Oleh H.Zamris Habib
Sebenarnya Allah selalu berbicara kepada makhluknya melalui sign atau ayat Nya terutama kepada manusia yg telah diangkatnya sebagai Khalifah (wakil) di bumi persada ini.
Tetapi apakah manusia dapat selalu menangkap signal2/ayat2 Tuhan ?
Inilah yg menjadi pertanyaan mendasar dalam memformulasikan tingkat ketaqwaan manusia kepada Khaliknya. Kalau saja manusia selalu dan bisa menangkap signal tsb. maka ……itu suatu hidayah, akan tetapi banyak di antara hambanya yg belum bisa menangkap signal/ayat tsb., sehingga tidak tahu mau kemana arah hidup ini dan bahkan tidak tahu apa arti hidup ini.
Kenapa demikian ?
Hal ini karena gelombang dan frequensinya tidak tune in dengan frequensi dan gelombang Sang Khalik, mungkin disebabkan karena antena yg dipakai tidak diarahkan kepada sumber atau mungkin karena antene nya sudah karatan, sehingga sulit sekali menangkap signal tsb.
Suatu kewajiban bagi manusia agar selalu merawat antenenya dan mengarahkannya kepada sumber yg Haq agar selalu tune in.
Rasulullah mengatakan bahwa iman hambanya berfluktuatif, naik dan terkadang turun (yazid dan yanqus).Istiqomah dalam mememelihara gelombang kita agar sama adalah dengan berzikir di samping ibadah yg wajib, zikir bukan hanya menyebut bacaan tertentu tetapi melaksanakan shalat tahajud, shalat dhuha, membaca, berdiskusi, bermuamalah dg mau’izah hasanah akan mengikis karat2 antene kita. Betulkah, wallahu a’lam bisshawab


cara terbaik ketika iman kita turun seperti apa pa?