2 comments on “Iman yang turun naik

  1. SAIFUDIN (GPAI 2 UMJ Jakarta)
    Iman sebagai pondasi kehidupan manusia dimanapun dia berada ( haitsu maa kaana ) namun iman itu bersifat fluktuatif, kadang kadang bertambah. Ini semua tak terlepas dari sifat manusia itu sendiri karena manusia tempatnya salah dan lupa. Bila sekali terjadi kekhilafan cepat-cepatlah bertaubat/meminta ampun kepada Allah SWT (beristighfar) atas apa yang telah terjadi namun tetap berusaha untuk tidak terjadi yang kedua kalinya apalagi pada kesalahan yang pertama. Percayalah Allah Maha Pengampun. Mendekati Allah itu mudah kok….
    Bagaimana caranya ? Lakukan yang jarang dilakukan kebanyakan orang pasti hasilnya akan nampak dalam waktu tidak terlalu lama. Apa yang harus dilakukan ? Pertama NIAT untuk merubah kebiasaan yang ada. Kedua, kebanyakan orang pada siang hari perut-perut mereka kenyang, coba kita ubah menjadi lapar. Ketiga, kebanyakan orang tidur pada malam hari, coba kita ubah untuk melek (bangun) pada malam hari, lakukan apa yang kita mampu. Niscaya hidayah akan menuntun kita untuk menambah tebalnya keimanan kita. Semoga …………………amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s