing- masing sekolah memiliki gaya dan cara masing- masing untuk mengembangkan kurikulumnya, yang disesuaikan dengan azas- azas dan melihat kebutuhan para peserta didik, agar dapat mencapai tujuan dari kurikulum itu sendiri. dan guru sebagai seorang pendidik yang bertugas mencerdaskan peserta didik pun bertanggung jawab atas pengembangan kurikulum tersebut. mengembangkan kurikulum yang baik bukan lah hal mudah, ada langkah- langkah ilmiah yang harus ditempuh, dan tak semua orang dapat melakukannya. oleh karena itu di butuhkannya seorang guru yang cakap dalam segala hal, dalam artian profesional, dan salah satu untuk memcapai ke profesionalitas tersebut dengan menempuh jenjang pendidikan minimal S1 untuk seorang pendidik. agar ia mampu menguasai ilmi- ilmu yang akan membantunya untuk menhadapi dunia pendidikan kelak di masa depan.

  98. sejak di berlakukannya otonomi daerah maka secara otomatis segala urusan yang berkaitan dengan daerah, diolah oleh daerah itu sendiri. pemerintah hanya memberikan sebatas pandangan saja, namun yang mengembangkan konsep adalah daerah yang bersangkutan demi maju dan melatih kemandirian daerah dalam menghasilkan SDA dan SDM nya. begitu pun dalam pendidikan, adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP) adalah salah satu konsekuensi dari otonomi daerah tersebut. pemerintah yang menetapkan kurikulum secara umum, sedangkan yang mengembangkannya adalah pihak sekolah terkait, dalam hal ini, pihak yang paling berpengaruh adalah guru, karena guru lah yang sering berinteraksi dalam murid pada pembelajaran formal. peran guru menjadi sangat penting karena sosoknya yang harus bisa menjadi teladan dan contoh baik dalam mengajar maupun kehidupan sehari- hari. skill guru pun harus mulai di perhitungkan mana kala KTSP berlaku. keterampilan guru dalam mengembangkan kurikulum sangat berkaitan dengan kesuksesan hasil belajar siswa yang nantinya akan terkait dengan kualitas lulusannya, serta kualitas pendidikan nasional. tentu bukan hal yang mudah dalam mengembangkan kurikulum. dalam mengembangkan kurikulum seorang guru harus memiliki wawasan yang luas dalam bidang pendidikan. wawasan yang luas tersebut dapat di peroleh dari bangku kuliah, dengan mengenyam bangku kuliah, maka setidaknya guru memiliki bekal berupa keilmuan dalam mendidik , yang nantinya akan ia aplikasikan jika ia menjadi guru yang mengajar di kelas kelak. lulusan S1 yang di harapkan bukan hanya lulusan S1 biasa, namun lulusan S1 yang berkonsentrasi dalam bidang pendidikan.

  99. Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen, yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembang berbagai komponen kurikulum tetapi, harus pula dipahami berbagai faktor yang mempengaruhinya. Kurikulum yang digunakan saat ini oleh pendidikan Indonesia adalah KTSP. Dalam pelaksanaan KTSP, kurikulum ini dibuat oleh guru disetiap satuan pendidikan untuk menggerakan mesin utama pendidikan, yakni pembelajaran. Dengan demikian kurikulum ini dapat lebih disesuaikan dengan kondisi setiap daerah yang bersangkutan, serta memungkinan untuk memperbesar porsi muatan lokal. Model KTSP ini menuntut kreativitas untuk menyusun model pendidikan yang sesuai dengan kondisi lokal, tetapi pada prinspnya model KTSP bukan kurikulum baru, hanya modifikasi dari kurikulum yang sudah ada, yaitu KBK. Pada saat ini guru dituntut sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran, maka tentu dibutuhkan guru yang berkualitas dan harus mempunyai riwayat pendidikan yang bagus, yakni minimal sampai jenjang Strata satu (S1). Sungguh berat tugas guru, tapi jangan sampai KTSP ini menjadi beban bagi guru dan satuan pendidikan. Kita semua berharap dan berupaya mudah-mudahan perubahan kurikulum ini membawa berkah dan menjadi momentum untuk perbaikan kualitas pendidikan yang berarti juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

  100. Kurikullum di pandang sebagai Program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujan pendidikan. Guru merupakan pendidik profesional yang mana secara implicit ia telah merelakan diri nya untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada di pundak orang tua. Karena setiap orang tua menginginkan agar anaknya menemukan guru yang baik, kompeten dan berkualitas. Pendapat saya mengenai masalah ini adalah seorang guru harus benar- benar propesional dan berkualitas, maka dari itu seorang guru yang berkualitas , maka akan mampu menentukkan kurikullumnya sendiri dalam mencapai tujuan pendidikan.
    SEbagai tenaga yang profesional seorang guru pun harus dituntut dari lulusan perguruan tinggi atau mempunyai gelar S1( strata satu ).

  101. Ping-balik: ilmu kependudukan

  102. Ping-balik: komunikasi massa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s