40 Tahun Internet, 1969 – 2009

27 10 2009

*
Perangkat Internet
AFP/HO
Leonard Kleinrock, ilmuwan komputer, memperlihatkan alat pertama yang menyambungkan komputer ke dalam sebuah jaringan, yang kemudian menjadi cikal bakal internet. Kleinrock bekerja di University of California Los Angeles (UCLA), AS. Foto disediakan Kleinrock, tetapi lokasi tanggal pengambilan tidak disebutkan.

AT&T Pernah Menolak dan Tak Peduli

SAN FRANCISCO – Empat puluh tahun silam, Leonard Kleinrock mengatakan tidak pernah membayangkan ”ledakan” Facebook, Twitter, atau YouTube. Saat itu, ia dan timnya baru ”melahirkan” apa yang kemudian disebut sebagai internet.

”Kami sangat terkejut dengan Baca entri selengkapnya »





Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab

14 07 2009

Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab

Peradaban Barat kerap mengklaim Nicolaus Copernicus (1473 – 1543 M) sebagai tokoh pencetus teori heliosentrisme Tata Surya. Sejarawan astronomi menemukan fakta, ide matematika antara buku Copernicus yang berjudul “De Revolutionibus” memiliki kesamaan dengan sebuah buku yang pernah ditulis seratus tahun sebelumnya oleh ilmuwan Muslim Arab, Ibnu Al-Shatir (1304-1375 M).

Kitab yang menjadi rujukan Copernicus itu bertajuk “Kitab Nihayat Al-Sul Fi Tashih al-Usul”. Itu berarti, Baca entri selengkapnya »





Prinsip Islam dalam Penyebaran Informasi pada Information Society (Masyarakat Informasi)

30 05 2009

Oleh H. Zamris Habib *)
1. Pendahuluan
Kelahiran era baru dalam dunia informasi telah merubah pola komunikasi masyarakat, hal ini disebabkan oleh penemuan baru di bidang teknologi komuniakasi. Tehrenian (1982) mengemukakan dalam beberapa dekade terakhir ini ada tiga kekuatan, yaitu kekuatan teknologis, socio ekonomis, dan politik, yang telah mengubah struktur sistem internasional ketingkat tertentu. Kekuatan atau eksploitasi teknologis bergerak cepat di lapangan komunikasi dimana revolusi dalam bidang satelit komunikasi dan teknik microprocessor mencerminkan dua illustrasi yang Baca entri selengkapnya »





Effects of communication

20 05 2009

Effects of communication technology on local communities

History

The Rural Electrification Administration (REA) was established to devise a long-term solution to the seemingly intractable problem of extending electricity to rural Americans during the New Deal. As electricity becomes more common in rural areas, so does automobiles and telephones. However, because of high cost of electricity, cars and phones were far more common on farms than electricity; thirty-three percent of farms had a car and forty percent had a telephone, but less than ten percent had electric power by the end of the 1920s.

New technologies for communication purposes that are affecting local communities are phones, cell phones, and computers.

Computers have been around for about 60 years. The first computer was invented in the late 1940s.

Community Use

Common examples of communication technologies for communication purposes are telephones, cell phones, and computers.

The telephone brought people closer together in the sense that distance did not inhibit a phone call, but it also had an unanticipated effect, according to some early studies that people spent less time actually in each other’s presence. Starting in the 1890s people began to replace visiting with telephone calls, which were briefer and less personal. It is tempting to use such evidence to decide that human beings are becoming progressively alienated from one another, and that machines have interposed themselves between them. Rather than conclude that networked communication substitutes for personal contact, one can just as easily argue that they amplify and preserve already established relationships. One can conclude the telephone was used to alleviate loss of contact caused by increasing demands on people’s time to those in the community.

Millions of people go online daily. Rather than isolating users in a virtual world, the Internet extends communities in the real world. The Internet is used to connect people in individualized and flexible social networks rather than in fixed and grounded groups. Some dedicate most of their lives to the online community. The Internet supplants activities, like watching television, rather than other forms of social life.

……. (to be continue, click here)





Sains Membuat Pikiran Manusia Kian bisa Dibaca

1 05 2009

Sains Membuat Pikiran Manusia Kian bisa Dibaca

Untuk pertamakalinya dalam sejarah, para ilmuwan mampu menunjukkan bahwa pikiran manusia dapat “dibaca” hanya dengan memperhatikan aktivitas otak. Dengan menggunakan pemindai canggih untuk mengukur peredaran darah, melalui lingkungan realitas maya berbasis komputer, para ilmuwan Inggris mampu menyebutkan dimana para relawan berada. “Yang mengejutkan, hanya dengan melihat data pada otak, kita bisa memperkirakan dengan tepat dimana mereka (responden) berada. Dalam kata lain, kami bisa ‘membaca’ ingatan spasial (berkenaan dengan ruang) mereka,” kata Eleanor Maguire dari Wellcome Trust Center for Neuroimaging, University College London, kepada para wartawan. Penemuan ini membuka kemungkinan bagi pengembangan mesin pembaca ingatan, meskipun Maguire menilai risiko kekacauan pembacaan pikiran masih jauh bisa terjadi. Namun begitu, dia yakin penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cell Biology ini akan membantu pengembangan riset ganguan ingatan seperti pada Alzheimer dengan penyinaran cahaya untuk mengetahui bagaimana daerah otak besar menyimpan memori. Maguire dan koleganya menggunakan satu teknologi yang dikenal sebagai “pencitraan resonansi magnetik fungsional” atau fMRI yang menyoroti daerah otak saat daerah-daerah ini aktif. Dengan memindai otak manusia seperti memainkan game realitas maya dalam komputer, para ilmuwan mampu mengukur aktivitas neuron (sel syaraf) tertentu dalam otak besar (hippocampus), satu daerah otak yang disebut penting sekali bagi navigasi dan memori. Penelitian ini meratakan jalan bagi analisis tentang bagaimana pikiran-pikiran lain, termasuk memori yang lebih lengkap mengenai masa lalu atau visualisasi masa depan, didata dalam sel syaraf. Itu bermakna bahwa penggunaan fMRI untuk pemeriksaan forensik keseluruhan memori dan pikiran, membuka kemungkinan timbulnya masalah etika. Untuk sementara teknologi ini hanya bekerja pada relawan yang berkehendak dan peneliti Demis Hassabis menilai teknologi ini masih membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun sebelum itu mungkin diaplikasikan. “Membutuhkan masa yang lama sebelum teknologi seperti itu menjadi mungkin diterapkan, dimana anda bisa membaca pikiran seseorang dalam satu masa singkat manakala pikiran-pikiran itu tidak kooperatif,” katanya. ant/rtr/kpoBy Republika Newsroom Jumat, 13 Maret 2009 pukul 21:01:00