70 comments on “Otokritik terhadap Guru

  1. Mas agusampurno, Terimakasih atas komentar Anda, tentu saja masih banyak guru2 yang mendidik dan mengajar dengan hati kendatipun dengan kesejahteraan yang terbatas, salam kenal kembali :
    zamris@yahoo.com

  2. Hi, teacher..
    Mau berubah??
    mulai yang sederhana ya???
    >>>>Gunakan penilaian sebagai alat ukur yang baik
    Jaga alat ukur itu agar tetap baik, jangan dimanipulasi, perang habis terhadap kegiatan contek mencontek, tidak perlu malu apabila ada siswa yang tidak lulus sekolah, tetapi harus malu akau ada siswa kita yang mencontek…

    Waha Guru Indonesia…
    DUKUNG SAYA UNTUK KAMPANYE ANTI MENCONTEK, MAU???

  3. Hal tersebut seperti : meng-copy sertifikat (sertifikat palsu),meng-copy training yang pernah orang lain ikuti,serta menjiplak skripsi/skripsi dibuatkan oleh orang lain merupakan tindakan yang memang kurang tepat.Apalagi dilakukan oleh seorang guru (pendidik).Seorang guru yang akan menjadi suri tauladan bagi orang lain/peserta didik.
    Mengenai kesejahteraan guru,kesejahteraannya memang mulai meningkat.Tetapi kesejahteraan tersebut hanya untuk pegawai negeri saja,sedangkan masih ada banyak guru (pendidik) yang bermoral baik dan berkompetensi sebagai seorang pendidik,tetapi kesejahteraannya kurang dipenuhi hanya karena bukan pegawai negeri.Dan ini salah satu hal yang harus kita perhatikan.

  4. Pada intinya manajemen pendidikan itu kembali pada guru masing-masing.Dimana guru dipandang seperti halnya pemalsuan sertifikat,dll.Menurut hemat saya,hal seperti itu sangat dinilai tidak baik karena akan merusak generasi bangsa berikutnya.Tetapi kembali pada kesejahteraan guru,dari generasi kegenerasi kesejahteraan guru dinilai sangat memprihatinkan sehingga timbul hal-hal yang dapat merusak pertahanan moral seorang guru.Karena banyak dari kalangan guru tidak berdasarkan niat yang ikhlas artinya,tidak sepenuh hati menjadi guru.Padahal yang menjadi urgen adalah pendidikan.

  5. Mengenai tanggapan sertifikasi palsu dan skripsi pada saat ini sangat merugikan semua kalangan baik dari kalangan pembimbing, dosen, staf pengajar karena merasa dirugikan dan dibohongi. Sedangkan pengabdian kepada masyarakat yang hasil kerjanya dimanipulasi karena hasil kerja orang lain yang bukan hasil kerja sendiri. Contohnya yang langsung merasa dirugikan dari hasil itu semua yakni dari masyarakat/peserta didik yang merasakan langsung didikannya. Hasil dari lulusan orang yang seperti itu pun diragukan keabsahannya karena hanya sekedar mengejar status formalitas belaka. Berbeda dengan orang yang hasil jerih payahnya sendiri yang dapat diuji mutu pendidikannya. Hal seperti itu pun dapat meresahkan hal dimana jika hal ini dibiarkan saja, dunia pendidikan ini akan hancur dan akan dibawa kemana dunia pendidikan ini? ? yang seharusnya mencetak generasi-generasi yang bermutu tinggi, berintelektual tinggi, dan mempunyai dedikasi dan moral yang baik. Sedangkan yang dijadikan anutannya tidak layak dijadikan sebagai anutan yang seperti itu yang seharusnya berkompeten tetapi monoten.
    Dan saat ini yang harus lebih ditingkatkan lagi dalam dunia pendidikan adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas, berintelektual tinggi, memiliki dedikasi dan moral yang baik pendidik dan peserta didik.

  6. Assalamu’alaikum,

    Mengenai tulisan bapak, saya juga merasa sangat sedih dengan keadaan para guru kita di Indonesia saat ini. mereka yang dengan sengaja dan sadar memanipulasi sertifikat dan skripsi mereka (para guru yang mengambil strata satu). Padahal belum tentu mereka yang menginginkan hal-hal tersebut (PNS & Sertifikasi) sudah betul-betul menunaikan kewajiban mereka sebagai guru, yaitu mendidik dengan baik, untuk apa sertifikasi guru, kenaikan pangkat atau golongan dan sebagainya, jika anak didik mereka sama sekali tidak ada di dalam benak dan sanubari mereka.
    Wahai bapak dan ibu guru tercinta yang bekerja dengan ketulusan hati dan kesabaran menghadapi keterbatasan, tetaplah bersabar dan berjuang dalam meningkatkan mutu anak didik hingga akhir, karena sesungguhnya apa yang bapak dan ibu guru lakukan di dunia ini niscaya akan dibalas dengan kebaikan dan pahala dari dzat yang Maha memberi di akhirat nanti. (amin)

    Wassalam…..

  7. Mengenai penanggapan permasalahan tentang guru. seorang guru harus menjadi seorang guru yang profesional sesuai dengan bidang kemampuan tersebut dan guru juga harus tanggung jawab terhadap peserta didiknya, guru yang tidak memiliki penjiwaan atau tidak berdasarkan hati akan membodohi peserta didiknya. jadi guru harus bisa menempatkan pada tempatnya dan bisa bersikap arf, bijaksana, tanggung jawab terhadap peserta didiknya.

  8. assalamu’alikum…

    kalau kita bicara mengenai perkembangan pendidikan maka tidak lepas dari peran serta guru sebagai seorang pendidik. tinggi atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat, maju atau mundurnya tingkat kebudayaan masyarakat atau negara sebagaian besar bergantung pada pendidikan atau pengajaran yang diberika oleh guru. makin tinggi pendidikan guru makin baik pula mutu pendidikan dan pengajaran yang diterima oleh anak murid. bila hal tersebut diatas dikaitkan dengan persoalan kontemporer tentang pendidikan maka, sangat bertentangan sekali. dimana tugas dan tanggung jawab seorang guru tidak dijalankan dengan baik karena tidak memiliki kompetensi yang baik. persoalan tersebut diatas sering terjadi karena kurangnya ketegasan dan pengawasan serta perhatian pemerintah dalam hal perekrutan tenaga guru, kesejahteraan guru dan sistem mutasi guru.

  9. Assalamualaikum….
    Guru sebagai pemeran utama atau faktor penentu tinggi rendahnya pendidikan sudah seharusnya bangkit kembali dan membenahi atau memperbaiki niat awal, yaitu mendidik dengan hati dan bukan mengajar dengan setengah hati dan kurang tanggung jawab.Untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional, pedagogik, kepribadian, sosial dan faktor kesejahteraan yang harus dimiliki oleh guru. dengan adanya peningkatan mutu tersebut tentu harus dibarengi dengan penghargaan yang proporsional yaitu dengan adanya perhatian lebih pada faktor kesejahteraan guru, dan Alhamdulillah pemerintah telah mengadakan upaya tersebut dalam bentuk sertifikasi yang kemudian akan memperoleh tunjangan kesejahteraan. Otokritik ini bisa jadikan bahan renungan dan evaluasi khususnya bagi guru maupun calon guru. Guru harus mempunyai persyaratan khusus yang tidak mudah begitu saja sehingga guru menjadi pilihan pertama putra-putri terbaik bangsa yang terjamin kualitasnya. Dan bagi pemerintah untuk lebih memperketat pengawasan agar tidak terjadi lagi manipulasi yang berkelanjutan (penjiplakan sertifikat, jual beli ijazah dsb).
    “Mudah-mudahan profesi guru juga menjadi yang pertama bagi putra-putri bangsa Indonesia supaya kualitas pendidikan kita tidak hanya jago di kandang sendiri, tetapi go internasional. Aamiiin…

    Wassalam…

  10. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Dalam masalah guru sekarang banyak menipulasi sertifikat, menjiplak ijasah saya juga sangat sedih mendengarnya, dengan itu saya sangat setuju dengan kritikan ini karna mungkin guru dipandang rendah karna guru hanya sebagai pekerjaan pelarian sehingga banyak dikatakan guru nyasar, guru bayaran tanpa memperhatikan dampak negatifnya bagi peserta didik, tanpa memperhatikan persyaratan guru yang dimana harus mempuyai 4 kompetensi yaitu paedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.Dan mungkin dalam hal kesejahteraan guru pun harus diperhatikan oleh pemerintah karna guru itu sebagai pendidik bukan pengajar, dalam mendidik guru sangat dituntut sebagai contoh yang baik bagi siswanya. dengan itu tidak mudah bagi guru jadi untuk kesejahteraan guru harus seimbang dengan apa yang dilakukannya, karna dengan gaji guru yang kecil sangat mempengaruhi kinerja guru tersebut.
    Saya sangat berharap Insya Allah guru yang akan datang tidak seperti itu Amiiiin. karna guru dipandang sebagai orang yang a’lim bukan a’bid, yang bermanfaat bagi orang banyak bukan bagi dirinnya saja.
    Wassalam Wr.Wb

  11. Ass. menurut pendapat saya mengenai manipulasi sertifikasi merupakan perbuatan yang tidak bertanggung jawab, karena pendidikan hakikatnya membentuk anak menjadi orang yang berpengetahuan, berkepribadian yang baik dan memiliki keterampilan, tetapi jika pendidiknya adalah orang yang tidak bertanggung jawab maka akan melahirkan orang2 yang tidak bertanggung jawab pula.

  12. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses pembentukan anak menjadi seorang yang berpengetahuan, berakhlak dan berketerampilan, serta mampu bersosialisasi dengan masyarakat. Dan guru yang profesional adalah guru yang memiliki tanggung jawab dan etos kerja yang tinggi, sebagai wujud pengabdiannya kepada Tuhan YME, bangsa dan negara, yang berlandaskan kepada ilmu pengetahuan (nash-nash al-Qur’an dan al-Hadits), di tangannyalah maju mundurnya bangsa ini. Dan jika lembaga-lembaga pendidikan dipenuhi oleh seorang guru yang memulai langkahnya dengan langkah yang tak bermoral maka lembaga pendidikan tersebut akan melahirkan generasi penerus yang tak bermoral pula, maka bangsa dan negara ini pun akan mengalami kemerosotan yang sangat tajam. Seperti yang tersebut dalam kitab Hikam karya Ibnu Ath-Thaillah bahwa langkah awal menentukan langkah selanjutnya (terakhir).

  13. Ass.
    Dengan segala hormat kepada guru-guru yang telah berjasa kepada ku hingga aku bisa menjadi seorang yang akan lebih baik lagi..
    Guru adalah panutan seorang murid maka, kita sebagai calon guru hendaknya memberikan contoh yang baik kepada anak didik kita sehingga dapat membuat mereka menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa..
    Tapi,apa yang kita lihat sekarang banyak guru-guru yang yang tidak memiliki profesionalitas kerja yang baik mengajar disekolah-sekolah.
    Guru-guru yang tidak memiliki skill, tapi mengajarkan pelajaran yang bukan bidangnya sehingga membuat anak didik menjadi semakin terbodohkan.
    guru yang memiliki mutu pendidikan yang baik akan melahirkan anak didik yang baik pula karena pendidikan adalah proses pembentukan seorang anak didik dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu,awalnya tidak mengerti menjadi mengerti
    Jadi, guru adalah orang yang sangat berpengaruh terhadap suatu keberhasilan seseorang anak didik hendaknya memiliki mutu pendidikan yang baik sehingga mereka dapat menciptakan penerus bangsa yang berguna bagi nusa dan bangsa…

    Wasalam.wr.wb

  14. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Selamat pagi Pak Dosen!!!

    Emmh…Jadi seorang pengajar atau istilah formalnya menjadi seorang guru ternyata tidak sesimpel dan segampang yang kita fikirkan…yaaa,

    Diukur dari peran idealis seorang guru yang selain sebagai pengajar, juga harus bisa menjadi seorang manajer dalam ruang lingkup kelas, seorang konselor yaitu pembimbing dalam menumbuhkan kepekaan terhadap suatu masalah yang muncul pada siswa, sebagai penilai dalam memberikan hasil dari usaha siswa ,serta sebagai anggota profesi guru.

    Menjadi guru tidak hanya menggugurkan kewajiban profesi formal dalam menyampaikan materi kepada siswa di depan kelas, tetapi lebih dari itu dituntut untuk menjadi seorang yang bisa memberikan inspirasi kepada siswa didiknya, misalnya dengan aplikasi pekerjaan rumah (PR) yang tidak sebatas dalam bentuk soal isian yang harus dikerjakan siswa di rumah, tetapi lebih luas PR dalam cakupan psikologis,yaitu bagaimana aplikasi pengetahuan terhadap kehidupan real mereka yang selanjutnya dapat kita diskusikan kembali di dalam kelas.

    di tulisan “otokritik terhadap guru” yang bapak publish di blog, dikemukakan bahwa guru merupakan benteng pertahanan terakhir moral dan etika bangsa. ketika moral dan harga diri bangsa merosot maka gurulah yang diharapkan menjadi senjata ampuh untuk menangkal kemerosotan yang lebih jauh dari itu. saya rasa pendapat itu memang tidak salah, tetapi lebih daripada itu harus juga menjadi perhatian kita adalah bagaimana kebijakan pemerintah dalam mendorong dan menciptakan kebijakan maupun atmosfir yang dapat merangsang dan melahirkan guru-guru yang profesional (mumpuni ilmunya, anggun moralnya). Hal yang paling mendasar berkaitan dengan masalah ini adalah issu kesejahteraan bagi para guru, agar mereka dapat benar-benar fokus pada peran dan fungsinya sebagai tenaga pendidik.

    akhir-akhir ini pemerintah baik pusat maupun daerah mencanangkan kebijakan APBN/APBD 20% untuk pendidikan, hal ini memberikan secercah cahaya terang bagi masa depan pendidikan kita begitupun masalah kesejahteraan guru…. apakah prakteknya dilapangan sesuai dengan yang kita bayangkan…tunggu dulu hal ini harus kita telaah lebih jauh…
    apakah pelaksanaannya telah merata diseluruh daerah!!!!
    apakah langkah-langkah yang diterapkan pemerintah efektif bagi peningkatan profesionalisme guru???
    bagaimana trend sertifikasi yang membuat guru kocar-kacir mengumpul-ngumpulkan poin!!
    memang banyak sekali hal yang menjadi permasalahan bagi perkembangan guru kedepan, ini menjadi tugas kita semua calon para pendidik, sudah selayaknya kita sadar bahwa tantangan ke depan dunia pendidikan kita akan semaking keras… untuk kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua.. kita tingkatkan kompetensi kita (profesional, sosial, kepribadian dan paedagogik)…
    mulai dari diri sendiri-lah perubahan itu dimulai
    dan mulai dari para pendidik-lah perubahan dunia pendidikan itu dilaksanakan!!!
    terima kasih…
    Wasaalamualaikum Wr. Wb

  15. Assalam…

    menurut pendepat saya guru adalah panutan yang harus memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya sehingga namanya tidak jelek dimata masyarakat yang bisa kita rasakan saat ini dimana guru2 menjadi bahan pembicaraan masyarakat banyak karena ulahnya yang kurang terhormat dan tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang guru yang diidamkan oleh masyarakat banyak.

  16. Guru yang baik seharusnya bisa menjadi panutan bagi anak didiknya, tetapi dengan melihat kondisi yang terjadi sekarang kita memang prihatin dengan menjadikan lembaga pendidikan sebagai ladang untuk memperoleh keuntungan secara materi. Kita sebagai pelaku pendidik harus bisa merubah fenomena yang menyebabkan citra guru menjadi buruk dengan melakukan segala sesuatu yang baik mulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil, dan mulai saat ini.

  17. Fenomena yang Bapak paparkan di tulisan “Otokritik terhadap Guru” telah memberi gambaran secara sekilas kepada kita, tentang kondisi dunia pendidikan saat ini di tanah air, dimana kualitas pendidikan di negera kita memang masih jauh dari yang kita harapkan. Perlu sebuah upaya kerja keras tanpa henti dengan melibatkan seluruh stakeholders, agar dunia pendidikan kita benar-benar bangkit dari keterpurukan untuk mengejar ketertinggalannya sehingga mampu berkompetisi secara terhormat dalam era globalisasi yang semakin menguat. Oleh sebab itu reformasi pendidikan, dimana salah satunya issu utamanya adalah peningkatan profesionalisme guru merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam mencapai pendidikan yang lebih berkualitas

    Saat ini setidak-tidaknya ada empat hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi guru di Indonesia, yaitu : pertama, masalah kualitas/mutu guru, kedua, jumlah guru yang dirasakan masih kurang, ketiga, masalah distribusi guru dan masalah kesejahteraan guru

    Tingkatkan kualitasnya……
    Perbanyak kuantitasnya…..
    Distribusikan secara merata….
    Perhatikan kesejahteraannya….

    satu kata untuk kita semua…..
    Mari….Perjuangkan Pendidikan Kita!!!

  18. assalamualaikum……….
    bapakdosen yang terhormat menurut pendapat saya seorang guru harus mampu memberikan contoh yang teladan bagi siswanya sehingga ITIKAD seorang guru dapat terjaga dengan baik di mata peserta didiknya. dan menjadi suritauladan yang dapat dibanaggakan oleh peserta didiknya. lalu menurut saya seorang pendidk harusmampu memiliki jiwa seorang pendidik yang propesional…

  19. Guru merupakan tugas mulia, seperti yang dikatakan sebelumnya menjadi guru harus diniatkan dalam hati sebagai ladang amal dan ladang ibadah. Guru merupakan seorang pendidik yang bukan hanya mentransfer ilmu namun juga membentuk peserta didik menjadi peribadi yang mulia. namun jika melihat kasusu diatas maka sangat menyedihkan jika seorang pendidik melakukan hal yang memelukan tersebut, memalsukan sertifikat dan memalsikan skripsi bagi seorang guru merupakan hal yang sangat tidak bertanggung jawab. tidak dipngkiri alasan guru melakukan hal tersebut adalah tututan ekonomi(kesejahteraan ) namun jika kita kembali keniat awal seharusnya tidak ada hal tersebut, karna jika kita meniatkan untuk bribadah maka biarlah itu sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. otokritik ini sebagai bahan renungan untuk guru dan calon guru dimana guru memikili amanah besar maka sudah seharusnya pribadi-pribadi didalamnya kembali meluruskan niat dan tetap memperbai kwalitas diri untuk dunia pendidikan. wallahua’lam

  20. Assalamualaikum wr,wb
    Salam super saya sampaikan pada bapak yang terhormat,
    setelah kami menganalisa tulisan bapak, sebagian mungkin seperti itu tetapi sebagian lagi tidak. Nah, bagi kami guru yang mempunyai mental yang menurut kami rendah, yang hanya mementingkan diri sendiri dengan membuat sertifikasi hanya untuk mendapatkan materi semata, sebaiknya guru-guru yang membuat sertifikasi palsu itu harus cepat ditindak lanjuti, misalnya diberikan sanksi oleh yang berwajib.
    mungkin mereka bertindak seperti itu bisa timbul karena di iming-imingi dengan gaji yang memuaskan. karena dilihat dari jaman yang susah ini manusia banyak yang berbuat salah demi kelangsungan hidup, salah satunya dengan memalsukan sertifikasi tersebut untuk mendapatkan materi semata tanpa memikirkan anak bangsa, inilah kriminalitas yang dilakukan orang-orang yang katanya “pahlawan tanpa tanda jasa”.
    kronis memang kenyatan hidup ini, banyak orang-orang yang tak bertanggung jawab, dengan adanya kasus ini mari kita berantas semua sertifikasi palsu yang ada di indonesia.
    Bangkit dan tunjukkan pada Dunia bahwa kita bisa menghilangkan imej guru yang sudah melekat buruk dikalangan pendidikan di Indonesia tercinta, makasih. WASSALAM

  21. guru seharusnya adalah seseorang yang di gugu dan ditiru oleh anak didiknya dan juga lingkungan dimana ia tinggal, tapi kenyataan sekarang banyak guru yang sudah tidak memperdulikan istilah tersebut, mereka lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terlebih lagi di zaman sekarang yang semuanya serba mahal. Selain itu banyak orang yang menjadi guru bukan karena panggilan jiwa tetapi karena hanya ingin mengisi kekosongan waktu.Dan juga banyak guru yang tidak sesuai latar belakang pendidikannya untuk menjadi guru.Terlebih lagi untuk saat sekarang menjadi guru suatu pekerjaan yang cukup menjanjikan khususnya untuk guru negeri (PNS),sehingga tidak memikirkan lagi bagaimana membentuk anak didik menjadi manusia yang seutuhnya.Mereka hanya mengajar tapi tidak mendidik sebagaiman semestinya seorang guru.

  22. Menurut para ahli pendidikan ada empat faktor pendidikan yang mempengaruhi pendidikan salah satu diantaranya yaitu faktor pendidik. Fungsi seorang pendidik ialah mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik agar dapat mencapai keberhasilan dalam pembelajaran (KBM). Tugas guru yaitu sebagai pengajar dan pendidik bagi siswanya. Guru ialah panutan bagi siswanya sebagai sosok yang patut dicontoh. Jika guru itu tidak mencerminkan tindakan yang patut dicontoh bagaimana dengan siswanya??? Untuk itu guru harus menunjukan perilaku yang tidak melanggar etika dan moral bila ingin kewibawaan guru dapat selalu terjaga.

  23. Assalamualaikum wr,wb
    ketika saya membaca dan telisik lagi saya sependapat dengan bapak bahwa banyak sekali sertifikat ataupun ijazah palsu…Guru adalah peran yang sangat mulia dan sangat dihargai oleh semua lingkup, ketika kita semua berkaca pada pengalaman yang sudah terjadi saat ini adalah sangat memprihatinkan tidak terpuji sekali dengan banyaknya sertifikasi palsu..Hal seperti itu pun dapat meresahkan dan memaluka dimana jika hal ini dibiarkan seperti ini, dunia pendidikan akan hancur dimasa yang akan datang untuk anak atau cucu kita. akan dibawa kemana dunia pendidikan ini??? …yang seharusnya mencetak generasi-generasi yang bermutu tinggi, berintelektual tinggi, dan mempunyai dedikasi dan moral berakhlak yang baik…terima kasih atas teguran yang sangat membangun ini

  24. Ass.Wr.Wb.
    Mengomentari tulisan di atas, memang benar guru pada saat ini kebanyakan mengajar tidak menggunakan hati, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dikatakan pada tulisan bapak di atas.Untuk itu sebaiknya guru berintrospeksi diri yaitu merubah cara mengajarnya dengan disertai niat yang tulus di dalam hati. Karena mengajar dan mendidik dengan hati berarti guru memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya. Proses memberikan contoh melalui sikap dan tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari sekedar mengajar di depan kelas. Semua itu kembali pada diri kita sebagai seorang guru bagaiman kita mampu mengefektifkan dan mengarahkan hati kita menjadi bersih dan suci. Karena dari hati bersih dan sucilah terpancar prilaku suci dan bersih pula. Apabila ini bisa diterpakn di dalam pendidikan yang mengacu pada kompeten atau tidak kompeten, melainkan jug sebagai tanggung jawab moral yang dipertanggungjawabkan di hadpan Allah.Bukankah ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang selalu mandoakan orang tuanya adalah pahala yang terus mengalir meskipun kita sudah mati. Dengan demikian, mudah-mudahan apa yang dicita-citakan dari pendidikan bisa terwujud. Amin Yaa Robbal’lalamin……!

  25. Mengomentari tulisan bapak, saya juga turut prihatin dengan kenyataan seperti ini, mungkin mereka merasa “terpaksa” harus berbuat demikian karena seperti yang telah kita ketahui bersama, tugas seorang guru itu tidak sedikit, mulai dari rencana sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang (menurut saya) tidak sebanding dengan gaji/honor yang didapat (terutama pada sekolah swasta). Tapi alhamdulillah, pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan guru seperti Sertifikasi Guru, Tunjangan Fungsional, Honor Daerah dsb. Mudah-mudahan hal ini dapat menambah support mereka untuk mendidik. Untuk masalah copy2 sertifikat palsu, menjiplak skripsi atau dibuatkan oleh orang lain, mungkin mereka tidak mau repot (kurang memaknai pribahasa “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”) sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasilnya. Mungkin hal yang perlu ditekankan disini adalah masalah IMTAQ, agar prilaku para guru mencerminkan bahwa mereka patut “digugu dan ditiru”. Dan ucapan terima kasih kepada para mahasiswa yang berminat menjadi guru. Kita sama-sama berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan bukan masalah “kesejahteraan guru yang mulai meningkat” yang dijadikan acuan untuk menjadi guru, tetapi mulailah dengan hati ikhlas untuk transfer of knowledge.

  26. Menanggapi artikel di atas, saya turut prihatin dengan oknum yang merusak nama baik guru-guru. Padahal guru adalah profesi yang patut dihargai, lewat upaya para guru sebagai pendidik…banyak generasi yang berhasil menjadi kebanggaan orang tua, agama, dan negara. Namun karena oknum yang tidak bertanggung jawab, kini banyak guru tidak lagi dihargai sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Seharusnya rakyat, Pemerintah dan jajarannya bekerja sama secara solid dalam memberantas guru-guru, calon-calon guru, dan pihak-pihak yang membantu adanya sertifikat, ijazah palsu, serta pembuatan skripsi jiplakan yang mudah didapatkan calon-calon guru serta guru-guru yang ingin mendapatkan keberhasilan secara instant. Menurut saya, senjata yang paling ampuh melawan hal tersebut adalah “IMAN”. Rakyat, Pemerintah dan jajarannya harus mempunyai keyakinan bahwa Allah selalu melihat segala perbuatan kita dan yakin Allah akan memberikan keberhasilan pada setiap usaha kita. Hal tersebut dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari sekarang, dan dimulai hal yang terkecil…semuanya harus dengan yang “HALAL”.

  27. Ini sebuah kenyataan wajah suram kelakuan sebagian guru-guru kita yang cukup memalukan.Pengaruh budaya’instan’,jalan pintas terkesan “menghalalkan segala cara”.Mari kita sebagai pendidik merenungi,apakah ini adalah hal yang lumrah atau sesuatu yang kita anggap perlu dimaklumi?
    Bagaimana dengan kita?
    Terkatagori apa kita?
    Pasti semua sepakat bahwa kita sebagai pendidik senantiasa memegang teguh wasiat dari Ki Hajar Dewantara untuk senantiasa ke anak didik kita bersemboyan :
    Ing ngarso sung tulodo
    Ing madyo mbangun karso
    Tut wuri handayani
    Berikanlah contoh yang baik kepada anak didik kita,dimulai dari kita sebagai pendidik yang memiliki moral,nilai dan wibawa sebagai pendidik,tidak dengan ‘menghalalkan segala cara’ untuk sebuah tujuan.

  28. Assalamu’alaikum..

    Menanggapi artikel bapak di atas..inilah realita yang terjadi pada saat ini terhadap guru. Banyak diantara mereka yang tanpa didasari oleh hati nurani untuk mengambil profesi guru..sehingga makin banyaknya GURU BAYAR {guru yang selalu”perhitungan”dalam hal waktu,tenaga,dan pikiran} dan GURU NYASAR {mereka yang jadi guru sebagai pelarian}. Bahkan bisa dihitung GURU BENAR {guru yang niatnya benar,bekerja dengan benar dan menghasilkan sesuatu yang benar} yang ada di Indonesia.. Subhanallah..sungguh sangat memperihatinkan jika ini terus terjadi dan dibiarkan..bagaimana bisa maju pendidikan kita nantinya,dan bisa kita bayangkan bagaimana pula nasib para murid jika gurunya seperti itu..tak ada lg “pahlawan tanpa tanda jasa”. Dan tak ada lagi sosok “Ibu Mus” seperti di novel/film Laskar Pelangi..jika dari mereka hanya memikirkan dirinya sendiri..

  29. ASs.Wr.wb.Menurut Saya???
    Atas pERhatiaan INi benar-benar Memalukan dan Tidak Punya Rasa harga Diri,Sebagaimana Juga Guru Tidak memiliki Hati nurani Begitu saja Hanya dibiarkan saja.Tapi Yang Jelas,sebaiknya guru berintrospeksi diri yaitu mengubah cara mengajarnya dengan disertai niat Tanpa keikhlasan.Sebab, Seorang Guru Adalah Sebagai Peranan Pengajar,Pendidk,Dan Sebagai Pembimbing.Oleh Karena Itu perlu adanya Proses memberikan contoh melalui sikap dan tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari sekedar mengajar dI Sekolah Dasar. Dan Demikianlah Saya sangat Mengucapan terima kasih kepada para mahasiswa yang berminat menjadi guru. Kita Harus memiliki kemampuan yang kuat dan berjuang dalam Hidup ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan masalah ini dapat segera diperbaikan dan Berkembanglah kesejahteraan guru yang mulai meningka yang dijadikan acuan untuk menjadi guru, tetapi didasarkan Oleh hati Nurani danikhlas. Wassalam.

  30. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Memang benar sekali kenyataan di era sekarang ini banyak sekali guru2 yang ada di Indonesia menyalah gunakan adanya sertifikasi guru. Memang bukan sekarang saja adanya pemalsuan sertifikat2, sejak dulu sudah banyak orang yang memalsukan sertifikat2 bahkan ijasah pun ada saja yang memalsukannya. Banyak faktor yang mempengaruhi mereka berbuat seperti itu, faktor yang paling terlihat adalah KESEJAHTERAAN EKONOMI dimana dengan adanya kesejahteraan ekonomi yang cukup seorang guru/siapapun akan hidup tenang. Mungkin dengan adanya sertifikasi ini mereka pikir adalah suatu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan agar kebutuhan ekonomi mereka meningkat, walaupun yang mereka lakukan adalah salah. Dihati kecil saya sangat sedih melihat para guru memberikan contoh yang tidak baik kepada orang2. Sebenarnya pemerintah mengadakaan sertifikasi guru itu, adalah untuk melihat seberapa prosesionalkah seorang guru yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi, mendidik, mengajar di sekolah. Maka pemerintah menghargainya dengan diadakannya sertifikasi guru tersebut. Saya berharap kepada guru2 yang ada di Indonesia akan segera berubah sikap, mudah2an ditahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi pemalsuan2 sertifikat. Amin
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  31. Ass.wr.wb
    Pak zamris yang terhormat, hati saya terkoyak membaca tulisan bapak.
    Sebagai seorang guru, saya merasa tulisan bapak sebagai cambuk pembakar semangat saya untuk membuktikan bahwa tidak semua guru seperti yang bapak lihat. saya yakin di bumi tercinta ini masih banyak guru-guru yang baik yang mendedikasikan diri dan pikirannya pada dunia pedidikan dengan sepenuh hati.
    Peningkatan kesejahteraan guru memang terus ditingkatkan oleh pemerintah, tetapi setiap daerah masih banyak ketimpangan dan tidak merata. Di DKI saja, kesejahteraan gurunya yang sudah sangat baik masih terjadi ketimpangan antara yang PNS dengan hononer. Kerja kita sama beratnya dengan guru PNS, motivikasi kita sangat tinggi, kinerja dan kompetensi kita tidak kalah baik dengan guru-guru senior, tetapi kita sering diremehkan dan kesejahteraan kita kurang dipikirkan mereka. Guru-guru senior sangat sportif, banyak guru-guru senior yang memang tidak sportif seperti yang bapak bilang. Mereka berangkapan tidak perlu repot-repot dengan segala aturan, mereka lebihsuka JALAN TOL untuk menempuh tujuan. MALAS MENAMBAH WAWASAN, beli sertifikat, skripsi dibuatkan dll. Tapi saya yakin pa… guru-guru generasi sekarang tidak seperti yang bapak bilang. Kami punya semangat tinggi, kami tahu etika dan moral, kami dididik secara profesional oleh lembaga beragama, kami termotivikasi oleh bapak untuk sportif, kami yakin dengan kemampuan diri kami sendiri, tanpa bantuan orang lainpun kami PASTI BISAAA. Kita harus tanggapi penghargaan pemerintah dengan positif dan bersyukur dengan cara-cara yang baik sesuai etika dan moralitas tinggi. Mudah-mudahan kami menjadi GENERASI yang baik seperti harapan keluarga, masyarakat dan bangsa. Amiin.

  32. Guru yang mengcopy sertifikat temannya dan merubah menjadi namanya, agar memenuhi standar kelulusan sertifikasi , mudah-mudahan saya tidak seperti itu.Kalau bapak zamris bilang kesejahteraan guru sudah meningkat itu hanya untuk guru PNS. Mulailah mengajar dengan hati karna guru suri tauladan bagi muridnyajuga dilingkungan tempat tinggalnya. Mudah-mudahan tulisan bapak menjadi inspirasi bagi guru yang ingin ikut sertifikasi, lakukanlah dengan jujur, karna anda adalah panutan buat bagi anak-anak pemilik masa depan.

  33. Assalamualaikum Wr Wb
    mengomentari artikel bapak di atas , saya juga ikut prihatin. Karena tidak dapat dipungkirin lagi, memang masih banyak pada zaman sekarang ini guru-guru yang seperti itu. Untuk mencapai sesuatu bisa menghalalkan segala cara. Selain itu juga sekarang ini banyak guru2 nyasar, karena mereka mengajar hanya kesasar bukan karena panggilan jiwa. Hal itu terjadi karena mereka mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan lainnya. Selain itu juga, saya turut senang karena pemerintah sekarang sudah memperhatikan mutu pendidikan di Indonesia ini, melalui meningkatkan kesejahteraan guru dan meingkatkan mutu pendidikan. Thanks.

  34. Pada zaman sekarang ini sudah banyak sekali guru,dan kesejahteraan gurupun sudah dperhatikan oleh pemerintah, dan sekolah-sekolahpun sudah gratis,tidak sepeserpun sekolah memintai uang oleh siswa,dan kita menjadi guru harus dengan ikhlas tanpa paksaan,walaupun kesejahteraan sangat minim kita tetap bersyukur kepada Allah,dan kita tidak boleh menyesalinya,dan pemerintahpun sudah menganjurkan seorang guru berizasahkan S I, agar guru Indonesia menjadi guru yang pintar dalam mengajar siswanya.

  35. Assalamualaikum wr.wb.
    Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
    profesi sebagai guru merupakan tugas yang mulia. memang dari kenyataan yang ada guru kurang mencermikan bahwa dirinya sebagai seorang guru. mungkin karena banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya banyak tuntutan ekonomi serta banyak pengaruh-pengaruh dari luar sehingga dengan terpaksa guru bersikap seperti itu, atau kurang mensyukurinya atas nikmat Allah. sehingga para guru yang bersikap seperti itu bisa dikatakan menzolimi diri sendiri dan anak didiknya, tetapi tidak semua guru digolongkan seperti itu. guru yang propesional adalah guru yang memenuhi tugas serta tanggung jawabnya sesuai dengan tuntunan agama islam.
    Wassalamualaikum wr.wb

  36. Mengomentari artikel bapak di atas saya merasa sangat sedih sekaligus prihatin kenapa bisa seburuk itu citra guru kita sekarang ini. karena mereka mengajar tidak dengan hati.terkadang untuk memperoleh sesuatu pun mereka menghalalkan segala cara seperti dengan memalsukan setifikat,mungkin karena guru sekarang banyaknya guru yang nyasar yang tadinya dia bukan lulusan dari pendidikan akhirnya mengajar karana terpaksa tidak diterima di tempat yang lain.dan selain itu mungkin karena banyaknya tuntutan ekonomi sehingga mereka bersikap seperti itu.semoga dengan adanya sertifikasi guru atau kesejahteraan guru mulai diperhatikan,guru-guru yang tadinya hanya sekedar mengajar tergerak hatinya untuk menjadi seorang guru yang merupakan panutan serta menjadi pendidik yang profesional sehingga nanti lahirlah anak-anak bangsa yang cerdas serta memiliki akhlaq yang mulia.

  37. Menanggapi tentang tulisan bapak diatas. Menurut saya realita tentang guru yang ada pada saat ini itu berawal dari kurang perdulinya pemerintah terhadap guru di Indonesia yang dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pekerjaan buangan. Jika pemerintah ingin menaikan kadar kualitas pendidikan yang ada di Indonesia, harusnya pemerintah mempunyai syarat kualifikasi untuk menjadi seorang guru agar dapat menghasilkan guru-guru yang handal dan tidak dianggap sebeleh mata dan sebagai kerjaan buangan, tetapi dengan jaminan pemerintah akan lebih mensejahterakan guru baik dalam berbagai hal. Pemerintah juga hendaknya tidak menganak emaskan atau menganak tirikan antara guru negeri dan guru swasta, agar tidak terjadi tingkat kecemburuan yang berlebihan.

  38. Assalamu’alaikum wr.wb.
    saya termasuk mahasiswa yang salah jurusan pada awalnya karena sebelum akhirnya saya memilih jurusan tarbiyah/guru sd, cita-cita saya ingin menjadi psikolog tapi saya tidak menyesal menjalaninya setelah dua tahun ini, justru saya bersyukur karena banyak pengalaman-pengalaman, informasi, dan hal-hal lainnya membuat saya semakin yakin ingin menjadi guru. Saya tau gaji guru kecil, bahkan banyak yang saya temui setiap guru di samping mengajar mereka memiliki usaha lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Saya meresa yakin bahwa saya dapat menjadi guru dan mengajar untuk kepuasan hati bukan karna mencari gaji yang besar. Oleh karena itu sayapun sangat kesal membaca/mengetahui berita-berita seperti yang bapak tulis tentang tukang-tukang mengajar. Menurut saya orang-orang tersebut tersebut warga negara yang justru malah merusak moral bangsa. Karena kemajuan pedidikan di indonesia seharusnya di dukung oleh orang-orang yang dengan sepenuh hati menumbuhkan semangat generasi muda, tanpa melihat tujuan untuk diri pribadinya. Saya juga sangat berharap supaya guru-guru yang cuma bisa di sebut guru bayar bisa menyadari arti penting dari pendidikan. Dan saya bertekad untuk menjunjung tinggi moral bangsa dengan mengajar anak-anak didik saya kelak untuk kepuasan hati saya dan memberikan manfaat bagi penerus bangsa yang akan saya didik. Demikian terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  39. Assalamu’alaikum wr.wb.
    saya termasuk mahasiswa yang salah jurusan pada awalnya karena sebelum akhirnya saya memilih jurusan tarbiyah/guru sd, cita-cita saya ingin menjadi psikolog tapi saya tidak menyesal menjalaninya setelah dua tahun ini, justru saya bersyukur karena banyak pengalaman-pengalaman, informasi, dan hal-hal lainnya membuat saya semakin yakin ingin menjadi guru. Saya tau gaji guru kecil, bahkan banyak yang saya temui setiap guru di samping mengajar mereka memiliki usaha lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Saya merasa yakin bahwa saya dapat menjadi guru dan mengajar untuk kepuasan hati bukan karena mencari gaji yang besar. Oleh karena itu sayapun sangat kesal membaca/mengetahui berita-berita seperti yang bapak tulis tentang tukang-tukang mengajar. Menurut saya orang-orang tersebut termasuk warga negara yang justru malah merusak moral bangsa. Karena kemajuan pedidikan di indonesia seharusnya di dukung oleh orang-orang yang dengan sepenuh hati menumbuhkan semangat generasi muda, tanpa melihat tujuan untuk diri pribadinya. Saya juga sangat berharap supaya guru-guru yang cuma bisa di sebut guru bayar bisa menyadari arti penting dari pendidikan. Dan saya bertekad untuk menjunjung tinggi moral bangsa dengan mengajar anak-anak didik saya kelak untuk kepuasan hati saya dan memberikan manfaat bagi penerus bangsa yang akan saya didik. Demikian terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  40. Dilema yang terjadi antara kesejahtraan dan masalah moral pada guru saat ini dikarenakan masih banyaknya sekolah-sekolah yang kurang memperhatikan tingkat kesejahtraan guru. Mereka lebih mementingkan keuntungan yang didapat untuk kepentingan sendiri dan kepentingan lembaga tertentu,mereka memberikan gaji yang tidak sesuai dengan kinerja dan jerih payah guru.Dikarenakan hal tersebut maka banyak guru yang mengambil jalan pintas untuk memperoleh sertifikasi,karena menurut mereka jika mendapatkan hal tersebut maka kesejahtraan mereka akan terjamin tanpa mempedulikan noram-norma yang berlaku sesuai dengan jabatan mereka sebagai guru.Menurut saya solusinya ialah pemerintah harus memperbaiki dulu lembaga pendidikan pusatnya,lembaga pendidikan harus mempermudah dalam memperoleh suatu pengakuan atau pengabsahan dan sekolah-sekolah harus memberikan gaji yang layak sesuai dengan tingkat pendidikan dan kinerja guru tersebut.

  41. Assalamualaikum Wr.Wb
    Menanggapi artikel bapak diatas,memang sangat menyedihkan bila seorang guru menjiplak sertifikat atau minta dibuatkan sripksinya oleh orang.Memang hal tersebut sangat tidak terpuji karena ia telah memberi contoh yang tidak baik kepada peserta didik,seorang guru selalu menanamkan kejujuran kepada peserta didik,tetapi ia juga tidak jujur kepada dirinya sendiri.Memang untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini,memang seorang guru harus bersertifikasi dan minimal berpendidikan Srata satu (SI).Untuk memperoleh semua itu bukan suatu hal yang mudah.Dan saya rasa mereka melakukan semua itu(menjiplak sertifikat dan dibuatkan skripsinya oleh orang lain) hanya memikirkan kepuasan batin mereka sendiri, agar mendapat ijazah dan tunjangan hidup yang lebih baik,tanpa mereka sadari ia telah menyalahi aturan kode etik sebagai guru dan membohongi dirinya sendiri dan semua orang.Seperti dijelaskan dalam pidato Kongres PGRI XII Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI 1973)
    Disini sangat jelas bahwa seorang guru harus menjaga segala tingkah lakunya sebagai seorang pendidik.Bagaimana nasib serta moral anak-anak bangsa Indonesia bila gurunya saja sudah mencontoh yang tidak baik dan bagaimana pengakuan masyarakat dan kepercayaan masyarakat pada seorang guru.Guru selalu dihargai dan dihormati oleh masyarakat.Saya yakin mungkin mereka dapat membuat skripsi sendiri tetapi mereka tidak percaya diri dan takut salah dalam hal pembuatannya.Dan saya yakin tidak semua guru tingkah lakunya dan moralnya seperti itu(menjiplak sertifikat dan dibuatkan skripsinya),karena masih banyak guru-guru diluar sana yang mempunyai akhlak dan moral serta tingkah laku yang baik,dan mengajar dengan tulus dan hati nurani.Semuanya kembali lagi kepada maasing-masing pribadi guru.Dan mudah-mudahan dari penulisan pengalaman bapak diatas dapat menggunggah kami para calon guru dan guru agar termotivasi untuk membuat skripsi sendiri dan tidak lagi menjiplak sertifikat.
    Wassalamualaikum Wr.Wb…
    Arigato Ghoizamatsu…

  42. Sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan dan membuat miris hati jika memang keadaan mayoritas guru di negeri ini seperti demikian..bagaimana tidak bukankah ditangan-tangan merekalah regenerasi bangsa ini diproduksi..??? Sangat disayangkan calon-calon pemimpin masa depan kita dididik oleh manusia-manusia yang tanpa jiwa. Tapi dari sekian banyak guru yang seperti itu pasti masih ada segelintir guru yang mengajar dengan hati nuraninya..untuk kategori ini saya jadi teringat dengan bapak saya yang sudah hampir tiga puluh lima tahun menjadi guru namun dengan bayaran yang memprihatinkan, bapak saya hanya dibayar seratus lima puluh ribu perbulannya (beliau mengajar di madarasah swasta di salah satu kota di jawa barat) tapi beliau tak pernah mengeluh dengan honor seperti itu, padahal saya anaknya yang baru mengajar tiga tahun tapi bayaran yang saya terima sudah sepuluh kali lipat yang bapak saya terima..ketika menulis komentar ini pun air mata ini tak henti-hentinya menetes, dari beliaulah saya belajar bagaimana mengajar tidak dengan menomor satukan materi. jadi dari sekian banyak guru yang (haus) akan materi mudah-mudahan masih ada guru yang mengajar dan mendidik karena panggilan hati nurani, mengajar dan mendidik semua karena ibadah..mudah-mudahan lagi banyaknya minat mahasiswa UGM untuk menjadi GURU bukan karena banyaknya jumlah nominal yang akan diterima, tapi karena panggilan hati semata-mata…semoga…

  43. Assalamu’alaikum..
    Salam takzim saya kepada bapak Zamris Habib yang selalu mencurahkan perhatiannya pada perkembangan pendidikan di Indonesia tercinta..
    Sungguh tulisan bapak seakan menghentak kami yang tertidur, kami yang selama ini terlupa, terlelap dengan kebiasaan-kebiasaan yang lumrah terjadi di negara ini.
    Tulisan bapak mengingatkan kembali betapa besar dan mulianya tugas seorang guru, yang selama ini kami hanya asyik berperan sebagai pengajar, namun terlupa apakah kami sudah menunaikan tugas sebagai seorang pendidik?
    Yang diharapkan semoga dengan fasilitas yang lebih baik di masa yang akan datang akan membuat para guru dapat mengajar dengan hati, namun saya merasa ragu akan hal itu, karena untuk mencapai segala fasilitas tersebut ada beberapa hal yang menjadi tuntutan yang harus dimiliki oleh para guru, hingga mereka bisa saja melakukan apa saja untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut. maka saya setuju dengan pendapat bapak bahwa yang perlu dikembalikan adalah rasa tangung jawab moral sebagai seorang pendidik, bagaimana seorang guru bisa bersungguh-sungguh mengajar dan mendidik dengan hati karena yang kita hadapi adalah manusia bukan benda.

  44. Miris, ironis, dan malu….itulah yang rasa rasakan ketika membaca tulisan Bapak ” Otokritik terhadap guru”. Karena itulah kenyataan yang sebenarnya, maka telah cukup menjelaskan bahwa ada beberapa guru yang memang bekerja bukan dengan hati, melainkan hanya mencari materi semata ( maaf, harus saya katakan demikian), namun saya tidak bermaksud sama sekali untuk menyamaratakan semua guru demikian. Walaupun saat ini saya belum menjadi guru, namun rasa malu itu saya rasakan, bagaimana tidak?? karena masih banyak orang di luar sana yang beranggapan bahwa profesi guru adalah mulia, tapi kalau kenyataannya seperti ini….. Saya hanya bisa memberi saran hendaknya kita semua baik yang sudah menjadi guru dan calon guru hendaknya bisa mengintrospeksi diri (bertanya pada hati nurani) dan berusaha menjaga image guru yang telah tertanam dalam masyarakat yang juga merupakan amanah bagi kita, yakni guru adalah mulia, yang pengabdiannya tak ternilai dengan apapun juga…… sekian terimakasih…….

  45. Asalamualaikum.wr.wb.
    Sebagai seorang guru saya merasa haru dan sedih setelah saya membaca artikel diatas,apalagi dengan banyaknya guru yang mengajar tidak dengan hati.selain itu sebagian orang yang menjadi guru juga karena terpaksa bukan pangilan jiwa(kehendak sendiri) dan selain itu banyak guru nyasar yaitu bukan lulusan pendidikan guru(spg) banyak yang menjadi guru,karena tuntutan ekonomi yang membuat mereka seperti itu sehingga dari situlah terciptanya istilah tukang mengajar,namun tidak semua guru seperti itu.mulai sekarang cobalah kita rubah image guru jadilah guru yang profesional.apalagi sekarang ini sudah ada sertifikasi guru atau kesejahteraan guru yang sudah mulai diperhatikan pemerintah,mudah-mudahan dengan itu semua kita sebagai seorang guru bisa melahirkan dan menciptakan anak didik yang cerdas dan ber akhlaq mulia sesuai dengan tujuan pendidikan sekarang ini.AMIN.
    Wasalamu,alaikum wr.wb

  46. Tidak semua guru berbuat seperti apa yang bapak katakan, jadi hanya oknum-oknum guru tertentu saja. Di zaman sekarang ini, tidak menjadi jaminan jika seorang guru harus mempunyai sifat yang lebih baik daripada orang biasa. Terkadang juga ada guru yang hanya menjaga nama baiknya di depan murid-muridnya sehingga dia bersikap sopan dan berwibawa. Setiap orang punya sisi negatif dan positif, tak terkecuali seorang guru. Perbedaannya adalah guru harus mempunyai daya pengendalian diri yang lebih besar daripada orang yang tidak menjadi guru. Mengenai pemalsuan sertifikat yang dilakukan oleh guru, menurut saya guru tersebut tidak dapat mengendalikan dirinya dalam hal meraih pendapatan (gaji dan tunjangan) yang lebih besar. Hal ini juga disebabkan honor guru yang tidak mencukupi kebutuhan. Jadi nafsu untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik mempengaruhi mereka untuk melakukan segala cara termasuk pemalsuan sertifikat. Untuk sedikit demi sedikit menghilangkan guru yang tidak bermoral harus sering dilakukan pelatihan dan seminar untuk guru-guru yang mana didalam pelatihan tersebut harus disisipi pesan-pesan rohani yang bisa memperbanyak sisi kepositifan dalam diri guru.

  47. Assalamualaikum Wr.Wb
    Otokritik Terhadap Guru
    Memang sekarang ini yang sedang hangat dibicarakan adalah masalah guru dan kesejahteraan guru yang menyangkut pendidikan kedengarannya memang tidak etis,seorang guru yang mengcopy sertifikat dan menelantarkan murid diwaktu pelajaran sedang berlangsung.Demi mendapatkan sertifikat dan kenaikan pangkat dengan jalan menggunakan cara-cara tertentu yang kurang beretika dan moral.kalau seorang guru seperti itu bagaimana nasib anak didik kita?tanggung jawab guru sudah tidak ada lagi.Guru hanya sekedar mengajar bukan dengan hati yang ikhlas.bukankah tanggung jawab pendidkan itu terletak ditangan guru jadi bagaiman nasib pendidikan kelak bila seperti itu.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  48. Saya sebagai seorang guru sangat miris mendengarnya dan sangat menyakitkan memang sebabagian ada benarnya juga , banyak guru yang belum siap sebagai tenaga pendidik baik mental maupun keilmuannya dikarenakan kurangnya minat baca dan dorongan ekonomi yang sangat besar sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sebagian pendidik justru mencari nafkah lain ironis memang kedengarannya apabila profesi yang dihormati hanya dijadikan pelarian karena akibat dari kegagalan. semoga kita bisa merenung untuk apa kita menjadi guru ? jawabnya ada pada diri sendiri.wassalam…

  49. Saya sebagai seorang guru sangat miris mendengarnya dan sangat menyakitkan memang sebabagian ada benarnya juga , banyak guru yang belum siap sebagai tenaga pendidik baik mental maupun keilmuannya dikarenakan kurangnya minat baca dan dorongan ekonomi yang sangat besar sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sebagian pendidik justru mencari nafkah lain ironis memang kedengarannya apabila profesi yang dihormati hanya dijadikan pelarian karena akibat dari kegagalan. semoga kita bisa merenung untuk apa kita menjadi guru ? jawabnya ada pada diri sendiri.wassalam…

  50. memang sangat miris dan tidak etis, seorang pendidik menjalankan profesinya tidak benar-benar berdasarkan dari hati. mereka hanya mengutamakan penghasilan semata. akibatnya mereka menjiplak dan mencopy sertifikat palsu dari orang lain demi mencapai kesejahteraan mereka. sebaiknya pemerintah juga perlu memperhatikan kesejahteraan para guru, sehingga tidak banyak guru yang mengambil jalan pintas seperti itu. kalau gurunya melakukan hal seperti itu, bagaimana dengan nasib murid-muridnya.mudah-mudahan saja para calon-calon guru sekarang ingin menjadi seorang pendidik benar-benar dari hati. sehingga tidak ada lagi peristiwa yang sama akan terulang lagi..

  51. Otoritik terhadap guru….!!!
    Pernyataan Artikel yang di atas memang menerapkan hal yang sangat buruk. Saya sangat prihatin jika terus-menerus terjadi. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa oleh karena itu kita patut menghargainya. Pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan. Untuk mengatasi hal tersebut, seharusnya masyarakat,pemerintah dan sejajarnya melakukan kerja sama dengan sebaik mungkin. Dalam memberantas Guru, Calon Guru, pihak (oknum) yang mengadakan adanya sertifikat dan ijazah palsu. Dengan karena itu sehingga mempermudah seseorang untuk mendapatkan keberhasilan secara cepat (instan). Maka jika ingin mendapatkan keberhasilan kita harus menjalankan usaha dengan baik agar tercapai dan sesuai target. Tanpa melakukan hal-hal yang buruk.

  52. Hal seperti itu sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi guru-guru di Indonesia yang tidak mau memperbaiki kualitasnya tapi mengharapkan pembalasan yang lebih. Apakah hidup yang susah membuat seseorang menjadi menghalalkan segala cara dalam mendapatkan kesejahteraan. Lalu bagaimana bila itu guru, harus seperti apakah ia mengajarakan moral pada murid-muridnya bila ia sendiri menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesejahteraan. Ingat bila seorang guru merasa dirinya seorang pendidik sebaiknya ia memulai dengan memperbaiki kualitasnya dahulu baru ia menuntut haknya. Bukankah sebelum kita menerima hak, kita harus menjalani kewajiban kita dengan baik.
    Untuk semua guru, mulailah dengan mengajar dan mendidik dengan sepenuh hati.

  53. Salam alaikum Wr. Wb
    Setelah saya membaca tulisan diatas, memang ada guru yang tidak punya hati dan tidak malu-malu untuk melakukan itu, ini terjadi bagi guru-guru yang sudah S1, masih muda, dan imannya tipis, yang hanya ada diotaknya uang. Guru tersebut menjalankan tugas hanya karena pimpinan, jika ada pimpinan ia rajin dan sebaliknya. Menurut saya pemerintah tidak perlu memberikan sertifikasi. Yang harus diperhatikan adalah pemberian penghargaan bagi guru-guru yang tua, masa kerjanya sudah lama atau pengabdiannya baik sudah S1 maupun belum dan sudah golongan IV, yang rajin berniat menjalankan tugas hanya karena Allah dan profesional, diberikan penghargaan setiap bulan 1 kali gaji. Tidak perlu mengumpulkan syarat macam-macam, batasannya jika sudah golongan IV. Himbauan saya guru harus memiliki 4 sifat yang dicontohkan Rasullullah 1 Siddiq, 2 Amanah, 3 Fathanah, 4 Tabligh. sekian.
    Wassalam

  54. SITI AISAH ( MP)

    Faktor utama menjadi seorang guru adalah mempunyai Akhlak , kepribadian yang tulus dan keikhlasan dalam mengajar anak didik, kalau menjadi seorang pendidik diperoleh dengan jalan menghalalkan segala cara atau yang disebut guru ngejar setoran atau guru bayar atau guru yang mempunyai niat untuk mencari nafkah semata itu pastilah tidak akan bisa menjadi pendidik atau pembina yang baik bagi anak didiknya .
    Untuk meminimalisir persoalan seperti itu seharusnya di adakan lembaga pembinaan bagi guru atau calon guru agar tertanam di jiwanya akhlak dan kepribadian yang utuh, menjadi seorang pendidik adalah tugas yang mulia ,panggilan jiwa bukan keterpaksaan karena susahnya mencari pekerjaan karena yang di didik itu manusia yang di ibaratkan kertas yang masih putih,bersih belum ternoda dengan segala macam tinta,insya Allah guru yang benar-benar mengajar dengan rasa ikhlas dan panggilan hati nurani akan menjadi seorang guru yang benar-benar bisa dibanggakan dan dirindukan oleh anak didiknya .

  55. guru yang moralnya kurang tentu akan merusak dunia pendidikan sebaliknya guru yang bermoral akan melahirkan penerus bangsa yang bermoral, saya melihat kalau dunia pendidikan sekarang sudah tercoreng ya mohon dengan sangat pemerintah bertidak dengan tegas terhadap semua kepada yang bersangkutan di bidang pedidikan terutamadari atas harus yegas dalam hal ini contoh dosen jangan membiarkan meluluskan guru yang hanya mencari gelar saja untuk kepentingan pribadi , artinya dosen harus melihat mana calon guru yang benar-benar menuntut ilmu di bangku kuliah dan mana yang hanya lulus dengan skripsi yang di beli.
    sekarang bagaimana kita semua dapat menyikapi hal yang sudah terbiasa yanga ada di depan mata kita, saya rasa kitaharus dapat mengambil sikap mana yang baik dan mana yang tidak , dengan hal ini tentunya kita akan menjadi guru yang punya hati nurani. masih banyak lho guru yang mau membimbing dengan ikhlas , karena bukan hanya tujuan materi saja tapi memang kesadarannya dalam mengamalkan ilmu yang sudah dimilikinya/didapat , untuk diamalkan sebagai tabungan kita kelak di sana nanti, jadi kalau sudah punya prinsip ini maka apapun akan berjalan lancar termasuk rezki itu datangnya dari Allah Swt, kalau kita ikhlas menjalani sesuatu pasti kesejahteraan itu Allah yang akan menjamin. Percaya dan yakin…

  56. Assalamulaikum Wr.Wb.
    Dalam menghadapi persoalan seperti ini, siapa yang salah dan siapa yang mau dipersalahkan ? semuanya salaing berkaitan. seharusnya dari pihak “atas” sesekali terjun langsung jangan asal menerima laporannya saja. segala hal yang terjadi tentang maslah guru, karena dimulai dari atas. banyak pihak-pihak yang membuka “pintu belakang” dan pemerintah tidak mengambil tindakan apa-apa. seperti menjamurnya sekolah-sekolah tinggi. walaupun tidak memiliki gedung, di ruko-ruko pun jadi tempat belajar, dan kita tahu bahwa ruko adalah rumah plus tempat usaha (jual beli), sehingga jangan di salahkan kalau mahasiswa/i lulusannya pun bila terjun kelapangan (bila terjun menjadi guru) selalu mengkalkulasikannya secara ekonomi, bukan mencetak sumber daya manusia yang semestinya. Dengan kuliah kurang lebih 2-3 bulan bahkan ada yang tidak kuliah sudah lulus dan berhak menyandang sarjana S1. Apa yang didapat ? yang menjalani perkulihan 3-4 tahun saja belum tentu menjamin mutu. Wlaupun mendapat gaji berapa pun, rasanya agak lama memperbaikinya, karena permasalahan ini sudah mendarah daging (dan sebagian orang menjadi guru memang bukan profesinya hanya pelarian). kecuali semua pihak yang terkait sama-sama mau memperbaikinya tampa pandang bulu.

  57. Dari kasus yg bapak paparkan diatas sungguh sangat menyedihkan seperti melakukan copy-copy sertifikat palsu lalu mengambil strata satu dengan menjiplak skripsi atau dibuatkan orang lain,itu semua merupakan tindakan yang sangat tidak beretika dan bermoral bagi seorang guru ygng akan menjadi seorang tauladan bagi peserta didiknya.Sehingga nantinya akan lahir guru2 yng mengajar tidak dengan hati lalu mengajar dalam istilah bapak diatas yaitu tukang2 mengajar.Dan mengenai kesejahteraan guru yang mulai meningkat.Mudah-mudahan menjadi setitik harapan terang bagi masa depan pendidikan kita mupun kesejahteraan guru itu tersebut,walaupun sekarang kesejahteraan itu baru di dapat oleh guru negri Dki,dan mudah-mudahan pemda-pemda yang lain mengikutinya.Karna perlu kita perhatikan masih banyak guru beretika,bermoral dan berkopetensi tetapi kesejahteraannya kurang terpenuhi karna mereka belum menjadi atau bukan pegawai negri.

  58. ass.wr.wb
    dari artikel yg bpk buat,menurut saya,pemalsuan-pemalsuan itu sudah sangat merugikan dalam kemajuan kependidikan.mereka yang menjadi guru karena terpaksa sungguh tidak mulia seharusnya menjadi seorang guru harus dari hati nurani yang ingin anak didik bangsa Indonesia menjadi anak bangsa yg berprestasi membanggakan bangsa Indonesia.dan sungguh disayangkan generasi muda zaman sekarang kurang tertarik dengan pekerjaan seorang guru karena mereka tahu gaji seorang guru sangat kurang dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari padahal menjadi seorang guru adalah pekerjaan yg mulia.Dan alhamdulilah,pemerintah sekarang memperhatikan kesejahteraan guru sehingga sekarang kesejahteraan guru meningkat walaupun hanya didaerah DKI.Mudah-mudahan calon-calon guru sekarang tidak melakukan tindakan pemalsuan sehingga pendidikan menjadi lebih maju dan tidak menjadi terpuruk.
    Wss.wr.wb

  59. Sertifikasi guru adalah suatu bentuk penghargaan terhadap profesi keguruannya . Tapi sangat disayangkan penghargaan itu disalahgunakan dengan cara guru yang menghalalkan segala cara. Bukankah tugas utama guru sebagai pendidik? Kalau dari hal yang terkecil saja guru dengan mudahnya mengcopi sertifikat temannya dan calon guru dengan skripsi yang telah dibuatkan orang tanpa ada usaha yang baik, mau dibawa kemana pendidikan di Indonesia? Seorang guru seharusnya dapat menjaga kompetensi kepribadiannya yang senantiasa insyaf akan pengawasan Allah dan tidak berorientasi duniawi, sehingga slogan guru tanpa tanda jasa pantas untuk dirinya. Alangkah baiknya apabila sertifikasi itu diberikan selain portofolio tetapi ada pendidikan khusus yang berulang-ulang untuk para guru dalam menjaga keprofesionalannya terutama dalam menjaga kompetensi kepribadiannya demi meningkatnya mutu pendidikan di Indonesia.

  60. sebagai seorang muslimah saya harus memegang tali agama dengan sebaik-baiknya,antara lain:.
    1.sifat dusta termasuk sifat tercela yg harus dijauhi
    2.kejujurn harus dapat ditunjuki dari secara aspek,ucapan dan perbuatan 3.amanah harus kita jaga baik-baik
    4.kefakiran dapat menyebabkan seseorang terjerumus pada kekafiran
    5.orang yang beriman dan berilmu akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah.
    Sikap saya terhadap permasalahan tersebut adalah saya sangat tidak setuju dengan sikap dari sebagian guru (oknum) yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan baik berkaitan dengan persoalan material maupun gelar dan jabatan.sebagian orang yang beriman seharusnya lebih yakin dan percaya terhadap rizeki yang Allah akan berikan kepada semua makhluknya.
    Dalam islam akhlak atau moralitas harus benar-benar dijunjung tinggi demi tercapainya tarap kehidupan yang harmonis,baik dan damai.untuk mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi dan sosial.kiranya,perlu ada peningkatan kesejahteraan.tetapi,sayangnya pemerintah dalam hal ini sebagai penentu kebijakan seharusnya dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan tidak mengajarkan atau memberikan peluang kepada guru untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

  61. Dunia pendidikan Indonesia terpuruk karena ulah orang-orang yang hanya mementingkan ego masing-masing dari pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan itu sendiri. Sering saya berfikir bagaimana memperbaiki mental-mental orang-orang yang berada dalam sekolah saya. Kadang-kadang saya merasa sendirian untuk mengembalikan profesi guru ke arah yang sebenarnya. Tantangan berat sering saya rasakan. Tantangan itu saya hadapi dengan semakin meningkatkan keprofesionalismean saya. Salah satunya dengan metode mendidik siswa dengan hati, agar kedepannya mereka tidak mengikuti jejak guru-guru yang “tersesat” itu.

  62. bagai mana bisa menghasilkan manusia yang terdidik bila para pendidiknya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. tulisan ini membuat saya merenung apa yang harus kita lakukan? langkah utama adalah dengan diri kita sendiri tidak melakukan hal-hal yang tidak benar tersebut. sebisa mungkin kita memberikan pengertian kepada rekan-rekan kita (guru yang tersesat) bahwa hal tersebut mencederai profesionalisme guru yang mengakibatkan keterpurukan dunia pendidikan kita.

  63. Assalamu’alaikum..

    Suatu sikap yang sangat kritis terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru. Bertanya, menanggapi bahkan menyanggah dengan suatu alasa-alasan yang tepat dan logis
    Dan guru juga bisa diambil dari dasar-dasarnya sebuah pengajuan dan meminta suatu tanggapan kepada seorang guru itu sendiri

  64. Memang tidak dipungkirin hal
    Itu sering terjadi pada zaman seperti sekarang ini,namun tidak semua guru demikian,hanya guru-guru tertentu yang melakukan hal seperti itu,mungkin guru tersebut bukan dari lulusan ilmu pendidikan,sehingga mereka tidak tau tentang hakekat pendidikan. sehingga terjadilah hal-hal yg tidak di inginkan dalam dunia pendidikan.Agar tidak terus menerus demikian,mari
    Kita bersama-sama kt
    Menanggulanginya,agar tidak
    Terjadi terus menerus.

  65. assalamualaikum.wr.wb
    saya sebagai calon guru sangat menyesalkan atas kejadian yang disebutkan diatas… bahwasanya tanggung jawab moral dari seorang guru sangatlah besar karena arti kata “GURU” adalah seorang yang memberikan ilmu yang baik kepada anak muridnya…. apabila sosok guru saja sudah mencerminkan sesuatu yang negatif “moral dan etika” tidak sesuai dengan hakikat seorang guru yaitu dicontoh dan ditiru, maka hilanglah kewibawaannya ketika ia mengajar secara tidak langsung, karena bagaimana dia akan menjadikan dirinya contoh teladan yang baik bagi muridnya sedangkan dirinya sendiri tidak baik dengan melakukan praktik kecurangan-kecurangan dalam persaingan di dunia pendidikan…… sekian terima kasih
    wslm…..

  66. Assalamu’alaikum wr.wb

    Menurut saya seorang guru yang baik tidak akan melakukan manipulasi dalam berbagai hal walaupun untuk mencapai cita-cita,karena cita-cita yang baik(menjadi guru )harus diawali dengan niat yang baik pula,lalu bagaimana jika seseorang pada awal kariernya sudah melakukan suatu hal yang melanggar aturan,maka selanjutnya
    pun akan tidak memperhatikan hal hal yang semestinya di perhatikan.Guru adalah seorang pendidik yang seharusnya memiliki sifat jujur…akhlak seorang akan mepengaruhi keberhasilan dalam mendidik siswanya.

    Wassalamu;alaikum wr.wb

  67. Kepada Yth.
    Bpk. Zamris Habib
    Saya Ida Nurmillaty ( NIM : 2006517523 ) mahasiswa UMJ Semester IV untuk mata kuliah Teknologi Pendidikan, ingin menyerahkan tugas membuat blog.
    Alamat Blog saya : http://idanurmillaty.wordpress.com.
    Mohon maaf saya baru menyerahkan tugas hari ini, karena pada hari kamis yang lalu saya tidak hadir di perkuliahan Bapak karena ada kegiatan dari sekolah tempat saya mengajar selama 2 hari, dan saya belum mengetahui bahwa pengumpulan tugas terakhir adalah hari kamis yang lalu. Semoga Bapak memakluminya.
    Terima Kasih. ( IDA NURMILLATY )

  68. inilah pak.. para guru walaupun semua selalu menyalahkan siswa dengan berbagai alasan kenakalan dan perilaku kekerasan tapi semua itu merekalah yang mengajarkannya

    menuntut mengajarkan profesionalisme dan cara yang sportif tapi setelah saya membaca artikel bapak diatas malah guru itu sendiri yang melakukan hal – hal yang curang.

    Tapi saya juga menghargai seorang guru yang mengajar dengan sebenar-benarnya dan betul-betul mengajarkan ilmu dan moral. Sukses la para guru yang benar-2 guru..

  69. Menurut saya,guru primitif yaitu guru yang menggunakan metode belajar yang lama dan kuno,sehingga guru tersebut ketinggalan zaman dan tidak mengetahui perkembangan teknologi.dalam dunia pendidikan di zaman era globalisasi seharusnya guru mengikuti perkembangan zaman dalam metode mengajarnya, sehingga para siswa tahu akan kemajuan pendidikan khususnya dibidang teknologi.tapi saya tidak setuju kalau guru dikatakan primitif,karena guru yang mengajar dengan metode belajar seperti itu kurangnya fasilitas yang diberikan sehingga hasil belajarnya kurang memuaskan.sedangkan guru yang modern sebaliknya dengan fasilitas lengkap yang ada sehingga metode belajar dan pemikirannya pun lebih maju dibandingkan guru primtif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s