5 comments on “Mengurai Masalah Guru (Swasta)

  1. selama guru swasta menerima perlakuan dari pemerintah yang bersifat mendikotomi dan mendiskriminasi profesi guru, selama itu pula pekerjaan sebagai guru PNS akan selalu didambakan,
    ini untuk mereka yang menjadi guru swasta sebagai batu loncatan bukan sebagai keyakinan dan prinsip hidup
    sedang guru swasta yang benar-benar swasta, nggak pernah berpikir sulih status menjadi PNS sebagai solusi visinya dalam mendidik anak bangsa, maka bolehlah ambil saja kepahlawanan guru-guru swasta itu, toh tanda jasa mereka tak punya, tapi benahi kesejahteraannya sebagai sarana menjadi profesional dan bermartabat

  2. Terimakasih komentar Mas Masedlolur, saya juga prihatin atas perlakuan Pemerintah kepada guru2 swasta, bahkan sebelumnya sama2 guru negeri saja dibedakan antara guru yg berasal dari Depdiknas, dari Dep. Agama dan guruPemda, ada tiga perlakuan yg berbeda, apalagi dg guru swasta, menjadi empat . Walaupun kita akui juga sekarang Pemerintah sudah mulai perhatian dalam masalah sertifikasi guru tidak dibedakan lagi antara guru swasta dg. guru PNS. Mudah2an kebijakan ini tetap demikian seterusnya.

  3. DARI URAIAN PENJELASAN BP ZAMRIS HABIB,MEMANG TERKADANG PEMERINTAH HANYA MEMPERHATIKAN DARI KALANGAN PEGAWAI NEGRI,MISALKAN PEKERJAAN GURU YANG MULIA OLEH KALANGAN MASYARAKAT.TERKADANG ADANYA KONFLIK ANTARA GURU NEGRI DENGAN GURU SWASTA.APA LAGI KONFLIK ITU SAMA – SAMA BERADA DALAM SATU AREA (SAMA-SAMA NEGRI ) BERBEDAAN DARI DEPDIKNAS DAN PEMDA,SAYA HARAP PEMERINTAH LEBIH PEDULI DAN PERHATIAN DARI PEGAWAI MANA PUN TERMASUK GURU SWASTA MAU PUN NEGRI.TERKADANG JUGA TERJADI AKSI DEMO YANG DI LAKUKAN GURU BANTU TERHADAP PEMERINTAH UNTUK MENJADI GURU TETAP.KARENA PEKERJAAN GURU DI BUTUHKAN OLEH RAKYAT,APA LAGI SEKARNG BANYAK RAKYAT YANG KURANG MAMPU DENGAN FAKTOR BIAYA.

  4. Mungkin pemerintah sudah merasa terbebas dari tanggung jawab mengurus guru swasta setelah menunaikan kewajibannya sesuai undang-undang untuk memberikan Tunjangan Fungsional sebesar Rp 200.000,- setiap bulan.

    Tapi seyogyanya kita mulai berbenah diri. Maksudnya, profesi guru tidak lagi menjadi sumber utama penghasilan kita. Kita harus kreatif mencari sumber pendapatan lain. Banyak cara untuk mencapainya. Yang penting tidak menggagu tugas utama kita sebagai pendidik.

    salam istimewa by BISNIS GURU

  5. Guru adalah salah satu dari sekian banyak pekerjaan mulia yang di inginkan dan di dambakan oleh kita. mengajar sepenuh hati dan selalu mencoba untuk memberi yang terbaik. akan tetapi, permasalahan tentang berbedanya perlakuan antara Guru berstatus Negeri dengan Swasta serta Honorer masih menjadi sebuah PR bagi instansi pendidikan indonesia. bagaimana tidak ? jika nyatanya hanya karna perbedaan kelas tetapi masih sama status nya,banyak dari golongan non PNS yang merasakan ketidakadilan. jadi tidak heran jika mereka para Guru Non PNS menunut besar-besaran sebuah keadilan. dan yang lebih mengenaskan adalah ketika dari segi kinerja Guru Non PNS lebih baik dibandingkan oleh guru PNS. kesimpulannya menurut saya adalah, Seharusnya untuk bisa menjadi Guru PNS bukan hanya karena bisa menyelesaikan persoalan administrasi. melainkan, juga tentang kinerja yang sesungguhnya, kinerja yang bukan hanya ketika sedang ingin di angkat saja,dan bukan mereka yang mendatafkan diri melalui pihak ke-3 yang mampu mempermudah jalan nya sebuah proses untuk menjadi seorang Guru PNS. bahkan mungkin instansi pendidikan negri ini harus lebih teliti dalam menyaring lalu menerima para guru CPNS. (Ade irma PAI 5A UMJ 2014510037)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s