Januari 2010, 17.500 Sekolah Terkoneksi Internet

12 11 2009

Hingga Januari 2010 Mendiknas Mohammad Nuh menargetkan sudah bisa menyediakan internet masal di 17.500 sekolah di seluruh Indonesia. Depdiknas menggandeng Depkominfo, Kementrian Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) dan Depdagri.

“Kita sudah punya Jardiknas (Jaringan pendidikan nasional) yang backbone-nya sudah luar biasa. Ibaratnya, jalan tolnya sudah bagus, tinggal tarik Baca entri selengkapnya »





Murid SD di Inggris Mesti Paham Wikipedia dan Blog

29 03 2009

Berdasarkan rancangan kurikulum baru pendidikan tingkat dasar Inggris, anak-anak tingkat sekolah dasar di negeri ini diharuskan mempelajari jejaring sosial maya Twitter dan ensiklopedia online Wikipedia, disamping guru akan menjadi lebih leluasa dalam membuat anak berkonsentrasi di kelas.

Rancangan kurikulum yang bakal menandai perubahan terbesar dalam sistem pendidikan dasar di Inggris dalam satu dekade terakhir ini, menyebutkan ratusan spesifikasi berkaitan dengan pengetahuan alam, kewilayahan dan kesejarahan mesti dikuasai anak sebelum berusia 11 tahun sehingga mereka lebih gampang memahami pelajaran di jenjang berikutnya.

Rancangan kurikulum baru ini tidak hanya meliputi pelajaran yang biasa diajarkan sebelumnya seperti sejarah dan aritmetika, namun juga memasukkan media lebih modern dan keahlian berbasis Internet yang bobotnya sama dengan pendidikan cinta lingkungan.

Rancangan ini diajukan Sir Jim Rose –mantan ketua Ofsted (Office for Standard of Education, semacam Badan Standar Pendidikan Nasional di Indonesia) yang diangkat menteri dengan tugas mengembangkan kurikulum sekolah dasar– dan akan diumumkan bulan depan.

Yang unik dari rancangan kurikulum ini adalah ketentuan yang menyebutkan murid harus memahami blogging, podcast, Wikipedia dan Twitter sebagai sumber informasi dan bentuk komunikasi, selain diharuskan pandai menulis dan mengeja.
Kemudian, anak-anak mesti terbiasa mempelajari peristiwa menurut pemikiran berkronologi dimana anak mesti menyusun periode, peristiwa dan perubahan hasil studi mereka dalam kerangka kronologis, serta memahami perkaitannya.

Tiap murid akan mempelajari dua periode kunci dalam pelajaran Sejarah Inggris –era Victoria dan era Perang Dunia Kedua– namun sekolah berhak memutuskan salah satu dari dua periode itu mana yang pantas dipelajari siswa.Kurikulum ini juga memperhatikan aspek perkembangan fisik, kesehatan dan program kesejahteraan yang menurut Rose akan berguna bagi kesehatan, makanan dan kegiatan jasmani anak-anak, serta hubungan mereka dengan keluar dan teman.

Untuk itu, anak-anak akan diajari mengenai tekanan dari teman, bagaimana mengatasi gangguan teman, dan bagaimana mesti berbagi pendapat.Kurikulum ini mengajarkan enam inti pelajaran, yaitu pemahaman Bahasa Inggris, komunikasi dan bahasa, matematika, sains dan teknologi, kemanusiaan dan lingkungan, kesehatan fisik dan kesejahteraan, dan terakhir seni dan desain.

John Bang, kepala pendidikan pada Persatuan Guru Nasional, menyebut rancangan kurikulum baru ini seperti melompat ke trend terbaru seperti Wikipedia dan Twitter, namun masih mempertahankan pelajaran dalam kurikulum sebelumnya. “Kemampuan menggunakan komputer dan keyboard menjadi sepenting pelajaran menulis. Buku dan teks tertulis harus bisa diunduh demi menjawab sistem pengajaran berbasis Internet,” ujar John.

Sementara Teresa Cremin, Presiden United Kingdom Literacy Association, mengkhawatirkan kurikulum baru ini karena tidak menyebutkan pelajaran drama yang erat kaitannya dengan kemelekan siswa. “Namun keprihatian utama kami adalah tidak ditekankannya membaca untuk mencipta kegembiraan atau senang membaca,” kata Teresa.

Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Asosiasi Guru dan Dosen, justru melihat kurikulum ini menawarkan program studi yang lebih masuk akal, disamping membuat guru lebih leluasa berkreasi di kelas. “Anak-anak perlu dibuat antusias belajar sehingga mereka ingin belajar dan memperoleh keahlian yang akan mereka pelajari di jenang berikutnya,” kata Mary. ant/kpo (By Republika Newsroom, Rabu, 25 Maret 2009 pukul 20:55:00)





ICT-Information and Communications Technology

7 12 2008

Information and Communications Technology -1

Information and Communications Technology – or technologies (ICT) is an umbrella term that includes all technologies for the manipulation and communication of information. The term is sometimes used in preference to Information Technology (IT), particularly in two communities: education and government

Although,in the common usage it is often…………….. Selanjutnya Anda klik

Information and Communications Technology -1

_______________________________________________________________________________

Information and Communications Technology -2

Limitations

Previous information communication technologies have penetrated deep into the society and hence are often very cost effective; teachers in developing countries often use no more than a blackboard and chalk to pass on information about any subject to the students. Printed papers in the form of books, magazines or newspapers have become a part of daily routine of any educated citizen, as are broadcast media such as radio and television. The photocopy machine is widely used by students to access information from……. selanjutnya klik

Information and Communications Technology -2

———————————————————————————————–

Changing digital technology (Multimedia)

As personal computers and their software become more powerful they have the capacity to not only record and edit text, sound, still images, motion pictures and manage interactivity individually, but synthesize all of them onto the same page, screen or viewing, creating new plateaus or forms of composition. Personal computer technology has placed multimedia creation in the hands of any computer user. As multimedia becomes a more prevalent form of communication it is argued that the literacy of ‘reading’ and ‘writing’ using multimedia be taught in schools and other education institutions.

The related study of mass media has long been part of the school program in many school systems either as a separate subject option in secondary schools or more often as a part of general literacy learning. Film Study has also been a school subject in many schools for some time using relatively expensive and complicated equipment to make film or video. The rapid development of multimedia via personal computing means that it is becoming a routine form for a widening group of people not only for just “reading” but for creating the media. The line between mass media and personally authored media is becoming much more blurred if not obliterated. Some non professional authors on the web already have audiences larger than major commercial publications such as major newspapers and TV stations, whether text based blogs or multimedia podcasts. The sudden emergence of short video as a medium for viewing and authoring on sites such as YouTube has illustrated the very rapid rate of change in this area, and the need to learn new forms of literacy Selanjutnya Anda

Changing digital technology (Multimedia)






Akta IV – Kontrak Perkuliahan 2008/2009

28 11 2008

Jurusan/Program Studi : Akta IV

Mata Kuliah : Media Pembelajaran danTeknologi Istruksional

Semester/Kelas : _____________________

Standar Kompetensi : Mengenal konsep Teknologi Instruksional dan

Media Pembelajaran serta mampu merancang, mengembangkan dan

memanfaatkannya  dalam proses balajar-mengajar.

No

Kompetensi Dasar

Jumlah Pertemuan

Tanggal

Alokasi

Jam/Pertemuan

Keterangan

1

Mengenal konsp dan ruang lingku TI & MP

1

17 Nop ‘08

150 menit /1 x

Pengantar

2

Mampu memilih media sesuai dg kriteria

1

24 Nop ‘08

150 menit /1 x

3

Mengetahui jenis media pembelajaran

1

06 Des ‘8

150 menit /1 x

4

Mampu merancang dan memnfaatkan MP

3

13,20,27

450 menit /3 x

Des ‘08

5

Mampu meproduksi MP

6

03 Jan sd.07

900 menit / 6 x

7 Febr 2009

Febr 2009

UAS

Jakarta, ________________

Ketua Kelas,

Dosen Mata Kuliah,


Drs Zamris Habib, M.Si

NIP 130695192

Mengetahui

Ketua Prodi Akta IV,


Drs. Rusydi Zakaria, M.Ed

NIP.

Ket. :





008 – Media Sederhana

28 11 2008

008 – Media Sederhana

008-media-sederhana





006 – Story Board

28 11 2008

006 Story Board

006-strory-board





Akta IV – Satuan Acara Perkuliahan

24 11 2008

Mata Kuliah : Media Pembelajaran dan Teknologi Instruksional

Kode : ………………………………………………

Bobot SKS : 3 SKS

Jurusan : ………………………………………………

Program Studi : Akta IV

Semester : ………………….

Mata Kuliah Prasyarat : Pengembangan Kurikulum

Standar Kompetensi : Mengenal konsep Teknologi Instruksional dan Media Pembelajaran serta mampu merancang, mengembangkan dan

memanfaatkannya dalam proses balajar-mengajar.

Deskripsi Mata Kuliah : Pengertian dan ruang lingkup teknologi Innstruksional dan media pembelajaran, jenis-jenis media dengan segala kekuatan dan kelemahannya, tujuan dan fungsi media, pengertian multi media, e-elarning, media sederhana serta pengembangan dan pemanfaatan media di kelas dan luar kelas.

Pada 4 kali pertemauan terakhir mahasiswa dilatih membuat media dan setiap mahasiswa/kelompok harus membuat media dan mempresentasikan di depan kelas setelah itu diadakan diskusi terhadap media yang mereka buat

No

Perte-muan

Kompetensi Dasar

Materi

Uraian Materi

Indikator

Strategi, Metode, dan Media

Pola Penugasan

Penilai-an

Buku Sumber

1

Mengenal konsp dan ruang lingku TI & MP

Kajian teoritis tentang pengertian, fungsi dan tujuan Teknologi Instruksional dan Media Pembelajaran serta potensi

Konsep TI & MP

Peranan dl pbm

Tujuan TI dan MP

Potensi MP

Menjelaskan TI dan MP

Menjelaskan Tujuan MP

Menjelaskan potensi MP

Presentasi

Diskusi

Inquiring

2

Mampu memilih media sesuai dg kriteri

Kriteria serta prosedur pemilihan Media Pembejaran

Presedur pemilihan MP sesua dg materi pembelajaran

Menjelaskan prosedur pemilihan media

Memilih media sesuai dg materi

-Presentasi dg media

-diskusi

-prakkek

3

Mengetahui jenis media pembelajaran

Jenis Media Audio dan Visual, kekuatan dan kelemahan

Media Audio

Media Video

Media AV Gerak

Multimedia dan Internet

Menjelaskan media audio, video dan AVGerak dg karakteristik masing2

Menjelaskan kekuatan dan kelemahan masing media

4

Mampu merancang dan memnfaatkan MP

Pola dan strategi pemanfaatan (opertation and utilization)

Pemanfaatan invidulal & kel

Dalam di luar kelas

Strategi pemanfaatan

Menjelaskan pola pemanfaatan MP

Menjelaskan strategi MP

5

Merancang (design) media pembelajaran

Membuat tujuan, materi dan strategi pengembangan (development) MP

Mendisain pola dasar pengembangan MP

Presentasi

Diskusi

Praktek

6

Rancangan dan membuat Story Board

Membuat naskah dan story board

Sesua dg bidang study

Membuat story board

7

Mampu meproduksi MP

Membuat (produksi) media Pembelajaran Power Point, OHT dll

Teknik membuat Power point, OHT dll

Membuat power point dan OHT

Praktek

8

Membuat (produksi) media sederhana (Papan dan Kain Flanel)

Teknik membuat media sederhana dg papan dan kain flanel

Media Pembelajran Sederhana

Praktek

9

Praktek dan presentasi (1)

Praktek dan presentasi OHT

Media Pembelajran OHT

Presentasi Produksi MP

10

Praktek dan presentasi (2)

Praktek dan presentasi Powerpoint

Media Pembelajran Powerpoint

Presentasi Produksi MP

11

Praktek dan presentasi (3)

Praktek dan presentasi media sederahana

Media Pembelajran Papan dan kain flannel

Presentasi Produksi MP

12

Praktek dan presentasi (4)

Praktek dan presentasi media sederhana

Media Pembelajran Papan dan kain flanel

Presentasi Produksi MP

BUKU SUMBER

  1. ……………………………………
  2. ……………………………………
  3. ……………………………………
  4. ……………………………………

Mengetahui Jakarta, ……………………………..

Ketua Jurusan/Program Studi, Dosen Pengampu Mata Kuliah

…………………………………………. ..Drs Zamris Habib, M.Si