Murid SD di Inggris Mesti Paham Wikipedia dan Blog

29 03 2009

Berdasarkan rancangan kurikulum baru pendidikan tingkat dasar Inggris, anak-anak tingkat sekolah dasar di negeri ini diharuskan mempelajari jejaring sosial maya Twitter dan ensiklopedia online Wikipedia, disamping guru akan menjadi lebih leluasa dalam membuat anak berkonsentrasi di kelas.

Rancangan kurikulum yang bakal menandai perubahan terbesar dalam sistem pendidikan dasar di Inggris dalam satu dekade terakhir ini, menyebutkan ratusan spesifikasi berkaitan dengan pengetahuan alam, kewilayahan dan kesejarahan mesti dikuasai anak sebelum berusia 11 tahun sehingga mereka lebih gampang memahami pelajaran di jenjang berikutnya.

Rancangan kurikulum baru ini tidak hanya meliputi pelajaran yang biasa diajarkan sebelumnya seperti sejarah dan aritmetika, namun juga memasukkan media lebih modern dan keahlian berbasis Internet yang bobotnya sama dengan pendidikan cinta lingkungan.

Rancangan ini diajukan Sir Jim Rose –mantan ketua Ofsted (Office for Standard of Education, semacam Badan Standar Pendidikan Nasional di Indonesia) yang diangkat menteri dengan tugas mengembangkan kurikulum sekolah dasar– dan akan diumumkan bulan depan.

Yang unik dari rancangan kurikulum ini adalah ketentuan yang menyebutkan murid harus memahami blogging, podcast, Wikipedia dan Twitter sebagai sumber informasi dan bentuk komunikasi, selain diharuskan pandai menulis dan mengeja.
Kemudian, anak-anak mesti terbiasa mempelajari peristiwa menurut pemikiran berkronologi dimana anak mesti menyusun periode, peristiwa dan perubahan hasil studi mereka dalam kerangka kronologis, serta memahami perkaitannya.

Tiap murid akan mempelajari dua periode kunci dalam pelajaran Sejarah Inggris –era Victoria dan era Perang Dunia Kedua– namun sekolah berhak memutuskan salah satu dari dua periode itu mana yang pantas dipelajari siswa.Kurikulum ini juga memperhatikan aspek perkembangan fisik, kesehatan dan program kesejahteraan yang menurut Rose akan berguna bagi kesehatan, makanan dan kegiatan jasmani anak-anak, serta hubungan mereka dengan keluar dan teman.

Untuk itu, anak-anak akan diajari mengenai tekanan dari teman, bagaimana mengatasi gangguan teman, dan bagaimana mesti berbagi pendapat.Kurikulum ini mengajarkan enam inti pelajaran, yaitu pemahaman Bahasa Inggris, komunikasi dan bahasa, matematika, sains dan teknologi, kemanusiaan dan lingkungan, kesehatan fisik dan kesejahteraan, dan terakhir seni dan desain.

John Bang, kepala pendidikan pada Persatuan Guru Nasional, menyebut rancangan kurikulum baru ini seperti melompat ke trend terbaru seperti Wikipedia dan Twitter, namun masih mempertahankan pelajaran dalam kurikulum sebelumnya. “Kemampuan menggunakan komputer dan keyboard menjadi sepenting pelajaran menulis. Buku dan teks tertulis harus bisa diunduh demi menjawab sistem pengajaran berbasis Internet,” ujar John.

Sementara Teresa Cremin, Presiden United Kingdom Literacy Association, mengkhawatirkan kurikulum baru ini karena tidak menyebutkan pelajaran drama yang erat kaitannya dengan kemelekan siswa. “Namun keprihatian utama kami adalah tidak ditekankannya membaca untuk mencipta kegembiraan atau senang membaca,” kata Teresa.

Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Asosiasi Guru dan Dosen, justru melihat kurikulum ini menawarkan program studi yang lebih masuk akal, disamping membuat guru lebih leluasa berkreasi di kelas. “Anak-anak perlu dibuat antusias belajar sehingga mereka ingin belajar dan memperoleh keahlian yang akan mereka pelajari di jenang berikutnya,” kata Mary. ant/kpo (By Republika Newsroom, Rabu, 25 Maret 2009 pukul 20:55:00)





TRAINING

14 04 2008

TRAINING
A. Luar Negeri.

  1. Two Weeks Course on Technology Applications for Education, SEAMEO-Innotech, Philippinnes,March, 2-13, 1998.
  2. Study on Distance Learning, University of Western Australia, Perth Australia, April, 23 – May,15, 1995.
  3. Study Banding tentang Ilmu Komunikasi dan aplikasinya :
  • Di Jepang (1997), Studio NHK, University of Tokyo, University of Takarazuka,University of Sophia, and Asahi Shimbun Publisher, Tokyo.
  • Di Australia (1996), University of Technology Sidney, Warner Bross (WB) FilmStudio Prod., Gold Coast, Brisbane Australia (1996)

B. Dalam Negeri

  1. Web-Based Course Development Using Web CT, Camosun College Canada and Seamolec,Jakarta, 14 – 28 April 2000
  2. In Country Training On Multi Media Networking For Distance Learning, Seameo Seamolec,Jakarta, 10 – 20 April 2000.
  3. Perencanaan Sistem Pendidikan Terbuka, SEAMOLEC, Bogor, 5 – 10 Januari 1998.
  4. Technology Applications for Education, SEAMEO INNOTECH, Philippines 2 – 13 March 1988.
  5. Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4), Jakarta 4 – 12 Nopember 1996.
  6. Diklat Keppres Nomor 16 Tahun 1994 Jakarta 4 – 6 Januari 1995
  7. Successfully Completeda twenty-two day study tour Sponsored by UNESCO, 23 April –15 May 1995.
  8. Designing Interactive Radio Instructional, IDLN, Jakarta, 21 Agustus – 2 September 1995.
  9. Penulisan Modul SMPT, Pustekkom, Bogor, 2 – 9 Juni 1995.
  10. Interactive Audio Script, IDLN, Jakarta, 22 -29 Januari 1994
  11. Management of Television, TELEAC, Jakarta, 11 – 12 Mei 1993.
  12. Penulisan Naskah TV, Pustekkom, Bogor, 20 – 30 Juli 1992.
  13. Keterampilan Manajemen, Pusdiklat, Jakarta, 18 – 23 Juli 1988.
  14. Latihan Penulisan Naskah Program Siaran Radio Pendidikan, Jakarta 18 – 24 Nopember 1984
  15. Pengembangan Naskah Program, Pustekkom, Semarang, 8 – 12 November 1984.
  16. Pengelolaan Perlengkapan Pusat TKPK, Jakarta 20 s/d 24 Agustus – 13 s/d 14 September 1982.
  17. Pengembangan Disain Instruksional, Yogyakarta, 6 – 11 Desember 1982.