PROFILE

zh Drs. Zamris Habib, M.Si, saat ini mengajar Ilmu Komunikasi, Media dan Teknologi Pendidikan pada UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) sejak tahun 1995. Dari tahun 1977 bekerja di Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi) Departemen Pendidkan Nasional sampai pensiun pada awal tahun 2006. Selama di Pustekkom pernah menjabat Kabid Analisa dan Evaluasi (1998), dan Kabid Pengembangan Model Pembelajaran (2001) Sebelumnya pada tahun 1992 pernah menjabat koordinator Program Siaran Radio Pendidikan (SRP) untuk penataran guru SD dan program SRP untuk penyetaraan D2 guru SD. Pria yang lahir 8 Januari 1950 di Situjuh Payakumbuh adalah lulusan program Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini beberapa kali mengikuti training di bidang pendidikan jarak jauh/terbuka dan komunikasi di University Western of Australia Perth, University of Technology Sidney, Warner Bros (WB) Film Production di Gold Coast Australia; training tetang technology applications for education di Innotec Center, Manila Philipina, dan NHK Studio, Ashahi Shimbun, University of Tokyo, Jepang. Aktif mengikuti seminar nasional/internasional teknologi pendidikan, distance/open education, e-learning, dll. Sewaktu mahasiswa menulis di berbagai media, terakhir redaksi Jurnal TEKNODIK dan Buletin FORUM KOMUNIKASI Pustekkom sd. 2005. Anak Minang yang bergelar Datuk Paduko Rajo ini mempunyai motto hidupnya “Bahwa dibalik kesulitan itu terdapat kemudahan, dan dibalik kesulitan yang sama terdapat kemudahan2 yang lain, dan setelah selesai mengerjakan sesuatu maka mulai mengerjakan yang lain serta Kepada Allah selalu berharap”. Motto ini terinspirasi dari Al Qur’an surat Al Insyirah. Pria yang hoby membaca buku-buku filsafat, politik, pendidikan, komunikasi dan agama ini beristerikan Lely dan telah mempunyai 4 orang anak (Liza, Alfi, Putri dan Ganto), sekarang kakek yang sudah mempunyai tiga orang cucu (Zidan,Virza dan Najwa) ini tinggal di Perumahan Depdiknas Blok A No 5, Cipayung Ciputat Tangerang, selain mengisi waktu dengan mengajar dan membaca juga disibukan dengan momong tiga orang cucu yang sedang lucu2nya

(Penulis Zeze, 2008 ).

9 tanggapan ke “PROFILE”

24 04 2008
zamris (10:09:12) :

SEKAPUR SIRIH
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saat berniat membuat blog ini, ada dua hal yang membuat saya gamang. Kegamangan pertama yang saya rasakan adalah dalam mengisi profile atau potret diri. Bagaimana tidak, karena saya sendiri bukan siapa2 walaupun memiliki sedikit pengalaman. Akan tetapi karena blog adalah sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi maka memperkenalkan diri adalah sebuah langkah awal untuk memperlancar silaturrahmi tersebut, demikian alasan teman2 agar saya menulis sendiri tentang profil atau potret diri. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau saya menulis sendiri profil saya nanti dikira kepedean atau ria, seperti istilah anak muda sekarang “NARSIS BANGET” (begitu yang sering diucapkan anak saya yang masih remaja). Tetapi di tengah kegamangan tersebut Alhamdulillah Sdr. Zeze menawarkan diri untuk menuliskan profil saya, dan kebetulan ia sangat mengenal saya, dan melalui kolom ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Sdr Zeze yang telah memberikan solusi.
Dan yang kedua adalah bahwa tulisan2 atau komentar2 yang akan saya tulis ini tentu tak terlepas dari sifat subjetifitas, karena pendapat dan pandangan saya sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, budaya dan agama yang saya anut, namun demikian saya mencoba untuk berusaha seobjektif mungkin dalam tulisan2 saya.
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada yang telah membantu saya dalam membuat blog ini dan kepada yang sempat berkunjung ke blog saya diharapkan untuk memberikan saran, kritik ataupun komentar yang bisa berkembang menjadi sebuah diskusi yang membangun.
Terakhir saya mohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan saya dan kepada Allah jualah saya berharap, Amin.
Wassalam
ZH

30 04 2008
Mochamad Arifin (08:50:06) :

salam Pak Zamris, saya mahasiswa jurnalistik UIN pak semester IV. Pak saya ingin bertanya tentang bagaimana sistem pendidikan yang ada di Indonesia ini apakah sudah menuju era globalisasi? sedangkan banyak anak-anak di desa yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi? dan Bagaimana sistem UAN yang banyak menimbulkan masalah di beberapa sekolah?
sebelumnya terima kasih.
wasalam…..

30 04 2008
zamris (14:17:04) :

Assalamualaikumm, terimakasih Anda telah mengunjungi blog saya. Tentang sistem pendidikan di Indonesia tentu saja sudah mempertimbangkan globalisasi, tidak mungkin lembaga pendidikan di disain pemerintah untuk melahirkan orang2 yang terlambat lahir dari zamannya. Tetapi juga harus diingat dalam penyusunan kurikulum misalnya tetap berorientasi kemasa depan dan tak lupa harus berpijak kepada budaya bangsa kita. Bagaimana kenyataan dilapangan tentu saja tidak saja ditentukan oleh kurikulum. Faktor guru juga sangat penting, yang menjadi masalah pada guru adalah masalah kesejahteraan guru, bagaimana seorang guru akan ceria pergi mengajar kalau anaknya menangis karena sakit dan orang tuanya tak sanggup membawa ke dokter, apalagi beli buku untuk menambah wawasan.
Bagaimana dengan masyarakat yang secara ekonomis, justeru disini kita harus memanfaatkan teknologi informasi, tentu saja pemerintah yang akan berinisiatif untuk itu, seperti menyelenggarakan e learning dan memanfaatkan TV , radio dan internet untuk pemerataan pendidikan di seluruh indonesia dalam mengatasi masalah2 tranportasi, ingat negara kita terdiri dari beribu2 pulau.
O ya saya juga melihan blog Anda, bagus dan terus dikembangkan, kalau Anda gak keberatan tolong blog saya di link kan pada blog Anda
Sekali lagi terima kasih, saya senang diskusi dengan Anda, Wassalam zh

2 05 2008
Ihsan (10:00:02) :

Assalamu “alaikum Pak,saya Ihsan,Mahasiswa Jurnalistik UIN semester VI,perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia sangatlah pesat. begitu pula dengan pendidikan, dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan (sekolah) yang berbeda dengan sebelumnya,seperti munculnya Home Schooling, School Universe (sekolah alam), memang hal ini sangat efisien dalam pendidikan . tapi permasalahnnya adalah mengapa pemerintah melegalisasi lembaga pendidikan seperti itu, padahal bisa kita pendidikan Indonesia sekarang ini, masih banyak sekolah yang memerlukan bantuan, serta hali ini akan menjadi ketimpangan dalam pendidikan masih banyak anak Indonesia yang sulit untuk mendapatkan pendidikan, pastinya hal ini akan mengakibatkan ketidak merataan dalam pendidikan dan sosial. yang miskin jangankan untuk mengikuti Home schooling atau Sekolah alam untuk mengikuti sekolah biasa saja sulit,yang kaya dengan mudah untuk menjadi pintar, yang miskin sangat sulit untukmenjadi pintar, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin kebawah. bagaiman menurut pandangan bapa?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
wassalam…

4 05 2008
zamris (03:05:55) :

Sdr. Ihsan.
Terimakasih Anda telah mengunjungi blog saya.. Sebelum saya menjawab permasalahan yg Anda kemukakan bahwa tanggung jawab pendidikan terletak pada orang tua, masyarakat dan Pemerintah. Jadi munculnya sekolah alam atau home shooling dll. merupakan bentuk partisipasi masyarakat. Pemerintah harus menghargai partisipasi tsb.selama sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional bahkan diharapkan lebih banyak lagi partisipasi masyarakat di dunia pendidikan untuk mengurangi beban Pemerintah. Dengan demikian Pemerintah dengan dana yang ada bisa difokuskan kepada anak2 yang termaginalkan supaya tidak terjadi ketimpangan yang anda khawatirkan itu. Sekarang ini anak2 yg sulit secara ekonomi Pemerintah sudah lama menyediakan alternatif2 pendidikan seperti SMP Terbuka, SMP Kecil, Paket A, B dan C,dll. agar anak2 yg kurang mampu secara ekonomi dapat mengikuti pendidikan seperti SMPT untuk anak2 nelayan dan di derah Senen untuk anak2 tukang semir, semua gratis dan mereka terdaftar di SMP Neg. ujian dan status mereka sama, hanya cara belajar yg berbeda. Sekian, mudah2an bisa menjawab pertanyaan Anda, dan selanjutnya kalau anda punya waktu kita lanjutkan diskusi dg masalah2 lain di blog ini. Wassalam (zh)

9 05 2008
murni amaliya (09:49:54) :

Sebagai student /guru (dosen), harus dapat merubah paradigma dengan new paradian, untuk menuju masa depan agar setara dengan bangsa lain , Terkait dengan ini, paradigma pembelajaran yang sebelumnya hanya mengandalkan bahwa sumber pembelajaran hanya terbatas pada materi di kelas dan buku harus dirubah, hadirnya Teknolohi informasi seperti internet dll. Dalam hal ini harus ada pembaharuan di kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kurikulum dirancang untuk menyiapkan siswa hidup dan bekerja pada masa yang akan datang. Sebagai guru (dosen) harus membuat suatu perubahan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan melek TI.juga meningkatkan kesadaran untuk memahami potensi dari TI ini.,Proses pembelajaran tidak lagi bergantung kepada guru lagi, tetapi lebih banyak terpusat kepada siswa. Guru (dosen ) tidak lagi dijadikan satu-satunya rujukan semua pengetahuan tetapi sebagai fasilitator ,bisa dilakukan dengan TI dan dalam pembelajaran ini sangat jelas.
Untuk menjadi guru profesional harus mempunyai keterampilan teknoligi, mengetahui teknologi yang relevan, mempunyai tambahan tentang konsep dan metode penelitian , mengambil keputusan secara tepat juga kualitas moral yaitu teguh terikat pada kode etik jabatannya, guru harus senantiasa bersikap terbuk terhadap perkembangan zaman akibat perkembangan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

17 05 2008
Abdul qodir (12:10:26) :

Saya adalah guru modern!mengapa saya berbicara demikian di karenakan seorang guru haruslah profisional dalam kegiatan belajar mengajar dengan cara menggunakan media pengajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan tujuan agar anak didik lebih cepat tanggap dan dapat menyerap materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Di zaman modern seperti sekarang ini seorang guru pun harus bisa memodernkan dirinya dengan tujuan agar mutu pendidikan dapat di tingkatkan. seandainya cara berfikir seorang guru masih primitif bagai mana akan memajukan atau meningkatkan mutu pendidikan sedangkan dia masih primitif oleh karena itu seorang guru atau seorang pendidik haruslah modern agar dapat menunjukkan exsistensinya dan dapat bersaing dalam dunia pendidikan. Guru yang modern adalah guru yang mampu mempergunakan fasilitas yang ada dan mampu membuat media pengajaran untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar.tetapi untuk menjadi guru yang modern seorang guru harus bisa merubah paradigmanya sesuai denga zaman.

11 06 2008
12 07 2008
mujenah (19:47:08) :

assalamu’alaikum wr.wb
pak saya mujenah mahasiswa bapak,program akta IV.maaf saya harus meminta soal ulang karna soal yang bapak berikan di email saya dengan nama email mujenah_rizki@yahoo.com tidak bisa saya baca karna sudah terblokir,maka dengan ini saya ingin bapak mengirim kembali soal yang bapak kirim ke email lama saya ke email baru saya dengan nama ara_azis@yahoo.co.id.
terimakasih atas perhatiannya, semoga bapak dapat maklum.
wasssalamualaikum

Tinggalkan komentar

Anda dapat gunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>